Sudah 4 Kali Ganti Kartu karena Kebocoran Data, Saya Kena Tipu Rp4,9 Juta Lewat SMS Tukar Poin Mengatasnamakan UOB

Kepada Yth. Redaksi Media Konsumen,

Melalui surat pembaca ini, saya ingin menyampaikan keluhan mengenai ketidakamanan sistem pengamanan siber sekaligus permohonan penghapusan transaksi penipuan di kartu kredit UOB saya (nomor akhir 3696). Berikut adalah kronologi detail mengenai masalah tersebut:

Pada tanggal 3 Juli 2026, saya menerima SMS notifikasi dari UOB berisi tautan yang menginformasikan bahwa poin reward saya sebanyak 31.250 akan kedaluwarsa pada tanggal tersebut. Saya tidak curiga karena SMS tersebut berasal dari pihak yang biasa mengirim kode OTP setiap kali saya bertransaksi menggunakan kartu kredit UOB. Ini adalah bentuk kelalaian fatal sistem keamanan bank karena bagaimana bisa pihak selain UOB mengirim SMS kepada nasabahnya atas nama UOB?

Bersama ini saya lampirkan dokumen-dokumen pendukung.

Setelah tautan tersebut saya klik, muncullah halaman yang menyatakan bahwa poin sejumlah 31.250 akan ditukar dengan cashback sebesar Rp3.125.000. Saya diminta memasukkan data-data berupa nomor kartu kredit, nomor HP, kode CVC, serta OTP yang dikirim.

Karena tampilannya begitu meyakinkan, saya mengisi semua data yang diminta.

Tidak lama setelah saya memasukkan kode OTP, saya menerima SMS notifikasi bahwa transaksi di Rayan Plus senilai SAR 1.003 (sekitar Rp4,9 juta) berhasil.

Setelah sadar bahwa ini penipuan, saya segera menghubungi Call Center UOB (14008) untuk mengajukan sanggahan transaksi. CS UOB langsung memblokir kartu dan menginformasikan akan melakukan investigasi atas kasus ini.

Selang lima hari kemudian, hasil investigasi dikirim ke email saya dan pihak UOB menyatakan bahwa transaksi tersebut menjadi tanggung jawab nasabah dengan alasan kode OTP telah diinput dengan benar.

Alangkah kacaunya kalau semua bank dengan mudahnya melempar tanggung jawab kepada nasabah dengan alasan OTP seperti ini. Tidak bisakah dilakukan pelacakan mengapa hal semacam ini bisa terjadi?

Nasabah akan selalu menjadi korban karena pihak bank cukup memberi jawaban semua sudah sesuai prosedur atau berdalih tidak pernah memberikan data nasabah, sementara segala kerugian yang ditimbulkan akibat kebocoran data harus ditanggung pihak nasabah. Apakah hanya seperti ini standar pelayanan bank sekelas UOB?

Tanggal 14 Juli 2026, saya membalas email mereka dengan detail sebagai berikut:

Tanggapan mereka:

Mereka bersikukuh bahwa transaksi tersebut tetap menjadi tanggung jawab nasabah. Lucunya, pihak UOB mengatakan bahwa bank lain juga mengalami hal yang sama. Faktanya, selama 14 tahun saya menggunakan kartu kredit BCA, saya tidak pernah satu kali pun mengalami hal semacam ini.

Dan perlu diketahui bahwa saya adalah nasabah pindahan dari Citibank dan selama kurang lebih sembilan tahun menjadi nasabah mereka, semuanya aman. Namun, sejak dialihkan ke UOB akhir tahun 2023 yang lalu, saya sudah beberapa kali menerima SMS OTP untuk transaksi yang tidak saya lakukan. Nominal transaksinya biasanya kurang dari Rp10 ribu, yang artinya pelaku hanya mengetes.

Setiap kali menerima SMS OTP, saya menghubungi Call Center dan mereka memblokir serta mengirim kartu pengganti. Sejauh ini sudah dikirim kartu pengganti sebanyak empat kali. Pernah suatu waktu kartu pengganti belum sebulan saya terima, tiba-tiba saya kembali menerima SMS OTP untuk transaksi yang tidak saya lakukan.

Yang mengherankan, dari mana pelaku bisa tahu detail kartu baru saya? Bahkan hal tersebut terjadi berulang kali. Kualitas keamanan Citibank dan UOB sungguh jauh berbeda.

Melalui surat ini saya memohon itikad baik dari Bank UOB untuk menghapus tagihan transaksi penipuan tersebut dari lembar penagihan saya. Sebagai nasabah, saya merasa sistem keamanan Bank UOB masih sangat rentan terhadap praktik fraud semacam ini. Saya berharap ada penyelesaian yang adil bagi nasabah.

Hormat saya,

Minarti
Jakarta Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Tanggapan perihal “Sudah 4 Kali Ganti Kartu karena Kebocoran Data, Saya Kena Tipu Rp4,9 Juta Lewat SMS Tukar Poin Mengatasnamakan UOB”

No. 26/SK/CBRC/4500 Jakarta, 28 Juli 2026 Kepada Yth., Redaksi Surat Pembaca Mediakonsumen.com Perihal: Penjelasan atas Sanggahan Transaksi terkait SMS Penukaran...
Baca selengkapnya

8 komentar untuk “Sudah 4 Kali Ganti Kartu karena Kebocoran Data, Saya Kena Tipu Rp4,9 Juta Lewat SMS Tukar Poin Mengatasnamakan UOB

  • 21 Juli 2026 - (15:23 WIB)
    Permalink

    Saya sudah tutup kartu UOB eks Citibank saya demi ketenangan pikiran. Pengalamannya sama seperti di atas, sering ada percobaan transaksi online dengan OTP, padahal kartu pengganti masih dalam amplop dan belum diaktifkan? Pertanyaannya, dari mana pelaku tahu detail seperti nomor kartu, CVC, dll, sementara pemiliknya saja belum buka amplop kartunya sama sekali. 🤔

    • 26 Juli 2026 - (06:46 WIB)
      Permalink

      Lapor aja ke pengaduan OJK 157.kasus saya 2 tahun lalu lebih parah lagi saya tidak pernah mengajukan cc may bank dan bank mandiri tiba tiba ditagih debt collector ratusan juta.saya urus sampai 3 bulan saya klarifikasi ke bank tetap ditagih setelah lapor OJk baru di tindak lanjuti akhirnya selesai tagihan dihapus dan dapat surat permintaan maaf .cuma minta maaf padahal 3 bulan saya pusing ngurusnya. Setelah 2 tahun berlalu eh ada lagi wa tagihan may bank tapi bukan atas nama saya tapi atas nama org lain .jadi no hp saya dipake buat ajuin cc may bank dan danamon .ada ada saya perbankan indonesia ini

  • 22 Juli 2026 - (08:43 WIB)
    Permalink

    Seperti judul, empat kali kena tipu bukan berarti air bocor karena wadahnya bolong tapi bisa jadi pembawanya yang oleng. Teknologi SMS sudah usang sehingga sender tidak kredibel karena tidak menggunakan kredensial standar internasional. Percayakan SMS hanya untuk situasi darurat misalnya ketika kuota internet hangus. Dari pesan SMS-nya saja sudah terlihat kalau penerima diarahkan ke domain web yang bukan milik UOB. Apalagi ini tukar poin sampai minta CVC/CVV segala. Di menjelang jaman AI ini akal sehat semakin dibutuhkan, disamping pemahaman dan pengetahuan yang cukup.

  • 22 Juli 2026 - (09:57 WIB)
    Permalink

    Astaga.katanya sdh pengalaman 14 tahun pegang KK BCA. Kok gak sadar itu penipuan. Di SMS itu ada link yang dikirim. kok gak diliat. kalau ada link yg dikirim seperti itu bisa dipastikan itu penipuan. karna bank tdk pernah mengirim link di sms untuk diklik dan diisi data2 kartu kredit. Anda tertipu dgn tampilan dan logo UOB. padahal itu palsu. Jelas itu kelalaian saudara sendiri, bukan kesalahan bank

  • 22 Juli 2026 - (12:28 WIB)
    Permalink

    Masalahnya itu ada pada sms yang masuk dengan badan pesan yang sama juga dari UOB, tepat di bawah notifikasi lainnya saat kita lakukan transaksi. Beda cerita kalo itu dikirim dengan nomor di luar sms resmi. Jadi si UOB ini, sistem smsnya ya berhasil dihack juga sebenernya. Saya kaget kasus ini sudah dari setaunan lalu juga rupanya, bahkan korbannya ada juga yang sampe puluhan juta.

    Artinya, dalam kurun waktu itu mereka juga ga secanggih itu untuk lakukan perbaikan. Jangan bilang pesan sms sudah tidak kredibel, nyatanya bank saja masih kirimkan OTP yang segitu pentingnya ke sms juga. Nah ini tuh juga dikirim di sms yang sama seperti bank kirimkan OTP. Badan pesan yang sama dari sms resmi bank. Itu masalah utama, yang harusnya mereka bereskan.

    Sepertinya, saya harus bersiap bernasib sama, yang judulnya mau investigasi dulu. Sayang ya, kita ini nasabah yang cuma orang-orang kecil yang ga bisa buat viral. Coba ini kena sama orang penting yang berduit untuk bawa ini ke ranah hukum. Saya rasa mereka baru bisa belajar lewat kejadian itu. Puyengnya saat pihak bank ga punya itikad untuk nolong sih, dengan melihat track record nasabah itu selama ini bener atau ga pake kartu kreditnya dan bagaimana pola transaksinya. Seperti ga peduli lah intinya, kalo uda kejadian mah, “Salah lu sendiri.” Semua SOP aja lah responnya, macam robot. Siapalah kita? Mau tutup aja lah tar cc nya.

  • 22 Juli 2026 - (17:07 WIB)
    Permalink

    itu namanya sms bulk, ada aplikasinya, bs kirim sms dgn sendernya sesukanya. harusnya TS bisa lebih teliti. trs digiring ke situs penipuan, lagi2 tidak teliti krn situs nya aja abal2. dan sisanya kena perangkap penipu. Percuma masuk SP di MK sini, ga bakal bank UOB membatalkan.

  • 23 Juli 2026 - (17:25 WIB)
    Permalink

    Yang ngatur SMS masuk ke kelompok SMS di HP, bukan banknya, tapi Android (sistem operasi HP).
    Kelompok SMS ini disebut alphanumeric sender ID (misalnya: UOB, BCA, dll).
    Nama UOB di SMS itu, kayak nama folder di harddsik.

    Saat ada SMS masuk, si Android akan lihat No HP sender, jika ada alphanumeric sender ID,
    maka akan dimasukkan dalam kelompok ID yang sama.
    Jika sender tidak menggunakan alphanumeric ID, akan dimasukkan ke No. HP yang sama (jika sebelumnya sudah pernah kirim sms).

    Si penipu mengirim SMS menggunakan Layanan SMS/gateway (SMPP, web SMS API) supaya bisa menggunakan alphanumeric ID sender.
    ID yang mereka gunakan dalam kasus ini adalah UOB (bisa jadi mereka sering kirim pake ID BCA, dll).
    Android terima SMS dan memasukkan dalam kelompok ID yang sama.

    Banyak penipuan menggunakan cara ini.
    Jadi, gunakan SMS hanya untuk terima info dari Bank saja (seperti OTP).
    Aman, karena SMS tidak dibaca oleh si penipu.

    Yang bahaya, kalau kita klik link/tautan di SMS tsb.
    Karena bisa jadi Link yang masuk bukan dari Bank tapi pihak lain.
    Harapan si penipu, yang punya HP masuk ke website mereka.

    Jangan tergiur info Point, bonus, dll yang ada di SMS (walapun infonya ada di SMS Bank yang sering digunakan untuk OTP).
    Cari info bonus di aplikasi Banknya.
    Demikian…

  • 24 Agustus 2026 - (15:48 WIB)
    Permalink

    bank 1 ini emang bener nyusahin
    komplain buat tutup kartu kredit tanggal 14 Juli 2026
    gue call 2x, emang yang pertama putus. gue call lagi. sampe selesai itu call di bilang katanya gue tau2 gak konfirmasi penutupan dan jadi ada tagihan anual.

    brengsek bgt emang ini bank

    mana pernah di blokir sepihak rekening gue, sekarang mau nutup kartu kredit di persulit

 Apa Komentar Anda?

Ada 8 komentar sampai saat ini..

Sudah 4 Kali Ganti Kartu karena Kebocoran Data, Saya Kena Tipu Rp4,9 J…

oleh Minarti Septiani ⏱ waktu baca: 2 menit
8