Keringanan Program DBS Masih Membebankan Nasabah

Selamat Pagi,

Saya nasabah KTA Bank DBS dengan no. loan 3616314800, kartu kredit 4587****** dan 4374*****. Sebelum Covid 19 saya selalu lancar membayar tidak pernah terlambat membayar. Untuk KTA saat ini setelah covid19 saya sudah menunggak 1 bulan, dengan sisa angsuran 7 bulan lagi. Sedangkan kartu kredit 4587*** saya tidak menunggak dan kartu kredit 4374*** saya sudah menunggak hampir mau 1 bulan.

Saya meminta keringanan/penangguhan KTA dan Kartu Kredit dari tanggal 4 Spril 2020, 13 April 2020, 20 April 2020 , 28 April 2020, 05 Mei 2020 dan banyak lagi. Lalu pada tanggal 4 Juni saya ditawari keringanan KTA dengan syarat membayar angsuran bulan Mei berikut dendanya. Tetapi saya tidak menyanggupi karena memang saya tidak ada uang karena pekerjaan di bidang saya sekarang terkena dampak dari covid19.

Dan pada tanggal 10 saya ditawari program keringanan yaitu penghapusan denda atau restrukturisasi selama 12 bulan (yang mana kartu kredit saya akan dinonaktifkan permanen jika saya mengambil keringanan restrukturisasi selama 12 bulan). Terus terang saya benar benar keberatan dengan program yang tersedia karena perusahaan saya saat ini telah memotong gaji saya 75% tanpa THR.

Saat ini buat hal lain pun saya susah apalagi dengan program yang masih membebankan saya. Saya akan membayar kewajiban saya setelah covid19 ini, saya hanya meminta keringanan/ penangguhan pembayaran KTA juga kartu kredit yang tidak membebankan saya.

Saya berkali kali menghubungi pihak Bank karena saya ada itikad baik selama ini, saya ingin dapat jalan keluar yang terbaik buat saya juga Bank DBS. Dan perihal kartu kredit travel saya diharuskan menghapus cicilan saya dengan menelepon call centre DBS agar saya bisa masuk ke program keringanan/penangguhan. Akan tetapi setelah saya menghapus cicilan saya pada tanggal 27 Mei 2020 (dikenakan denda sebesar 200.000/cicilan) saya tidak kunjung ditelepon sampai saat ini untuk program keringanannya.

Saya benar benar meminta DBS bisa memberikan program yang tidak membebankan nasabah. Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.

Melia
Tangerang

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Bank DBS Indonesia:
[Total:2    Rata-Rata: 3.5/5]
Tanggapan Bank DBS Indonesia atas Surat Sdri. Melia Fitriani

Redaksi Surat Pembaca Mediakonsumen.com Yth., Pertama-tama, kami ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Mediakonsumen.com. Melalui surat ini, kami...
Baca Selengkapnya

Loading...

5 komentar untuk “Keringanan Program DBS Masih Membebankan Nasabah

  • 18 Juni 2020 - (17:42 WIB)
    Permalink

    Hallo mba melia.

    Sama mba. Saya juga gitu.malah saya merasa antar deskcoll kayak infonya beda beda lho. Ini saya lagi complain lagi ke DBS. Karna program restrukrur saya katanya ga d setujui krna telat sudah 90hri.padahal saya udh mnta d telp seblm telat 90hri.

  • 18 Juni 2020 - (21:18 WIB)
    Permalink

    Hai mba Ayu, semoga Bank DBS lebih bisa bijaksana dalam memahami kondisi nasabah yang terdampak covid 19. Saya juga bingung berkali kali org collection tlp bahkan pihak collection baru selesai menelpon saya lalu dalam menit yang sama pihak collection ada yg tlp saya lagi. Selain infonya beda2 pihak collection juga terkadang tidak ramah. Saya pun sudah bingung berkali kali saya minta keringanan penangguhan selalu di persulit. Semoga Bank DBS bisa seperti Bank lainnya yg mempermudah bukan mempersulit.

    • 25 Juni 2020 - (01:08 WIB)
      Permalink

      Di rekam aja mba klo ada yg telp..saya selalu buat auto record. Sengaja biar klo emg mreka ada kata kata ga baik.saya complain lg.

      Saya skrg bayar semampu saya aja..ya mau gimana lg ya mba..lg bgini..smua serba susah

  • 29 Juni 2020 - (21:34 WIB)
    Permalink

    Kita senasib mba melia,sbelumnya jauh hari saya sudah membuat pengajuan permohonan keringan penundaan cicilan selama 3 bulan atas dari covid 19 ini.Tanggapan dri DBS memang ada,akan tetapi keringanan yg diberikan saya rasa cukup memberatkan.bukannya ngurangin hutang,malah tambah besar hutang yg ada.jdi kesannya pihak bank gak mau rugi,padahal semua sektor usaha kena juga dampak dari covid 19 ini.tetap semangat mba melia jangan menyerah bicara yg sejujurnya,buktikan klo kita memang terkena dampak dan bukan memanfaatkan situasi yg ada dan tetap kooperatif apabila Dc tiap detik,jam,hari menelpon.

  • 20 November 2020 - (18:17 WIB)
    Permalink

    Saya baru saja ditawarin pemghapusan bunga dan reschedule hutang tanpa bunga, tp saya lupa sama yg menelpon.
    Jd awal saya ditawari penghapusan bunga untuk hutang cashline sebanya 44jtan dan dicicil e6 bulan, jd bulan selanjutnya saya hanya bayar per bulan 1jt lbh, tp seiring berjalan proses cashline saya di blokir, dan sebenarnya total pemakaian ada 79jt.
    Nah pada tgl 18 Nop 20 lalu sudah tdk diblokir dan posisi hutang saya spt semula, sblm nya Ada tagihan bdgn jatuh tempo tgl 19 nop 20 kemaren.
    Dan saya tlp call center, ternyata seluruh balance saya di conversion, dan saya ga usah bayar tagihan, tunggu tagihan berikut tgl 3 Desember.
    Nah hari ini 20 Nov, saya dpt SMS yg isinya: balance conbersion senilai 79jt sdh berhasil di proses utk tenor 36 bln dan bunga 1.69%.
    Terus terang saya keberatan dgn bunga ini, krn pinjaman saya sebelumnya bunga hanya 0.99%.
    Dan katanya ada penghapusan bunga, tp kog hutang saya malah jadi semakin besar.
    Klo dgn bunga 1,69% berarti saya harus cicil 3,5jt lbh /bulan, bunga total 60% an.
    Sedangkan sebelumnya ada penawaran 44jt saja dibagi 36 sekitar 1,25 jt saja.
    Klo 79jt saya bisa cicil jd 2,2jt saja, mgkn saya msh bisa membayarnya, tp klo dgn bunga 1,69% atau total 60% saya sangat keberatan, bagaimana caranya???

 Apa Komentar Anda mengenai Bank DBS Indonesia?

Ada 5 komentar sampai saat ini..

Keringanan Program DBS Masih Membebankan Nasabah

oleh melia dibaca dalam: 1 min
5