Kolektor Bank vs Nasabah, Dari Sudut Pandang yang Lain

Melalui surat pembaca ini saya ingin menyampaikan opini atas surat-surat yang isinya mengkritik kolektor kartu kredit atas etika penagihan. Saya juga bermasalah dengan kartu kredit, bahkan tidak hanya satu bank. Jumlahnya puluhan juta. Saat ini semua kartu saya bermasalah sehingga sudah pasti berhadapan dengan kolektor baik lapangan atau desk kolektor.

Selama ini setiap telepon dari mereka tidak pernah saya abaikan, selalu saya angkat, walaupun ujung-ujungnya tetap mendapat makian dan kata-kata keras, tapi alhamdulilah tidak pernah sampai kasar dan kotor, karena itikad baik saya yang dengan mudah dihubungi oleh pihak bank. Saya tidak pernah menghindar apalagi mematikan HP saya. Karena itu saya menghimbau kepada nasabah bermasalah, janganlah menghindar, kolektor juga sebuah profesi pekerjaan, mereka juga ditekan oleh pihak bank, jangan terlalu memojokkan para kolektor itu. Jelaskan saja kalau benar-beanr tidak mampu, dibarengi dengan kemauan untuk tetap membayar. Pasti akan ada jalan keluar terbaik tanpa harus menjelek-jelekkan kolektor.

Singkat cerita: Angkat telepon anda, jelaskan, dan bayar, titik. Semoga tulisan saya ini bisa menghilangkan kesan buruk kolektor yang sebenarnya pangkal masalahnya adalah susahnya menghubungi nasabah yang berurusan dengan kartu kredit.

Terima kasih.

Endra Hendaryanto
Sidoarjo, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Artikel ini:
 [Penilaian Rata-rata: 3.3]
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa

 Apa Komentar Anda?

Belum ada komentar.. Jadilah yang pertama!

Kolektor Bank vs Nasabah, Dari Sudut Pandang yang Lain

Stefanus Endra 1 menit
0
Tags: Debt Collector
DC Bank Mega yang Meresahkan

Sebelumnya terima kasih banyak kepada Media Konsumen yang sudah memfasilitasi untuk mengungkapkan keluhan yang saat...

Tutup