Pengalaman Terlilit Hutang Fintech Pinjaman Online dan Cara Penagihannya

Saya terjebak dalam hutang fintech pinjaman online. Awalnya saya hanya iseng mencoba, ternyata lolos. Kemudian dana saya coba putar, tapi belum bisa mencukupi untuk membayar. Kemudian saya buka fintech pinjaman online lain untuk menutup, gali lubang tutup lubang. Pada akhirnya sampai tagihan mencapai 30 jutaan, sampai saya pun sudah mencapai batasnya sehingga saya harus memasukkan aset saya ke finance.

Dana yang saya dapatkan dari finance pun belum cukup untuk menutup semuanya. Akhirnya dari yang tersisa harus membayar total 12 juta ke beberapa fintech pinjaman online. Oleh karena kebijakan fintech yang sempit dan denda harian yang besar kemudian menjadi 20 juta pada hari ini. Denda harian fintech pinjaman online bahkan ada yang mencapai 30 ribu per harinya.

Awal-awal saya masih bisa menghadapi telepon dan WA para penagih. Kemudian saya diamkan karena saya tidak tahu lagi bagaimana saya harus membayar, karena aset saya pun sudah habis-habisan. Dari pihak fintech pinjaman online pun tidak ada yang bisa memberikan solusi dengan penghentian denda atau bagaimana. Kalau ada pun hanya bisa memberikan supaya melunasi sejumlah sekian dalam sekian hari (tidak lebih dari 3 hari).

Bagaimana saya bisa melunasi kalau dana untuk melunasi saja tidak ada? Dana saya bahkan dalam kondisi nol sangat minim hari ini, tidak sampai 100 ribu oleh karena gaji habis untuk membayar finance dan perpanjangan fintech pinjaman online (dari fintech pinjaman online yang menyediakan fasilitas perpanjangan tanpa mengurangi jumlah hutang).

Saya bahkan tidak mempermalukan fintech2 ini kepada khalayak, sampai mereka kemudian yang mempermalukan saya dengan menghubungi kontak-kontak yang tidak berkaitan dengan kontak darurat yang saya berikan baik telepon maupun WA. Yah, saya bisa apa dengan hal ini, saya hanya bisa memohon kepada aparat OJK atau KOMINFO yang membaca tulisan ini untuk me-review kembali bahkan menindak pelanggaran-pelanggaran dari fintech pinjaman online kepada kami warga negara Indonesia terutama bagi fintech-fintech yang sama sekali tidak terdaftar secara legal.

Fintech-fintech yang mana saya terbelit hutangnya adalah Ayo Rupiah, Uang Cepat, Uang Plus, Cash Kilat, Ruang Tunai (Ranguang), Pinjam Duit, Pinjam Uang, Go Rupiah, KasBon, UTunai, Rupiah Plus, Pinjam Yuk, Kredit Pintar. Dari beberapa fintech pinjaman online itu telah melakukan sebar data dan menghubungi kontak-kontak yang tidak terkait, dengan dasar perjanjian kosong karena fintech yang bersangkutan tidak legal juga seperti Ayo Rupiah, KasBon, Uang Cepat dan entah fintech mana lagi yang akan melakukan perbuatan yang serupa. Bahkan menggunakan nomor tidak dikenal dan berasal dari negara lain yang bagi saya seperti menyamarkan lokasi pelaku penagih tapi sanggup berbahasa Indonesia dengan sangat lancar.

Berikut adalah lampiran contoh cara penagihan fintech uang cepat dengan cara sebar data kepada kontak yamg berada di HP saya. Blurring (menyamarkan) wajah dan nomor telepon dilakukan oleh saya (untuk melindungi privasi saya), jadi para pelaku pencemaran nama baik ini mengirimkan foto utuh tanpa blurring (menyamarkan) kepada kontak-kontak yang tidak terkait dari HP saya.

Saya mohon kebijakan dari OJK dan Kominfo terkait dengan hal ini.

Prasetya Gunakusumajati
Sukoharjo – Jawa Tengah

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Artikel ini:
[Penilaian Rata-rata: 2.6]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Tentang Penulis
Prasetya Gunakusumajati  

Karyawan di Solo

102 komentar untuk “Pengalaman Terlilit Hutang Fintech Pinjaman Online dan Cara Penagihannya

  • 16 Oktober 2018 - (07:56 WIB)
    Tolong masukkan saya ke grub juga.. No wa sya 081236884671
  • 3 November 2018 - (22:58 WIB)
    Sya juga terlilit hutang pada pinjol, mungkin kalau di total smuanya 7jt sekian. Sya Blum bisa melunasinya, jatuh tempo juga hanya segitu. Bagaimana solusinya?
  • 10 November 2018 - (08:53 WIB)
    nasabah yang telat bayar biasanya panik ketika telat bayar diancam disebar data…….lalu menyiasati bayar dengan cara pinjam ke pinjol yg lain dan akhirnya terjadilah praktek gali lobang……saran saya ketila telat ketika meminjam 1 apk mau segimanapun apk itu mngancam ckup ngutang di 1 apk itu saja …masalah bunga sama terror dikesampingkan saja dlu …lbh baik di terror kontak daripada pinjam di apk lain yg ujungnya malah nambah ribet…….jd buat yg telat jgn deh nutupin pinjol sama pinjol lagy…lbh baik fokus ke 1 pinjol yg kita pinjam pertama …klo sampai sebar data ya coba jlasin ajj dlu ke org yg di kirim sms……dan untuk operator fintech klo baca komen saya tolong lah setiap fintech ada fitur memperpanjang tenor bayar jadi klo nasabah blm ada uang full bisa agak lbh ringan karna saya yakin mereka bukan tdk mampu tapi hanya masalah waktu saja yang sblmnya tdk bisa dan atau ada hal yang diluar rencana ….klo visi bank buat mensejahterakan nasabah atau masyarakat saya harap fintech juga spt itu
    • 22 November 2018 - (13:31 WIB)
      Itulah yang saya alami pak, gali lubang tutup lubang akhirnya sekarang lubang itu terbuka gak bisa di tutup. Dan benar solusi nya bapak jangan membuka pinjol satu untuk menutup pinjol yg ke 2, dan terus menerus semacam virus yg menular akhirnya. Terima kasih
  • 27 November 2018 - (21:57 WIB)
    Saya juga sama terjebak pinjol….. Sampai mau bunuh diri rasanya..masukan saya ke wa dong 08982732348..kita sama sama senasib

 Apa Komentar Anda?

Ada 102 komentar sampai saat ini..

Pengalaman Terlilit Hutang Fintech Pinjaman Online dan Cara Penagihann…

Prasetya Gunakusumajati 2 menit
102