Basalioma, Sang Ulat pada Kulit

Oleh dr. Fathul Djannah, Sp.PA.

Basalioma atau Basal Cell Carcinoma adalah salah satu keganasan pada kulit yang ditandai dengan dengan ulkus (luka menggaung) dengan tepi yang seperti bekas gigitan tikus sehingga sering pula disebut sebagai Ulkus Rodent. Angka kejadiannya mencapai 80% dari seluruh tumor kulit.

Sama sepertinya kanker yang lainnya, penyebab Basalioma tidak diketahui dengan pasti namun dapat dipicu oleh berbagai multi faktor seperti genetik/keturunan dan terpapar sinar matahari yang lama, paparan sinar radiasi dan infeksi yang lama.

Ulkus rodent, luka seperti bekas gigitan tikus pada penderita Basalioma (foto dok. Pribadi)

Basalioma bisa muncul di seluruh permukaan kulit yang terpapar sinar matahari tapi yang paling sering adalah wajah. Awal mulanya biasa hanya berupa tahi lalat yang sudah ada bertahun tahun lamanya namun kemudian muncul rasa gatal. Penderita tidak sadar menggaruk dan mudah sekali berdarah. Hal ini bisa terjadi bertahun-tahun lamanya.

Yang kemudian terjadi adalah ulkus semakin melebar. Mirip dengan kelainan kulit akibat jamur atau “ring worm” atau dermatitis lainnya. Lingkarannya semakin melebar namun pada Basalioma mudah berdarah bila tersentuh. Biasanya penderita akan segera berobat karena terganggu akan mudah berdarah bila disentuh dan semakin membesar. Semakin membesar mengenai kulit yang menutupi organ-organ di sebelahnya. Perumpamaannya seperti daun yang dimakan ulat. Kulit pun digerogoti oleh Basalioma.

Mata salah satu penderita yang termakan oleh tumor setelah dioperasi ditutup oleh kulit yang diambil dari bagian tubuh yang lain. (foto dok. Pribadi)

Basalioma adalah keganasan yang sangat jarang menyebar ke organ-organ jauh namun kekambuhan yang sangat tinggi karena sering kali tumor sudah sampai ke dasar tulang wajah. Sering kali yang muncul adalah satelit nodul atau tumor-tumor berukuran lebih kecil dari tumor asalnya yang berada di sekeliling tumor asal.

Meski sudah menjalani operasi Basalioma di daerah hidung dan mata namun tumbuh lagi di dekat telinga (foto dok. Pribadi)

Terapi Basalioma adalah operasi dengan wide eksisi atau pengangkatan tumor dan kulit sehat dengan jarak yang lebar untuk mencegah kekambuhan. Bila terjadi kekambuhan atau ukuran tumor yang sangat besar maka akan dilanjutkan dengan radio terapi atau kemoterapi. Penatalaksanaan terbaru adalah digunakannya salep Imiquimod bagi penderita Basalioma yang tidak mau operasi.

Pencegahan selalu menjadi pilihan yang terbaik. Begitu pun juga dengan Basalioma. Pencegahannya antara lain adalah mengurangi paparan pada sinar matahari. Kalaupun terpaksa maka upayakan untuk menggunakan krim sun-block. Selain itu waspada diri sendiri juga tidak kalah pentingnya. Waspada pada tahi lalat atau luka yang tidak sembuh. Harus segera dibuang tahi lalat yang membesar dengan cepat, terasa gatal atau rambut yang tumbuh di atasnya rontok.

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Artikel ini:
[Penilaian Rata-rata: 4.7]
Tentang Penulis
Fathul Djannah  

dr. Fathul Djannah, Sp.PA. Alumni FK Universitas Hang Tuah Surabaya dan PPDS Patologi Anatomi Universitas Airlangga Surabaya. - Dosen FK Universitas Mataram, NTB sejak 2003. - Kepala Divisi Laboratorium Patologi Anatomi RSUP NTB sejak 2010. - Peserta Program Doktor (S3) Ilmu Kedokteran FK Universitas Hasanuddin, 2018

 Apa Komentar Anda?

Belum ada komentar.. Jadilah yang pertama!

Basalioma, Sang Ulat pada Kulit

Fathul Djannah 2 menit
0