Wasir yang Bikin Khawatir, Kenali Gejala, Penyebab dan Pencegahannya

Oleh dr. Fathul Djannah, Sp.PA.

Wasir atau hemorrhoid adalah pelebaran pleksus vena hemoroidalis. Meskipun hemorrhoid bukan suatu tumor namun sebuah lesi/kelainan yang tidak berbahaya, akan tetapi bila pelebaran pembuluh darah vena bertambah luas dan terjepit maka dapat menjadi suatu kasus yang mengancam nyawa. Wasir atau hemorrhoid dikenal juga dengan nama ambeien.

Hemoroid dibagi menjadi dua tipe, yaitu eksterna dan interna. Hemorrhoid eksterna meliputi dilatasi pleksus  vaskular yang terletak di bawah anus. Sedangkan hemorrhoid interna berasal dari pelebaran pembuluh darah di lapisan submukosa dari rectum.

Kondisi hemoroid biasanya tidak berhubungan dengan kondisi medis atau penyakit tertentu namun ada beberapa predisposisi penting yang dapat meningkatkan peningkatan resiko terjadinya hemorrhoid yaitu antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Peradangan pada usus, seperti pada kondisi colitis ulseratif atau penyakit crohn.
  2. Kehamilan, berhubungan dengan banyak masalah anorektal.
  3. Konsumsi makanan rendah serat sehingga terjadi konstipasi/bab yang keras.
  4. Obesitas
  5. Hipertensi portal pada Cirrhosis Hepatis atau Hepatoma

Tanda dan Gejala Hemorrhoid antara lain adalah:

a. Perdarahan

Keluhan yang sering dan timbul pertama kali yakni: darah segar menetes setelah buang air besar (BAB), biasanya disertai nyeri dan gatal di anus. Pendarahan dapat juga timbul di luar wakyu BAB, misalnya pada orang tua. Perdarahan ini berwarna merah segar.

b. Benjolan

Benjolan terjadi pada anus yang dapat menciut/ tereduksi spontan atau manual merupakan ciri khas dari hemoroid.

c. Nyeri dan Rasa Tidak Nyaman

Dirasakan bila timbul komplikasi thrombosis (sumbatan komponen darah  di bawah anus), benjolan keluar anus, polip rectum, skin tag.

d. Basah, gatal dan Hygiene yang Kurang di Daerah Anus

Akibat pengeluaran cairan dari selaput lendir anus disertai pendarahan merupakan tanda hemoroid interna, yang sering mengotori pakaian dalam  bahkan dapat menyebabkan pembengkakan kulit.

Beberapa Faktor yang Memicu Timbulnya Hemorrhoid

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan timbulnya hemorrhoid yaitu antara lain:

a. Kurangnya Konsumsi Makanan Berserat

Serat  makanan yang tinggi mampu mencegah dan mengobati konstipasi apabila diiringi dengan peningkatan masuknya cairan yang cukup setiap hari.

b. Konstipasi

Konstipasi  berarti pelannya pergerakan tinja melalui usus besar yang disebabkan oleh tinja yang kering dan keras yang menumpuk pada usus besar karena absorpsi cairan yang berlebihan pada usus.

c. Usia

Pada usia tua terjadi degenerasi dari  jaringan-jaringan tubuh, otot sphincter pun juga menjadi tipis dan kurang kuat. Karena sphincter-nya lemah maka dapat timbul prolaps/keluar dengan sendirinya. Selain itu pada usia tua  juga sering terjadi sembelit yang dikarenakan penyerapan air yang berlebihan pada saluran cerna. Hal tersebut menyebabkan konsistensi tinja menjadi keras.

d. Keturunan

Adanya kelemahan dinding vena di daerah anorektal yang didapat sejak lahir akan memudahkan  terjadinya hemorrhoid. Setelah mendapat paparan tambahan seperti mengejan terlalu kuat atau terlalu lama, konstipasi dan lain-lain.

e. Tumor Abdomen

Tumor abdomen yang memiliki pengaruh besar terhadap kejadian hemorrhoid adalah tumor di daerah pelvis seperti tumor ovarium, tumor rektal, dan lain-lain.

f. Pola Buang Air Besar yang Salah

Pemakaian jamban duduk juga dapat meningkatkan insidensi hemorrhoid. Sehingga akan menyebabkan tekanan  dan gesekan pada vena di daerah rektum dan anus. Sedangkan posisi jongkok saat defekasi dapat mencegah terjadinya konstipasi yang secara tidak langsung dapat mencegah terjadinya hemorrhoid.

g. Kurang Intake Cairan

Kurangnya intake cairan setiap hari dapat meningkatkan kejadian hemorrhoid. Hal tersebut dikarenakan kurangnya intake cairan dapat menyebabkan tinja menjadi keras sehingga seseorang akan cenderung mengejan untuk mengeluarkan tinja tersebut.

h. Kurang Aktivitas Fisik

Kebiasaan melakukan gerakan ringan dapat mengurangi frekuensi untuk duduk dan merupakan salah satu pencegahan dari kekambuhan hemorrhoid. Selain itu dengan melakukan olahraga yang ringan seperti berenang dan menggerakkan daerah perut diharapkan dapat melemaskan dan mengurangi  ketegangan dari otot.

i. Kehamilan dan Proses Melahirkan

Peningkatan hormon progesteron pada wanita hamil akan mengakibatkan peristaltik saluran pencernaan melambat  dan otot-ototnya berelaksasi. Sehingga akan mengakibatkan konstipasi yang akan memperberat sistem vena. Pelebaran vena pada wanita hamil juga dapat dipicu oleh penekanan bayi atau fetus pada rongga abdomen.

Proses melahirkan yang membutuhkan tenaga dengan mengejan juga dapat memicu timbulnya hemorrhoid.

Penegakan diagnosis dimulai dari anamnesa/tanya jawab , pemeriksaan fisik seperti colok dubur dan penatalaksanaan yang adekuat dapat menurunkan prevalensi, angka kekambuhan, serta timbulnya komplikasi.

Hemoroid internal dibagi menjadi 4 derajat untuk menilai tingkat keparahannya:

Stadium 1, terjadi perdarahan tetapi tidak ada tonjolan rektum.
Stadium 2, terjadi tonjolan rektum tetapi bisa masuk kembali dengan sendirinya.
Stadium 3, terjadi tonjolan rektum tetapi bisa masuk kembali dengan bantuan tangan.
Stadium 4, terjadi tonjolan rektum disertai dengan bekuan darah dan tonjolan ini menutupi muara anus.

Sedangkan untuk hemoroid eksternal, gejalanya tidak separah hemoroid internal terutama masalah nyeri dan perdarahan. Mungkin karena letaknya yang dibawah klep anus sehingga gejala yang timbul tidak mempengaruhi fungsi dari anus

Terapi pada hemorrhoid tergantung pada tingkat keparahannya. Bila stadium 1-3 maka diet dan kebiasaan yang bisa dirubah menjadi lebih baik namun bila stadium 4 maka terapinya adalah operasi.

Preventis is the Key

Pencegahan adalah kunci utama. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah hemorrhoid adalah dengan  mencegah faktor yang dapat menyebabkan terjadinya hemorrhoid yaitu dengan:

  1. Minum yang  cukup

Kebiasaan malas minum, tidak hanya akan membuat hemorrhoid, ginjal juga lama kelamaan akan dapat terganggu oleh karena kurangnya cairan dalam tubuh.

  1. Makan cukup sayuran dan buah-buahan,  sehingga tinja tidak mengeras.
  2. Tidak duduk lama, kalaupun harus membutuhkan duduk lama maka diselingi dengan jalan-jalan di sekitar.
  3. Olahraga teratur.
  4. Biasakan BAB setiap hari
Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Artikel ini:
[Penilaian Rata-rata: 5]
Tentang Penulis
Fathul Djannah  

dr. Fathul Djannah, Sp.PA. Alumni FK Universitas Hang Tuah Surabaya dan PPDS Patologi Anatomi Universitas Airlangga Surabaya. - Dosen FK Universitas Mataram, NTB sejak 2003. - Kepala Divisi Laboratorium Patologi Anatomi RSUP NTB sejak 2010. - Peserta Program Doktor (S3) Ilmu Kedokteran FK Universitas Hasanuddin, 2018

 Apa Komentar Anda?

Belum ada komentar.. Jadilah yang pertama!

Wasir yang Bikin Khawatir, Kenali Gejala, Penyebab dan Pencegahannya

Fathul Djannah 3 menit
0