Petugas Lion Air Persulit Penumpang Lansia Bawa Abu Jenazah, Minta Bayar Kursi Khusus Rp8 Juta

Pada tanggal 23 Agustus 2026, dua orang tante saya berangkat dari Bandara Kualanamu (KNO), Medan, dengan tujuan Bandara Soekarno-Hatta (CGK) menggunakan Lion Air.

Kedua tante saya melakukan check-in di counter Lion Air nomor 24 sekitar pukul 10.00 WIB. Petugas check-in wanita di counter tersebut menanyakan apa isi tas yang digendong oleh tante Kristinah (72 tahun). Tante Liana menjawab bahwa itu adalah abu jenazah suami tante Kristinah.

Petugas wanita itu mengatakan kepada tante saya bahwa ia wajib membeli satu tiket lagi seharga sekitar Rp1 juta. Tante saya pun bertanya untuk apa, dan petugas menjawab bahwa diperlukan satu tiket untuk abu jenazah. Setelah berdebat cukup lama, tante saya setuju membayar Rp1 juta. Namun petugas tersebut kemudian mengatakan biaya telah berubah menjadi sekitar Rp8 juta, karena harus membayar kursi khusus yang sangat spesial.

Tante Kristinah meminta tolong kepada petugas tersebut, tetapi petugas itu mengatakan bahwa karena tante Liana sudah menyebutkan isi tas tersebut adalah abu jenazah, ia tidak bisa membantu lagi dan tetap wajib membayar sekitar Rp8 juta. Petugas ini sengaja mengadu domba kedua tante saya.

Tante saya sempat menunjukkan informasi dari Google yang menyatakan bahwa membawa abu jenazah tidak menjadi masalah, tetapi petugas tersebut bersikukuh bahwa itu adalah ketentuan dan tidak takut bila masalah ini diangkat ke publik karena merasa tidak bersalah.

Tante saya hanya memiliki uang tunai sekitar Rp3 juta sehingga tidak sanggup membayar. Tante Liana akhirnya terbang terlebih dahulu, karena hingga pukul 11.30 WIB, petugas Lion Air tetap tidak memperbolehkan tante Kristinah melakukan check-in.

Tante Kristinah sempat berencana naik bus ke Jakarta. Namun kami mencoba bertanya ke Citilink, dan ternyata tidak ada masalah membawa abu jenazah. Tante Kristinah pun terpaksa membeli tiket baru. Mengingat kondisinya yang sudah tidak sanggup berjalan, petugas Citilink membantu dengan kursi roda.

Kami sudah berusaha menghubungi Lion Air, tapi karena hari Minggu, chat maupun telepon sulit dihubungi. Saya kemudian mencoba melaporkan kembali ke pihak Lion Air dan hanya diberikan nomor pelaporan tanpa ada balasan hingga saat ini.

Berikut poin-poin yang ingin saya sampaikan:

  1. Petugas Lion Air melakukan “penipuan” dengan mengatakan abu jenazah tidak diperbolehkan dan mengharuskan pembelian tiket prioritas khusus, padahal abu jenazah tersebut digendong dan tidak memerlukan kursi.
  2. Petugas Lion Air melakukan “pemerasan” sebesar lebih dari Rp8 juta dengan memanfaatkan kondisi tante saya yang sudah tua dan tidak mengetahui peraturan yang berlaku.
  3. Petugas Lion Air sengaja mengadu domba kedua tante saya, dan bukannya membantu lansia yang sudah kesulitan berjalan, malah memanfaatkan situasi untuk melakukan “penipuan”.
  4. Tidak ada rasa kemanusiaan dari petugas Lion Air tersebut, melihat kondisi tante saya yang sudah sangat tua dan susah berjalan, bukannya dibantu malah diperlakukan seperti itu.

Saya meminta tindakan tegas terhadap staf tersebut, permintaan maaf resmi, serta refund tiket tante saya.

Erlina
Medan, Sumatera Utara

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

7 komentar untuk “Petugas Lion Air Persulit Penumpang Lansia Bawa Abu Jenazah, Minta Bayar Kursi Khusus Rp8 Juta”

  • 2 September 2026 - (14:29 WIB)
    Permalink

    Kesempitan orang lain adalah kesempatan bagi orang-orang oportunis untuk mengambil keuntungan. Begitulah kira-kira mentalitas sebagian orang di negeri ini. ☹️

    • 3 September 2026 - (08:41 WIB)
      Permalink

      Sama saja, bagasi juga wajib bayar 8jtan, intinya melihat orang tua makanya dibodohi, teakhir ganti citilink semua lancar.

  • 3 September 2026 - (10:46 WIB)
    Permalink

    Besar harapan surat pembaca ini ditanggapi oleh petinggi atau manajemen Lion Air. Presedennya bisa buruk sekali. Supaya buktinya kuat, tantenya ada pendampingan dari yang muda-muda saat peristiwa tersebut kan?

    • 4 September 2026 - (13:38 WIB)
      Permalink

      tante tidak ada pendamping, tetapi ada saksi pegawai toko yang jualan kue di airport, sudah kita buat laporan ke lion air hingga 3 kali, sampai sekarang cuma balas dalam proses, seperti nya manajemen lion air memang sangat parah.

      • 4 September 2026 - (13:42 WIB)
        Permalink

        saat kejadian, orang tua juga tidak ada ribut dengan petugas lion air, cuma memelas minta bantuan, tetapi dari harga 1jtan, saat akan di bayar 1jt, malah berubah minta 8jtan.

 Apa Komentar Anda?

Ada 7 komentar sampai saat ini..

Petugas Lion Air Persulit Penumpang Lansia Bawa Abu Jenazah, Minta Bay…

oleh erlina erlina ⏱ waktu baca: 2 menit
7