Sebagai seorang penjual di Shopee, saya ingin membagikan pengalaman tidak menyenangkan yang saya alami terkait kegagalan pengiriman barang dengan ekspedisi SPX, yang merupakan bagian dari grup perusahaan Shopee.
Kejadian ini tidak hanya merugikan saya sebagai penjual, tetapi juga menunjukkan bagaimana marketplace dapat bertindak tidak adil dan menekan penjual tanpa memberikan solusi yang benar-benar membantu.
Kronologi Kegagalan Pengiriman dan Lambatnya Proses Pengembalian
Saya mengirimkan pesanan dengan nomor pesanan #SPXID058784236223 pada 6 Maret 2025, menggunakan layanan pengiriman SPX Standard. Seharusnya, paket dikirim ke pembeli dalam waktu yang wajar, namun hingga 14 Maret, paket belum juga diterima oleh pembeli.
Ketika saya terus memantau status pengiriman, tidak ada perubahan signifikan hingga 18 Maret, di mana akhirnya Shopee menyatakan bahwa pengiriman gagal dan paket akan dikembalikan kepada saya sebagai penjual. Seharusnya, proses pengembalian barang tidak memakan waktu lama. Namun, setelah saya menunggu beberapa hari, status pengiriman tetap tidak berubah, dan saya tidak mendapatkan kepastian kapan paket tersebut akan saya terima kembali.
Karena tidak ada kejelasan, saya menghubungi Customer Service (CS) Shopee untuk meminta penjelasan. Alih-alih memberikan solusi yang cepat, mereka justru meminta saya untuk menunggu hingga 30 Maret.
Pertanyaan saya: Kenapa saya harus menunggu selama itu hanya untuk menerima kembali barang saya sendiri?
Barang tersebut masih bisa saya jual kembali, tetapi justru ditahan di gudang tanpa alasan yang jelas. Bisa dilihat dari status pengiriman, jika memang ada proses pengembalian, maka barangnya akan bergerak ke daerah saya. Tapi di status pengiriman, barangnya stuck di tanggal 18 Maret. Hal ini sangat merugikan saya sebagai penjual karena barang yang seharusnya bisa menghasilkan keuntungan malah tertahan tanpa kepastian.
Shopee Memberikan Solusi yang Tidak Relevan
Karena melihat proses yang berbelit-belit, saya mengusulkan solusi yang lebih masuk akal, yaitu:
Jika barang tidak bisa dikembalikan dalam waktu wajar, proseskan saja pengembalian dana sehingga penjual tidak perlu menunggu terlalu lama.
Namun, Shopee justru menawarkan voucher Rp20.000 sebagai kompensasi. Jelas, ini bukan solusi yang saya butuhkan. Kenapa saya harus menerima voucher yang tidak bisa mengganti potensi kerugian saya? Seharusnya Shopee fokus pada penyelesaian yang adil dan masuk akal bagi penjual.
Shopee Sebagai Marketplace Tidak Boleh Sewenang-wenang Terhadap Penjual
Saya melihat bahwa dalam kasus ini, Shopee lebih membela ekspedisi SPX, yang merupakan anak perusahaan mereka sendiri, daripada memberikan hak yang seharusnya bagi penjual. Jika ekspedisi gagal mengirimkan barang, maka seharusnya:
Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Saya sebagai penjual dipaksa mengikuti aturan sepihak yang tidak menguntungkan saya.
Harus Ada Tindakan Tegas dari Pemerintah
Tujuan saya menulis artikel ini adalah untuk meminta perhatian dari pihak yang berwenang, khususnya pemerintah dan regulator yang mengawasi e-commerce di Indonesia. Shopee, sebagai marketplace besar, tidak boleh seenaknya menekan penjual kecil dengan sistem dan aturan yang berat sebelah.
Sebagai marketplace yang memiliki ekosistem sendiri (termasuk ekspedisi seperti SPX), Shopee harus diawasi ketat agar tidak menyalahgunakan posisinya untuk kepentingan mereka sendiri. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin ke depan penjual akan semakin dirugikan tanpa ada perlindungan yang jelas.
Saya berharap pemerintah dapat mengambil tindakan tegas untuk memastikan marketplace di Indonesia berlaku adil kepada semua pihak, termasuk penjual yang menjadi bagian penting dari ekosistem e-commerce. Marketplace tidak boleh seenaknya menahan hak penjual, terutama dalam kasus seperti ini, di mana kesalahan berasal dari ekspedisi yang mereka miliki sendiri.
Kesimpulan
Saya berharap pengalaman saya ini bisa menjadi peringatan bagi penjual lain, agar lebih waspada dalam berjualan di platform Shopee, serta mendorong adanya perubahan dalam regulasi marketplace agar lebih adil untuk semua pihak.
Andreas
Tangerang Selatan, Banten 15323
Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:
Komentar
Gw udah tutup shopee,
Perusahaan asing licik..
B4n6s47..!!!
spx lagi.. padahal udh banyak yg komplain, tp shopee masih aja terlihat kekeh buat prioritasin pengiriman shopee pakai spx dibanding ekspedisi lain
Punya saya banyak yang tidak kembali per bulan rata-rata di 10-20 paket, kerugian saya rata-rata di 2-3jt rupiah, dan emang saya akui mereka tidak profesional dalam menangani gagal paket tersebut, ada nya RM pun mereka tidak bisa membatu keluhan tersebut, jadi bingung soalnya tempat saya cari nafkah di situ.
SPX skrg mau monopoli dari segi ekpedisi skrg aja barang2 berat yg dulunya masuk jnt cargo skrg dialihkan ke spx semua yg bikin mereka sendiri overload parah padahal mereka belum siap secara SDM tapi memaksakan untuk monopoli pasar,belum lagi banyak agen2 SPX yg ditutup sepihak oleh pihak SPX dengan alasan yg aneh,saya punya kenalan mitra agen SPX diSP3 dan ditutup dengan alasan barang didorong ke warehouse yg tidak seharusnya pdahal barang dijemput pihak gudang SPX sendiri gimana ceritanya mitra yg salah,brrt memang SPX sengaja mencari masalah dan menutup mitranya utk memonopoli pasar,pemerintah memang harus tegas kepihak shopee karena mereka sudah tidak sehat dalam menjalankan bisnis
Kalau ada masalah dengan layanan Shopee dan SPX, kita langsung hubungi ke Management Shopee. Biasanya ditangani dengan segera.
Justru kalau kurirnya bukan SPX masalah sering terjadi. Sebut saja SiCepat Ekspres. Tempo hari 24 Maret beli cemilan Lebaran di dalam kota, penjual dan penerima 1 kota, paket yang harusnya 1-3 hari sudah sampai, ini malah 5 hari. Padahal kalau pakai kurir SPX 1-2 hari biasanya sudah sampai paketnya kalau di dalam kota.
anda ini suruh saya ngomong ke management shopee? kan cs shopee itu bagian dari management shopee, baca dulu deh artikelnya, liat disitu saya menyertakan bukti percakapan sama MANAGEMENT SHOPEE. Kalau ga punya waktu baca, langsung ke kesimpulan aja, disitu udh saya rangkum.
Yang banyak kasus seperti itu sebetulnya J&T...itu yg terjadi di spx mungkin kurir yang nakal pindah ke spx...info terakhir J&T sudah di CUT kerja samanya dengan Shopee
ini sih pionir, sebelum kejadian spx
di J&T udah lebih dulu banyak oknum m*l*ng.. mungkin disana dipecat lalu di tampung di spx.. kacau..
Yah, emang parah sih spx
paket gw aja sering dibongkar oleh oknum. Kayaknya ga ada filter dan pengawasan ketat buat para pekerjanya..
tiap bulan ada aja paket retur yang kembali gak utuh
isi 20pcs yang balik cuma 2pcs, udah jelas packingan berbeda dan segel fragile di rusak, malah mempersulit penjual minta video saat proses pengemasan paket segala. Dikira dia gw cuma ngurusin 1 paket kali...
ngurusin 100 paket suruh video satu satu pas proses packing dipikir leluasa kali sambil ongkang ongkang kaki, bisa keteteran gw kalo saat packing kudu di video, packing 1 paket aja bisa 5-10 menit barang gw...
tolonglah spx, oknum oknum jangan direkrut jadi pegawai.. mal*ng jangan diterima jadi pegawai
Betul2 spx sering bongkar paket yg ga terkirim sampai rusak2 n mau klaim asuransi gak di proses padahal udah packing kayu n bubble warp , klaim di tolak dengan alasan bagian dalam harus di packing bubble kan aneh barang suruh buka segel dus n bubble di dalam ya konsumen pasti komplen lah klau buka segel dus n bisa di bilang second bagian luar udh packing bubble n kayu masih di bilang ga standart packing , aneh gak , udh itu klaim asuransi ada yg bayar nyicil udh kayak tukang kredit ada yg di tawari pengantian voucher iklan ,