Tanggapan Tanggapan perihal “Kekecewaan Program “Spend, Claim & Get” UOB: S&K Kontradiktif dan Penyesatan Istilah “Kode Unik”” 14 September 202614 September 2026 Redaksi 1 Komentar Bank UOB, Blibli, Customer complaint handling, Customer Service, e-Voucher, Hadiah promo, Klaim hadiah, Kode Unik, Kondisi layanan tidak sesuai informasi, Kuota Promo, misleading, Promo, Promosi, Syarat dan Ketentuan, Transparansi Informasi, UOB Indonesia, Voucher Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google No. 26/CPP/1012 Jakarta, 3 September 2026 Kepada Yth., Redaksi Surat Pembaca Mediakonsumen.com Perihal: Penjelasan atas Permasalahan Kode Unik, Keterbatasan Kuota Hadiah dan Mekanisme Pemberian Hadiah. Dengan hormat, Terima kasih atas perhatian mediakonsumen.com kepada PT Bank UOB Indonesia melalui surat pembaca yang disampaikan oleh Bapak Surya dengan judul “Kekecewaan Program “Spend, Claim & Get” UOB: S&K Kontradiktif dan Penyesatan Istilah “Kode Unik”” pada tanggal 31 Agustus 2026. Menanggapi surat pembaca tersebut, dengan ini kami informasikan bahwa kami telah menyampaikan penjelasan kepada Bapak Surya terkait dengan keluhan yang beliau alami. Kami sangat menghargai setiap keluhan yang disampaikan. Kami berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan demi peningkatan kualitas layanan perbankan yang sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Demikian kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Hormat kami, PT Bank UOB Indonesia Francisca S W Mulyanto CPP Head Catatan Redaksi: Tanggapan ini dikirimkan melalui email ke Redaksi Media Konsumen.
Surya14 September 2026 - (13:20 WIB)Permalink Saya menolak keras penjelasan tersebut karena sangat tidak masuk akal dan sengaja menghindari bukti pelanggaran utama. Manipulasi Logika “Kode Unik”: UOB berdalih bahwa “kode unik” merujuk pada jenis hadiah (satu kode khusus untuk Garmin, satu untuk Samsonite, dll). Logika ini sangat menyesatkan publik. Jika satu kode yang sama dibagikan kepada ribuan nasabah untuk diperebutkan secara adu cepat, secara harfiah itu adalah Kode Promo Massal, bukan “Kode Unik”. Menggunakan kata “unik” adalah bentuk false advertising yang menjebak nasabah. Menghindari Bukti Janji Palsu CS: UOB terus berlindung di balik alasan “kuota terbatas”, namun sengaja bungkam dan lepas tangan terhadap lampiran bukti chat yang sudah saya berikan. Staf representatif UOB bernama Martin secara eksplisit menjanjikan: “apabila stok hadiah sudah habis, UOB dan Blibli akan menggantinya dengan hadiah yang setipe dan harga yang sama”. UOB sama sekali tidak mau mempertanggungjawabkan janji fiktif yang diedukasikan stafnya sendiri. S&K yang Kontradiktif: S&K UOB sangat rancu. Poin 10 menyebutkan kode hangus jika kuota habis, namun Poin 11 menyebutkan jika stok habis akan diganti tipe barang. Kerancuan inilah yang membuat staf Anda sendiri menjanjikan penggantian barang saat saya bertanya. Login untuk Membalas