Fenomena Tasbih pada TBC Kelenjar

Oleh dr. Fathul Djannah, Sp.PA.

Limfadenitis tuberculosis atau disebut sebagai TBC kelenjar adalah proses radang granulomatous tuberculosis yang terjadi pada kelenjar getah bening. Bisa pada seluruh kelenjar getah bening (KGB) di lokasi tubuh manapun namun 80% adalah KGB pada leher.

Penyebabnya adalah infeksi dari kuman Mycobacterium Tuberculosis yang dapat menular melalui  air borne infection atau droplet infection (penularan melalui udara/dahak) dari penderita TBC.

Gejalanya adalah adanya keluhan benjolan di daerah-daerah KGB seperti di leher, ketiak, selangkangan. Ukuran benjolan bervariasi dan multiple/banyak saling melekat satu sama lain. Biasanya benjolan mulai dari leher di bawah telinga kemudian turun ke bawah sampai di clavicula/ tulang bahu. Gambarannya menyerupai tasbih.

Fenomena tasbih atau benjolan yang menyerupai tasbih pada penderita (foto dok. Pribadi)

Konsistensinya lebih lembek dibandingkan benjolan akibat tumor dan pada saat pecah keluar pus/nanah. Setelah pecah akan terbentuk keloid yang disebut scrofuloderma dan bila tidak diobati maka benjolan akan tumbuh lagi di sekitarnya.

Scrofuloderma atau kondisi penyembuhan pada kulit yang menyerupai keloid akibat TBC kelenjar yang pecah (foto dok. Pribadi)

TBC kelenjar didiagnosis setelah dilakukan anamnesa/tanya jawab, pemeriksan fisik dan pemeriksaan penunjang laboratorium patologi anatomi yaitu FNAB/aspirasi biopsi jarum halus yang akan didapatkan pus/nanah dari dalam benjolan atau dari pemeriksaan histopatologi bila benjolan dioperasi.

Pemeriksaan radiologi yaitu foto rontgen dada dibutuhkan untuk memastikan ada atau tidaknya TBC Paru. Bila TBC kelenjar tanpa TBC paru maka pemeriksaan dahak tidak diperlukan

Terapi TBC kelenjar sama dengan TBC di paru atau di tempat lain yaitu Obat Anti Tuberculosis (OAT) selama 6 bulan untuk penderita TBC yang belum pernah mendapatkan terapi OAT.

Komplikasi dari TBC kelenjar sama dengan komplikasi TBC Paru yaitu kuman M.Tubercosis dapat berpindah di organ manapun. Yang paling sering dan membahayakan adalah bila berpindah ke tulang belakang yang dapat menyebabkan lumpuh untuk selamanya atau berpindah ke otak yang dapat menyebabkan kejang-kejang dan mengancam nyawa penderita.

Pencegahan adalah Kunci

Beberapa cara pencegahan yang bisa dilakukan antara lain adalah:

  1. Mencegah penyebaran TBC dengan menutup mulut pada saat batuk, memakai masker bila berada di rumah sakit dan bagi penderita TBC.
  2. Meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan dengan nutrisi tinggi.
  3. Membantu mengingatkan para penderita TBC di sekitar tempat tinggal untuk berobat dan minum obat teratur.
  4. Menjaga kebersihan rumah dan sekeliling dengan rutin setiap pagi membuka pintu dan jendela agar masuk sinar matahari ke dalam rumah.
  5. Vaksinasi BCG pada bayi dibawah 3 bulan akan membantu mencegah terjadinya TBC secara umum termasuk TBC kelenjar.
Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Artikel ini:
[Penilaian Rata-rata: 2.7]
Tentang Penulis
Fathul Djannah  

dr. Fathul Djannah, Sp.PA. Alumni FK Universitas Hang Tuah Surabaya dan PPDS Patologi Anatomi Universitas Airlangga Surabaya

 Apa Komentar Anda?

Belum ada komentar.. Jadilah yang pertama!

Fenomena Tasbih pada TBC Kelenjar

Fathul Djannah 2 menit
0