Teror dan Pelecehan Seksual oleh Debt Collector Pinjol Ilegal

Saya ingin sedikit sharing pengalaman saya menggunakan fintech atau pinjaman online. Awalnya saya dapat SMS pemberitahuan, bahwa saya mendapatkan pinjaman dan klik tautan link, yang setelah saya klik, lanjut ke halaman browser dan kemudian download lalu install. Saat itu nama aplikasinya adalah DANA NOW, lalu di dalam aplikasi tsb terdapat beberapa nama yang saya juga tidak hafal karena namanya aneh-aneh.

Setelah saya coba dan berhasil, saya tahu bahwa pinjaman tsb jatuh tempo tanggal 23 September 2020. Sebelum tanggal tsb, pinjol itu sudah teror dan berkali-kali WA dan telepon saya untuk segera membayarkan pinjaman tsb.

Singkat cerita di tanggal 23 September 2020, karena saya sibuk kerja pada hari itu, maka saya tidak merespon chat DC via WA. Dan nominal Rp1,2 juta memang saya akan bayarkan di hari itu, hanya saja memang belum sempat karena saya belum buka aplikasinya.

Tiba-tiba sore pukul 17:00 sang DC mengirimkan gambar tidak senonoh yang mengatasnamakan saya Open Booking untuk bayar hutang. Saya pun marah karena WA tsb dikirimkan ke kontak di HP saya. Kemudian saya lawan DC tsb dan saya tidak akan mau bayar. Sejak hari itu banyak DC yang meneror saya dan beberapa kontak di HP saya.

Saya sudah laporkan kejadian tsb ke Polda Metro Jaya divisi Cyber Crime, dan atas saran bahwa fintech ilegal tsb tidak usah dibayar, maka saya tetap tidak gentar oleh semua ancaman mereka. Beberapa yang bertanya perihal masalah ini, saya jelaskan dan saya meminta maaf atas ketidaknyamanan mereka mendapat serangkaian WA, SMS bahkan telepon yang mengatakan bahwa mereka adalah Kontak Darurat saya.

Pengalaman ini harus saya sharing kepada para korban pinjol atau fintech, bahwa menghadapi mereka tidak usah takut. Dan jika sudah keterlaluan, kita bisa melaporkan supaya perusahaan mereka ditutup. Sampai saat ini masih ada beberapa DC yang meneror beberapa kontak di HP saya. Saya berharap mereka akan segera lelah dengan sendirinya.

Fitriyah
Jakarta Pusat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai pengalaman ini:
[Total:44    Rata-Rata: 4.1/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

36 komentar untuk “Teror dan Pelecehan Seksual oleh Debt Collector Pinjol Ilegal

  • 2 Oktober 2020 - (08:26 WIB)
    Permalink

    Pinjol ilegal sudah banyak yg diblokir dari Google Playstore, sekarang mereka beralih ke SMS buat nyebarin aplikasinya. Hati2, jangan mudah tergoda dengan rayuan mereka. 😈

    13
    1
    • 2 Oktober 2020 - (20:10 WIB)
      Permalink

      Iya betul, sampai saat ini masih banyak tawaran ke sms saya utk buka link pinjaman langsung cair. Jangan sampai ada lagi korban yang terjerumus.

      3
      1
      • 3 Oktober 2020 - (11:53 WIB)
        Permalink

        @Fitriyah

        “Saya berharap mereka akan segera lelah dengan sendirinya”

        DC tidak akan pernah lelah Menagih.

        Coba anda lebih peka dengan sekelumit kasus anda ini, takutnya anggapan enteng itu, malah akan membuat kehidupan anda semakin gaduh.

        Anda membenci Fintech ilegal. Anggap saja uang dari Fintech ilegal itu adalah uang haram. Anggap saja uang itu adalah bangkai.

        Bangkai itu masih ada di tangan anda.

        DC terus mengendus endus meminta bangkainya di kembalikan.

        Selama bangkai masih ada di anda, selama itupula anda berdua sama jeleknya dimata Tuhan.

        Anda tidak sayang, orang terdekat anda ikutan di usik DC, sementara mereka tidak tahu menahu tentang bangkai itu.

        Bayangkan jika nanti Dosen anda atau siapalah itu, yang anda anggap orang bijak, orang yang anda segani, ikutan terusik oleh DC.

        Bayangkan jika mereka masih ada anak bayi, yang ikutan terusik karena di telfonin DC, padahal bukan mereka yang nyimpan bangkainya. Sumpah serapah mereka pasti lari ke anda.

        Enak banget tuh Fitriyah, dia yang nyimpan bangkai kok kami kami yang jadi sasaran.

        Jangan egois, anda yang sakit hati, jangan anda tularkan ke orang lain.

        Saya selaku pribadi pernah menonjok teman sampai wajahnya bonyok, gara gara masalah ini, dia yang hutang tapi hp saya yang berisik.

        Untungnya walau wajah teman saya bonyok tapi dia gak melawan, karena selain saya sebelumnya juga ada yang menonjok wajahnya, dan dia kapok untuk seperti itu lagi, enak aja Loh. Enaknya dimakan sendiri tapi susahnya dibagi bagi,

        10
        8
        • 3 Oktober 2020 - (12:03 WIB)
          Permalink

          halo Pak. Sepertinya saya bersyukur krn sampai detik ini smua kerabat, teman, dan atasan yg ada di kontak hp saya sangat melindungi dan support. Tidak ada yg berniat memukul saya atau benci saya. Semua tergantung perangai kita ke teman sekitar. But anyway thanks nasehatnya, seandainya mreka tidak gegabah melecehkan saya mungkin saya sudah selesaikan pak. Dan seandainya mereka itu berani utk teriak itu hak nya maka saya akan selesaikan kewajiban saya dan setelah itu saya akan minta hak saya utk membersihkan nama baik saya. Ini bukan soal bangkai, tp komentar bapak terkesan sepertinya teman bapak yg anda pukul bukan orang yg baik dan perlu bapak support. Beda sepertinya dengan pribadi saya pak. Sekali lagi terimakasih atas komentarnya dan mohon maaf apabila ada salah kata.

          9
          4
        • 10 Mei 2021 - (22:30 WIB)
          Permalink

          Elu mantan DC pinjol mana njing? Lu tau kalau nonjok orang bisa kena pasal kekerasan? Kok jadi orang bego sih otak-otak DC pinjol ilegal kek gini nih

    • 6 Maret 2021 - (00:24 WIB)
      Permalink

      Dear mba Fitria. Saya juga pernah mengalami seperti ini. Saya jatuh tempo rabu 3 maret. Tetapi mereka menagih saya pada tgl 2 maret dengan alasan maintance. Jika tidak dibayarkan pukul 11 mereka blast contact saya. Tagihan sudah saya bayarkan jam 1 siang. Tapi mereka masih kirim kan spam WhatsApp sampai jam 4 sore. Share id card saya dan mengatakan maling, mati saja kau, bodoh, tolol. Padahal tagihan sudah dibayarkan jam 1 siang. Bukti percakapan masih saya simpan. Jaga2 sebagai bukti

  • 2 Oktober 2020 - (10:10 WIB)
    Permalink

    Sebagai konsumen, tidak seharusnya perjanjian dilanggar dikarenakan etika penagihan yg diluar batas. Untuk fintech saya mohon lebih di tatar laginkaryawan nya kalau perlu di sortir untuk ke pelayanan.

    Karena saya sebagai eojerja yg sudah makan garam di pelayanan sangat menyayangkan hal itu bisa terjadi.
    Reputasi perusahaan anda bergantung kepada sebaik mana anda memberi pelayanan kepada seluruh konsumen.

    Untuk ibu Fitri saya dukung penuh atas case seperti ini semoga TDK ada lagi kejadian yg merugikan sepihak

    6
    1
    • 2 Oktober 2020 - (20:12 WIB)
      Permalink

      Betul sekali, awalnya niat bayar tp krn perlakuan seperti kita dituduh maling dll. Bikin saya gerah dan lebih baik gausah di bayar. Krn toh sudah disebarkan.

      6
      2
      • 3 Oktober 2020 - (12:00 WIB)
        Permalink

        @Fitriyah

        Jangan egois, anda terlihat kaya dengan latar di dalam mobil pribadi.

        Kenapa uang yang hanya 1 juta anda ganti dengan kegelisahan semua orang terdekat anda.

        DC tidak akan pernah berhenti mengusik mereka selama bangkainya belum mereka ambil.

        4
        10
    • 2 Oktober 2020 - (20:14 WIB)
      Permalink

      Tidak usah dibayar krn sudah semena-mena. Bukannya sengaja tidak dibayar yah pak. Tetap awalnya kita harus ada itikad baik utk membayar, kecuali mreka masih juga kasar. Kita bisa minta perlindungan polisi.

      5
      1
      • 3 Oktober 2020 - (12:14 WIB)
        Permalink

        @Fitriyah

        Orang di hp kontak anda yang ikut terganggu, tidak tahu menahu alasan apa yang membuat anda tidak membayar.

        Yang mereka pikir, Anda lari dari Hutang. Dan anda merepotkan mereka.

        Ini obrolan Suami istri,

        Suami : bu, kenapa anak kita nangis terus,

        Istri : iya nih pa, anak kita terbangun gara gara hp ibu bunyi terus.

        Suami : telepon dari siapa sih bu, kok gak tau kalo ini jam istirahat.

        Istri : Telepon dari penagih hutang pa,

        Suami : Lah, kita kan gak pernah punya Hutang.

        Istri : itu pa, Fitriyah tetangga kita Lari dari Hutang, jadinya semua kontak di hp dia di ganggu.

        Suami : Waduh, kok gak bertanggung jawab banget sih orang itu.

        Istri : Jangan heran pa, hidup jadi makin aneh, siapa yang ngutang siapa yang di tagih.

        Suami : bilangin bu sama Fitriyah nya.

        Istri : Males deh pa, mungkin dia lagi miskin banget pa, kan lama gak tahu kabarnya.

        Suami : Oh, tapi masa’ dia gak bisa bayar hutang, kan foto Fitriyah di mobil bu, kayak orang berduit.?

        Istri : Yah pa, itu mah bisa bisa dia aja pa, buktinya nih kok dia gak sanggup bayar hutang, artinya dia miskin kan pa.

        Suami : iya deh bu, ya udah bu kasihan anak kita ikut terganggu, semoga Fitriyah mendapat balasan setimpal atas kegaduhan ini ya bu.

        6
        8
      • 3 Oktober 2020 - (13:48 WIB)
        Permalink

        @Fitriyah

        Awalnya akun anda ini memperlihatkan foto anda di mobil. Kenapa foto anda yang di mobil itu anda ganti.?

        Artinya anda lebih mementingkan privasi, artinya masih ada jiwa baik di hati anda, ikutin terus yang baik baik itu, hingga akhirnya anda akan lebih mementingkan ke privasi an daripada uang bangkai yang cuma 1 juta an.

        Privasi itu lebih mahal daripada uang,

        Dan orang terdekat anda pun merasa seperti itu. Privasi mereka mahal.

        Anda rela, atas nama uang yang cuma 1 juta, DC dengan gagah berani mengusik ke privasi an semua orang.?

        1
        5
        • 3 Oktober 2020 - (13:54 WIB)
          Permalink

          ALhamdulillaah.. Sampaikan pd team DC yg bapak kenal, sepertinya saya mulai baca km itu siapa. Km masih berani komen, silahkan. Saya pastikan laporan saya tetap jalan. Dan Puji Syukur tidak ada satupun kerabat di kontak HP saya yg merasakan seperti yg bapak tulis panjang lebar. Ini jawaban komen terakhir dari saya. Selanjutkan media konsumen akan urus akun anda. Thanks

          6
          2
          • 3 Oktober 2020 - (19:54 WIB)
            Permalink

            Bagaimanapun hutang tetap hutang, kita gak tau kapan ajal menjemput, baiknya dibayar saja hutang pokok sambil menunggu proses di kepolisian,

          • 4 Oktober 2020 - (16:09 WIB)
            Permalink

            @Fitriyah

            Kalau anda tidak mengikuti ego, sebenarnya saya berupaya menolong, agar anda tidak terus gelisah, agar kerabat anda tidak ikut terusik.

            Sebelum anda, sudah jutaan orang yang mengalami kasus serupa seperti ini, dan melapor, tapi apa yang terjadi. Laporan hanya tinggal laporan dan akhirnya mereka luluh tetap membayar.

            Semoga anda paham maksud saya.

  • 2 Oktober 2020 - (11:17 WIB)
    Permalink

    Maksud nya pinjol macam gini yang sudah kelewat batas temen saya juga akun di hack lapor polisi kalau ada yg nagih langsung lapor karena bukan kewajiban begitu juga sudah sangat menghina sekali buat apa bayar sudah menjatuhkan nama se enak nya emang gak usah dibayar biar pinjol ilegal kaya gitu gak berani lagi kasih pinjaman biar bangkrut

    4
    1
    • 2 Oktober 2020 - (20:15 WIB)
      Permalink

      Iya betul, smua yg ditekan di Hari H pasti sudah upayakan segala cara utk pelunasan. Tp kl ga sesuai jam yg mereka paksa, langsung akan ada teror via wa blast ke rekan2 kita. Dan menurut saya ini cara kotor dari pengusaha fintech.

      2
      1
      • 3 Oktober 2020 - (12:20 WIB)
        Permalink

        @Fitriyah

        Sistem Riba’ haram, Anda dan DC sama saja, sama sama sumber kegaduhan.

        Ada punya duit, karena egois tidak mau membayar.

        Anda malah tega membiarkan orang lain terusik. Benar benar tidak punya rasa empati.

        3
        6
        • 3 Oktober 2020 - (19:52 WIB)
          Permalink

          Kalian kan butuh orang2 yg mau berhutang supaya bisa hidup. Kalian udah ikhlas ngasih pinjaman, peminjam sudah ikhlas dipotong biaya gede. Kenapa gak coba pelihara sedikit kesabaran, blom lewat 1 bulan juga due date nya. Pelihara juga sopan santun, jd silaturahmi terjaga, pembayaran pasti terjaga. Kalaupun ada yg susah bayar, mungkin krn emang gak ada dananya, tapi apa gunanya juga kata2 kasar atau penghinaan?, orang malah malas bayar.

  • 2 Oktober 2020 - (11:21 WIB)
    Permalink

    Masyarakat sama seperti pemerintah hobi berhutang sana sini
    Seperti nya ga jera berhutang apalgi lewat pinjol
    Maaf sebelumnya seperti nya ibu ini masih polos bisa jadi kurang up date
    Banyakin baca berita gimana ganas’nya pinjol
    Kok ya masih ada saja yg jadi korban
    Pinjol pinjol bangsat ini
    Saya ga ngerti

    4
    5
  • 2 Oktober 2020 - (17:53 WIB)
    Permalink

    wahhh,,kayaknya saya kenal tuh dcnya, itu orang saya sering liat ditangerang kutabumi.

    • 3 Oktober 2020 - (07:14 WIB)
      Permalink

      Cukup bayar pokoknya saja bu. Tidak usah bayar bunganya. Segera hapus aplikasi, dan jangan lupa bikin laporan ke polisi. Utang piutang jelas perdata, tapi pencemaran nama baik sudah pasti pidana.
      Semoga masalah ibu cepat selesai, dan semoga para DC jahanam mendapat balasan yang setimpal dari Alloh Subhanahu wata’ala.

      1
      1
      • 3 Oktober 2020 - (19:26 WIB)
        Permalink

        Aduh pak, mending suruh temen2 mu yg DC gak sopan itu buat minta maaf sudah menghina perempuan krn uang 1jt an, spt yg anda bilang berkali kali. Coba tanya ibu kalian, saudara perempuan kalian, apakah mereka pernah direndahkan sedemikian rupa karena hutang yg mungkin jauh lebih besar dari sdri Fitriyah.

  • 2 Oktober 2020 - (17:55 WIB)
    Permalink

    Saya juga pernah kena pinjol ilegal… sadis.. bunga besar denda juga..lewat sehari kita langsung di caci maki.. penyebaran data pribadi juga…taubat deh saya pinjam di pinjol.. nggak ada etika sama sekali..gara gara uang hanya 700r.. harga diri kita di injak injak nya…sabar buk…

  • 2 Oktober 2020 - (18:54 WIB)
    Permalink

    Kalau begitu bagusya pinjam di pinjol ilegal saja. Kalau mereka macam2 gak usah di bayar seperti kata polisi.asal di lapor….

  • 2 Oktober 2020 - (20:56 WIB)
    Permalink

    Hi sis, semoga sis membaca komentar saya.
    Langkah sis sudah tepat sekali untuk melaporkan pinjol ilegal ini ke Polda, jangan polres apalagi polsek karena mereka setau saya tidak punya tim cyber crime.

    Ini pasti akan ditindak oleh polda, apabila lama, sis harus terus hubungi pihak polda untuk kelanjutan proses laporan. Tindakan dari debt collector tersebut sudah masuk ranah pidana, siapapun debt collectornya pasti akan ketahuan meski debt collector tersebut tidak menyebutkan nama, pasti!!

    Terus berjuang untuk proses hukum, jangan sampai sis mencabut laporan, apapun alasan debt collector nanti, karena kebanyakan orang tidak tega pada akhirnya dan semua debt collector tidak akan jera dan berulah kembali.

    Percaya saja sis, pinjol ilegal itu sudah salah dimata hukum, apalagi ditambah pencemaran nama baik dan pelecehan seksual secara digital.

    Untuk debt collector tersebut, selamat, penjara sudah didepan pintu, termasuk debt collector lainnya yang sekantor dengan dia. Jadi gak sabar nonton berita ^^

    5
    1
      • 3 Oktober 2020 - (13:23 WIB)
        Permalink

        @Fitriyah

        Yang men support anda itu adalah orang orang yang berniat lari dari hutang, seperti anda.

        Nanti anda pasti akan menjumpai mereka di Neraka.

        3
        4
  • 3 Oktober 2020 - (09:48 WIB)
    Permalink

    Pengajuan di Dan@ Pas Rp 1.5OO.OOO jatuh tempo 03/10/2020. Kred!tmu bagus, pinjam Iagi: https://bit.ly/kp*** https
    ://bit.ly/32On*** https://bit.ly/3h****

    Di atas sms dr pinjol dana pas, padahla sy tidak punya hutang atau menerima uang dari pinjaman dana pas, tetapi mreka SMS kalo pinjaman Rp 1,5 juta jatuh tempo tgl 3/10/2020

    Ini pemerasan namanya …

  • 3 Oktober 2020 - (13:38 WIB)
    Permalink

    Maaf sy meragukan untuk foto yg terakhir (Krn ybs belum lewat jatuh tempo) yg SMS/WA seperti itu biasanya kerjaan Desk Collector bukan Collector lapangan (krn pinjol ilegal gk ada DC lapangan)…
    Mereka sering menggunakan foto2 Ambon (gk ada maksud SARA) dan kata2 kotor untuk mengintimidasi, termasuk sebar data kesemua kontak, pinjol legal hanya sebatas nomor yg kita cantumkan beda dengan ilegal semua kontak digarap.
    #Hanya berbagi info aja

  • 3 Oktober 2020 - (14:45 WIB)
    Permalink

    Sebrnarnya jika komunikasi kedua belah pihak bagus dan tau hak sebagai peminjam dan di jelaskan dahulu ketentuannya dan kewajiban semua akan lancar.. Karena namanya hutang memang harus di bayar, saat anda sudah klik brarti sudah mengikat.. Tapi masalahnya mereka(dc) sudah salah juga sudah “kreatif” membuat photo dengan begitu salah.. Dan sudah masuk ke ranah pidana.. Dan memang harus di laporkan.. Krn pinjam meminjam apapun kasusnya menurut saya masuk ke ranah perdata, kecuali jika ada penipuan di dalamnya.. Dan skr sudah menjadi ranah pidana krn photo ibu sudah di jelekkan.. Jadi menurut saya.. Soal hutang memang harus di bayar dan soal photo ibu memang juga harus di laporkan ke polisi krn sudah masuk ke pidana.

  • 2 November 2020 - (14:45 WIB)
    Permalink

    Pengalaman saya di pinjol ilegal, data saya “bocor” ditangan orang ga bertanggungjawab untuk memeras saya (2X).
    Kejadian Pertama setelah saya ajukan pinjaman di Aplikasi “A”, selang beberapa hari ada yg mengaku dr Aplikasi “X” memberi link aplikasi dan mengatakan bahwa saya ada pinjaman di Aplikasi “X”. Karena saya merasa tidak ada pinjaman di aplikasi “X”, saya tidak mau bayar. Orang tersebut lantas menunjukkan bukti bukti jika saya ada pinjaman di aplikasi “X”, mulai dari KTP, foto selfi, daftar kontak bahkan bukti transfer. Data tersebut sama persis seperti yang saya ajukan di aplikasi “A”. Saya coba buka link yg diberi, namun link tidak dapat dibuka. Selalu saya katakan, akan saya bayar jika link sudah bisa dibuka dan saya akan ambil no VA dari aplikasi.
    Akhirnya saya diamkan orang yang mengaku dari aplikasi “X” untuk tahu sejauh mana dan apa yg akan dilakukannya. Ternyata tidak ada kelanjutannya lg.

    Kejadian kedua ( skitar 2 minggu stelah kejadian pertama), mengaku dari aplikasi “Z”. Polanya sama dengan yg pertama, memberi link aplikasi dan menunjukkan data kita. Bahkan yg ini lebih nekat, membuat WA Group dan bbrp teman saya digabungkan disana.
    Saya kontak bbrp teman yg masuk dalam group supaya laporkan WA group ini dan meminta maaf serta saya jelaskan jika data saya sudah disalah gunakan.
    Teman saya bisa mengerti dan malah ada berbagi cerita dan pengalaman.

    Kejadian lainnya, pinjaman saya di aplikasi “A” jatuh tempo tgl 11-10-2020 dan sudah saya konfirmasi bahwa saya baru ada dana di malem hari. Sayangnya, Maghrib data saya sudah nyebar kemana mana, dikatakan saya sekeluarga komplotan penipu dan sudah menipu 42 Aplikasi. Saya tahu karena dapat kiriman dari teman, foto selfi, KTP dan kata kata “Mutiara”.
    Karena sdh ada pengalaman kejadian sebelumnya, kejadiannya ini malah di jadikan candaan.

  • 15 Desember 2020 - (01:33 WIB)
    Permalink

    halo saya pun ada pengalaman buruk yang terjadi sekarang. Dulu karena kesulitan financial, saya terpaksa meminjam pijol yg bernama DANA NOW dan selalu membayar tepat waktu. Sudah lama sekali saya melunasi semua. tiba tiba sekitar 3 – 4 bulan kedepan ada 6 -7 pinjaman online lainnya di dlm DANA NOW yg bilang dana sudah di transfer melalui WA saya. Saya kaget dan merespon kl saya tidak pernah meminjam bahkan applikasi tersebut sudah saya hapus. Saya minta bukti transferannya, mereka memberikan transferan melalui Bank Permata ada juga BNI. Sudah saya jelaskan kl saya tidak mempunyai akun permata dan BNI. Lalu dari mereka hanya berkata nanti di jelaskan saja pada pihak penagih. 5 hari kemudian saya di tlp sm pihak penagih saya, saya sudah jelaskan berkali kali kl saya tidak ada pengajuan dan yg di transfer adalah bank yang saya bahkan tidak mempunyai no rekeningnya. Saya juga mengajak mereka untuk pergi ke bank bersama dan ke kantor polisi akan kebenarannya. Tapi satu pun dari mereka tidak mao mereka berdalih bagaimana bs tidak mengajukan tp data dan foto saya di sini. Saya bilang, kenapa tidak bertanya sm vendor kalian di DANA NOW sekalian saya mao tau no tlp cs yg valid dan alamatnya kl perlu saya mao klarifikasi di kantor DANA NOW. tidak satu pun yg mao kasih tau alamatnya, Saya tanya alamat mereka sendiri pun tidak di kasih tahu. Di HP saya tiap hari ada aja yg di setujui tanpa sepengetahuan saya yg lebih seram adalah mereka baru menyetujui bsk di suruh bayar. Saya mencoba untuk tlp DANA NOW tp tidak pernah bisa terhubung. Tiba tiba 2 – 3 pijol dari mereka memberikan kontak no yg dari hp saya dan mengancam untuk di tlp satu satu. Saya sudah menjelaskan apa yg akan membuat kalian percaya saya bahkan tidak punya bank permata dan BNI. Mereka meminta saya untuk print mutasi dari tanggal 5 -8…bagaimana saya bs print mutasi kl saya tidak punya rekeningnya. lallu mereka meminta mutasi yang di BCA. saya print mutasi BCA saya tapi no rekening dan jumlahnya akhirnya tentu saya tutup. Saya juga mendatangi bank Permata dan BNI untuk klarifikasi kl saya tidak punya rekening di sana melalui video recording. lalu saya bagikan ke mereka. Sampai saat ini mereka masih meneror saya bahkan salah satu dari mereka sudah mulai tlp istri saya dan istri saya tidak menganggkatnya. Mereka terus mengencam akan menelepon ke semua contact no saya. Akhirnya saya adukan ke polri bagian IT karena saya sudah kehabisan akal. Mereka terus meneror tagihan yg saya tidak pernah meminjam / pengajuan mereka bilang gak mungkin tanpa pengajuan data saya sampai ke mereka. Aku bilang ke mereka itu yg saya ingin tanyakan ke DANA NOW. saya sudah jelaskan berkali kali saya tidak ada lagi hub sm DANA NOW karena sudah melunasi. ada yg mengencam saya untuk ke ranah hukum, kl emang benar berbeda no rekening maka hutang saya tidak usah di bayar. Dengan senang hati saya jalani. tp besokkannya tidak ada kabar dan orng laiin yg menagih dengan mengancam dr kontak no saya. Doakan saya semoga cepat berlalu karena saya rasa emng harus ke polda dan OJK. Jangan pernah mengikuti kesalahan dari saya walaupun DANA NOW itu berlambang OJK. Bagi pembaca jika kalian mengetahui sedikit aja tentang DANA NOW, lokasi, no tlp yg bs di hubungi dan nama perusahaannya, saya mohon informasinya. Sampai sekarang msh aja ada pesan syg masuk dgn nama yg berbeda beda menyetujui pinjaman yg saya tidak pernah merasa meminjam dan norek bkn saya. Terima kasih

 Apa Komentar Anda mengenai pengalaman ini?

Ada 36 komentar sampai saat ini..

Teror dan Pelecehan Seksual oleh Debt Collector Pinjol Ilegal

oleh Fitriyah dibaca dalam: 1 min
36