Kecewa dengan Home Delivery dari IKEA Indonesia Alam Sutera

Yth. Media Konsumen,

Saya kecewa dengan home delivery dari IKEA. Ketika saya membuat design lemari sendiri dengan petugas dari IKEA di dekat showcase Pax (lemari pakaian), saya bertanya tentang bagaimana deliverynya. Petugas memberitahu harganya Rp230.000 per 150 kg. Berikut diskusi saya dengan petugas IKEA:

Saya : kalau total pesanan saya berapa mas?
Petugas : nanti akan ketahuan ketika sudah selesai semua.
*setelah selesai semua*
Petugas : Totalnya 149 kg, jadi masih di tarif 230 ribu per kg.

Ok saya setuju. Petugas meminta alamat pengiriman, nama, nomer telp, dll. Saya langsung bayar ke kasir untuk pembelian PAX set dengan harga Rp7,8jt diluar harga home delivery dan pemasangan. Setelah membayar ke kasir saya pergi ke bagian home delivery. Berikut singkatan diskusi saya dengan petugas home delivery IKEA :

Petugas 2 : Pak ini deliverynya ke apartment ya, akan dikenakan extra charge 75ribu ya pak.
Saya : ok mba. mba bisa request ga untuk tanggal pengiriman?
Petugas 2 : karena pembelian mas hari ini (kamis) dan pengiriman ke apartment jadi kita jadwalkan di hari senin. jika mas meminta pemunduran pengantaran, kita akan kenakan charge 40rb per harinya untuk ongkos penitipan.
Saya : oh gitu, kalau untuk jamnya bisa dong saya request untuk pengantarannya jam berapa ?
Petugas 2 : tidak bisa mas, karena nanti tergantung tim planning dari kita dapet nya jam berapa. paling mas bisa konfirmasi aja telfon dulu jam 10 hari senin untuk mas bisa tahu barangnya akan dikirim jam berapa. Untuk pemasangan dan pengirimannya pada waktu yang sama.
Saya : oh gitu, jadi saya sudah terlanjur beli lemarinya, saya bayar pengiriman dan pemasangannya, tapi terserah dari pihak ikea dong ya untuk hari dan jam pengantarannya? Saya hari senin di kantor, jam 10 saya telp pengiriman tiba2 dia blg dikirim sekarang jg berarti saya harus pulang hari itu juga gitu? krn saya gaada pembantu yang tinggal disitu terus. namanya jg apartment jarang lah pake pembantu.
Petugas 2 : iya mas karena sudah peraturannya seperti itu.

Karena sudah terlanjur membayar lemarinya dan katanya kalau pasang sendiri garansinya bisa jadi tidak berlaku kalau ada kesalahan pemasangan jadi terpaksa saya setuju.

Saya : yaudah deh ok.

Petugas 2 : baik mas dapat diisi untuk form pengantarannya.
Saya : kan udah ada tuh di invoice untuk alamat pengantarannya.
Petugas 2 : iya tapi bapak harus isi form ini dulu pak.
Saya : ngapain tadi saya diatas ditanyain alamat pengantaran kalau disini saya disuruh isi lagi, yaudah mba aja yang isiin kan udah diketik jelas tuh di invoice sama masnya tadi diatas.
Petugas 2 : nggak bisa pak karena itu bukan tugas saya, bapak bisa isi sendiri pak.
Saya : oh gitu ya blagu banget ya mba begini aja repot.

Setelah selesai pengisian data saya disuruh duduk dan akan dipanggil lagi untuk pembayaran. Kemudian saya dipanggil.

Petugas 2 : Baik pak total biaya deliverynya 430ribu, dan biaya pemasangannya 8,5% dari harga barang sekitar 600ribuan.
Saya : lho kok 460 ribu, tadi saya diatas dibilang beratnya 149kg jadi harusnya masih 230ribu dong mba?
Petugas 2 : iya pak tapi berat itu adalah berat kotor jadi belum termasuk dengan packaging dan lain2nya pak.
Saya : oh gituu saya dibohongin dong ya berarti sama mas yang tadi diatas.

Untuk charge Rp75.000 saya setuju karena harus membawa naik barang ke atas dll. Tapi untuk tanggal pengiriman digeser dikenakan 40rb per hari menurut saya tidak masuk akal. Karena barang itu tidak saya beli juga tetap ada disana, sudah bagus ada yang mau beli kalo tau servicenya begini mungkin saya tidak akan beli lemari ini. Aneh juga jam pengantaran tidak bisa direquest, memangnya semua orang waktunya flexible ? Pelanggan mau membeli lemari di IKEA yang notabene harganya tidak murah jg harus cari uang kali. apalagi hari kerja, saya kan kerja posisinya. masa gara2 ikea doang saya jadi gak bisa punya planning di hari itu? setelah saya telp dan dapet jam pengiriman baru saya bisa ada acara lain? gak semua acara bisa dibuat mendadak kali. Yang paling kacau syarat dan ketentuan ini baru diberi tahu setelah saya membayar lemari tersebut (diluar ongkos pengiriman dan pemasangan karena pembayaran dilakukan 2x). udah gitu berat barang juga harusnya dikasih tau lah pas diatas, apa susah nya kasih training ke pegawai untuk bilang bahwa berat barang yang kita sebutkan adalah gross, jadi untuk perhitungan berat barang di home delivery bisa lebih berat dari berat yang disebutin diatas.

Untuk customer lain yang waktunya tidak fleksibel seperti saya, bisa ditanya lebih detail untuk syarat dan ketentuan home delivery nya ya. Baru pertama kali ini saya menemukan toko ternama yang syarat dan ketentuan home deliverynya seribet dan sekaku ini. Kejadian ini tadi malam sekitar jam 9 hari Kamis tanggal 2 Juni 2016. Jika ingin bukti invoice akan saya posting. Untuk orang internal IKEA juga bisa cek pembelian atas nama saya pada tanggal ini.

Semoga bisa jadi pelajaran buat konsumen lain, dan jadi kritik membangun untuk manajemen IKEA.
Terima kasih banyak MediaKonsumen.com

Lufthy Oreckel
Apartment Puri Park View
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai IKEA:
[Total:20    Rata-Rata: 1.8/5]
Penjelasan IKEA Indonesia atas Keluhan Bapak Lufthy

Kepada yth. Redaksi Media Konsumen. Dengan hormat, Sehubungan dengan Surat Pembaca yang dituliskan oleh Bapak Lufthy Oreckel pada tanggal 3...
Baca Selengkapnya

Loading...

Satu komentar untuk “Kecewa dengan Home Delivery dari IKEA Indonesia Alam Sutera

  • 6 Juni 2016 - (19:30 WIB)
    Permalink

    Saya juga baru mendapatkan masalah dengan IKEA atas barang rangka tidur yang patah dan IKEA hanya menuntut BAYAR BAYAR BAYAR atas service yang kita minta.

    Tergugah mengeluh juga ke mediakonsumen ini

 Apa Komentar Anda mengenai IKEA?

Ada 1 komentar sampai saat ini..

Kecewa dengan Home Delivery dari IKEA Indonesia Alam Sutera

oleh Lufthy Oreckel dibaca dalam: 3 min
1