Ilustrasi Keluhan Surat Pembaca Kekecewaan Program “Spend, Claim & Get” UOB: S&K Kontradiktif dan Penyesatan Istilah “Kode Unik” 31 Agustus 202631 Agustus 2026 Surya Beri komentar Bank UOB, Blibli, Customer complaint handling, Customer Service, e-Voucher, Hadiah promo, Klaim hadiah, Kode Unik, Kondisi layanan tidak sesuai informasi, Kuota Promo, misleading, Promo, Promosi, Syarat dan Ketentuan, Transparansi Informasi, UOB Indonesia, Voucher Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Kepada Redaksi Media Konsumen dan Manajemen Bank UOB Indonesia, Melalui surat ini, saya ingin membagikan pengalaman sangat mengecewakan terkait program promo UOB “Spend, Claim & Get“. Setelah bersusah payah memenuhi syarat transaksi dan menerima email berisi e-voucher, saya gagal melakukan penukaran di platform Blibli dengan keterangan “reached the quota limit“. Ketika saya mengajukan komplain resmi, pihak UOB hanya berkelit berlindung di balik alasan “kuota terbatas” tanpa mau mengakui cacat edukasi, S&K yang kontradiktif, dan misinformasi yang mereka lakukan sendiri: 1. Penyesatan Istilah “Kode Unik” Secara Sistemik Sebelum hari penukaran, saya bertanya ke CS UOB via TMRW Chat apakah ini sistem “cepat-cepatan”. CS bernama Mar*** menjawab bahwa UOB mengirimkan “kode unik”. Fatalnya, saat saya komplain via email, tim resolusi UOB pun tetap membalas dengan menyebut ini “kode unik”. Logikanya, jika sebuah kode benar-benar “unik” (eksklusif per nasabah), mengapa pemegang kode unik tidak mendapat jaminan barang dan harus diadu cepat layaknya kode promo massal? Penggunaan istilah ini sangat menyesatkan (misleading) dan memberikan rasa aman palsu. 2. Syarat & Ketentuan (S&K) yang Kontradiktif Selain jawaban CS, S&K program UOB sendiri sangat membingungkan (rancu): Pada Poin 10 tertulis kode tidak berlaku jika “ketersediaan kuota (stock)” habis. Namun pada Poin 11 tertulis jika “ketersediaan (stock) hadiah” habis, maka akan diganti tipe/warna lain. Hal ini membuat CS Anda sendiri (saat saya chat) menjanjikan bahwa barang yang habis akan diganti, bukannya memperingatkan bahwa klaim bisa gagal karena quota limit. Saya meminta manajemen UOB untuk tidak mengabaikan fakta bahwa kerancuan komunikasi dari pihak Andalah yang menyebabkan nasabah gagal mendapatkan haknya. Jangan membuat program promo dengan bahasa marketing yang menjebak. Saya menuntut solusi kompensasi yang adil atas misinformasi ini. Terima kasih Media Konsumen. Surya Jakarta Utara Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.