Tanggapan Bank Mega atas Surat Ibu Novi Dwi Jayanti Pramono

Redaksi yang terhormat,

Sehubungan dengan surat Ibu Novi Dwi Jayanti Pramono di mediakonsumen.com (26/10), “Kolektor Bank Mega Tidak Sopan”, pada tanggal 28 Oktober 2016 kami telah menghubungi beliau untuk menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami dan memberikan penjelasan terkait keluhannya.

Demikian kami sampaikan. Terima kasih atas perhatian dan kerja sama mediakonsumen.com untuk memuat tanggapan kami.

PT. Bank Mega, Tbk.
Kantor Pusat,

Christiana M. Damanik
Corporate Secretary

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Bank Mega:
[Total:4    Rata-Rata: 1.5/5]
Kolektor Bank Mega Tidak Sopan

Saya punya kartu kredit dari Bank Mega, jatuh tempo tagihan di tanggal 20 Oktober, karena suatu masalah saya terlambat bayar...
Baca Selengkapnya

Loading...

Satu komentar untuk “Tanggapan Bank Mega atas Surat Ibu Novi Dwi Jayanti Pramono

  • 18 Desember 2016 - (17:02 WIB)
    Permalink

    kami berbicara dengan akrab di suatu ruangan yang nyaman, di gedung yang megah,bau wangi semerbak parfum mahal dari Ibu saat berbincang tercium di seantero ruangan,teh hangat dan snack tersaji yaitu singkong coklat keju…hmmm…perpaduan tradisional dan barat,sementara saya menyantap singkong tsb,Ibu meninggalkan saya di ruangan tsb,derap langkahnya dari sepatu berhak sedang berkilat meninggalkan diri saya
    sesaat pintu terbuka sesosok lelaki dan beberapa orang berkelebat dibelakangnya,
    lelaki pertama berambut keriting dengan logat Indonesia timur berkata : “cukup,kembalikan yang kau pakai!!” tenggorokanku tercekat,singkong yang saya santap telah meluncur ke lambungku,”siapa kau?masih tahu tidak kesopanan???” tanyaku bergetar…
    “aku Jon dunner tak peduli bagaimana caranya kembalikan apa yg kau pakai,perusahaan ini bukan punya moyang kau!!!”
    “Aku tidak dapat komisi dari menyanyikan lagu nina bobok,caraku bekerja sesuai dengan training yang kuterima ya seperti ini!!!” lanjutnya garang
    kucium bau busuk dari mulutnya laksana sulfur neraka,dan kengerian menyergapku
    seluruh tulang dan sendi ku serasa terlolos dari tubuhku ,dia berteriak lagi : “oke,kalau aku belum cukup kau segani,masih banyak kawan kawanku menunggu kau dibelakangku” inikah akhir hidupku? menyesal sudah tidak bisa mengubah nasibku,sungguh terasa merasakan neraka saat berurusan dengan kolusi sistematis yang mengerikan seperti ini

 Apa Komentar Anda mengenai Bank Mega?

Ada 1 komentar sampai saat ini..

Tanggapan Bank Mega atas Surat Ibu Novi Dwi Jayanti Pramono

oleh Bank Mega dibaca dalam: <1 menit
1