Investasi Berkedok Asuransi, Kerugian Puluhan Juta Rupiah

Pada bulan Desember 214 saya hendak setor tabungan ke Bank BJB Tangerang. Nah pada saat itulah rupanya ada sales agen Asuransi AIA yang ditugaskan untuk mecari nasabah. Saya ditawari investasi atau tabungan masa depan. Katanya setelah 5 tahun akan dapat diambil dan dapat keuntungan. Tapi ternyata setelah 5 tahun malah menderita kerugian.

Ceritanya pada bulan Desember 2019 saya hendak mencairkan dana yang saya setorkan tiap bulan lewat autodebit. Kaget sekali ternyata dari 60 juta yang saya setorkam cuma dapat 48 juta dan masih akan kena penalti 10%. Jadi kerugian sekira 15 juta. Saya gak jadi ambil dan gak tutup polis. Saya ingin melanjutkan sampai tahun ke 6 agar minimal balik modal yang sudah saya setorkan. Karena bagi saya kehilangan 15 juta itu sangat besar.

Tapi baru perpanjang 4 bulan semua kena dampak pandemi covid19 aktifitas perekonomian lumpuh. Saya tidak mendapatkan penghasilan dan otomatis tidak akan bisa setor. Jadi saya putuskan untuk berhenti. Saya makin kaget karena dari dana yang terdebit hanya terbentuk 39 juta. Dan setelah menunggu 2 minggu dalam proses dana yang masuk ke rekening terdaftar cuma 34 juta. Jadi total rugi 30 juta.

Begitukah cara agen sales mencari nasabah hanya mendapatkan point dari perusahaan? Tidak pernah menjelaskan kurugian yang harus ditanggung nasabah. Tidak pernah menjelaskan apa itu penalti dan lain sebagaianya yang orang awam tidak tahu. Saels hanya memikirkan diri sendiri yang penting dapat duit meski harus menipu nasabah. Padahal dalam berdagangpun semua harus dijelaskan oleh penjual kepada pembeli agar tidak ada yang merasa dirugikan. Tidak boleh ada yang disembunyikan sedikitpun.

Saya juga sempat ditawari sama staff AIA di kantor cabang agar cuti premi agar tidak rugi terlalu besar. Tapi saya menolak karena saya udah tahu pasti bakal habis saldo yang terbentuk. Semua pegawai jika ditanya jawabannya selalu nilai saham sedang turun. Kalau memang saham selalu turun kenapa masih cari nasabah? Dan kenapa belum ada nasabah yang bisa mendapatkan keuntungan?

Ternyata mereka menjebak nasabah dengan asuransi jiwa. Keji sekali pekerjaan sales hanya kenikmatan dunia yang tidak seberapa. Saya masih segar bugar, masih produktif. Jika ingin asuransi lebih baik ikutan BPJS, yang tidak perlu setor duit yang cukup besar yang akhirnya dimakan sama perusahaan dan agennya

Pembaca yang pernah mengalami hal yang sama, bagaimana solusinya?

Husni Mubarok
Jatiuwung, Tangerang, Banten

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:49    Rata-Rata: 4.4/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

25 komentar untuk “Investasi Berkedok Asuransi, Kerugian Puluhan Juta Rupiah

  • 10 Mei 2020 - (21:13 WIB)
    Permalink

    Program yg Bpk ikuti adalah investasi berbasis unit link, yg di mana program tsb ada proteksi jiwanya juga, dan penarikan sblm jatuh tempo akan di kenakan penalti, klo tidak salah tahun ke 8 sudah tidak ada pinalti karena sy pernah ikut juga. Sistem unit link ketika nasabah masuk ada yg namanya biaya akuisi , biaya asuransi & biaya administrasinya. Program ini Tidak Bisa Di jamin pasti untung karena juga di pengaruhi naik/turunnya harga unit link tsb, di sini yang saya sayangkan adalah agen yg tidak transparan dalam menjelaskan program ini secara detail.

    1
    1
    • 10 Mei 2020 - (21:42 WIB)
      Permalink

      Iya betul.sbg orang awam saya hanya ingin menabung dg hasil uh lebih baik.siapa yang tidak tertarik dg omongan sales yg bombastis.katanya nilai saham ga pernah turun.sales hanya menjelaskan tentang keuntungan.tdk mennjelaskan kerugian apa aja yg harus ditanggung nasabah.dan sy ga tau apa itu polis.perawatan polis.pinalti.akuisisi atau unit link dan sbg.ibarat seorang pelajar.klo cuma dipinjamin buku pelajaran dr perpustakaan.kalau gurunya ga menjelaskan secara detail..si pelajar ga akan pernah tau

  • 10 Mei 2020 - (21:29 WIB)
    Permalink

    Sama seperti saya,tp beruntung waktu itu saya lsg batalkan polis AIA karena secara perhitungan bodoh saya yg g tau menau perhitungan perbankan atau asuransi,bukan untung yg di dapat tp malah buntung,saya kembalikan hard copy polis,,trus kirim email,jg telp minta pembatalan,nunggu 2 minggu uang pendaftaran(setoran pertama 500rb) balik 450rb,,yg 50rb buat biaya cetak hard copy polis,,andaikan saya teruskan mungkin akan alami hal yg sama.

  • 10 Mei 2020 - (22:40 WIB)
    Permalink

    AIA itu perusahaan asuransi.
    Apakah asuransi itu ? Menurut Kbbi
    Asuransi adalah pertanggungan (perjanjian antara dua pihak, pihak yang satu berkewajiban membayar iuran dan pihak yang lain berkewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran apabila terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau barang miliknya sesuai dengan perjanjian yang dibuat..
    Pahami dulu guna asuransi ya.. Asuransi melindungi keluarga bapak jika sesuatu terjadi apakah itu kecelakan atau kematian..
    Jadi saat saham turun saran saya bapak jgn tutup polis bapak, bapak bisa mengambil sebagian saja nilai tunai bapak jika itu memang sangat diperlukan. Terlebih lagi bapak masih sehat masih bisa bekerja..

    • 11 Mei 2020 - (00:17 WIB)
      Permalink

      Dan stafnya pun ga menjelaskan spt itu.yg ditawarin cuma cuti premi.dan saya menolak krn takut nilainya akan terus merosot.bs malah habis

    • 11 Mei 2020 - (00:32 WIB)
      Permalink

      Dan waktu nawarinnya.agen bilangnya investasi atau tabungan masa depan bukan asuransi.orang awam pasti akan kepincut dg omongan agen yg bombastis.jelasin dg ilustarsi yg memikat calon nasabah.ternyata hasilnya halusinasi

      1
      1
    • 31 Mei 2020 - (13:23 WIB)
      Permalink

      Saya juga pak tertipu FA AIA yg di bank BCA Saya bilang mau nabung buat pendidikan anak malah di masuk kan asuransi jiwa,pas uang saya sudah ke debet saya di tlp dr pusat AIA di tanya apakah saya tau jika ikut asuransi AIA ya saya jawab gak tau.krna saya nabung buat pendisikan anak.la trus di jelaskan ternyata itu asuransi jiwa.

      • 1 Juni 2020 - (07:55 WIB)
        Permalink

        Tulisan saya ini ditanggapin oleh pihak AIA..bbrp hari stelah sy menyampaikan keluhan lewat media konsumen ,sy dihubungin cs aia.saya ngomong panjang lebar..pokoknya apa yg disampekan atau yg ditawarkan pihak agen berbeda jauh dr kenyataan..katanya akan dihubungin kembali maskimal 21 haru..ini udah 3 minggu lewat tp ga ada telpon masuk dr pihak aia ke ponsel saya..sy ga mengharapkan keuntungan dr uang yg udah dikelola aia yg di janjikan agen..yg penting duit kembali utuh.krn dimasa2 sulit inilah hanya itulah yg bisa saya harapkan

  • 10 Mei 2020 - (22:46 WIB)
    Permalink

    Nah kan salah faham…nih ya kentut doang di dunia yg gak bayar…situ kan mau di kasih Uang gede pasti ada biaya dong…uang biaya segitu gak sebanding sama Yg Perusahaan Asuransi Kasih ke ente kalo kenapa2 makanya Pelajaran nih Kalo beli polis baca Ponit2 dan tanya sama agennya Jgn ngandelin Agen ajah lah kalo agentnya mati duluan gimaha hayooo Jaman udh modern kan biar tambah majuu kita2nya hidup sejahteraaa….Peace Ah

    • 11 Mei 2020 - (00:15 WIB)
      Permalink

      Klo agen nawarinnya asuransi.bukan invesetasi.ga ada nasabah yg mau.agen mebohongi nasabah hanya demi point dr atasan.jangankan asuransi yg blm tentu nasabah akan dpt manfaatnya.dalam berdaganpun.yg namanya penjual harus menjelaskan apa yg yg dia jual.ga boleh disembunyikan.

      • 31 Mei 2020 - (15:06 WIB)
        Permalink

        Saya setuju, kalau cuma sekedar ngomong “ini asuransi” pasti sedikit sekali “mangsa” yang bisa didapat. Karena premi asuransi2 seperti ini jelas di atas premi asuransi kesehatan “wajib” dari pemerintah, yang sekarang aja masih rame2nya soal kenaikan premi. Yang premi sejumlah segini saja kebanyakan masyarakat merasa keberatan, apalagi “asuransi swasta.”

        Di lain pihak, sebetulnya “investasi” yang berkaitan dengan benda yang namanya “unit link” (atau apa pun juga alias nya) sangat sulit untuk bisa dapat cuan.
        Silakan search aja di MK ini ataupun bahkan di seantero internet, adakah testi orang yang dapat keuntungan? Sebaliknya, testi yang buntung bisa diperoleh dengan mudah.

        Saya juga pernah terjebak asuransi + “investasi” macam begini dari perusahaan lain, bertahun-tahun yang lalu. Sudah saya tutup paksa dengan kerugian tentunya. Waktu itu juga belum ada asuransi kesehatan wajib dari pemerintah. Kalau sudah ada, tentunya lebih memudahkan para calon mangsa untuk tidak tergoda.

        Kalau menurut hemat saya, produk macam ini memang sebetulnya titik beratnya lebih ke asuransi nya. Karena “investasi” nya susah untuk dibilang bener2 investasi, mengingat ya itu, sulit atau bahkan gak ada yang dapat cuan, karena potongan2 yang ada terlalu besar. Silakan dibandingkan saja potongan2 yang ada dibanding dengan instrumen investasi yang lain: tabungan cuma ada potongan pajak & admin, deposito & obligasi juga sama, emas & rumah/tanah potongan ataupun biayanya hanya berapa %, reksanana malah semakin kecil lagi biayanya.
        Apalagi kalau “investasi” nya dikaitkan dengan saham yang memang naik turun, & khususnya saat ini memang lagi turun. Lengkaplah “penderitaan” alias potongan yang ditanggung dana nasabah.

        Jadi memang pendapat saya: karena berjualan “asuransi saja” terasa sulit (kurang menjanjikan) maka muncullah produk asuransi + “investasi” macam beginian, yang sayangnya “investasi” nya pada hakikatnya lebih ke subsidi biaya asuransi saja (termasuk juga biaya para karyawan pegawai sales perusahaan).

        • 1 Juni 2020 - (08:03 WIB)
          Permalink

          Asuraransi itu spt judi..nasabah akan menang klo mati,sakit atau kecelakaan.makanya agen ga prnh jujur apa yg mrk jual .yg penting dpt target atau closing..krn saya baca agen asuransi itu akan dapat 3-30% dr produk yg mereka jual..makin banyak mangsa ya makin banyak pundi yang masuk

    • 11 Mei 2020 - (00:18 WIB)
      Permalink

      Mana ada agent yg mau jujur.klo mau jujur knp ga menjelaskan dr awal produk apa yg mrk jual

  • 11 Mei 2020 - (07:34 WIB)
    Permalink

    Kita senasib pak Husni, jadi korban AIA
    Waktu itu Juni 2013 niat deposito di bca 6jt/tahun , sama cs di arahakan invest syariah aja dengan iming2 bunga 15% kalau deposito hanya 6%, dijelaskan hanya iming2 untungnya saja tanpa pikir plus minusnya saya ikut, kaget setelah terima polis ternyata asuransi. Mau cancel dr 6jt terima 500rb aja,lanjutlah smp sekarang kalau hitungan matematika besok juni 7×6=42jt. Nilai akun tgl 21jt an efek korona, jumat kemaren saya cancel dapet 21jt potong 5%. Mencoba ikhlas diambil hikmahnya semua hanya titipan, semoga korban sales AIA tidak bertambah lagi.

  • 11 Mei 2020 - (15:17 WIB)
    Permalink

    Emang gitu kerjaan sales.suka menjebak nasabah dg mulut berbisanya.bahkan sy prnh baca di sosmed korban penipuan asuransi jg.seorang ayah yg ingin nabung buat modal umroh,tp diarahkan ke asuransi.pas waktu diambil tdk sesuai harapan.yg namanya orang awam pasti akan iyain aja omongan fa nya

  • 12 Mei 2020 - (12:41 WIB)
    Permalink

    Sama seperti saya pak .. saya jga kena aia ini .. bergabung dari juni 2014 sampai skrg apalagi gara2 corona ini jadi nilai akun saya tambh merosot jadi 22jt .. padahal kalo menurut itungan 6×6 dapat 36 jtan udh rugi 14 jta .. sangat disayangkan asuransi aia banyak mengecewakan nasabahnya ..th depan saya baru bisa cairkan itu asuransi kalo ga malah tmbh parah merosotnya nilanya .. klo dicairkan sebelum wktunya kena biaya pinalti bla bla bla .. huffttt hrs sabar emg sma asuransi ini ..

    • 12 Mei 2020 - (16:31 WIB)
      Permalink

      Betul..saat cari mangsa salesnya akan bilang nilai saham perusahaan tiap tahun naik.minimal 14%-20%.itulah yg membuat orang awam kepincut.tp saat akan mengklaim dalihnya selalu saham sedang turun..

  • 5 Juni 2020 - (13:24 WIB)
    Permalink

    Selamat siang Pak Husni
    Saya dari media trenasia.co
    Apabila bapak berkenan, boleh saya jadikan berita dari cerita bapak ini?

  • 8 Juni 2020 - (04:43 WIB)
    Permalink

    Iya Bener Pak, para FA itu penipu, di awal awal hanya menjanjikan nilai, tidak pernah sekalipun mengatakan kalau ada potensi RUGI, dan di polispun hanya ada skema untung, tidak ada skema RUGI, Share terus biar ga ada lagi korban kayak kita, semoga para FA yg suka nipu dapat balasan dari orang2 yg di tipu

 Apa Komentar Anda?

Ada 25 komentar sampai saat ini..

Investasi Berkedok Asuransi, Kerugian Puluhan Juta Rupiah

oleh husni_mubarok dibaca dalam: 1 min
25