Ilustrasi via Gemini AI Headline Keluhan Surat Pembaca Janji Manis dari Tim Grab Electric 16 Oktober 202527 Oktober 2025 Patar 39 Komentar account suspension, Akun Pengguna, Customer Service, Debt Collector, Driver Grab, Driver online, Fitur Aplikasi, Grab, Grab Bike, Grab Electric, GrabModal, Kemitraan bisnis, Kondisi layanan tidak sesuai informasi, Migrasi akun, Ojek Online, Pembayaran cicilan, Penagihan, Pendaftaran kemitraan, Suspend Akun, Transparansi Informasi, Transportasi online Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Saya bergabung sebagai mitra/driver Grab Electric (motor listrik rental) sejak bulan Oktober 2023 dan resign per tanggal 26 September 2025 (tepat 24 bulan bergabung). Saya mendaftar sebagai mitra/driver baru molis di GDC Cakung, Jakarta Timur. Saat saya mendaftar dua tahun lalu, saya melihat banyak sekali orang yang ingin bergabung menjadi driver/mitra Grab Electric. Saat itu pilihan molis-nya ada merek Smoot Tempur by Minerva, Kymco, dan Q1 by Viar. Saya memilih molis Kymco karena bobot bodinya lebih pas untuk saya. Pada saat pendaftaran mitra baru, saya dilayani staf sales Grab Electric. Mereka menginformasikan bahwa sewa harian molis sebesar Rp75.000 per hari, dengan batas pembayaran setiap pukul 22.00 (sekarang berubah menjadi pukul 02.30). Pembayaran bisa dipotong otomatis atau dilakukan manual dari akun driver. Yang menarik bagi saya — mungkin juga bagi driver lainnya — adalah informasi yang disampaikan oleh sales Grab Electric, bahwa setiap driver molis yang baru bergabung dan berencana ingin pindah ke motor reguler (motor BBM), syaratnya adalah sudah bergabung di Grab Electric minimal tiga bulan. Berjalannya waktu, sekitar tiga sampai enam bulan setelah saya bergabung di Grab Molis, saya sering sekali mendengar cerita dari rekan-rekan sesama driver yang berencana pindah dari molis ke motor reguler. Kebanyakan dari mereka mengeluh bahwa prosesnya sangat lama dan dipersulit. Bahkan ada yang bilang “itu mah ada permainan, monopoli bisnis, dan sebagainya.” Saat itu, saya masih berpikir mungkin setiap driver punya cerita dan pengalaman yang berbeda. Namun setelah dua tahun menjadi driver molis, akhirnya saya mantap untuk resign dari Grab Electric/Kymco, tepatnya tanggal 26 September 2025. Pada hari Jumat pagi tanggal 26 September 2025, saya mendatangi GDC Grab Cakung — tempat saya pertama kali mendaftar — dengan tujuan menyerahkan dan mengembalikan unit molis Kymco. Saat antre, nama saya dipanggil dan saya menghadap staf bagian repo/resign. Staf tersebut memberi tahu, “Bapak tahu belum kalau pendaftaran GrabBike reguler itu masih tutup? Apakah Bapak tetap mau resign atau bergabung di molis lagi? Kalau mau join lagi, silakan molis-nya dibawa kembali, nanti tiga hari bisa datang lagi.” Mendengar informasi tersebut, saya cukup kaget dan shock, tapi masih bisa menahan emosi. Dengan mantap saya jawab, saya tetap mau resign. Hari Sabtu, 27 September 2025, akun saya masih aktif (GrabBike Electric), tetapi plat kendaraan sudah diganti (dari B 4265 SXW menjadi B 1234 ABC). Hari Senin pagi, 29 September 2025, saya mendatangi GDC Grab Gedung Maspion, Jakarta Utara, untuk mengajukan perpindahan plat nomor kendaraan (dari motor listrik ke motor reguler). Namun, setelah antre dan dipanggil, saya mendapat jawaban bahwa pendaftaran driver reguler sudah tutup selama dua bulan. Saya pun bertanya, kira-kira kapan akun saya bisa aktif dan pindah ke GrabBike reguler? Jawaban staf Grab hanya, “Bapak tunggu saja dan cek berkala di layanan pada akun driver.” Bagi saya, jawaban itu bersifat abu-abu, tidak tegas, dan tidak jelas berapa lama saya harus menunggu. Padahal saya sudah sampaikan bahwa saya masih memiliki cicilan Grab Modal dan Grab Modal by OVO yang masih berjalan, sekitar Rp50.000 per hari. Hingga artikel ini saya tulis, sudah berjalan 15 hari namun akun saya masih suspend. Selama akun saya suspend, saya tidak bisa membayar cicilan, bahkan tidak bisa memberi nafkah kepada istri dan anak karena tidak ada penghasilan. Jujur saja, saat ini emosi dan mood saya terganggu. Selain karena tidak ada penghasilan, hampir setiap hari saya ditelepon oleh pihak yang mengatasnamakan debt collector Grab Belanja. Setiap kali saya jawab, saya selalu berdebat agar mereka mengecek langsung ke pihak Grab apakah akun saya masih aktif atau tidak. Namun mereka malah menyuruh saya top up ke OVO agar mengurangi beban cicilan yang berjalan. Saya juga sudah menginformasikan hal ini kepada staf sales Grab Molis tempat saya dulu mendaftar. Lagi-lagi, jawaban yang saya terima buntu. Staf tersebut malah menyarankan agar saya re-join ke molis lagi. Saya pun bertanya, apakah dua tahun pengabdian saya sebagai driver molis masih kurang? Sebab sampai kapan pun, statusnya tetap hanya sewa, dan unit tidak akan pernah menjadi hak milik. Dari keluhan dan cerita para driver molis yang saya temui di jalan, banyak yang mengatakan bahwa Grab Electric hanya janji manis. Buktinya, ketika driver ingin pindah ke reguler, prosesnya selalu dilama-lamakan dan terkesan dipersulit. Ternyata cerita itu benar adanya, karena saya sendiri mengalaminya saat ini. Entah berapa banyak driver molis yang menjadi korban dari kebijakan Grab Indonesia yang katanya transparan, adil, dan memberi lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia. Saya sangat sedih, kecewa, dan apatis terhadap kebijakan dan keputusan Grab Indonesia yang seolah-olah sengaja “menggantung” akun driver molis yang ingin pindah ke motor reguler. Apakah sekian banyak orang yang bekerja di Grab Indonesia sudah kehilangan akal sehat dan hati nurani? Saya, atau siapapun driver molis seperti saya, tidak meminta untuk diistimewakan, hanya ingin dibantu dan dipermudah proses perpindahannya agar tidak berlarut-larut dan mengganggu aktivitas lain. Apakah ini yang disebut monopoli bisnis Grab Electric? Sejak tahun 2023 hingga saat ini, pendaftaran driver Grab Electric masih terus dibuka, tetapi anehnya, driver yang ingin pindah ke reguler justru dibilang tutup. Apakah layanan pada akun driver molis dan reguler berbeda? Padahal semuanya sama: ada GrabBike, GrabFood, GrabMart, dan lain-lain. Lantas, di mana bedanya? Jika sampai artikel ini saya tulis belum ada jawaban yang pasti dari pihak Grab, saya hanya bisa pasrah. Paling saya akan mencari nafkah di tempat lain, dan biarlah nama saya tercoreng karena ada cicilan yang tertunggak. Terima kasih kepada tim Media Konsumen yang sudah memberikan ruang bagi saya untuk menyampaikan keluhan terhadap kebijakan Grab yang hanya menguntungkan sepihak. Saya berharap ada solusi terbaik bagi saya ke depannya. Terima kasih. Salam hormat, Patar Effendy Bekasi, Jawa Barat Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.