Cara Penagihan oleh DC Bank Mega yang Tidak Baik

Saya adalah pengguna kartu kredit dari Bank Mega dengan nomor 4201 9201 31** **68. Awal April Saya meminta proses restrukturisasi dikarenakan saya tidak bekerja dari bulan Maret 2020. Ada staf yang menawarkan untuk mengikuti program restrukturisasi, tapi di situ tidak dijelaskan proses restrukturisasi seperti apa.

Saya memberikan penjelasan bahwa saya sedang tidak bekerja dan tidak ada penghasilan sama sekali. Saya minta untuk sementara pembayaran diringankan sampai batas kemampuan saya bayar. Saya jelaskan bahwa saya tidak bisa membayar lebih dari 600-700. Namun proses restrukturisasi diberikan dengan cicilan perbulan sebesar Rp1.600.000,-.

Dari April sampai Juli bisa saya bayarkan dengan angka yang sudah ditetapkan. Namun, pada bulan Agustus saya sudah mulai kesusahan dan terjadilah gagal bayar. Saya sudah jelaskan ke pihak Bank Mega langsung dan juga ke DC yang datang ataupun yang kontak dengan saya melalui WA.

Saya tidak melepas tanggung jawab saya dalam hal membayar cicilan. Selama ini saya tidak pernah telat membayar kartu kredit yang sudah saya miliki dari tahun 2018. Namun, pada tanggal 27 November 2020 ada DC lapangan datang dan sudah berkata kasar, bertindak mengancam akan menggunakan cara yang kasar.

Saya mohon agar diberikan keringanan untuk dilakukan libur bayar sampai dengan Januari 2021, karena saya baru mulai menjalankan usaha sendiri. Apa ini cara penagihan yang dilakukan oleh Bank Mega yang tidak mau tahu nasabah yang sedang kesulitan?

Yanty
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Bank Mega:
[Total:40    Rata-Rata: 1.3/5]
Tanggapan Bank Mega atas Surat Ibu Yanty

Kepada Yth. Redaksi mediakonsumen.com Sehubungan dengan pengaduan Ibu Yanty di mediakonsumen.com (28/11), “Cara Penagihan oleh DC Bank Mega yang Tidak...
Baca Selengkapnya

Loading...

20 komentar untuk “Cara Penagihan oleh DC Bank Mega yang Tidak Baik

    • 28 November 2020 - (10:06 WIB)
      Permalink

      Makasih ya. Kalau Saya yg dikasarin mungkin Saya masih bisa terima, ini sudah mengancam orang tua Saya. Pdhl Saya bilang diskusi lewat wa Saja. Proses restrukturisasi juga tidak dijelaskan, outstanding malah bertambah besar dikarenakan dikenari bunga restrukturisasi 2% setiap Bulan

  • 28 November 2020 - (10:30 WIB)
    Permalink

    jgn menggunakan bank ini bunganya mencekik,..klu sdh mengamcam ortu laporkan ke berwajib,.fto mukanya buat laporan tindakan tidak menyenangkan,.

    • 29 November 2020 - (12:32 WIB)
      Permalink

      Dia balas dengan mengatakan polisi malah Akan menyuruh Saya bayar hutang. Dia tidak tau kali ya, bahwa urusan hutang itu masuk kategori perdata, Dan polisi tidak bisa ikut campur kalau Saya sudah bilang Saya tidak bisa membayar sesuai total yg diminta. Asalkan dijawab hanya bisa bayar semampu Saya, polisi juga sudah terima..mau dibawa ke jalur hukum ya silahkan Saja. Yg Saya laporkan kan perbuatan tidak menyenangkan, bukan karena penagihan.

  • 28 November 2020 - (13:09 WIB)
    Permalink

    Sy jg mngalami hal yg sama dgn bank mega,benar2 keterlluan prlakuan bank mega,mreka dididik olh bank mega mmng tdk ada akhlak,kasar n semau nya.sy sj mncicil tiap bln msh dikejar2 dgn alsan tdk sesuai limit pmbayarn yg ditntukn.mreka ga mo tau kesulitn org saat ini.ssh ngmong sm mreka wlupun kt sdh lapor ke cs nya jg prcuma ga ditanggapi kluhan konsumen….bank mega wlu sy tdk bs byar penuh tp,tiap bulan sy sllu mnyisihkn pnghasiln sy ke bank mega.mhon dimngerti,bkn sy tdk byar sama skali lohh….

    • 29 November 2020 - (12:29 WIB)
      Permalink

      Tagihan Saya nambah sekitar 15juta karena restrukturisasi..tidak dijelaskan prosedur mereka seperti apa.

  • 28 November 2020 - (18:55 WIB)
    Permalink

    Untuk pelanggaran etika penagihan debt collector laporkan ke bicara@bi.go.id
    Disertai bukti pelanggaran spt rekaman tlpn dll
    Biasanya nanti diberi sanksi teguran oleh BI

    • 29 November 2020 - (12:28 WIB)
      Permalink

      Saya Ada bukti perbincangan dengan DC tersebut melalui WA. Bisa Saya jadikan bukti untuk pelaporan kali ya?

      • 29 November 2020 - (19:10 WIB)
        Permalink

        Bisa banget,mbak..
        Apalagi kalau ada bukti rekaman telpon laporkan saja ke BI
        Pasti ditindak lanjuti
        #pengalamanpribadi#

        • 29 November 2020 - (22:36 WIB)
          Permalink

          Baik mbak..sudah Saya laporkan dengan lampirin pembicaraan di wa. Kalau besok datang lagi Dan mulai mempermalukan Saya, Akan Saya rekam Dan Saya laporkan kembali. Terima kasih atas supportnya ya mbak.

    • 1 Desember 2020 - (07:39 WIB)
      Permalink

      Baru saja kemarin saya kasih rekamannya ke pihak banknya langsung dia malah berdalih itu bukannya orang dr banknya bisa aja itu yg nagih utang saya yg lain. Padahal saya cm menggunakan kartu kredit dari bank itu..
      Padahal saya cm menuntut permintaan maaf dari DCnya yg sudah bicara kasar ke saya seperti lonte anjing goblok baru saya akan lunasi tp malah saya disalahkan oleh banknya. Jadi saya lunasin saja langsung dr pd di teror tiap 1 menit di telp ke kantor sampai saya di SP. Padahal saya cm minta dia minta maaf lalu saya bayar.

  • 28 November 2020 - (19:50 WIB)
    Permalink

    Namanya juga bank MEGA ( MEntal pengGAnggu ). Kl sdh urusannya dgn org tua jgn sungkan2 lawan aja dc yg congorannya kaya gitu. Km sdh ada itikad baik utk byr walaupun minta keringanan tp dc nya ga mau tahu..
    Sdh mbak/mas poto aja dc nya laporin ke polisi kl msh kasar sm org kamu..

    • 29 November 2020 - (12:27 WIB)
      Permalink

      Saya sopan memanggil bapak, Dan dia membalas dengan panggilan ANDA Dan bernada kasar. Malah terakhir bilang Saya Cari masalah pribadi dengan dia..mereka itu bisa baca tulisan dengan baik apa ga sih aslinya?

  • 28 November 2020 - (20:04 WIB)
    Permalink

    Sdh bnyk yg komplen k bank mega.. kasihan bank mega gkk pnya hati dan gkk pnya duit ya smapai2 konsumen diancam2

    • 29 November 2020 - (12:26 WIB)
      Permalink

      Betul banget. Pdhl Saya tidak pernah sekalipun bilang tidak mau bayar, malah dituduh punya otak mau kabur dari tanggung jawab. Dari kata2 di wa aja ga Ada tulisan Saya ga mau bayar lho

  • 29 November 2020 - (10:04 WIB)
    Permalink

    Sy ikut prihatin atas masalah yg menimpa mbaknya.
    Sy cuma penasaran, apakah kartu kredit mbak itu ada asuransinya klw sampai sesuatu menimpa kita? Klw asuransinya dan pemagang kartu berhenti kerja makanya tagihan kartu kita asuransi yg bayar.
    Tolong infonya klw ada pembaca yg tau guna asuransi kartu kredit.
    Makasih

    • 29 November 2020 - (12:25 WIB)
      Permalink

      Ada asuransinya mbak. Dan, Tau gitu memang lebih baik dari awal jangan diajukan restrukturisasi, karena tidak dijelaskan bunga 2% didepan. tagihan Saya jadi lebih besar lagi. Tiap bulan dibayarkan juga tidak mengurangi Dan mengembalikan limit

  • 29 November 2020 - (22:24 WIB)
    Permalink

    Tenaga penagihan dalam melaksanakan penagihan belum mematuhi pokok-pokok etika penagihan dalam Surat Edaran Bank Indonesia No. 14/17/DASP tanggal 7 Juni 2020, a.l

    a) Menggunakan kartu identitas resmi yang dikeluarkan Penerbit Kartu Kredit, yang dilengkapi dengan foto diri yang bersangkutan;
    b) Penagihan dilarang dilakukan dengan menggunakan cara ancaman, kekerasan dan/atau tindakan yang bersifat mempermalukan Pemegang Kartu Kredit;
    c) Penagihan dilarang dilakukan dengan menggunakan tekanan secara fisik maupun verbal;
    d) Penagihan dilarang dilakukan kepada pihak selain Pemegang Kartu Kredit;
    e) Penagihan menggunakan sarana komunikasi dilarang dilakukan secara terus menerus yang bersifat mengganggu;

    Langsung laporkan aja Bank Mega dan DC nya ke OJK BI Polisi, udh jelas” ada restrukturisasi. Kalo pengadilan paling ujung”nya nasabah bakal disuruh bayar semampu nya aja tapi seengganya bank mega dan DC sudah kena pasal dan jeratan hukum

    • 29 November 2020 - (22:34 WIB)
      Permalink

      Terima kasih untuk informasi nya ya..andaikan besok dia datang lagi, Akan Saya rekam Dan Saya laporkan kembali ke pihak berwajib Dan ke bi langsung. Memang secara hukum sudah pasti termasuk perdata, Dan secara pengadilan diharuskan bayar sesuai dengan yg Kita sanggup sendiri. Dan sudah pasti mereka yang Akan rugi kan.

  • 28 Desember 2020 - (11:01 WIB)
    Permalink

    Rumah saya kemarin hari sabtu tanggal 26 Des 2020 didatangi 3 orang debt collector wanita yang mengaku dari Bank Mega karena tagihan kartu kredit kakak saya. Saya tidak bersedia memberikan no kontak kakak saya krn saya tau kakak saya memang tidak ada hutang seperti yang disebutkan waktu itu dan kakak saya sdh pernah sekitar thn 2015 minta bantuan kepada Bank Mega & DC untuk dicek dan diselidiki mengenai transaksinya. Tetapi seperti nya tidak ada tanggapan. Mereka memaksa dan berbicara kasar kepada saya, saya tidak terima dan tidak mau lagi berbicara dengan mrk. saya masuk ke dalam rumah tapi mereka memaksa masuk ke dalam rumah saya dengan menendang pintu dan jendela rumah sambil berteriak2. Saat itu ada anak saya yang ketakukan dan menangis, saya udah memohon agar mereka pergi karena itu bukan urusan saya. mrk tetap memaksa DC yang lain menurunkan aliran listrik dirumah saya sampai 2x, yg satu nya mengedor2 pintu dan satu nya menendang2 jendela, kondisi menjelang magrib saat itu. Sungguh kejam dan tidak berperikemanusiaan sekali, sayang nya waktu kejadian saya sibuk menenangkan anak saya yg ketakutan jadi tidak sempat mengambil video atau gambar. Hari ini senin mrk bilang akan datang lagi… skrg yg bisa saya lakukan lapor ke RT setempat, dan RT serta warga sekitar insyaAllah akan membantu jika mereka datang lagi. Saya sampai saat ini tidak terima karena menyebabkan trauma pada anak saya, saya ibu yg harus bekerja. anak saya jadi takut dirmh. Sungguh benar2 membuat saya sedih.

 Apa Komentar Anda mengenai Bank Mega?

Ada 20 komentar sampai saat ini..

Cara Penagihan oleh DC Bank Mega yang Tidak Baik

oleh Yanty dibaca dalam: 1 min
20