Debt Collector Bank Mega Melakukan Teror ke Kantor Kontak Emergency

Saya adalah emergency contact pada pengajuan kartu kredit saudara saya sekitar 10 tahun lalu. Pada awal Agustus 2019 saya dihubungi oleh debt collector Bank Mega dengan nama Mart** melalui nomor handphone dan nomor telepon kantor saya. Karena ingin membantu, saya selalu merespon telepon tersebut dan berusaha menghubungi saudara saya. Tapi setelah itu saya masih juga ditelepon berkali kali bahkan saya dipaksa bayar dan diancam bila tidak membayar saya akan diteror dan dipermalukan dikantor saya.

Pada tanggal 12 Agustus 2019 Pak Mart** mulai melakukan teror di kantor saya tanpa menghubungi nomor handphone saya terlebih dahulu. Karyawan di kantor sangat terganggu karena telepon dilakukan berkali-kali dengan nada penuh emosi dan berteriak menyebutkan bahwa saya mempunyai utang di Bank Mega dan harus membayar. Hal ini masih berlangsung hingga hari ini. Padahal pada tanggal 12 Agustus 2019  tersebut saya sudah melaporkan hal ini ke Bank Mega dan saya mengajukan keberatan untuk dihubungi lagi sebagai emergency contact dengan nomor laporan REV6326233.

Keesokannya saya cek kelanjutan laporan saya, jawaban yang saya terima bahwa mereka menghubungi kantor saya karena saya tidak mengangkat telpon mereka melalu hp saya. Itu adalah suatu KEBOHONGAN! Kemudian saya buat lagi laporan mengenai hal ini dengan nomor laporan REV6330715. Tapi sampai saat ini saya masih teror dengan menghubungi langsung ke kantor saya tanpa menghubungi nomor hp saya terlebih dahulu.

Saya akan melaporkan hal ini karena sudah termasuk tindakan pidana dengan pasal KUHP 310 tentang pencemaran nama baik dan pasal KUHP 355 tentang perbuatan tidak menyenangkan disertai ancaman. Serta UU ITE pasal 32 tentang pencurian data melalui media sosial. Karena saya tidak pernah memberikan alamat kantor beserta nomor telepon kantor saya pada Bank Mega. Mereka medapatkannya melalu internet.

Apa yang dilakukan oleh Bank Mega ini sudah melanggar prosedur penagihan berdasarkan Surat EdaranBank Indonesia nomor 14/17/DASP tentang perubahan atas surat edaran Bank Indonesia nomor 11/10/DASP perihal penyelenggaraan kegiatan alat pmbayaran dengan menggunakan kartu. Dengan melakukan tindakan premanisme dalam melakukan penagihan.

Apabila tidak ada permintaan maaf dan respon dari Bank Mega saya akan melaporkan hal ini ke pihak yang berwajib. Saya mempunyai bukti rekaman Teror melalui handphone dan ke kantor saya yang dilakukan oleh debt collector Bank Mega yang akan saya jadikan barang bukti serta saksi dari karyawan dikantor saya.

Irna Inayah
Jakarta Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Bank Mega:
[Penilaian Rata-rata: 2.1]
Tanggapan Bank Mega atas Surat Ibu Irna Inayah

Kepada Yth. Redaksi mediakonsumen.com, Sehubungan dengan surat Ibu Irna Inayah di mediakonsumen.com (15/8), “Debt Collector Bank Mega Melakukan Teror ke...
Baca Selengkapnya

Loading...

 Apa Komentar Anda mengenai Bank Mega?

Belum ada komentar.. Jadilah yang pertama!

Debt Collector Bank Mega Melakukan Teror ke Kantor Kontak Emergency

Irna Inayah 1 menit
0