Tanggapan Bank Mega Atas Surat Bapak/Ibu Viqi Ilma

Redaksi yang terhormat,

Sehubungan dengan surat Bapak/Ibu Viqi Ilma di mediakonsumen.com (12/11), “Ditagih Oleh Debt Collector Bank Mega yang Kasar”, karena keterbatasan data, kami berterima kasih apabila nasabah dapat menyampaikan keluhan secara tertulis melalui formulir pengaduan nasabah di alamat website kami : www.bankmega.com dengan disertai nomor telepon yang dapat kami hubungi.

Demikian kami sampaikan. Terima kasih atas perhatian dan kerja mediakonsumen.com untuk memuat tanggapan kami.

PT. Bank Mega, Tbk.
Kantor Pusat,

Christiana M. Damanik
Corporate Secretary

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:2    Rata-Rata: 2/5]
Ditagih oleh Debt Collector Bank Mega yang Kasar

Pada hari Jum’at tanggal 11 November 2016 saya dihubungi pihak debt collector Bank Mega. Karena saya ada masalah ekonomi, jadi...
Baca Selengkapnya

Loading...

2 komentar untuk “Tanggapan Bank Mega Atas Surat Bapak/Ibu Viqi Ilma

  • 16 Desember 2016 - (22:03 WIB)
    Permalink

    kami berbicara dengan akrab di suatu ruangan yang nyaman, di gedung yang megah,bau wangi semerbak parfum mahal dari Ibu saat berbincang tercium di seantero ruangan,teh hangat dan snack tersaji yaitu singkong coklat keju…hmmm…perpaduan tradisional dan barat,sementara saya menyantap singkong tsb,Ibu meninggalkan saya di ruangan tsb,derap langkahnya dari sepatu berhak sedang berkilat meninggalkan diri saya
    sesaat pintu terbuka sesosok lelaki dan beberapa orang berkelebat dibelakangnya,
    lelaki pertama berambut keriting dengan logat Indonesia timur berkata : “cukup,kembalikan yang kau pakai!!” tenggorokanku tercekat,singkong yang saya santap telah meluncur ke lambungku,siapa kau? tanyaku bergetar…
    “aku Jon dunner tak peduli bagaimana caranya kembalikan apa yg kau pakai,perusahaan ini bukan punya moyang kau!!!”
    kucium bau busuk dari mulutnya laksana sulfur neraka,dan kengerian menyergapku
    seluruh tulang dan sendi ku serasa terlolos dari tubuhku ,dia berteriak lagi : “oke,kalau aku belum cukup kau segani,masih banyak kawan kawanku menunggu kau dibelakangku” inikah akhir hidupku? menyesal sudah tidak bisa mengubah nasibku,sungguh terasa merasakan neraka saat berurusan dengan kolusi sistematis yang mengerikan seperti ini

 Apa Komentar Anda?

Ada 2 komentar sampai saat ini..

Tanggapan Bank Mega Atas Surat Bapak/Ibu Viqi Ilma

oleh Bank Mega dibaca dalam: <1 min
2