Tips Aman Jemaah Haji selama Berada di Tanah Suci

Selamat menunaikan ibadah haji bagi seluruh jemaah haji Indonesia yang saat ini sedang bersiap melaksanakannya, baik yang sudah berada di tanah suci maupun yang masih berada di tanah air.

Ibadah haji tentunya merupakan impian semua umat Muslim. Dalam situasi kuota yang terbatas sekarang seseorang harus menunggu cukup lama untuk bisa mendapatkan giliran berangkat menunaikan ibadah haji. Tidak sedikit jamaah yang sudah berusia lanjut yang baru mendapat giliran, dan juga banyak di antara mereka yang baru pertama kali bepergian jauh bahkan sampai ke luar negeri. Karena itu para jemaah haji yang masih muda dan memiliki pengetahuan yang lebih baik agar turut menjaga rombongannya yang sudah berusia lanjut atau yang baru pertama kali bepergian jauh.

Selain menjaga kesehatan fisik dengan cara menjaga asupan makanan dan minuman yang cukup, membatasi untuk tidak melakukan kegiatan fisik yang berlebih terutama yang tidak berhubungan langsung dengan ibadah seperti kegiatan belanja, juga seyogyanya para jemaah haji menjaga keamanan diri dan rombongan dari hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan diri selama berada di tanah suci.

Ada beberapa hal yang menyangkut keamanan yang sering dikeluhkan oleh jemaah haji, juga berdasarkan pengalaman penulis. Beberapa hal berikut ini perlu diwaspadai oleh jemaah haji.

1. Jangan membawa barang berharga atau uang banyak
Dalam kondisi berdesak-desakan dengan ratusan ribu orang sulit menjaga barang berharga atau uang dalam jumlah banyak. Jangan sampai barang atau uang kita hilang entah karena itu terjatuh atau akibat ulah tangan jahil.

Bawalah uang seperlunya setiap kali keluar dari pemondokan. Jika harus membawa alat komunikasi handphone bawalah yang tidak terlalu mahal. Perhiasan sebaiknya tidak dipakai sama sekali.

2. Tahalul di Bukit Marwah
Setelah selesai mengerjakan sa’i di bukit Marwah ada banyak orang yang menawarkan bantuan untuk memotong sebagian rambut kita. Hati-hati banyak oknum yang menawarkan memotong rambut tetapi setelah itu akan memaksa meminta bayaran antara 10 sd 20 riyal bahkan lebih.

Sebaiknya membawa gunting lipat kecil dalam rombongan dan saling membantu memotong.

3. Kursi Roda
Jika memang ada rombongan terpaksa harus menggunakan kursi roda, sebaiknya ditanyakan dulu ke petugas haji Indonesia apakah bisa meminjam dari mua’sasah. Hati-hati tawaran kursi roda di dalam mesjid, banyak jemaah yang mengeluhkan mereka diminta tarif yang sangat tinggi bisa sampai 400 riyal dari biaya resmi sekitar 75 Riyal.

4. Tawaran mencium Hajar Aswad
Modus terbaru ini biasanya dilakukan oleh beberapa orang Indonesia yang bermukim di Tanah Suci. Biasanya mereka mencegat jemaah yang sedang tawaf dan menawarkan membantu untuk mencium hajar aswad. Dalam pelaksanaannya dua orang akan mengawal kita menembus kerumunan jemaah yang berdesakan di depan Hajar Aswad. Setelah kita berhasil mencium Hajar Aswad mereka akan meminta kita sejumlah uang “sedekah”, besarnya bisa bervariasi namun tak jarang jumlah yang diminta bisa tak masuk akal sampai 1000 riyal.

5. Berfoto di atas unta di Jabal Rahmah
Ini juga salah satu spot foto favorit jemaah haji Indonesia. Sebaiknya sebelum berfoto di sana tanyakan dulu oleh pembimbing Anda berapa tarifnya. Biasanya tarif normal sekitar 10-20 riyal namun jika tidak sepakat di awal banyak yang dipaksa tarif antara 50-100.

6. Pengemis bermodus pengungsi
Di sekitar Masjidil Haram atau Masjid Nabawi banyak orang yang mendekati kita lalu dengan bahasa Inggris pas-pas an mereka menceritakan kisah sedih mereka sebagai pengungsi Palestina atau sekarang Syria dan ujung-ujungnya meminta sumbangan dari kita. Diberi 10 Riyal biasanya mereka menolak dan memaksa minta minimum 100 Riyal.

Semoga dengan tetap berhati-hati selama menjalankan ibadah di tanah suci, semua jamaah bisa menjalankannya dengan aman, selamat dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur. Amin.

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Artikel ini:
 [Penilaian Rata-rata: 4.4]
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Tentang Penulis
Dadang Syahid  

Seorang konsumen dan peminat masalah konsumen. Memiliki harapan pemberdayaan konsumen khususnya dan warga negara Indonesia pada umumnya. Pernah menjadi praktisi pemasaran internasional di perusahaan swasta. Semua artikel dari akun ini adalah pengalaman, opini dan pandangan pribadi.

 Apa Komentar Anda?

Belum ada komentar.. Jadilah yang pertama!

Tips Aman Jemaah Haji selama Berada di Tanah Suci

Dadang Syahid 2 menit
0