Penolakan Status Pinjaman di Home Credit Indonesia Tidak Jelas

Pada kesempatan ini saya hanya akan membagikan pengalaman saya pertama kali di Home Credit Indonesia. Pada hari Sabtu, 14 Januari 2017 saya ingin mencoba melakukan pengajuan kredit di Bintang Raya yang terletak di ITC Depok Lt.3, ini toko yang menjadi mitra HCI, dan saya diarahkan oleh CS HCI untuk mengambil produk yang ingin saya kredit di toko ini. Saya berencana untuk mengambil satu unit ASUS RoG type GL 553VW dengan nilai Rp17.000.000.

Saya sebelumnya sudah melakukan kontak dengan Ibu Ade sebagai sales HCI yang bertugas di Bintang Raya, semua dokumen asli seperti KTP, SIM, NPWP dan KK sudah saya persiapkan dan sudah saya bawa semua dokumen asli itu ke ITC Depok sekitar pukul 15.30. Sesampainya saya di sana saya berbincang dengan Ibu Ade perihal ketersediaan ASUS RoG dengan type yang berbeda dan ASUS A series dengan Type A456UQ, tapi rupanya kedua produk yang saya mau tidak tersedia di Bintang Raya, tapi rupanya ada satu produk ASUS Rog yang tersedia yaitu type ASUS GL553VW dengan harga Rp17.000.000. Saya pertama ragu karena nilainya yang cukup besar, apakah HCI sanggup untuk menerima pengajuan sebesar itu? Tapi karena saya membutuhkan laptop high end untuk kebutuhan personal saya maka saya beranikan mengajukan kredit dengan uang muka sebesar Rp2.200.000.

Akhirnya saya melakukan input dan verifikasi data di toko Bintang Raya, mulai dari foto KTP, SIM, NPWP, KK (semuanya asli) dan foto close up saya secara langsung di toko tersebut, termasuk fingerprint scan yang menurut saya cukup bagus untuk verifikasi data, setelah itu saya menunggu kurang lebih 30 menit, sembari berbincang rupanya Ibu Ade mendapat laporan langsung di laptopnya kalau status saya ditolak, nomor kontrak saya adalah 3700059733. Dengan alasan penolakan adalah “Tidak dapat memvalidasi beberapa data pada aplikasi Anda”, tentunya saya mendapat alasan penolakan itu melalui SMS berselang 1 jam status penolakan yang saya terima dari Ibu Ade. Tentunya saya bertanya kepada Ibu Ade, maksud dari tidak dapat memvalidasi data itu apa? Karena seluruh data yang saya berikan itu cukup kuat, ditambah fingerprint scan yang menurut saya sudah lebih dari cukup untuk validasi data.

Berselang dua jam kemudian saya menelepon pihak CS HCI, mempertanyakan masalah penolakan pengajuan kredit saya, tentunya saya berharap mendapat jawaban yang masuk akal, atau setidaknya sedikit logis. Setelah saya berbicara dengan CS HCI mengenai alasan status penolakan saya maka CS HCI menjelaskan bahwa masalah validasi data adalah nomor telepon (referensi) yang saya berikan tidak terangkat, perlu diketahui saya memberikan referensi nomor telepon adik kandung saya dan atasan saya (boss), tentunya saya semakin bingung dengan alasan HCI menolak status pengajuan kredit saya. Kalau memang data saya kurang valid, harusnya bisa menghubungi saya dan menanyakan di bagian mana yang tidak dapat diverifikasi?

Dalam hal ini saya merasa dirugikan, karena alasan penolakan pengajuan kredit saya itu dikarenakan hal sepele, alias tidak jelas, dikarenakan nomor telepon referensi yang saya berikan tidak terangkat. Ada dua hal yang menjadi perhatian saya disini:

1. Sistem validasi data dengan menelepon orang lain bukan sistem validasi yang baik, saya tidak mungkin bisa memastikan adik saya atau bos saya mengangkat telepon mereka.

2. Alasan HCI menolak status pengajuan kredit saya karena masalah validasi data sangatlah tidak masuk akal karena saya baru pertama kali menggunakan jasa mereka.

Demikian pengalaman saya yang berusaha mengajukan kredit di Home Credit Indonesia, pengalaman pertama tapi kurang mengenakan, ini belum termasuk masalah sopan santun oleh sales HCI di toko Bintang Raya ITC Cempaka Mas. Menurut saya refinance baru seperti HCI harusnya bisa memberikan pelayanan terbaik kepada calon customernya, kalau memang HCI merasa berat dengan pengajuan saya di jumlah Rp17 juta, setidaknya bisa lebih jujur mengenai alasannya. Jangan memberikan alasan yang bodoh dan terkesan mengada-ada, lebih baik alasannya jelas seperti HCI tidak percaya dengan saya, atau saya dianggap tidak mampu membayar cicilan setiap bulannya. Setidaknya alasan yang dibuat lebih masuk akal daripada masalah validasi data yang mengada-ada, buat saya lebih baik tidak perlu ada fingerprint scan kalau masih bingung validasi data. Saya harap HCI bisa mengambil tindakan atas hal ini dan calon konsumen yang lain tidak bernasib sama dengan saya.

Salam,

Yehuda Toy
Depok/Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Home Credit Indonesia:
[Total:4    Rata-Rata: 2.3/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

 Apa Komentar Anda mengenai Home Credit Indonesia?

Belum ada komentar.. Jadilah yang pertama!

Penolakan Status Pinjaman di Home Credit Indonesia Tidak Jelas

oleh Yehuda Toy dibaca dalam: 3 menit
0