DC Bank Mega Menagih ke Rumah Mertua dan Memaki-maki Mertua Saya

Dear Bank Mega,

Saya nasabah kartu kredit Mega Visa 4201 9103 **** **24. Pada hari Rabu 26 Januari 2022, DC Bank Mega datang menagih ke rumah mertua saya, dengan memaki-maki dan tanpa membawa surat tugas dari Bank Mega. Padahal sebelumnya saya sudah ada kesepakatan dengan staf collection Bank Mega.

Kenapa DC Bank Mega masih datang menagih? Menagihnya pun malah ke rumah mertua saya. Beliau sudah usia 67 tahun, apakah begini kelakuan DC Bank Mega? Sangat tidak profesional dan tidak manusiawi. Bila terjadi sesuatu terhadap mertua saya, saya akan tuntut.

Padahal ketentuan menagih tidak boleh menagih kepada orang yang bukan nasabah bank tersebut, tidak boleh menagih dengan menggunakan intimidasi verbal maupun fisik. Menagih harus sesuai kesepakatan untuk lokasinya.

Wilson Winata
Kota Tangerang, Banten

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Penagihan Kartu Kredit Bank Mega:
[Total:199    Rata-Rata: 1.8/5]
Tanggapan Bank Mega atas Surat Bapak Wilson Winata

Kepada Yth. Redaksi mediakonsumen.com Redaksi yang terhormat, Sehubungan dengan surat Bapak Wilson Winata di mediakonsumen.com yang disampaikan pada Hari Jumat,...
Baca Selengkapnya

52 komentar untuk “DC Bank Mega Menagih ke Rumah Mertua dan Memaki-maki Mertua Saya

  • 29 Januari 2022 - (00:38 WIB)
    Permalink

    Dear Pak Wilson, wajar itu Dc nagih ke rumah bahkan apapun cara di lakukan agar nasabah membayar, krn Dc itu adalah pihak ke 3 yg di rekrut oleh bank, mereka kerja berdasarkan target, dimn bila smp tgl closing target ( biasanya akhir bulan sebelum jam kerja ) akan di hit sebagai pencapaian, nanti akan ada komisi dan insentif, nanti dr pembayaran yang di dpt biasanya ada utang pokok yg di setor ke bank dan ada yg menjadi komisi atau insentif lagi, yg pasti jumlahnya jauh dr gaji nya. Itulah sebabnya demi mendptkan itu, semua cara gak berahlak pun dilakukan kadang menyalahi aturan pinjaman. Bila gak ada surat tugas silahkan dilaporkan saja.

    13
    27
    • 29 Januari 2022 - (05:34 WIB)
      Permalink

      Nggak wajar karena dia bilang sudah ada kesepakatan dengan collection bank, mungkin gak diinfokan sama DC nya, miskom harus dibenahi

      8
      1
        • 29 Januari 2022 - (18:13 WIB)
          Permalink

          Keterlaluan .mertua sudah tua .dan ngak tau menahu.ya kalau mau marah sama yg pinjam .kalau 67 itu harus dan wajib dihormati .pak presiden dan polisi tolong di Lidik .ini sudah keterlaluan

          4
          1
    • 29 Januari 2022 - (08:24 WIB)
      Permalink

      Ini bank kok brengsek bgt ya mau nutup aja susah bner harus tlp, pas tlp berkali2 di persulit mulai dr diperlama, rayu2 jgn nutup, smp sering bgt di tutup dr sananya.
      Maunya apa sih?

      Giliran macet ngototnya mnta ampun itu DC 😡🤬

      Adakah solusi? Sya udh ada rekaman tlp nya bbrpa kali d matiin sama diperlama dr dy pura2 ngetiklah, tunggu lama lah, dll

      17
      • 29 Januari 2022 - (19:04 WIB)
        Permalink

        Samaa. Ane dirayu2 spy jgn ditutup. Ga pernah dipake sampe lupa ada iuran tahunan yg ane ogah en amit2 bayar. Cilakanya mereka mencharge Rp5000 setiap tagihan yg die-mail. Wong bank lain surat tagihan via kurir aja gratis

      • 29 Januari 2022 - (23:23 WIB)
        Permalink

        Pas nelp langsung pake gas.
        Bilang mau nutup dan jangan dipersulit krn ini sy rekam dan sy gak peduli lg sm kartu setan.
        Pasti 100% berhasil.
        Terbukti sy 3 menit kelar kok

    • 29 Januari 2022 - (09:02 WIB)
      Permalink

      tidak wajar bahkan yang asalnya ranah perdata jadi pidana….
      1. tidak dibenarkan menagih dengan cara memaki, intimidasi…
      2. tidak dibenarkan menagih bukan ditempat dalam perjanjian, atau sekiranya tempat lain harus disepakati bersama
      3. tidak dibenarkan DC tanpa memiliki sertifikasi penagih
      Pendapat saya itu adalah preman yang mengaku DC…
      sebagai debitur wajib melunasi pinjaman, tapi sebagai kreditur juga wajib menagih dengan etika bukan cara preman…
      sekiranya anda merasa dirugikan secara immmaterial atas perlakuannya inj, tinggal potong aja cicilannya…
      Jika kreditur tidak mau menerimanya… Indonesia ini negara hukum, ada pengadilan untuk menyelesaikannya, bukan cara preman…

      • 29 Januari 2022 - (09:50 WIB)
        Permalink

        Pinjol pinjol legal jg cara penagihan nya seperti itu mencaci mengancam hga sebar data?apakah seperti itu aturan OJK yg d berikan?qt tau namanya hutang harus d byr …tp saat ini ekonomi LG memburuk…trus ada musibah nmny manusia ga tau dtg ny musibah.tp mrka ga mau mngerti.selagi ada uang saya sllu byr tpt wkt bhkn sebelum waktunya.tp giliran telat qt d caci d maki d ancam layaknya ke binatang..d permalukan hg sebar data klo seperti itu apa bedanya dengan pinjol ilegal sy mnt kpd OJK untuk memperhatikan LG pinjol” legal yg sperti itu karena dengan teroran sprt itu qt jd down stres hga ada niat untuk akhiri hdup

        • 29 Januari 2022 - (12:39 WIB)
          Permalink

          Kalo ibu ada di jakarta…
          laporin kepolda metro jaya juga aja, biar teman2 sipreman takut ganggu ibu… Sedangkan urusan sama peminjamnya persilahkan gugat pengadilan… kalo saya jadi ibu, diberlakukan kaya gini….
          ogah saya lunasi sebagai kompensasi cara2 preman yang dilakukannya

      • 29 Januari 2022 - (09:39 WIB)
        Permalink

        memang benar bank mega tidak menyenangkan krn saya mau tutup kartu kredit juga tidak bisa dan mreka tidak mau mengembalikkan limit awal saya

    • 29 Januari 2022 - (09:42 WIB)
      Permalink

      Ya ngk wajar DC dari bank nagih ke rumah mertua apalagi sampai bentak2, ada aturan dan SOPnya. Itu bisa dilaporkan ke OJK dan klo mau diperpanjang bisa diproses ke pengadilan.

    • 29 Januari 2022 - (14:21 WIB)
      Permalink

      Laporkan polisi itu kena pasal ancaman dan pemerasan hukuman di atas 5 tahun.

      Penagihan dilarang dengan menggunakan cara ancaman, kekerasan dan/atau tindakan yang bersifat mempermalukan.

      • 30 Januari 2022 - (18:58 WIB)
        Permalink

        Bener, catat nama debt collnya, laporkan k Kepolisian, minimal pake 2 alat bukti

        …pasti diproses

        Era now itu udah bukan era intomidasi sch..

    • 29 Januari 2022 - (14:23 WIB)
      Permalink

      Laporkan polisi saja kena Pasal 368 ancaman,pemerasanbdan kekerasan, ancaman 10tahun.
      Aturan DC point ke 2 DcPenagihan dilarang dengan menggunakan cara ancaman, kekerasan dan/atau tindakan yang bersifat mempermalukan

    • 29 Januari 2022 - (20:58 WIB)
      Permalink

      Ya tetap tidak boleh menagih kpd yg bukan pemilik hutang, bahkan kpd kontak daruratpun tdk dibenarkan ini ada aturannya. Anda coba buka KUHP Pasal 310 dan 311 dan UU ITE Pasal 27. Ini sdh bentuk Pencemaran nama baik dan Dc tersebut dapat dipidana. Jika kurang jelas silahkan berkonsultasi dgn saya kebetulan saya bertugas di Kantor Hukum. Oke??

    • 29 Januari 2022 - (23:07 WIB)
      Permalink

      Ga benar lah ga ada surat tugas .. DC begini jgn dibela .. jika Bener Customer sudah ada nego dengan bag Dep coll dan harus ada tertulis biar DC ga semena Mena dan nasabah aman

    • 29 Januari 2022 - (23:14 WIB)
      Permalink

      Saran saya secepatnya ditutup aja.
      Banyak kartu kredit yg jauh lebih baik.
      Ini bank setan.
      Sy dl juga mau tutup dipersulit.
      Tapi sy langsung dengan nada marah.
      Bahwa sy akan menutup, jadi jangan dipersulit dan sy gak akan mau menunggu lama krn ini sy rekam. Gituin aja mas.
      100% pasti berhasil.
      Langsung bakar kartu setan itu biar langsung ke neraka.

    • 29 Januari 2022 - (23:21 WIB)
      Permalink

      Aduhhhh mariaaaa mariaaaaa
      Situ bagian penagihan/DC bank mega ya????!!!
      Kasiannnnn dehhhhhh
      Sampe tau lohhhhh detail yang akan didapet oleh seorang DC.
      Kalau bukan DC mana mungkin ngertiiiiii
      Dasar pemakan uang gak halallll
      Hidup lo gak akan bahagiaaaaa
      Ingat mariaaaaaa
      Mariaaaaaaa
      Hahahahahhaha
      Kartu setan akan menemanimu dinerakaaa

  • 29 Januari 2022 - (02:06 WIB)
    Permalink

    Kamulah penyebab mertuamu itu di tagih DC. Cepat bayar utangmu dan kalau so nggak ada duit jual aja apa yang ada sm kamu yg berharga. Kalau nggak punya harta. Cepat cari kerja. JJangan cuma bautang terus kerjamu

    2
    42
      • 29 Januari 2022 - (21:02 WIB)
        Permalink

        Kesepakatan yg bagaimana? Mana isi surat perjanjiannya? Ada atau tdk dlm perjanjian tersebut yg menyatakan jika debitur gagal bayar maka akan Bank akan melakukan penagihan kpd pihak keluarga??? Kalo ada mana saya pingin lihat perjanjiannya. Tolong anda bedakan antara perjanjian, kesepakatan dan perikatan. Kebetulan saya bekerja pada kantor hukum dan sebagai Dosen yg memberi mata Kuliah Hukum Jaminan dan Perikatan. Jadi saya paham betul

    • 29 Januari 2022 - (06:42 WIB)
      Permalink

      Ini lah pembaca yg waktu sekolah peljran bahasa indonesia nya di bawah rata2,
      Hanya membaca sekilas tidak memahami isi berita nya apa..
      Jangan komen bila tidak paham sama isi berita nya yah..cukup menyimak saja!!🤫

      3
      1
    • 29 Januari 2022 - (08:20 WIB)
      Permalink

      Lo dc ya, nama nya manusia bos, anda jgn spt itu, gk pnts lo spt itu, dasar dc, semua ada aturan nya, klo lo mw komentar lo baca dlu tentang UU perdata n pidana… Juga aturan OJK tentang penagihan.

    • 29 Januari 2022 - (10:00 WIB)
      Permalink

      Buat pak wilson doakan orang ini semoga rezekinya lancar, biar anak keturunannya ga ada masalah dg hutang.

    • 29 Januari 2022 - (11:50 WIB)
      Permalink

      Anda DC, tampilkan muka anda di MK, jangan cuman jago bentak doank. Dibayar berapa anda?

    • 11 Februari 2022 - (10:02 WIB)
      Permalink

      Indonesia ini negara hukum, ada pengadilan untuk menyelesaikan masalah pinjam meminjam yang masuk ruang lingkup perdata… dan juga penagih yang diutus oleh bank mega wajib memiliki kartu identitas, surat tugas/surat kuasa, bukti debitur wanprestasi dan memiliki sertifikasi profesi, bukan cara preman…
      Jika memang benar yang diutus itu adalah petugas bank mega… maka menurut saya bank mega justru melanggar peraturan, salah satunya peraturan ojk nomor 35/POJK.05/2018
      dan menurut saya ibu ini bukan gak mau bayar, cuma kondisi keuangannya yang sedang susah…

  • 29 Januari 2022 - (03:35 WIB)
    Permalink

    kenapa ga di videokan dan laporkan,udah bnyk DC dibawa kekantor polisi karena melakukan intimidasi dan melanggar hukum pidana,walaupun bnyk yg akhirnya damai tapi setidaknya dapat uang damai dari si depcolector ,pakai akal kalau menghadapi sesuatu bukan pakai nafsu,biar dapat untung,segera bawa bukti dan laporkan ,mereka kira bisa sesuka hati mereka bertindak didunia ini tanpa aturan !!! ntar juga nangis sewaktu di kantor polisi dan minta maaf

  • 29 Januari 2022 - (07:35 WIB)
    Permalink

    Sesuai dengan peraturan bank indonesia…menagih selain nasabah itu tidak boleh apalagi dengan unsur intimidasi dan kekerasan baik verbal maupun fisik..hal ini bank mega dengan memperkerjaan pihak ke 3 sudah melanggar ketentuan perundang undangan..

  • 29 Januari 2022 - (09:19 WIB)
    Permalink

    Itu pihak ketiga alias agency jasa penagihan hutang yang di sewa jasa nya oleh pihak bank,satu satu nya cara menghadapi pihak ke tiga yang menagih secara kasar adalah dengan benturan…ya dengan benturan gak usah takut sama mereka.klo mereka datang baik baik terima juga dengan sangat baik tapi klo mereka datang dengan niat ingin memaki maki apalagi ingin mencelakakan gak gentar kasih mereka shock terapi …lawan dengan keras.

    • 29 Januari 2022 - (10:17 WIB)
      Permalink

      Wajar krn uang adalah segalanya buat DC…mereka gak peduli org mau malu, mau sengsara yg penting komisi dan insentif tinggi…gak peduli itu berkah apa gak nyari duit dgn cara mengancam dan meneror org…syukur2 suatu saat nanti keluarga dia sendiri yg hrs dia teror, heran OJK sm AFPI masih aja diem malah kesannya melempar ke polisi masalah spt ini..laporan samua mentah di tangan mereka

    • 30 Januari 2022 - (07:37 WIB)
      Permalink

      Maaf ya pak..kalo saya Dc saya gak mgkn lapor ke OJK, saya juga korban bahkan saya pernah jd nasabah cc bank mega tp saya uda tutup, sy bisa tau bukan krn saya DC, haram bagi saya kerja dgn cara gak berahlak spt itu, anda kalo korban jgn smp kelakuannya smp kaya Dc, mgkn anda kali yg DC smp segitunya, scema DC sudah terbaca jd anda marah sama saya, dr kata2 anda spt sudah biasa mempergunakan kata2 kasar, dan kata2 kasar itu yg biasa sy terima tiap bulan dr DC yg nagih utang org lain, saya sdh pernah melapor ke OJK, AFPI , divisi mabes polri, siber polri, LBH bahkan ke pejabat Ojk sendiri smp saat ini, bahkan email pengaduan saya smp skrg masih berjalan ke pihak OJK dan AFPI, saya berusaha supaya usaha penagihan spt ini di tiadakan baik dr pihak bank, cc, kta atau pinjol, krn smp ada korban bundir, kalo ada kata2 saya diawal ‘wajar’…krn mereka demi uang melakukan hal spt itu ini yg saya minta sangat2 kepada pihak OJK dan AFPI agar semua model pengancaman dan teror spt ini dii hilangkan..baca baik2 pak..kata2 anda mencerminkan sifat anda

  • 29 Januari 2022 - (11:24 WIB)
    Permalink

    Jika tidak ada surat tugas yang resmi mewakili pihak kreditur dan juga identitas yang mendukung sesuai dengan surat tugas , maka tidak usah digubris kalo kasar usir saja dan jangan sekali kali bayar sama dia

  • 29 Januari 2022 - (11:51 WIB)
    Permalink

    Laporkan ke polisi jika anda merasa dirugikan. Anda berhak menuntut bank Mega karena anda merasa dirugikan.

  • 29 Januari 2022 - (12:34 WIB)
    Permalink

    Gak usah baca kalo mereka wa…
    Gak usah ladeni ngobrol kalo dia nlp…. angkat aja tlp kalo dia hubungi nomor kontak, cuma gak usah dengeri masukin saku aja…. sampe mereka keki terus matikan hp sendiri…
    temui aja jika ngedatangi rumah dan bilang mau makan kewarteg dulu, pastikan pintu rumah tetap dikunci… sekitar dua jam kemudian baru deh balik lagi, pasti mereka uda pada hilang…
    Ngapain juga ngeladenin preman berkedok penagih hutang atau DC…
    urusan konsumen sama perusahaan, bukan sama preman…
    Indonesia negara hukum, ada pengadilan jika perusahaan ingin menggugat nasabah yang one prestasi…
    Pinjam meminjam masuknya ranah perdata bukan pidana, jadi gak bakal urusan sama polisi….
    justru sipreman dia bisa dipolisikan…
    Sedangkan kreditur juga wajib bayar ganti rugi immaterial akibat dari cara preman

  • 29 Januari 2022 - (12:41 WIB)
    Permalink

    Bank M itu jauh lebih lebih sadis dan kejam dari Pinjol Ilegal, Apa itu DC Pinjol? CUPU kalah jauh gila nya sama DC Bank M. Bank M Offside nya kacau balau, tapi kebal hukum, yang di incer hukum cuma pinjol ilegal, yang notabe nya sebenernya DC nya culun culun.

    Tapi bener, kalo mereka keras lawan dengan keras, mereka pengecut kok asli nya, berani nya keroyokan, coba satu lawan satu? ciut

  • 29 Januari 2022 - (12:44 WIB)
    Permalink

    saya bisa membantu anda untuk tidak ditagih, saya ahli dalam bidang ini

    kirimkan saya:
    detail tagihan dan pembayaran
    uang sejumlah sisa tagihan anda

    saya jamin setelah anda memberikan itu ke saya, anda tidak akan ditagih lagi selamanya

  • 29 Januari 2022 - (16:27 WIB)
    Permalink

    Memang tidak smua DC itu kasar. Klo ada yg kasar, lawan saja. Seret k tengah masa.

  • 29 Januari 2022 - (17:03 WIB)
    Permalink

    Labrak balik, sikat sekalian. Inget yg ngutang itu harus lebih galak drpd pemberi utang.

  • 29 Januari 2022 - (17:07 WIB)
    Permalink

    Saran sy ngga usah byr, udh kepalang dia permalukan depan warga kalau DC nya dtng lagi teriakin aja maling..DC DC d negara ini emng ngga berpendidikan modal wajar seram hati iblis modal mereka JD ngga usah byr,sbnrnya kartu kredit itu udh ada asuransinya d ptong dari biaya kita kalau ngga nsbh ngga bs byr. ..apa lagi Bank Mega sama kayak pinjol baik pegawai maupun DC NYA,sma2 ngga beradap dan beretika

  • 30 Januari 2022 - (08:22 WIB)
    Permalink

    Mertue g tau ape ape,,,seharusnya yg bersangkutan,,,kalo mertue gue di maki maki,itu udah laen urusan,,kalo gue si gue tutntut balik,,,,biar jera tuh penagihnye

  • 30 Januari 2022 - (09:07 WIB)
    Permalink

    Benturkan kepalanya DC k tembok …biar mereka tau kerasnya..otg tidak tau menahu d tagih!

  • 7 Februari 2022 - (09:11 WIB)
    Permalink

    Sammpai saat ini belum ada tanggapan dari Bank Mega, saya sudah email ke corsec@bankmega belum ada respon
    Hari ini bbrp keluarga saya diteror via telp oleh dc bank mega
    Memang begini ya kerjnya bank mega

    • 15 Februari 2022 - (20:27 WIB)
      Permalink

      Banknya laporin ojk pak…
      Mereka melanggar surat Edaran Bank Indonesia No. 14/ 17 /DASP tanggal 7juni 2012…

      Yang dc nya lapor polda… karena pidana…
      Kalo saya sih skeptis kinerja polsek, polres

  • 15 Februari 2022 - (20:13 WIB)
    Permalink

    Harap pihak ojk untuk tindak tegas kepada kreditur yang suka melanggar
    Surat Edaran Bank Indonesia No. 14/ 17 /DASP tanggal 7juni 2012

    Seringkali kreditur menagih nasabah dengan cara paksa, intimidasi lwt telepon…
    dan suka dilakukan berulang2. ada juga penagihan yang dilakukan berulang2 lwt wa… sungguh sangat menggangu ketentraman nasabah…

    Bukankah cara seperti ini melanggar Surat Edaran Bank Indonesia No. 14/ 17 /DASP tanggal 7juni 2012

    Pasal 8
    Dalam melakukan penagihan Kartu Kredit baik menggunakan tenaga penagihan sendiri atau tenaga penagihan dari perusahaan penyedia jasa penagihan, Penerbit Kartu Kredit wajib memastikan bahwa

    huruf c.
    Tenaga penagihan dalam melaksanakan penagihan mematuhi pokok-pokok etika penagihan sebagai berikut:
    ayat 1. Menggunakan kartu identitas resmi yang dikeluarkan Penerbit Kartu Kredit, yang dilengkapi dengan foto diri yang bersangkutan
    ayat 2. penagihan dilarang dilakukan dengan menggunakan cara ancaman, kekerasan dan/atau tindakan yang bersifat mempermalukan Pemegang Kartu Kredit
    ayat 3. penagihan dilarang dilakukan dengan menggunakan tekanan secara fisik maupun verbal
    ayat 4. Penagihan dilarang dilakukan kepada pihak selain Pemegang Kartu Kredit;
    Ayat 5. penagihan menggunakan sarana komunikasi dilarang dilakukan secara terus menerus yang bersifat mengganggu;
    Ayat 6. penagihan hanya dapat dilakukan di tempat alamat penagihan atau domisili Pemegang Kartu Kredit;
    ayat 7. penagihan hanya dapat dilakukan pada pukul 08.00 sampai dengan pukul 20.00 wilayah waktu alamat Pemegang Kartu Kredit; dan
    ayat 8. Penagihan di luar tempat dapat dilakukan atas dasar persetujuan dan/atau perjanjian dengan Pemegang Kartu Kredit terlebih dahulu.

 Apa Komentar Anda mengenai Penagihan Kartu Kredit Bank Mega?

Ada 52 komentar sampai saat ini..

DC Bank Mega Menagih ke Rumah Mertua dan Memaki-maki Mertua Saya

oleh Wilson Winata dibaca dalam: <1 menit
52