Ilustrasi Hati-Hati Headline Keluhan Surat Pembaca Jadi Korban Phishing, Limit SPayLater Rp12 Juta Dikuras Penipu Lintas Pulau, Sanggahan Transaksi Ditolak Shopee 1 September 202624 September 2026 Natalia Lasma 19 Komentar Account Takeover, Akun Pengguna, APPK, APPK (Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen) OJK, APPK OJK, Customer complaint handling, Customer Service, Cybercrime, Data nasabah, data pelanggan, e-Commerce, Fintech, Fraud, Fraud Detection, IASC (Indonesia Anti Scam Center), Keamanan akun, kejahatan siber, KITAR, Kredit online, Kriminalitas, Laporan Kepolisian, Laporan Kriminalitas, Limit SPayLater, Marketplace, Mediasi Konsumen, Merchant QRIS, Modus Penipuan, money laundering, Offline Payment, OJK, One Time Password, Otoritas Jasa Keuangan, OTP, PayLater, Pembobolan akun, Pencucian Uang, Pengambilalihan Akun, Penipuan, Penipuan online, Penipuan via WhatsApp, Penyalahgunaan akun, Penyalahgunaan data, Personal Identification Number, Phishing, Pinjaman Online, Privasi data, PT Commerce Finance, QRIS, sanggahan transaksi, Satgas PASTI OJK, Scam, Shopee, Shopee SPayLater, ShopeePay, Social Engineering, SPayLater, Tagihan, Transaksi QRIS, Verifikasi Data, Whatsapp Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Kepada Redaksi Media Konsumen dan Manajemen PT Commerce Finance (SPayLater), Melalui surat terbuka ini, saya ingin mengekspresikan kekecewaan mendalam sekaligus menuntut keadilan atas penolakan sanggahan transaksi fraud/phishing yang saya alami pada layanan SPayLater. Saya menjadi korban manipulasi kejahatan siber yang mengakibatkan munculnya tagihan ilegal sebesar Rp12.015.000, pada tanggal 22 Agustus 2026. Bukti pembayaran Kronologi bermula pada pukul 22.10 WIB ketika saya dihubungi melalui WhatsApp oleh nomor 081256459252 yang mengaku sebagai pihak gudang. Pelaku mengabarkan bahwa paket saya hilang dan akan ada pihak Shopee yang mengonfirmasi pengembalian dana atau pengiriman ulang barang. Tidak lama kemudian, pukul 22.28 WIB, nomor 085138497705 menghubungi saya kembali, mengaku sebagai agen Shopee, dan mengirimkan sebuah tautan dengan alasan untuk “pemulihan akun”. Akibat kondisi psikologis yang dimanipulasi (social engineering), saya mengeklik tautan tersebut dan memasukkan nomor PIN. Dalam hitungan menit, akun saya diambil alih. Pada pukul 22.40 WIB, pelaku berhasil menguras limit SPayLater saya sebesar Rp12.015.000, untuk pembayaran di offline payment merchant KITAR. Malam itu juga saya langsung menghubungi customer service Shopee untuk memblokir akun agar kerugian saya tidak bertambah dan mengajukan sanggahan transaksi. Nomor tiket laporan ke SPayLater: 2091325819588182102. bukti penolakan sanggahan dari PT Commerce Finance Bukti Penolakan sanggahan Spaylater Namun, saya sangat kecewa karena PT Commerce Finance menolak sanggahan saya dengan dalih: “Akun SPayLater telah melalui proses validasi termasuk verifikasi kode OTP ke nomor terdaftar, tercatat adanya aktivitas transaksi/pengajuan yang dilakukan dengan perangkat yang sama dengan perangkat saat pendaftaran akun, dan verifikasi keamanan berupa penggunaan PIN sehingga transaksi dianggap valid di sistem.” Sementara yang terjadi adalah bahwa saya tidak pernah melakukan ataupun mengajukan transaksi tersebut, baik dengan perangkat maupun akun saya, dan saya sama sekali tidak menerima kode verifikasi OTP di nomor saya. Bagi saya, alasan ini sangat tidak adil dan menunjukkan lemahnya sistem perlindungan konsumen dari PT Commerce Finance karena mengabaikan dua anomali fatal: Anomali geografis lintas pulau. Saya berdomisili menetap di Pesawaran, Lampung, dan saat kejadian sedang berada di rumah. Bagaimana mungkin sistem meloloskan transaksi di merchant offline KITAR yang berlokasi di Jakarta dan sekitarnya pada pukul 22.40 WIB? Secara logika, tidak mungkin saya melakukan transaksi fisik offline lintas pulau dalam hitungan menit. Kelemahan keamanan finansial untuk limit besar. Transaksi senilai Rp12 juta adalah nominal yang sangat besar. Mengapa institusi keuangan sebesar PT Commerce Finance yang diawasi OJK meloloskan transaksi dengan dana sebesar itu di luar jam wajar tanpa adanya verifikasi ganda seperti verifikasi wajah (face recognition) atau OTP SMS tambahan? Mengapa sistem fraud detection mereka sama sekali tidak mendeteksi aktivitas mencurigakan ini? Saya telah resmi melaporkan tindak pidana siber ini ke Polres Pesawaran Polda Lampung dengan nomor laporan LP/B/277/VIII/2026/SPKT/POLRES PESAWARAN/POLDA LAMPUNG. Saya juga telah meneruskan laporan resmi ke OJK melalui Portal APPK 157. Melalui surat ini, saya mengetuk pintu kebijakan manajemen Shopee dan PT Commerce Finance untuk meninjau ulang kasus saya secara adil dan segera melakukan investigasi menyeluruh ke pihak merchant KITAR untuk menahan aliran dana tersebut. Sebagai konsumen yang tidak menikmati uang tersebut sepeser pun, saya meminta pihak Shopee membantu melakukan pemutihan atau penghapusan tagihan fraud sebesar Rp12.015.000, ini demi keadilan bagi konsumen yang menjadi korban kejahatan siber. Terima kasih kepada Media Konsumen yang telah menayangkan surat ini. Hormat saya, Natalia Pesawaran, Lampung Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Munzir Akbarwan1 September 2026 - (12:38 WIB)Permalink Anda jadi korban penipuan yg tidak anda sadari dg modus paket gagal dikirim anda percaya itu dari pihak ekspedisi dan shopee betulan yg menelepon anda menyuruh mengisi PIN. Selamat mempertanggungjawabkan kelalaian anda yg yg tidak amanah diberikan kepercayaan shopee (paylater) untuk menjaga keamanan akun anda. 3 Login untuk Membalas
Natalia LasmaPenulis artikel1 September 2026 - (14:23 WIB)Permalink Terima kasih atas tanggapannya. Saya tidak menyangkal bahwa saya memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan akun. Justru karena saya mengakui hal tersebut, saya melaporkan kejadian ini agar dapat ditindaklanjuti dan menjadi pembelajaran. Namun, menyebut korban sebagai pihak yang harus “mempertanggungjawabkan kelalaian” tidak menyelesaikan persoalan. Penipuan phishing merupakan modus yang memang dirancang untuk mengecoh korban dengan menyamar sebagai pihak yang dipercaya. Dalam kasus saya, yang perlu dibahas adalah kronologi kejadian, mekanisme terjadinya transaksi, serta bagaimana pihak penyedia layanan menangani transaksi yang timbul akibat penipuan tersebut. Saya menghargai kritik, tetapi akan lebih baik jika kritik disampaikan untuk membantu penyelesaian masalah, bukan dengan menyalahkan atau merendahkan korban. 2 Login untuk Membalas
ArifN1 September 2026 - (20:19 WIB)Permalink Jawaban komennya kayak pakai AI atau chatGPT atau semacamnya, 2 Login untuk Membalas
madman1 September 2026 - (15:59 WIB)Permalink Tidak ada sistem yang aman jika kuncinya masih dipegang manusia. Kuncinya bisa diambil atau digandakan karena kelalaian si pemegang kunci. Seperti peringatan di banyak tempat parkir, “harap di kunci ganda dan jangan tinggalkan karcis parkir dan barang berharga di dalam kendaraan. Kebod.. kelalaian anda bukan tanggung-jawab kami”. 0 2 Login untuk Membalas
Natalia LasmaPenulis artikel2 September 2026 - (09:02 WIB)Permalink Jika sudah dikunci ganda dan keamanan maksimal, Berarti tukang parkir tidak bekerja. Bukan begitu? 1 Login untuk Membalas
yoanafransisca1 September 2026 - (18:17 WIB)Permalink saya juga mengalami hal yang sama kak tanggal 28 Mei 2026. Jawaban shopee pun persis sama dengan yang saya terima. Saat ini saya sedang menunggu tanggapan shopee di portal appk ojk. Per tanggal hari ini status masih status keberatan dan belum ada solusi. Selain itu, saya juga sudah kirim via email ke shopee tapi jawabannya tetap sama (merupakan kelalaian pengguna). Menyebalkan memang aplikasi ini. padahal saya sudah melampirkan sp2hp juga 2 Login untuk Membalas
Natalia LasmaPenulis artikel2 September 2026 - (09:14 WIB)Permalink Jadi saya tidak sendiri.. Jadi dari Mei-September sudah 4 bulan, bagaimana terkait pembayarannya Kak? Karena Spaylater Saya hanya berjangka waktu 1 Bulan sampai tanggal 25 September ini. Semoga permasalahan Kita bisa segera selesai sesuai harapan Kak. 1 Login untuk Membalas
yoanafransisca2 September 2026 - (09:59 WIB)Permalink waktu sp2hp belum keluar saya sempat mencicil kak karena takut diteror DC. Tetapi setelah sp2hp keluar saya gak mau bayar lagi. Coba lapor ke appk ojk kak. Nanti klo sp2hp kakak keluar bisa jadi bukti tambahan. Semoga cepat beres ya kak 1 Login untuk Membalas
Natalia LasmaPenulis artikel2 September 2026 - (14:40 WIB)Permalink apakah setelah melampirkan SP2HP , dan cicil tidak dilanjutkan,, apa tindak lanjut dari pihak Shoppe Kak? apakah tetap diwajibkan membayar atau diteror DC? 1 Login untuk Membalas
Natalia LasmaPenulis artikel21 September 2026 - (08:55 WIB)Permalink Apakah sudah ada penyelesaian terkait masalah Kakak? sudah sampai mana penyelidikan berjalan Kak? Login untuk Membalas
yoanafransisca24 September 2026 - (18:58 WIB)Permalink klo pihak shopee tetap menuntut saya membayar kak, tapi aku gak mau bayar. lagipula aq udah dapat 2 sp2hp. malah yg terakhir tertulis polisi sedang menyelidiki penerima barang dan nomor rekening pelaku
Cecep Setiawan18 September 2026 - (02:20 WIB)Permalink Keberatan dari pihak ojk ? kalau saya di laporan iasc nya masih tahap verifikasi, saya juga telah upload sp2hp dari pihak kepolisian, kalau pihak spaylater dan merchant kitar malah saling lempar, padahal untuk mempermudah pelacakan aliran dananya digunakan untuk beli produk apa oleh para penipu dibutuhkan informasi transaksi offline paymentnya dari spaylater dan atau merchant kitar, tapi ga ada itikad baik dari mereka untuk memberikannnya kepada penyelidik yang menangangi kasus saya. 2 Login untuk Membalas
Natalia LasmaPenulis artikel21 September 2026 - (08:54 WIB)Permalink terimakasih Kak untuk responnya. Jadi Kakak juga korban scam Spaylater dan merchant Kitar? sudh terdapat bbrp korban dengan merchant ini.. saya juga sudah melapor ke IASC dan OJK 157. pihak Spaylater masih meminta perpanjangan waktu di Portal OJK. Untuk IASC juga sama, masih tahap verifikasi. Apakah permasalahan kita ini akan mendapat titik terang? Bahkan untuk penyelidikan kepolisian pun masih tidak bisa memberikan informasi terkait transaksi . Bagaimana dengan kita sebagai korban .. Login untuk Membalas
Cecep Setiawan21 September 2026 - (09:40 WIB)Permalink titik terang yang saya lihat itu kalau kasusnya viral, sebenarnya kasus ini pelacakannya tidak sulit, yang sulit itu birokrasinya, sebab pihak kepolisian baru tahap penyelidikan, kalau sudah tahap penyidikan mungkin baru boleh mereka keluarin surat resmi pembukaan data transaksi dan sprindik nya sebagai syarat formil, dimana pasti aliran dana ke merchant kitar harus diberi penjelasan dipakai beli produk apa, misal hp jelas ada imeinya, ya bisa dilacak, dan nomor hp si penipu pun sebenarnya bisa dilacak, asal ijinnya sudah keluar pas minta ke pihak operator seluler. polisi juga hati” agar tidak dilaporkan balik karena dianggap sewenang-wenang apalagi ada pihak spaylater ini dibawah kewenangan ojk juga. kalau soal penagihan, itu juga ga usah dihiraukan, sebab walau nomor wa blast dan nomor hp yang jumlah banyak suka spam nelpon mengaku dari pihak spaylater, banyak celah dimanfaatkan oleh penipu yang nyamar di situ juga, balik lagi sistem begini gampang cuci tangannya jika penagih berbuat kelewat batas. ya intinya ga usah bayar, karena yang wajib bayar itu penipunya. sebenarnya mereka kalau peduli sama nama baik mereka, mereka koperatif beri info yang bantu pihak kepolisian, sebab selain memperlambat, nanti kalau disangka tempat pencucian uang untuk nampung dana hasil tindak pidana, mereka yang rugi. Login untuk Membalas
Kevin2 September 2026 - (11:45 WIB)Permalink Istri saya pun korban seperti ini, dan transaksi juga dilakukan di merchant Kitar. Kejadian 12 Juli 2026 sekitar pukul 19.00. Jawaban email dari Shopee juga sama templatenya seperti itu. Sudah coba mendatangi PT. Commerce Finance di Sopo Del Tower tapi tidak ada yang bersedia menemui kami untuk berdiskusi, kami hanya dibiarkan menunggu di lobby lantai dasar, lalu dihubungi ke nomor hp, dan jawabannya hanya tetap bayar saja tagihannya tepat waktu. Sudah sangat banyak korban yang terkena case seperti ini. 2 Login untuk Membalas
Natalia LasmaPenulis artikel2 September 2026 - (14:33 WIB)Permalink Bisa dengan merchant yang sama “KITAR”. cukup terkejut. saya juga sudah berusaha berkomunikasi dengan merchant KITAR terkait transaksi baik melalui sosmed Igoy maupun wasap. tetapi jawabannya seperti tidak mau tau, tanpa mw melakukan penelusuran. padahal nominal 12 juta sangat besar bagi saya. lalu bagaimana penyelesaian masalahnya Kak? 1 Login untuk Membalas
Kevin2 September 2026 - (15:55 WIB)Permalink Sampai hari ini belum kami bayarkan sepeserpun.. Gak ada dana-nya juga. Yang sudah dilakukan adalah membuat laporan kepolisian dan email ke CS Shopee dan OJK. WA Blast Shopee mulai me-neror, bilang mau datang kunjungan ke alamat, saya persilahkan saja. Saya juga harap bisa ketemu, saya sudah berusaha datang ke kantornya, tapi pihak Shopee yang tidak mau bertemu. 1 Login untuk Membalas
Natalia LasmaPenulis artikel21 September 2026 - (08:41 WIB)Permalink Selamat siang Kak. jadi bagaimana kasusnya sekarang? apakah sudah ada penyelesaian ? bagaimana dengan WA blast shopee, apakah masih terus meneror? Login untuk Membalas
yoanafransisca24 September 2026 - (19:04 WIB)Permalink malam kak maaf baru buka akun ini lagi. kebetulan nomor yg kudaftarkan ke shopee gak ada wa nya kak karena aq trauma dengan penipuan itu akhirnya kuhapus wa nya. aku udah gak peduli ntar blast mau nagih juga silakan saja. klo dc mau datang juga kuanter sekalian dia ke polres tempat. mudah-mudahan aja blast gak chat kemana2