Mengenai Fintech Non-OJK

Dear OJK, Pihak Berwajib dan Fintech Terkait,

Terimakasih Media Konsumen sudah mau menerbitkan artikel saya ini, saya di sini mewakili teman-teman se-DKI Jakarta (khususnya) tergabung dalam group “ANTECH ( Anti DC Fintech )”, merasa resah, terancam, dan sangat lemah terhadap perlakuan Fintech non OJK. Kami masyarakat awam hukum, namun kami akui kami sudah tergiur dengan era digital zaman sekarang (terkhusus pinjam dan meminjam uang online) yang marak dikenal dengan istilah”Fintech“.

Di dalam artikel yang saya baca situs/web: cnbcindonesia.com berita mengenai ” OJK Minta Polisi Ringkus Fintech Lending Tak Berizin “, dan juga beberapa berita lainnya terkait Fintech, saya/kami di sini, masyarakat awam hukum sudah melakukan upaya yang mana kami meminta kebijaksanaan para Fintech untuk melakukan mediasi, melakukan upaya mencicil dan tetap bersikap kooperatif dalam merespon semua telepon (di luar jam dan hari kerja).

Dan kami juga sudah melaporkan terkait tindakan yang “mempermalukan, melecehkan, meneror, menakuti nakuti, mengintimidasi, dan sejenisnya, yang dilakukan tim lapangan atau collector dari apk, yang di antaranya belum terdaftar di OJK, sebagai berikut:

1. RupiahPlus
2. Dr. Rupiah
3. Tangbull
4. Uang Cepat
5. Kredit Pintar

Bahwasanya, saya/kami sudah melaporkan terkait hal ini ke Polda Metro Jaya, pada tanggal 10 Mei 2018, dan juga sudah dibuatkan surat bukti laporan. Besar harapan kami, bahwa badan terkait masalah ini, seperti OJK, Fintech Terkait, dan Pihak Berwajib, dapat segera memproses, menindaklanjuti, dan memberikan kami kenyamanan, dan kelegaan kembali .

Terimakasih atas kesempatan ini, saya dan rekan-rekan group sangat mengharapkan ada win win solution atas masalah kami, serta keadilan dan sistem birokrasi yang baik agar kami bisa mendapatkan kembali hak kami yaitu, hak nyaman dalam bermasyarakat.

Salam hormat,

Feronika
Depok, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Artikel ini:
[Penilaian Rata-rata: 3.5]

36 komentar untuk “Mengenai Fintech Non-OJK

  • 16 Mei 2018 - (15:22 WIB)
    Setelah sekian bnyak keluhan dan laporan ttg fintech, knpa smp skrg blm ada tanggapan yg berarti dr pihak yg berwenang…. pdhal smkin hri pihak fintech ini semakin semena2 memperlakukan nasabahnya. Berkata kasar, mengancam, dan mencemarkan nama baik, bahkan menyebarkan data nasabah.
    Smpai kpn bnyak pihak yg diperlakukan sperti ini….
    Mohon kpada smua pihak dan instansi yg terkait segera ada tindakan yg nyata tuk membantu para korban fintech…. tks
      • 16 Mei 2018 - (21:23 WIB)
        Mba saya mau join di group bisa?saya korban pinjaman online.apa pantas bunga setinggi itu kontak ho dihubungi dan dimaki2 mereka hubungi sekolah anak saya
        • 10 Juni 2018 - (09:23 WIB)
          Coba di share pengalaman beserta bukti2 screenshotnya di Media Konsumen ini mbak, supaya yang lain mikir-mikir kalo mau minjem di aplikasi online. Ini sudah masalah serius kalo sampe menghubungi sekolah anak mbak.. 😡

          Makin banyak yang berani bersuara, semakin bagus, agar banyak yang sadar bahwa ini masalah besar. Rata2 aplikasi pinjaman online itu sudah didownload lebih dari 1 juta kali. Bayangkan kalo masing2 pengguna punya 100 kontak di HPnya, berarti mereka pegang data 100 juta orang Indonesia yang bisa mereka salahgunakan semaunya..

        • 17 Mei 2018 - (09:06 WIB)
          Mba Moniq…mohon maaf, sudah bnyak group, dan sudah sering kami buat,..tpi malahan ada penyelundup ( Debt Collector ) masuk ke group tersebut,KEZEEEL kan mba….

          saya dan beberapa rekan di group saya, sudah melaporkan tindakan DC yang kelewatan, mohon dukungan doa nya, agar ini membuahkan hasil baik, terkhusus nya untuk JABODETABEK.

          Terimakasih

          • 17 Mei 2018 - (09:12 WIB)
            Saya mau share ktp saya dan foto saya sudah disebarkan dan pihak dc tsb msh menjawab belum seberapa data2 ibu disebarkan.sudah sy ss semua.
          • 17 Mei 2018 - (09:20 WIB)
            Mereka sampai menghubungi pihak sekolah anak saya guru anak saya di bentak2 dikiranya saya lampirkan nomor dia.kok bs ampe kayak bgtu kinerja merka?sekarang kalau dibayarkan apa terjamin data kita dan kita gak tahu sudah disebarluaskan ke pihak mana saja.apa bisa lapor ke cybercrime.memang diperjanjian akses bisa bukan disebarluaskan kan?
      • 31 Mei 2018 - (09:42 WIB)
        mba frionica saya orang depok juga mba dan saya menyesal bangeet karena masuk ke dalam lingkaran setan (pinjaman online), jika ada group saya ingin bergabung mba
        ini sudah meresahkan sekali mba, diancam di teror
        saya takut sekali mba jika sampai kejadian kedua kali telfon ke kantor saya dan bos saya marah2 kesaya, saya mohon kita kerja sama dalam masalah ini
    • 10 Juli 2018 - (13:41 WIB)
      ToLong saya masukkan group mbak,,masaLah yg saya hadapi sama pihak Fintechnya saya mintai Kebijaksanaan & Keringanan agar masaLah hutang segera seLesai tidak mau,,maLah kontak.hp saya semua dihubungi mencemarkan nama baik saya.
    • 17 Mei 2018 - (09:08 WIB)
      ya neng….kadang pihak2 yang terkait itu, nunggu ada yang bunuh diri lagi dulu gara2 ketakutan di intimidasi sma DC, baru deh,,,,melek mata akan kasus ini…baru deh di proses,,,,

      hahahha, gtu lah negara kita ini, lucu kada,,,sedih,…nano nano lah….

  • 16 Mei 2018 - (19:35 WIB)
    Mohon dengan segera di brantas krna sudah meresahkan
    Bantu kami yang menjadi korban agar tenang dlm. Bermasyarakat dan bantu org lain agar tdk ada lagi korban selanjutnya. Mohon segera di tindak lanjuti
  • 17 Mei 2018 - (11:29 WIB)
    Mba cara supaya bisa mengetahui perkembangan laporan yang sudah dibuat group bagaimana?
    • 17 Mei 2018 - (13:07 WIB)
      Mba moniq…

      maksd nya ” laporan yang sudah di buat di group, apa ya mba, maaf sya kurang paham ”

      kalau yang saya maksd laporan di balasan saya tadi, adalah, saya dan beberapa rekan sudah melaporkan atau membuat laporan ke polda metro jaya mba, terkait DC fiNTECh…

      sekian dan terimakasih

      • 17 Mei 2018 - (13:11 WIB)
        Mksd saya perkembangan dari kapolda atas laporan yang mba dan teman2 sudah bikin.
  • 18 Mei 2018 - (15:09 WIB)
    selamat siang semuanya..saya juga salah satu korban fintech drrupiah..saya sudah melakukan pelunasan,tetapi masih saja berkali-kali ditelpon bahkan diancam untuk melakukan pelunasa.boleh saya gabung di group wa?
  • 19 Mei 2018 - (08:36 WIB)
    jangan menyerah maju terus….semoga dengan banyaknya pelaporan cara penagihan fintech yang meresahkan…OJK YLKI dan keminfo segera bertindak dan menghapuskan klausa/pasal perjanjian kredit yeng menyatakan pihak kreditur boleh mengakses kontak dan menyebarkan hutang dan OJK membuat POJK pinjaman online yang mengatur bunga dan cara penagihan yang benar.

    seharusnya semua korban fintech yang membuat aduan di mediankonsumen judulnya disamakan semuanya “penagihan fintech pinjaman online yang sangat sangat meresahkan” agar maksud dan tujuan semua rekan rekan tercapai dan didengar oleh OJK YLKI KEMINFO dan kepolisiam

  • 1 Juni 2018 - (16:37 WIB)
    Yang sama2.menjadi korban mari kita sama2 meraptkan barisan utk segera melaporkan arogansi debc colector fintech yg meresahkan….biar ojk,bareskrim polri segera bisa meindak lanjuti…segera didengar keluhan kita oleh rupiah plus dan perusahaan fintech2 yang lain….ancaman,intimidasi,mempermalukan nasabah adlh cara2 kotor perusahaan fintech,sudah banyak korban,dr dipermalukan,di SP sampe di skorsing bahkan sampe ada yg dikeluarkan dr perusahaan tmpt kerja gara2 ulah dr penagihan(dc) fintech ini
  • 3 Juni 2018 - (21:08 WIB)
    Saya dr jawa timur ikut mendukung kalian smua, saya jg korban dr pinjaman online. Bunganya yg terus bertambah setiap membuat saya tdk mampu byr. Setiap hari merasa ketakutan di tmp krj di tlp terus. Smoga dgn bersatunya kita smua para pihak terkait dpt segera menindaklanjuti.
    • 10 Juli 2018 - (13:53 WIB)
      Mari kita bersatu muLai sekarang,,tindakan Fintech yg meresahkan ini kita sudah punya Iktikad baik tapi mereka tidak mau tau,,kita sudah berusaha untuk menciciL tapi mereka semua juga tidak mau,,maLah mencemarkan nama baik kita.
  • 5 Juni 2018 - (12:06 WIB)
    Hi kak, kalo laporan ke bareskrim YLKI dll itu kira2 ditanggapi serius ngga ya? Soalnya kalo saya liat sejauh ini baik dr OJK maupun YLKI atau apapun itu blm prnah saya dgr ada tindakan nyata nya gitu.
    Saya sbg korban resah bgt, sampe hidup saya ikut brantakan karna hutang ini. Memang resiko kita sbg peminjam uang, tp tentu kita gatau kan kpn keuangan kita buruk, kpn musibah dtg atau bahkan kita gatau klo cara penagihannya sprti ini.
    Smua data saya, sdh disebar ke kontak, smua org di tlp dan di blg sbg penjamin pdhl saya sm skli ga mnjaminkan nama mreka. Ckckck, gmn caranya ya biar keluhan kita ditanggapi
  • 10 Juni 2018 - (12:37 WIB)
    Gimana kalau investor atau pemilik fintech adalah donatur kampanye parpol atau politikus yg saat ini berkuasa? Ini dugaan saya saja lho, percuma lapor, paling dicuekin.
  • 25 Juni 2018 - (16:40 WIB)
    Saya dukung ditutup saja fintech tersebut karena tidak manusiawi, saya diminta respon di WA sedangkan saya sedang mengendarai mobil dan menelpon berulang-ulang. Apa mereka mau tanggung jawab apabila saya dan keluarga mati karena kecelakaan di jalan??
    saya mau bayar tadinya tapi mood saya hilang, saya biarkan saja sampai sekarang.
    • 10 Juli 2018 - (14:09 WIB)
      Kita buat group kita buat Demo bareng” karena sudah meresahkan Masyarakat banyak hampir seLuruh Indonesia,,agar pihak OJK & POLRI segera menindak tegas.
    • 10 Juli 2018 - (16:45 WIB)
      Sama saya juga, ada bbrp fintech yg sy pinjam. Yg malah mengancam2 malah sy cuekin aja… Ada yg udh tlp bos sy, sy sampai dipanggil smp skrg udah 2bulan saya cuekin aja..
  • 2 Juli 2018 - (14:29 WIB)
    Setuju.. saya sampe di ancam mw dimasukin ke penjara sama dc nya. Padahal saya telat stengah hari aja dari jatuh tempo karna sedang pulkam yamg dikampung signalnya emang ga ada dan harus ke gunung bwt dapet signal. Dan si mba dc nya ga mw tau. Saya diharuskan bayar saat itu juga lewat mbanking. Lah kan susah signal, udah dijelasin tapi pake maki2 dan ngancem.
  • 9 Juli 2018 - (12:36 WIB)
    bagaimana perkembangan laporan nya? karena sepertinya percuma.. selama ini tidak pernah ada tindakan baik nyata baik dari kepolisian, OJK ataupun Bank Indonesia… Cara satu2nya agar ada tindakan adalah diviralkan di media2 milik grup2 besar spt MNC group, Transmedia n smacam nya. Inilah yang bakal membuat semuanya makin sulit karena grup2 media tersebut juga merupakan pemilik bank2 besar yang pasti punya koneksi atau terkait tidak langsung dengan pinjaman2 online tersebut… OJK dan Bank Indonesia juga orang2 Bank dan sangat mungkin memiliki keterkaitan dengan bank2 besar tersebut.. Bank adalah pemilik modal terbesar dan tentunya secara tidak langsung merupakan pengendali ekonomi sebuah negara. Penyokong dana partai2 besar biasanya para pengusaha dan para pengusaha penyokong nya ya lagi2 bank2 tersebut… Nah smp disini mgkn bisa dipahami mengapa dari dulu para DC bank2 ini bs leluasa merajalela meneror mengancam bahkan melakukan kekerasan pada nasabahnya tanpa ada tindakan yg nyata sama sekali…
  • 14 Juli 2018 - (13:37 WIB)
    Bagi semua teman-teman disini yang merasa dirugikan oleh RupiahPlus atau fintech pinjaman online lainnya, bisa komen disini nomer WA anda untuk saya masukkan dalam grup agar kita gampang koordinasi untuk lapor ke OJK/YLKI/Polisi dan bisa lebih solid. saya juga korban.
  • 15 Juli 2018 - (13:09 WIB)
    Saya juga punya masalah yang sama boleh saya gabung?
    Klo ada grup wa boleh japri saya
    083820999111
    Trims
  • 21 Juli 2018 - (05:33 WIB)
    Fintech yang berbasis aplikasi yg terdaftar di playstore, dll. Sdh terlalu keterlaluan dalam penyelahgunaan data nasabah scr privasi dan pencemaran nm baik ke kontak2 yg tdk ada hub dgn nasbah. Menagih dgn tata cr yg kasar scr verbal maupun intimidasi lainya. Bunga rate yg sangat tinggi lbh dr bank dlm wktu yg relatif singkat. Pinjaman tdk mendptkan full dana. Bnyk potongan nya pd wktu cair. dan lbh2 bunga yg bgtu kejam. Sehingga bnyk jebakan yg sdh d sediakan kpd si peminjam. Mohon kpd pihak ojk dan penerintah silahkan cek satu2 system rate meraka dan sop mrek dlm penagihan kpd konsumen yg bgtu tdk sesuai sop dr perusahan fintech tersebut. Maka fintech tidak membuat perekonomian masyarakat Indonesia menjadi lbh baik.

 Apa Komentar Anda?

Ada 36 komentar sampai saat ini..

Mengenai Fintech Non-OJK

Frionica 1 menit
36