Penagihan MNC Bank Menjelekkan Nasabah ke Pihak yang Tidak Ada Hubungan Saudara

Perihal tagihan credit card (CC) saya di Bank MNC yang bernomor 4324-43**-****-0014, yang tertunggak dikarenakan saya menganggur. Dan Pihak MNC menagih dengan sangat tidak sopan. Tepatnya pada hari Jumat, tanggal 21 September 2018 untuk kedua kalinya. Salah satu karyawan MNC Bank bernama Reb**** Si**** menagih dengan menelepon ke rumah calon suami saya yaitu ke rumah Bapak Tobing yang seharusnya tidak dilakukan.

Untuk kedua kalinya juga yang mengangkat telepon tersebut adalah calon mertua saya, yang di mana sebagai Karyawan MNC Bank seharusnya Reb**** itu punya kode etik dalam menagih. Dia mengatakan hal yang tidak pantas dikatakan ke calon mertua saya, yaitu “Ibu siapanya Adelia? Ibu mau punya calon menantu tukang hutang, Ibu mau punya calon menantu banyak hutang? Saya akan terus menelepon ke rumah ibu ya”. Apa pantas kalimat tersebut diucapkan dalam menagih? Apa tidak bisa lagi dididik dengan baik karyawan MNC Bank? Apa maksud dan tujuan Reb**** itu bicara tersebut? Secara tidak langsung dia sudah mencemarkan nama baik saya dan mengintimidasi orang yang tidak ada kaitannya dengan hutang saya.

Lalu pada tanggal 24 September 2018 saya mendatangi kantor MNC Bank untuk menemui orang yang bernama Reb**** tsb tapi dia tidak mau keluar. Tetapi di hari yang sama juga saat saya berada di kantor MNC Bank pihak collection MNC Bank yang mengaku bernama An**** menelepon kembali ke rumah Keluarga Tobing dengan memaki dengan tidak pantas, memaki dengan mengeluarkan semua nama-nama hewan, sungguh perbuatan yang tidak bermoral. Dan juga pada tanggal 25,26,27,28 September 2018 berturut-turut collection MNC Bank bernama Az****meneror, mengancam dengan menelepon ke rumah Bapak Nico Tobing, yang di mana tidak ada hubungannya dengan hutang saya. Dan dia berkata bahkan Senin tanggal 1 Oktober 2018 dan seterusnya dia akan terus menelepon keluarga tersebut. Sungguh tindakan yang sangat meresahkan nasabah.

Saya harap Pihak OJK dan BI dapat mengambil tindakan lebih lanjut dan cepat, sebelum mereka berbuat kekerasan. Saya harap akan ada keadilan bagi kami.

Lia
Jakarta

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Belum Ada Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini: