Keluhan Surat Pembaca Kecewa dengan Jasa Towing Auto Mover Surabaya 18 Juli 2025 Stevens Beri komentar Auto Mover, derek mobil, jasa towing, Otomotif Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Saya menggunakan jasa towing Auto Mover Surabaya untuk memindahkan kendaraan yang berlokasi di Bali menuju Jakarta. Sehari sebelum mobil diangkut, pemilik Auto Mover sudah mengirimkan data supir, data nomor polisi, dan STNK truk towing berupa foto ke saya. Dari jasa yang mereka tawarkan, jasa full toll lebih mahal daripada yang bukan full toll. Karena alasan ketepatan waktu dan keamanan, saya memilih full toll. Kemudian tidak lama, pemilik Auto Mover mendadak telepon dan bertanya ke saya untuk mengubah jadwal towing karena katanya kendaraannya mau dipakai untuk kepentingan lain. Saya tanya, jika mengubah artinya nomor polisi dan STNK-nya berbeda dengan yang dikirimkan sebelumnya? Kata pemiliknya iya. Karena tidak sesuai jadwal dan kesepakatannya, saya bilang jangan diubah. Pemilik Auto Mover juga pernah berkata bahwa ada kendaraan lain yang membayar non full toll juga pernah dimasukkan ke toll saja karena sudah langganan (kurang lebih seperti itu). Mungkin pihak pemilik mengutamakan kenyamanan konsumen daripada kesepakatan awal. Sebelum mobil diangkut, checklist kendaraan sudah dilakukan dan kondisi checklist sudah disetujui serta ditandatangani oleh kedua pihak, yaitu supir towing selaku pihak Auto Mover dan saya selaku pemilik. Sehari setelah diangkut, supir bertanya apakah mau kendaraannya diantar jam 23.30? Saya belum pernah ditawari pengantaran kendaraan di waktu tengah malam. Apakah karena pihak Auto Mover memiliki itikad baik atau alasan lain? Sewaktu penerimaan kendaraan, banyak luka misterius pada kendaraan saya. Luka yang tampaknya seperti kena batu-batu kecil tapi lukanya dalam, sampai kondisi cat hilang atau mengelupas. Jumlah lukanya sebanyak kurang lebih 7 titik atau lebih, tersebar di banyak tempat, yang tidak bisa dijelaskan oleh supir sewaktu ditanya. Supir hanya tersenyum dan membalas pertanyaan saya dengan kata-kata, “Mirip ini lukanya dengan yang ini,” sambil menunjuk luka yang sama persis di sebelahnya. Dia juga menambahkan, “Kalau kena batu tidak seperti ini.” Saya berbicara dengan pemilik Auto Mover. Mereka berdalih luka pada kendaraan sudah ada sebelum kendaraan diangkut, yang mana kata-kata pemilik itu tidak valid karena dari hasil checklist kendaraan yang sebelum diangkut, kondisi kendaraan dalam keadaan baik dan tidak ada luka-luka seperti itu. Hasil checklist itu sudah ditandatangani oleh mereka juga sebagai bentuk persetujuan. Luka-luka ini menyebar ke kurang lebih 4 panel kendaraan. Namun mereka tidak mau bertanggung jawab secara penuh dan membiarkan customer mereka menyelesaikan masalah yang ditimbulkan oleh mereka sendirian. Jasa towing Auto Mover tampaknya tidak memahami SOP pengangkutan kendaraan dengan metode towing, sehingga mereka tidak dapat memastikan kondisi kendaraan tetap aman dari lokasi pengangkutan sampai di tujuan. Mereka juga tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi di perjalanan dan bagaimana cara mereka memperlakukan kendaraan konsumen sewaktu di perjalanan. Pegawai yang ditugasi juga tampaknya tidak memahami gunanya checklist dan prosedur pengangkutan kendaraan yang aman. Pihak Auto Mover membahas mengenai toleransi sewaktu diminta pertanggungjawaban, yang mana menurut saya permintaan itu sangat tidak proporsional dengan kualitas pekerjaan yang mereka berikan. Jika Anda membeli suatu jasa, tapi Anda malah diminta untuk memberikan toleransi, itu artinya pihak yang berinteraksi dengan Anda tidak paham etika bertransaksi. Anda berhak untuk menolak, karena pada akhirnya barang yang diserahkan ke Auto Mover adalah barang milik orang lain. Sehingga sudah sepantasnya pihak Auto Mover selaku penerima barang milik orang lain bertanggung jawab secara penuh dan bermartabat. Stevens Jakarta Utara Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.