Penagihan Debt Collector Bank DBS Bertindak Kasar

Saya sebelumnya adalah nasabah Bank ANZ yang sekarang diambil alih bank DBS. Saya mempunyai tunggakan KTA yang belum dibayarkan karena saya mempunyai kesulitan ekonomi. Sebelumnya catatan pembayaran saya selalu bagus dan lancar.

Berikut adalah kronologisnya:

1. Pada tanggal 11 Maret 2019 jam 7 pagi datanglah Pak J** selaku kolektor pihak ketiga (PT Zuriel Boniaga Uli) beserta 4 temannya yang menagih. Bukannya menagih dengan baik-baik tapi malah marah-marah, berteriak kasar, membentak-bentak bahkan menendang pagar dan menggebrak mobil saya, sehingga membuat ketakutan istri dan anak saya (ada bukti rekaman CCTV). Bahkan saat saya mengantar sekolah pun dikuntit, terus terang saya takut mereka mengancam keselamatan keluarga saya.

Pada pagi itu juga, saya ke Bank DBS menemui Bp Pu*** bagian collection untuk penyelesaian tunggakan dan saya meminta detil lampiran perincian tunggakan saya. Tetapi beliau mengatakan tidak ada. Akhirnya saya disuruh menghubungi call center DBS Jakarta (nomor laporan: 201903112106) dan mereka berjanji akan menghubungi kembali.

2. Dalam proses menunggu dihubungi pihak DBS Jakarta, pada tanggal 14 maret 2019, kembali Pak J** beserta 4 temannya membuat kericuhan di rumah saya. Mereka juga mendobrak pagar rumah saya. Saya pun kembali menemui Pak Pu*** DBS cabang Pemuda untuk menanyakan perincian tunggakan yang belum saya terima tapi beliau tetap mengatakan tidak ada dan memberikan nominal yang harus saya bayar tanpa ada kejelasan darimana nominal tersebut. Dan setelahnya saya ditemui oleh pimpinan kolektor pihak ketiga yang malah menawarkan opsi cicilan dan ini dilakukan di dalam bank dan mengancam anak buahnya datang lagi ke rumah apabila tidak disepakati. Apakah pihak ketiga berwenang untuk hal ini?

Saya beritikad baik untuk menyelesaikan tunggakan saya dengan mencicil sesuai kemampuan saya tapi bagaimana bisa kalau tidak ada perincian tunggakan saya. Yang saya tanyakan bagaimana mungkin pihak DBS tidak memiliki riwayat tunggakan KTA saya dan tiba-tiba menagih? Saya bingung harus melaporkan kemana lagi untuk hal ini dan seakan-akan pihak DBS Surabaya (cabang Pemuda) tidak mau tahu dalam hal ini.

Dari hasil pencarian saya, berikut adalah etika Debt Collector yang diatur oleh BI
(sumber : https://finance.detik.com/moneter/d-1817046/diancam-debt-collector-adukan-ke-bi) :

~ Debt collector tidak diperkenankan menagih dibawah jam 8 pagi
~ Debt collector dilarang menggunakan ancaman dan kekerasan, tekanan fisik maupun verbal

Saya mohon tanggapan dari Bank DBS dalam penyelesaian tunggakan KTA ini dan MENGHENTIKAN pengiriman pihak ketiga (debt collector) untuk meneror ke rumah. Karena saya bisa melaporkan semua pihak yang terkait ke pihak berwenang.

Terima kasih.

Rudy Yohanes
Surabaya

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Penagihan Bank DBS:
[Penilaian Rata-rata: 1.5]
Tanggapan Bank DBS Indonesia atas Surat Sdr. Rudy Yohanes

Redaksi Surat Pembaca MediaKonsumen.com Yth., Pertama-tama, kami ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan yang telah diberikan MediaKonsumen.com...
Baca Selengkapnya

22 komentar untuk “Penagihan Debt Collector Bank DBS Bertindak Kasar

  • 15 Maret 2019 - (12:25 WIB)
    Lapor kan ke pihak berwajib itu sdh ke lewat batas ..ga usah takut bapak pny cctv..udah gitu kenapa BPK minta ke ringan ke pihak ke 3..? Harusnya bapak k bank DBS langung
    • 16 Maret 2019 - (12:19 WIB)
      Terima kasih Pak Minzir.. Pihak kepolisian bilang kalau ada yang di rugikan baru bisa di buat laporan. Seperti pemukulan atau perusakan.
    • 22 Maret 2019 - (05:11 WIB)
      Langsung laporin ke pihak berwajib pak klo sudah ada tindakan mengancam dan mengintimidasi apalagi ada bukti cctv
      • 22 Maret 2019 - (08:55 WIB)
        Sudah saya laporkan ke polsek terdekat.. tp tidak bisa di proses karena tidak ada pemukulan dan pengrusakan secara materi.
      • 24 Maret 2019 - (04:18 WIB)
        Terima kasih Pak Wong Iwan.

        Saya sudah laporkan ke polsek terdekat ( polsek tambaksari surabaya) tapi seakan2 pihak polsek angkat tangan. Dan sepertinya tindakan seperti itu apakah di legalkan juga ?? Akan saya coba laporkan ke polresta jawa timur atau polda jatim secepatnya ini. Terima kasih

          • 24 Maret 2019 - (08:48 WIB)
            Terima Kasih Berlian Sitiraya.
            Kemanakah OJK atau Bank Indonesia itu yang saya tidak tahu ??? Apakah hal tersebut memang dilegalkan ???
      • 28 Maret 2019 - (01:08 WIB)
        Terima kasih Berlian Sitiraya atas masukkannya. Saya sempat menunjukkan 1 bukti rekaman langsung dari ponsel kepada pihak bank DBS , dan responnya hanya memprihatinkan kok ada oknum2 seperti itu?? Dan saya mau menunjukkan rekaman cctv yang lain tp pihak bank bilang tidak usah. Bank DBS sekala international apakah memakai jasa vendor yang seperti itu ?? Dalam hal ini saya dan keluarga sudah dirugikan secara MENTAL terutama untuk anak2 dan istri saya. Bisa di bayangkan pagi2 saya mau mengantarkan anak sekolah, mereka sangat ketakutan hingga masuk ke dalam rumah lagi. Saya menunggu etikad baik dari pimpinan Bank dan Pimpinan vendor untuk meminta maaf langsung kepada keluarga saya. Banyak di media yang kasusnya hanya di selesaikan lewat permintaan maaf secara tertulis atau lisan aja. Terima kasih
  • 16 Maret 2019 - (11:34 WIB)
    Debt kolektor itu sungguh tidak berperikemanusiaan. Kalau dia mengancam keselamatan jiwa dan merusak material itu masuk tindak pidana. Gak ada sangkut pautnya dg utang.Bisa dilaporkan ke pihak berwajib. Biar masuk penjara dan jadi pelajaran buat yg lainnya
  • 16 Maret 2019 - (11:51 WIB)
    Benar Pak Ibnu, saya sudah melakukan negosiasi dengan pihan bank DBS tetapi belum ada kesepakatan. Setelah selesai dengan pihank Bank DBS, tiba2 pimpinan DC PT ZBU menemuai saya dan memberikan opsi2 pilihan. Yang saya tanyakan apak hak DC seperti itu? Sedangkan Bank memberikan KTA tanpa melewati pihak ke 3 dan harusnya saya tidak ada hubungan dengan pihak ke 3. Mohon pihak Bank DBS memberi penjelasan. Apa itu juga termasuk dalam etika penagihan BI maupun OJK??? Terima kasih.
  • 22 Maret 2019 - (19:17 WIB)
    sangat disayangkan bank internasional seperti itu SOP penagihanya
    apa bapak juga sudah lapor ke bagian penagihan nya? kalau dr pihak external penagihan seperti itu.
    coba bapak tanyakan / adukan ke polres / polsek terdekat kalau memang terjadi intimidasi seperti itu, karena itu sudah melanggari PBI karena disitu dijelaskan aturan2 mengenai prosedur penagihan
  • 24 Maret 2019 - (04:11 WIB)
    Terima kasih atas masukkannya Pak Efraim. Memang sangat di sayangkan Bank DBS sekala international masa menggunakan jasa pihak ke 3 yang orang2 nya seperti preman??? Dan apakah pihak ke 3 ( PT Zuriel Boniarga Uli) memang isinya orang2 seperti itu?? Dan saya menilai mereka seperti tidak berpendidikan yang tidak tahu sopan santun. Saya sudah balas surat elektronik dari pihak DBS, tapi belum ada balasan lebih lagi mengenai penagihan seperti itu, yang katanya penagihannya sesuai prosedur padahal saya ada bukti cctv nya yang terlihat seperti intimidasi dan menurut saya brutal.. apakah ini juga di legalkan oleh OJK dan Bank Indonesia ???? Terima kasih
  • 24 Maret 2019 - (05:56 WIB)
    Maaf y. Kalau sya dpt tindakan sperti itu.. Yg jelas2 melanggar hukum! Jika pihak yg bersangkutan tdk jelas soal tanggung jwbnya pasti sya lbh pilih viralkan!! Krna penilaian publik lah yg akhirnya diperlukan utk mengembalikan hak2 manusiawi konsumen! Dan jg bisa mencegah tindakan yg sama dr kolektor2 lainnya(ini sgt penting)
    • 24 Maret 2019 - (08:51 WIB)
      Terima kasih lagi Berlian Sitiraya

      Setahu saya memang DC memang seperti itu. Yang saya pertanyakan apakah tindakan seperti itu di LEGALKAN oleh OJK Maupun BANK INDONESIA ??? Mungkin banyak teman mengalami kasus DC seperti saya . Semoga tidak ada kejadian DC yang seperti ini di belakangan hari. Viralkan bagaimana cara ??

  • 24 Maret 2019 - (06:41 WIB)
    Kalau lapor polisi merasa diabaikan coba lagi pak kalau masih begitu juga 1 nya cara adalah di viralkan lewat sosial media rekaman cctv nya
  • 24 Maret 2019 - (08:53 WIB)
    Terima kasih pak Wong Iwan.

    Viralkan bagaimana cara ?? Dan apakah dengan begitu akan menjamin tidak ada lagi DC seperti itu di belakangan hari untuk masyarakat ??

    Terima kasih

    • 26 Maret 2019 - (04:14 WIB)
      Jelas berguna utk pelajaran bagi kolektor2 premanisme lainnya kelak pa. Jstru mmbantu masyarakat lain kelak! Di viralkan itu krn sebab yg jelas, krn bapak butuh kepastian kebenaran atas ketidak adilan trsbut, yaitu tindakan tdk manusiawi,dan itikad baik utk dtg menemui pihak Dbs sperti di abaikan n di oper pd pihak ke tiga(pihak ketiga itu tdk ada urusannya jika pihak kesatu n kedua msh ada urusan yg hrs diperjelas demi kelanjutan pembayaran)dgn di viralkan itu agar masyarakat yg menilai smua kebenaran n cara baik yg pd akhirnya bapak tempuh itu!! Agar masyarakat jg bsa mmpertanyakan ojk soal tanggung jwbnya trhadap masalah2 konsumen! Lawan pa!! Apalagi klo sampai pd pemukulan dr kolektor!! Itu pihak Dbs hrs bertanggung jwb penuh!!!! Bapak banyak2lah kumpulkan bukti2 sms,email,n rekaman prcakapan yg bsa bapak jadikan bukti kebenaran diri bapak, jgn takut klo mreka tau bhwa bpk merekam.. Krn itu kewajiban yg hrs bapak miliki jika adanya pengadilan!!
      • 26 Maret 2019 - (20:08 WIB)
        Terima kasih atas masukannya Berlian Sitiraya.
        Akan saya siapkan bukti2 yang ada dan saya laporkan ke OJK maupun Bank Indonesia. Semoga ada tindakan dari pusat dan kedapannya tindakan2 Debt Collector seperti itu tindak. Yang menjadi pertanyaan saya apakah pihak ke 3 tersebut legal atau tidak nya ?? Terima kasih
    • 28 Maret 2019 - (06:37 WIB)
      Upload di medsos sja pak di facebook atau twitter biar netizen tau..biasa kalau sudah viral polisi mau tidak mau akan turun tangan..penagihan dengan intimidasi tidak dibenarkan apapun cara nya karena kita sebagai konsumen punya hak untuk negosiasi dengan pihak bank untuk mencari win win solution
  • 26 Maret 2019 - (20:17 WIB)
    Cara penagihan yg semena2 adlh melanggar hukum pa, keselamatan konsumen itu jelas lbh di utamakan dr alasan penagihan apapun. Bapak plajari etika penagihan yg ssuai dgn aturan hukum deh lewat google atau dr sumber trpercaya lainnya, jika badan usaha trsbut legal terdaftar dlm ojk.. Tetap ojk jstru lbh harus bertindak jika badan usaha trsbut memakai sistem penagihan yg ilegal!! Tdk ada hukum yg mmbenarkan apapun tindak kkerasan n ojk hrs brtindak atas intimidasi yg mnyebabkan konsumen mrasa terancam,jd mau jika diharuskan ada korban pemukulan lbh dlu.. Itulah kita sbagai konsumen hrs bsa lbh tegas mengetahui hak kita pd ojk!! Ojk tdk boleh menunggu ada korban pemukulan atau apapun alasannya. Yg penting bpk sdh pya bukti rekaman cctv atas tindakan keras oleh sikap yg mengancam dr kolektor trsbut!

 Apa Komentar Anda mengenai Penagihan Bank DBS?

Ada 22 komentar sampai saat ini..

Penagihan Debt Collector Bank DBS Bertindak Kasar

Rudy Yohanes 2 menit
22