Hati-Hati Headline Keluhan Surat Pembaca Sudah 4 Kali Ganti Kartu karena Kebocoran Data, Saya Kena Tipu Rp4,9 Juta Lewat SMS Tukar Poin Mengatasnamakan UOB 21 Juli 202621 Juli 2026 Minarti Septiani 1 Komentar Call Center, Customer Service, Fraud, Kartu Kredit UOB, Keamanan kartu kredit, keamanan siber, kebocoran data, OTP, Pengembalian dana, Penipuan, Phishing, Rayan Plus, sanggahan transaksi, SMS penipuan, Transaksi Tidak Dikenali, UOB Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Kepada Yth. Redaksi Media Konsumen, Melalui surat pembaca ini, saya ingin menyampaikan keluhan mengenai ketidakamanan sistem pengamanan siber sekaligus permohonan penghapusan transaksi penipuan di kartu kredit UOB saya (nomor akhir 3696). Berikut adalah kronologi detail mengenai masalah tersebut: Pada tanggal 3 Juli 2026, saya menerima SMS notifikasi dari UOB berisi tautan yang menginformasikan bahwa poin reward saya sebanyak 31.250 akan kedaluwarsa pada tanggal tersebut. Saya tidak curiga karena SMS tersebut berasal dari pihak yang biasa mengirim kode OTP setiap kali saya bertransaksi menggunakan kartu kredit UOB. Ini adalah bentuk kelalaian fatal sistem keamanan bank karena bagaimana bisa pihak selain UOB mengirim SMS kepada nasabahnya atas nama UOB? Bersama ini saya lampirkan dokumen-dokumen pendukung. Setelah tautan tersebut saya klik, muncullah halaman yang menyatakan bahwa poin sejumlah 31.250 akan ditukar dengan cashback sebesar Rp3.125.000. Saya diminta memasukkan data-data berupa nomor kartu kredit, nomor HP, kode CVC, serta OTP yang dikirim. Karena tampilannya begitu meyakinkan, saya mengisi semua data yang diminta. Tidak lama setelah saya memasukkan kode OTP, saya menerima SMS notifikasi bahwa transaksi di Rayan Plus senilai SAR 1.003 (sekitar Rp4,9 juta) berhasil. Setelah sadar bahwa ini penipuan, saya segera menghubungi Call Center UOB (14008) untuk mengajukan sanggahan transaksi. CS UOB langsung memblokir kartu dan menginformasikan akan melakukan investigasi atas kasus ini. Selang lima hari kemudian, hasil investigasi dikirim ke email saya dan pihak UOB menyatakan bahwa transaksi tersebut menjadi tanggung jawab nasabah dengan alasan kode OTP telah diinput dengan benar. Alangkah kacaunya kalau semua bank dengan mudahnya melempar tanggung jawab kepada nasabah dengan alasan OTP seperti ini. Tidak bisakah dilakukan pelacakan mengapa hal semacam ini bisa terjadi? Nasabah akan selalu menjadi korban karena pihak bank cukup memberi jawaban semua sudah sesuai prosedur atau berdalih tidak pernah memberikan data nasabah, sementara segala kerugian yang ditimbulkan akibat kebocoran data harus ditanggung pihak nasabah. Apakah hanya seperti ini standar pelayanan bank sekelas UOB? Tanggal 14 Juli 2026, saya membalas email mereka dengan detail sebagai berikut: Tanggapan mereka: Mereka bersikukuh bahwa transaksi tersebut tetap menjadi tanggung jawab nasabah. Lucunya, pihak UOB mengatakan bahwa bank lain juga mengalami hal yang sama. Faktanya, selama 14 tahun saya menggunakan kartu kredit BCA, saya tidak pernah satu kali pun mengalami hal semacam ini. Dan perlu diketahui bahwa saya adalah nasabah pindahan dari Citibank dan selama kurang lebih sembilan tahun menjadi nasabah mereka, semuanya aman. Namun, sejak dialihkan ke UOB akhir tahun 2023 yang lalu, saya sudah beberapa kali menerima SMS OTP untuk transaksi yang tidak saya lakukan. Nominal transaksinya biasanya kurang dari Rp10 ribu, yang artinya pelaku hanya mengetes. Setiap kali menerima SMS OTP, saya menghubungi Call Center dan mereka memblokir serta mengirim kartu pengganti. Sejauh ini sudah dikirim kartu pengganti sebanyak empat kali. Pernah suatu waktu kartu pengganti belum sebulan saya terima, tiba-tiba saya kembali menerima SMS OTP untuk transaksi yang tidak saya lakukan. Yang mengherankan, dari mana pelaku bisa tahu detail kartu baru saya? Bahkan hal tersebut terjadi berulang kali. Kualitas keamanan Citibank dan UOB sungguh jauh berbeda. Melalui surat ini saya memohon itikad baik dari Bank UOB untuk menghapus tagihan transaksi penipuan tersebut dari lembar penagihan saya. Sebagai nasabah, saya merasa sistem keamanan Bank UOB masih sangat rentan terhadap praktik fraud semacam ini. Saya berharap ada penyelesaian yang adil bagi nasabah. Hormat saya, Minarti Jakarta Timur Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Donny G21 Juli 2026 - (15:23 WIB)Permalink Saya sudah tutup kartu UOB eks Citibank saya demi ketenangan pikiran. Pengalamannya sama seperti di atas, sering ada percobaan transaksi online dengan OTP, padahal kartu pengganti masih dalam amplop dan belum diaktifkan? Pertanyaannya, dari mana pelaku tahu detail seperti nomor kartu, CVC, dll, sementara pemiliknya saja belum buka amplop kartunya sama sekali. 🤔 1 Login untuk Membalas