Kenali Gangguan pada Organ Kewanitaan

Oleh dr. Fathul Djannah, Sp.PA.

Wanita dijajah pria sejak dulu…dijadikan perhiasan sangkar madu,
namun adakala pria tak berdaya…tekuk lutut di kerling wanita

Lagu keroncong ciptaan Ismail Marzuki yang melegenda, tidak ada hubungannya dengan judul artikel di atas hehehe. Yang membedakan pria dan wanita adalah adanya organ wanita yaitu rahim dan indung telur pada wanita.

Rahim normal berbentuk dan berukuran sebesar telur pada wanita yang sudah pubertas. Semakin kecil umur maka ukurannya pun semakin kecil. Rahim terdiri dari mulut rahim dan badan rahim atau dikenal rahim saja. Mulut rahim berfungsi untuk membantu proses kelahiran bayi. Berbentuk seperti mulut yang mencucu. Rahim dilapisi oleh endometrium yang terdiri dari kelenjar yang sangat dipengaruhi hormon estrogen dan progesteron. Rahim sendiri terdiri dari sel otot lurik yang bisa memperbanyak diri dan membesar yaitu pada saat hamil. Indung telur yang dimiliki wanita ada dua yaitu di kanan dan kiri. Normalnya berukuran 1 cm. Di sebelahnya melekat saluran telur atau tuba yang normalnya berukuran panjang 1-1,5 cm dengan diameter 0,5 cm.

Gangguan Organ Kewanitaan

Kelainan yang sering terjadi pada organ wanita adalah

  1. Gangguan Hormon

Gangguan hormon yaitu estrogen dan progesteron pada wanita dapat menyebabkan haid menjadi tidak normal. Mulai dari tidak haid sampai dengan haid yang berkepanjangan atau keluar darah haid yang lebih banyak (menometrorrhagia).

  1. Infeksi

Infeksi bisa terjadi mulai dari mulut rahim sampai dengan indung telur. Infeksi dapat disebabkan oleh virus, bakteri, jamur dll. Infeksi pada mulut rahim adalah penyumbang terbesar keluhan keputihan pada wanita . Infeksi pada mulut rahim dapat naik ke atas yaitu ke endometrium dan sampai ke indung telur dan tuba yang dapat memberikan keluhan nyeri pada perut baik kanan maupun kiri.

Bila infeksi sampai pada indung telur maka dapat terjadi abses yang artinya penumpukan sel radang dan sel sel yang mati dan membentuk kista pada indung telur dan tuba yang disebut juga sebagai Tuba Ovarial Abses. Keluhan nyeri dapat hilang timbul dan dapat juga menyebar pada rongga perut yang disebut sebagai PID (Pelvic inflammatory Desease) yang dapat menyebabkan kolik abdomen (keadaan nyeri perut yang tiba tiba, semakin nyeri sampai membungkuk untuk melokalisir nyeri, mual muntah bahkan sampai pingsan).

  1. Endometriosis

Endometriosis adalah keadaan dimana lapisan pelapis rahim yaitu endometrium berada pada myometrium atau pada indung telur. Penyebabnya tidak dapat diketahui. Gejalanya adalah nyeri perut sebelah kanan atau kiri tergantung letak endometriosis, nyeri yang sangat saat haid dan semakin bertambah dengan bertambah luasnya endometriosis. Bila pada myometrium dapat disebut juga adenomyosis.

  1. Tumor

Tumor bisa berupa tumor jinak atau ganas.

  • Tumor jinak pada mulut rahim adalah polip.

Tumor ganasnya berupa kanker mulut rahim dengan gejala perdarahan yang terus menerus, post coital bleeding (perdarahan setelah senggama), post menapausel bleeding (perdarahan setelah menopause).

  • Tumor jinak paling banyak pada rahim adalah leiomyoma uteri. Sebagian besar tanpa keluhan dan bila memberikan keluhan biasanya sudah berukuran besar atau banyak. Keluhannya dapat berupa nyeri atau haid yang berkepanjangan.
  • Tumor jinak pada indung telur terbanyak adalah kista. Kista adalah tumor berbentuk seperti balon yang berisi cairan. Cairan dapat berupa air jernih, cairan seperti lendir/ingus, rambut lemak dan gigi. Bila berisi massa yang padat dapat menjadi suatu kista yang ganas.

Mendiagnosis kelainan pada organ wanita dimulai dari anamnesa (tanya jawab keluhan dan riwayat penyakit sebelumnya), pemeriksaan fisik yang terkadang perlu dilakukan pemeriksaan vaginal toucher (pemeriksaan dalam organ wanita) dan pemeriksaan penunjang seperti USG perut , CT-scan atau MRI bila diperlukan.

Terapi pada kelainan organ wanita adalah tergantung dari keluhannya. Terapi dapat berupa obat obat sampai dengan operasi dan kemoterapi bila terdapat keganasan.

Deteksi Dini adalah Kunci Utama

Bagi sebagian besar wanita takut atau malu adalah alasan terbesar untuk memeriksakan dirinya ke dokter atau tenaga medis bila ada keluhan pada organ kewanitaannya. Hal inilah yang menyebabkan banyak yang datang berobat setelah dalam keadaan yang lebih parah. Beberapa tindakan yang dapat termasuk sebagai deteksi dini antara lain adalah:

  • Segera mencari tahu kelainan apa yang terjadi dirinya setelah mengalami keluhan dalam beberapa hari dan tidak sembuh dengan pengobatan yang diusahakan sendiri.
  • Rutin melakukan pemeriksaan organ kewanitaan seperti PAP Smear setiap tahun sekali.
Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian Anda!
Loading...
Tentang Penulis
Fathul Djannah  

dr. Fathul Djannah, Sp.PA. Alumni FK Universitas Hang Tuah Surabaya dan PPDS Patologi Anatomi Universitas Airlangga Surabaya

 Apa Komentar Anda?

Belum ada komentar.. Jadilah yang pertama!

Kenali Gangguan pada Organ Kewanitaan

Fathul Djannah 3 menit
0