Ilustrasi Keluhan Surat Pembaca Shopee Membiarkan Penjualan Barang yang Diduga Palsu? 11 Agustus 202611 Agustus 2026 Johni Tjen Beri komentar Barang Palsu, Belanja Online, BPOM, BPOM RI, Customer complaint handling, Customer Service, Deskripsi produk, e-Commerce, Indikasi produk palsu, Jual beli online, Keamanan Konsumen, Kompensasi, Kondisi produk tidak sesuai informasi, Layanan Pelanggan, Makanan dan Minuman, Makanan dan minuman suplemen, Marketplace, Pengembalian dana, Produk Palsu, Rating penjual, Rating produk, Refund, Shopee, SOP, Standard Operating Procedures, Voucher, Voucher kompensasi Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Pada tanggal 26 Juli 2026, saya memesan susu whey protein merek ON di aplikasi Shopee dari salah satu toko “ID Optimum Nutrition Shop“. Di toko ini semua sudah terpasang logo sehingga terlihat seperti toko official. Pada tanggal 27 Juli, pesanan saya diterima. Dari penampakan saat diterima, semua kemasan terlihat normal. Namun, saya tidak langsung mengonsumsinya pada hari itu karena stok susu saya di kemasan lama masih tersisa sedikit. Pada tanggal 30 Juli malam, saya membuka kemasan susu yang sudah saya beli tersebut dan mengonsumsinya. Sebagai konsumen susu whey tersebut, saya kaget karena rasa susunya aneh, tidak seperti biasanya. Saya mencium lagi baunya dan saya yakin kalau barang ini entah rusak atau palsu. Saya komplain ke toko, tetapi jawabannya seperti bukan dijawab oleh orang Indonesia, lebih seperti terjemahan yang buruk dari translator ke dalam bahasa Indonesia. Saya segera komplain ke Shopee pada saat itu juga. Namun, setelah panjang lebar menyampaikan komplain, pengajuan saya ditolak dengan alasan uangnya sudah diteruskan ke penjual. Dari nilai barang sekitar Rp1 jutaan, saya hanya ditawari penggantian sebesar Rp350 ribu dalam bentuk voucher. Yang membuat saya semakin kecewa adalah ternyata komplain mengenai dugaan barang palsu di toko ini sudah banyak dan berlangsung sejak lama, tetapi tidak ditanggapi oleh Shopee, sehingga saya menjadi korban. Bahkan, pada hari saya menulis surat ini, toko tersebut masih belum ditutup dan masih ada korban baru yang menyampaikan komplain. Padahal beberapa hari sebelumnya saya sudah menanyakan mengapa toko tersebut masih dibiarkan beroperasi hingga terus memakan korban. Apakah memang sengaja ada pembiaran dari Shopee terhadap penjualan barang yang diduga palsu? Apakah Shopee tidak merasa perlu bertanggung jawab karena aplikasi telah melakukan pembiaran? Bagaimana jika ada korban jiwa akibat mengonsumsi barang palsu ini? Apakah Shopee juga hanya akan memberikan voucher promo untuk papan bunga duka cita? Johni Jakarta Barat Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.