Waspadai Jika Terdapat Benjolan di Leher

Oleh dr. Fathul Djannah, Sp.PA.

Kelenjar getah bening (KGB) adalah salah satu alat pertahanan tubuh dalam menghadapi infeksi dari luar. Normalnya tidak teraba di seluruh tubuh. Aliran KGB mulai dari belakang telinga, leher, ketiak, para aorta, abdomen, inguinal/selangkangan.

KGB terdiri dari sebaran sel limfoid berbagai maturasi yang membentuk struktur germinal center yang bisa dilihat dibawah mikroskop. Ukurannya hampir sama dengan ukuran eritrosit.

Pembesaran KGB dapat disebabkan karena:

A. Reaktif Limfoid Hiperplasia
Bisa disebabkan karena alergi, infeksi pada daerah sekitar KGB seperti infeksi pada telinga atau gigi berlubang dapat menyebabkan pembesaran kgb di daerah leher. Pembesarannya bisa mulai dari ukuran sebesar kacang hijau sampai 2 cm. Bisa hanya sebagai satu benjolan atau banyak.

B. Infeksi Tuberculosis
Penyebabnya adalah kuman M.Tuberculosis dan gambaran pembesaran kgb memyerupai tasbeh. Lebih jelasnya bisa dibaca pada artikel tentang Limfadenitis TB: Fenomena Tasbih pada TBC Kelenjar.

C. Keganasan pada KGB
Penyebab keganasan pada KGB bisa dua macam:

1. Tumor Primer dari KGB:
Biasanya berumur tua dekade 6-7. Disebut juga sebagai Limfoma dan terbagi menjadi Hodgkin Limfoma dan Non Hodgkin Limfoma. Ukurannya bervariasi mulai dari 3 cm sampai puluhan cm. Stadiumnya tergantung daerah (leher kanan-kiri/rongga dada/perut/ inguinal) yang menjadi keganasan. Limfoma Hodgkin dan Non Hodgkin didiagnosis berdasarkan gambaran histopatologinya. Terapinya adalah kemoterapi

2. Keganasan Sekunder/Penyebaran Tumor pada KGB dari Keganasan Organ yang Lain.
Keganasan pada epitel atau sel pelapis (karsinoma) pada suatu organ cenderung menyebar melalui aliran limfe. Penyebaran keganasan ke leher dapat disebabkan penyebaran dari keganasan di mana saja namun utamanya berasal dari keganasan yang ada di kepala seperti kanker saluran nafas. Kanker saluran nafas terbanyak adalah kanker nasofaring. Kanker nasofaring sering tidak memberikan gejala dan keluhan. Terkadang pasien datang hanya dengan keluhan benjolan di lehernya. Penyebaran keganasan di leher dapat berasal dari kanker payudara, kanker paru bahkan dari kanker serviks.

Untuk melakukan diagnosis dilakukan anamnesa/tanya jawab antara lain benjolan sejak kapan, adakah gangguan atau keluhan dari organ di kepala, adakah riwayat operasi sebelumnya.

Dilakukan pemeriksaan penunjang antara lain USG leher dan bila perlu CT-scan kepala serta biopsi pada benjolan baik biopsi aspirasi jarum halus (FNAB) ataupun open biopsi sebagai golden standard dalam menentukan penyebab benjolan di leher.

Kunci utama adalah pencegahan dan deteksi dini pada diri sendiri.

Biasakanlah untuk meraba/memeriksa seluruh permukaaan badan termasuk kepala dan leher. Normalnya tidak ada pembesaran sekecil apapun. Pemeriksaan dilakukan rutin berkala sehingga bila terdapat benjolan sekecil apapun dapat segera terdeteksi dan dapat segera diperiksakan.

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Artikel ini:
[Penilaian Rata-rata: 5]
Tentang Penulis
Fathul Djannah  

dr. Fathul Djannah, Sp.PA. Alumni FK Universitas Hang Tuah Surabaya dan PPDS Patologi Anatomi Universitas Airlangga Surabaya. - Dosen FK Universitas Mataram, NTB sejak 2003. - Kepala Divisi Laboratorium Patologi Anatomi RSUP NTB sejak 2010. - Peserta Program Doktor (S3) Ilmu Kedokteran FK Universitas Hasanuddin, 2018

 Apa Komentar Anda?

Belum ada komentar.. Jadilah yang pertama!

Waspadai Jika Terdapat Benjolan di Leher

Fathul Djannah 2 menit
0