Surat Pembaca

Janji Manis dari Tim Grab Electric

Saya bergabung sebagai mitra/driver Grab Electric (motor listrik rental) sejak bulan Oktober 2023 dan resign per tanggal 26 September 2025 (tepat 24 bulan bergabung). Saya mendaftar sebagai mitra/driver baru molis di GDC Cakung, Jakarta Timur.

Saat saya mendaftar dua tahun lalu, saya melihat banyak sekali orang yang ingin bergabung menjadi driver/mitra Grab Electric. Saat itu pilihan molis-nya ada merek Smoot Tempur by Minerva, Kymco, dan Q1 by Viar. Saya memilih molis Kymco karena bobot bodinya lebih pas untuk saya.

Pada saat pendaftaran mitra baru, saya dilayani staf sales Grab Electric. Mereka menginformasikan bahwa sewa harian molis sebesar Rp75.000 per hari, dengan batas pembayaran setiap pukul 22.00 (sekarang berubah menjadi pukul 02.30). Pembayaran bisa dipotong otomatis atau dilakukan manual dari akun driver.

Yang menarik bagi saya — mungkin juga bagi driver lainnya — adalah informasi yang disampaikan oleh sales Grab Electric, bahwa setiap driver molis yang baru bergabung dan berencana ingin pindah ke motor reguler (motor BBM), syaratnya adalah sudah bergabung di Grab Electric minimal tiga bulan.

Berjalannya waktu, sekitar tiga sampai enam bulan setelah saya bergabung di Grab Molis, saya sering sekali mendengar cerita dari rekan-rekan sesama driver yang berencana pindah dari molis ke motor reguler. Kebanyakan dari mereka mengeluh bahwa prosesnya sangat lama dan dipersulit. Bahkan ada yang bilang “itu mah ada permainan, monopoli bisnis, dan sebagainya.”

Saat itu, saya masih berpikir mungkin setiap driver punya cerita dan pengalaman yang berbeda. Namun setelah dua tahun menjadi driver molis, akhirnya saya mantap untuk resign dari Grab Electric/Kymco, tepatnya tanggal 26 September 2025.

Pada hari Jumat pagi tanggal 26 September 2025, saya mendatangi GDC Grab Cakung — tempat saya pertama kali mendaftar — dengan tujuan menyerahkan dan mengembalikan unit molis Kymco.

Saat antre, nama saya dipanggil dan saya menghadap staf bagian repo/resign. Staf tersebut memberi tahu, “Bapak tahu belum kalau pendaftaran GrabBike reguler itu masih tutup? Apakah Bapak tetap mau resign atau bergabung di molis lagi? Kalau mau join lagi, silakan molis-nya dibawa kembali, nanti tiga hari bisa datang lagi.”

Mendengar informasi tersebut, saya cukup kaget dan shock, tapi masih bisa menahan emosi. Dengan mantap saya jawab, saya tetap mau resign.

Hari Sabtu, 27 September 2025, akun saya masih aktif (GrabBike Electric), tetapi plat kendaraan sudah diganti (dari B 4265 SXW menjadi B 1234 ABC). Hari Senin pagi, 29 September 2025, saya mendatangi GDC Grab Gedung Maspion, Jakarta Utara, untuk mengajukan perpindahan plat nomor kendaraan (dari motor listrik ke motor reguler).

Namun, setelah antre dan dipanggil, saya mendapat jawaban bahwa pendaftaran driver reguler sudah tutup selama dua bulan. Saya pun bertanya, kira-kira kapan akun saya bisa aktif dan pindah ke GrabBike reguler? Jawaban staf Grab hanya, “Bapak tunggu saja dan cek berkala di layanan pada akun driver.”

Bagi saya, jawaban itu bersifat abu-abu, tidak tegas, dan tidak jelas berapa lama saya harus menunggu. Padahal saya sudah sampaikan bahwa saya masih memiliki cicilan Grab Modal dan Grab Modal by OVO yang masih berjalan, sekitar Rp50.000 per hari.

Hingga artikel ini saya tulis, sudah berjalan 15 hari namun akun saya masih suspend. Selama akun saya suspend, saya tidak bisa membayar cicilan, bahkan tidak bisa memberi nafkah kepada istri dan anak karena tidak ada penghasilan.

Jujur saja, saat ini emosi dan mood saya terganggu. Selain karena tidak ada penghasilan, hampir setiap hari saya ditelepon oleh pihak yang mengatasnamakan debt collector Grab Belanja. Setiap kali saya jawab, saya selalu berdebat agar mereka mengecek langsung ke pihak Grab apakah akun saya masih aktif atau tidak. Namun mereka malah menyuruh saya top up ke OVO agar mengurangi beban cicilan yang berjalan.

Saya juga sudah menginformasikan hal ini kepada staf sales Grab Molis tempat saya dulu mendaftar. Lagi-lagi, jawaban yang saya terima buntu. Staf tersebut malah menyarankan agar saya re-join ke molis lagi. Saya pun bertanya, apakah dua tahun pengabdian saya sebagai driver molis masih kurang? Sebab sampai kapan pun, statusnya tetap hanya sewa, dan unit tidak akan pernah menjadi hak milik.

Dari keluhan dan cerita para driver molis yang saya temui di jalan, banyak yang mengatakan bahwa Grab Electric hanya janji manis. Buktinya, ketika driver ingin pindah ke reguler, prosesnya selalu dilama-lamakan dan terkesan dipersulit.

Ternyata cerita itu benar adanya, karena saya sendiri mengalaminya saat ini. Entah berapa banyak driver molis yang menjadi korban dari kebijakan Grab Indonesia yang katanya transparan, adil, dan memberi lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia.

Saya sangat sedih, kecewa, dan apatis terhadap kebijakan dan keputusan Grab Indonesia yang seolah-olah sengaja “menggantung” akun driver molis yang ingin pindah ke motor reguler. Apakah sekian banyak orang yang bekerja di Grab Indonesia sudah kehilangan akal sehat dan hati nurani?

Saya, atau siapapun driver molis seperti saya, tidak meminta untuk diistimewakan, hanya ingin dibantu dan dipermudah proses perpindahannya agar tidak berlarut-larut dan mengganggu aktivitas lain.

Apakah ini yang disebut monopoli bisnis Grab Electric? Sejak tahun 2023 hingga saat ini, pendaftaran driver Grab Electric masih terus dibuka, tetapi anehnya, driver yang ingin pindah ke reguler justru dibilang tutup.

Apakah layanan pada akun driver molis dan reguler berbeda? Padahal semuanya sama: ada GrabBike, GrabFood, GrabMart, dan lain-lain. Lantas, di mana bedanya?

Jika sampai artikel ini saya tulis belum ada jawaban yang pasti dari pihak Grab, saya hanya bisa pasrah. Paling saya akan mencari nafkah di tempat lain, dan biarlah nama saya tercoreng karena ada cicilan yang tertunggak.

Terima kasih kepada tim Media Konsumen yang sudah memberikan ruang bagi saya untuk menyampaikan keluhan terhadap kebijakan Grab yang hanya menguntungkan sepihak. Saya berharap ada solusi terbaik bagi saya ke depannya.

Terima kasih. Salam hormat,

Patar Effendy
Bekasi, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan

Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Tanggapan perihal “Janji Manis dari Tim Grab Electric”

Dengan hormat, Terima kasih kepada Bapak Patra atas kepercayaannya menggunakan platform Grab sebagai Mitra Pengemudi. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan...
Baca Selengkapnya

Komentar

  • Inget bang, ini web "Media konsumen" Bukan Media Mitra, kita cuma Mitra, bukan konsumen, jadi ya percuma aja siy, kecuali yang komplen penumpang terhadap driver, baru itu "konsumen".
    Ketawa bang orang grab liat ginian

    • Terima kasih bang utk komentnya. Abang dari Grab juga..? Abang ikutan ketewain saya juga wajar bang... Asal abang bahagia , itu lebih baik.

      • Ya jgan baper2, bang di sosmed mh, sama kita juga grab, saya grab motor waktu itu pengen pindah ke car, ya gimana kalo car lagi tutup apa daya, tinggal bisa tunggu pembukaan, akun udh keburu resign, sekali nya udh pembukaan, gasss kita langsung daftar, cuma ingetin aja bang, ini Media konsumen, boleh curhat, tapi ya pasti ga ada tindak lanjut dari grab

  • Lucu kalo ada yg komentar kalo ga suka tinggalin ajah, sumpah kalo mereka ga monopoli kerjaan dan mematikan banyak lapangan kerja pasti gw tinggalin, masalah nya mereka membuat sistem yg mematikan banyak lapangan kerja contoh kurir yg harusnya di gaji UMR mereka ambil alih delivery food yg harusnya di gaji 5 juta mereka bunuh juga gw kalo jadi mentri tenaga kerja atau komdigi atau kemenhub yg pertama gw stop penerimaan yg kedua gw larang mereka ambil delivery makanan dan barang karena dua LAYANAN itu yg berpotensi buka lapangan kerja, jadi gojek dan grab hanya boleh layanan penumpang atau ojek saja ga ada perbudakan lagi dan gw yakin kalo di pisah ekonomi akan jalan lagi dan tumbuh lagi
    Ngerti ga ASN KEMENTRIAN YG KATANYA PINTER TP SEBENERNYA BODO

  • Saran saya pindah aplikasi, kan sekarang banyak aplikasi baru, mengenai tunggakan Grab modal gak usah di pikir kan Grab juga yg mempersulit, bagaimana mau membayar kalo aplikasi di suspend?

    • Terima kasih atas koment dan sarannya bang. Iya bang, dari saya di suspend pun saya sudah berusaha cari nafkah di tempat lain juga apply lamaran bang. Sampai hari ini debt collector telp saya terus dan saya cuekin.

  • sy grab molis mo ambil yang sewa milik sudah acc dan dp tinggal tgg unit datang bln depan, tpi kan kudu pindah reguler dulu. nah ini gmn ceritanya kalau pindah reguler kgk bisa masa iya saya bayar double bgaimana ceritanya ini bang ???

  • Salam 1 aspal bang.. Maaf, saya gak berani saranin spekulasi ke abang, karena pilihan ada ditangan abang sendiri. Saya hanya kasih gambaran, kalo molis baru/motor reguler bisa dipakai mencari nafkah di tempat lain/applikasi lain dan hasilnya bisa menutupi kebutuhan abang kenapa tidak. Sebab molis rental sampai kapanpun abang tidak bisa jadi hak milik dan tidak tau kapan bisa pindah ke reguler. Karna saya aja kurang 5 hari lgi sudah suspend 1 bulan.

    • iya juga y bang sya sudh di molis 1 thun pengen coba semil molis, eh mlh dpet info begini. coba nanti ane ke gdc dulu dah tanya2 pindah reguler tpi molis juga boleh gk. klu gk boleh terpaksa pindah jalur.