Salam dari Pengguna Setiamu Wahai Taksi Blue Bird

Seminggu yang lalu saya mendapatkan pengalaman yang membuat saya kecewa dengan Blue Bird. Saya merupakan pengguna setia Blue Bird dikarenakan saya lebih suka instan daripada harus menunggu untuk order taksi online. Tepatnya pada tanggal 23 September 2016, pukul 17.35 kurang lebih. Ketika cuaca petang itu hujan deras mengguyur kota Jakarta. Saya menyetop taksi Blue Bird dari pinggir jalan Budi Kemulyaan antara Gedung Indosat dan Bank Indonesia.

Ketika naik, saya memberitahu ke pengemudi tujuan saya yaitu CENTRAL PARK Mall. Namun yang mengejutkan saya malah direspon dengan tidak baik oleh pengemudi tersebut. Pengemudi tersebut menolak saya dengan alasan malas karena macet dan saya pun disuruh turun mencari taksi lain. Saya bisa saja marah namun saya malah memohon ke pengemudi dengan bilang “Pak saya akan bayar walaupun macet karena hujan deras di luar.” Pengemudi tersebut tetap bersikeras tidak mau ke arah Central Park.

Kemudian saya pun mengalah turun. Sekitar kurang lebih hanya beberapa detik saya baru sadar handphone saya Samsung Galaxy S6 Edge tertinggal di taksi dan saya mencoba mengejar taxi tersebut walaupun hujan deras tetapi saya gagal mengejarnya. Saya coba pinjam handphone security di Indosat untuk menelpon handphone saya, 7 kali saya menelpon namun pada usaha yang ke 8, telepon saya di-reject.

Saya kemudian telepon ke layanan Blue Bird dan dibuatkan laporan untuk diproses dengan melengkapi data-data saya namun saya tidak mengingat nomor lambung taksi tersebut dan saya jelaskan bahwa kondisi saya baru naik kemudian diminta turun mencari taksi lain dan kondisi hujan deras dan kesal terhadap sikap driver membuat saya tidak sempat berpikir untuk mencatat nomor lambung taksi tersebut.

Setelah menunggu sekitar 1 jam, saya coba melacak lewat aplikasi “find my android” dan terdeteksi hp saya di daerah Kalibata kurang lebih pukul 20.00 WIB. Saya konfirmasi ke Blue Bird kembali meminta bantuan untuk dilacak di seputaran Kalibata. Upaya terakhir saya menelpon lagi ke handphone saya namun di-reject dan kemudian handphone saya sudah tidak aktif lagi.

Tanggal 24 sampai tanggal 25 September 2016, alhamdulillah saya BELUM mendapatkan berita mengenai keluhan saya hingga akhirnya pada hari Senin tanggal 26 September 2016 saya menelpon ke layanan Blue Bird dan mendapatkan jawaban bahwa pihak Blue Bird belum dapat informasi terkait keluhan saya.

Dengan kejadian tersebut saya cukup menderita baik kerugian materil maupun psikologi karena hal tersebut membuat saya trauma menggunakan Taksi Blue Bird.

Saya harap semoga handphone tersebut dapat memberikan kebahagiaan bagi sang pengemudi/pemilik barunya dan semoga hal tersebut menjadi pelajaran bagi saya dan pengguna setia taksi blue bird atau taksi argo konvensional agar lebih berhati hati menjaga barang pribadi karena walaupun memiliki brand image yang baik belum tentu pelayanannya juga baik.

Terakhir semoga BLUE BIRD dapat meningkatkan pelayanan dan kualitas pengemudi yang bagus, santun dan berakhlak baik.

Salam dari pengguna layanan Taksi Blue Bird

Ahmad Habibie Ismaciputra
Jakarta

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Taksi Blue Bird:
[Penilaian Rata-rata: 3]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Tentang Penulis
Ahmad Ismaciputra  

WNI pengguna jasa transportasi publik

3 komentar untuk “Salam dari Pengguna Setiamu Wahai Taksi Blue Bird

  • 2 Oktober 2016 - (19:03 WIB)
    Kalau supir taksi gk mau kena macet mending melamar jadi masinis kereta api saja, dijamin bebas macet!
    • 3 Oktober 2016 - (11:23 WIB)
      Luar biasa memang attitude drivernya,pantas demo besar kemarin seperti itu. Kalau sudah begini masih lebih enak taksi online karena data driver terlihat baik nama, foto, no tlp dan plat no kendaraan. sehingga lebih mudah mengusut driver nakal tanpa HARUS menginggat nomor lambung yang menurut saya tidak terlalu efektif.
  • 3 Oktober 2016 - (13:10 WIB)
    Benar Mas Ahmad, untuk memenangkan persaingan dgn taksi online seharusnya pelayanan yg ditingkatkan, bukan dgn menyuruh supir2nya demo

 Apa Komentar Anda mengenai Taksi Blue Bird?

Ada 3 komentar sampai saat ini..

Salam dari Pengguna Setiamu Wahai Taksi Blue Bird

Ahmad Ismaciputra 2 menit
3