Tanggapan perihal “Kekecewaan terhadap CIMB Niaga: Batas Waktu Lewat, Pengiriman Kartu Gagal Berulang Kali, & Jalan Buntu Tanpa Solusi untuk Nasabah Jarak Jauh”

No. 0724/SRT/CB/MBCX/CC/IX/2026 11 September 2026

Kepada Yth.:
Mediakonsumen.com
Up. Redaksi Surat Pembaca

Dengan hormat,

Sehubungan dengan surat Ibu Sutarmi yang berjudul “Kekecewaan terhadap CIMB Niaga: Batas Waktu Lewat, Pengiriman Kartu Gagal Berulang Kali, & Jalan Buntu Tanpa Solusi untuk Nasabah Jarak Jauh” (Mediakonsumen.com, 29 Agustus 2026), dengan ini kami sampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami Ibu Sutarmi.

Sebagai tindak lanjut dari keluhan tersebut, kami telah menyampaikan penjelasan kepada nasabah terkait penyelesaian permasalahan yang terjadi.

Dapat kami sampaikan juga bahwa untuk masukan dan keluhan atas pelayanan CIMB Niaga dapat menghubungi Layanan CIMB Niaga 14041 atau melalui email: 14041@cimbniaga.co.id.

Demikian kami sampaikan. Atas kerja sama dan dimuatnya tanggapan ini, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,

Hery Kurniawan
Corporate Communications Head
PT Bank CIMB Niaga Tbk
Jl. Jend Sudirman Kav. 58 Jakarta 12150 Indonesia
Telp. (021) 2505151, 2505252, 2505353

Catatan Redaksi: Tanggapan ini dikirimkan melalui email ke Redaksi Media Konsumen.
Kekecewaan terhadap CIMB Niaga: Batas Waktu Lewat, Pengiriman Kartu Gagal Berulang Kali, & Jalan Buntu Tanpa Solusi untuk Nasabah Jarak Jauh

Selamat siang Redaksi Media Konsumen dan Manajemen CIMB Niaga. Saya nasabah setia sejak tahun 2016 (eks Cabang Weleri, Kendal). Saya...
Baca selengkapnya

2 komentar untuk “Tanggapan perihal “Kekecewaan terhadap CIMB Niaga: Batas Waktu Lewat, Pengiriman Kartu Gagal Berulang Kali, & Jalan Buntu Tanpa Solusi untuk Nasabah Jarak Jauh””

  • 19 September 2026 - (10:55 WIB)
    Permalink

    TANGGAPAN BALASAN — 19 SEPTEMBER 2026

    Saya menyampaikan apresiasi atas tanggapan yang telah diberikan oleh PT Bank CIMB Niaga Tbk melalui Media Konsumen. Perbaikan data Tempat Lahir memang sudah selesai, namun hal tersebut hanya sebagian kecil dari keseluruhan permohonan saya. Permasalahan inti terkait Kartu Debit 7700, pengiriman kartu, dan penutupan kartu kredit sama sekali belum terselesaikan. Penjelasan yang disampaikan belum menjawab satu pun permasalahan utama, dan justru menegaskan kelalaian yang telah berlangsung lama:

    Menanggapi surat resmi CIMB Niaga No. 673/CXR-CC/IX/2026 tertanggal 11 September 2026 dari Bapak Hery Kurniawan (Corporate Communications Head PT Bank CIMB Niaga Tbk) yang diterbitkan melalui Media Konsumen pada 15 September 2026, berikut tanggapan lengkap saya:

    Tiket CRM CBGRE020926002884 (dibuka 03 September 2026, estimasi 14 hari kerja) — hingga kini belum ada kejelasan dan belum masuk penyelesaian.

     
    1. KLAIM PENGIRIMAN TANPA BUKTI — TIDAK BENAR

    Laporan CBGRE310826001619 — baru ditanggapi 08 September 2026 (sehari setelah jatuh tempo 07 September) saat saya menanyakan status, baru diklaim pengiriman sudah dilakukan. Padahal saya tidak pernah menerima kartu maupun nomor resi apa pun. Pihak bank menyatakan resi dikirim lewat notifikasi “Lacak Kartu”, namun notifikasi tersebut TIDAK PERNAH saya terima. Bagaimana bisa lembaga perbankan besar memberikan informasi demikian tanpa bukti nomor resi maupun konfirmasi pengiriman yang sah kepada nasabah?

    Email bank 11 September 2026 berisi file arsip terkompresi yang setelah diunduh terdeteksi berkas kosong 0 Byte, tidak dapat diekstrak maupun dibuka sama sekali. Baru dikirim ulang PDF pada 14 September 2026 — isinya hanya merujuk pada kartu OCTO Savers, yang bukan yang saya butuhkan. Jadi klaim pengiriman kartu Debit Utama 7700 sejak 07 September tersebut tidak benar dan tidak sesuai permintaan.

    2. KARTU DEBIT UTAMA AKHIRAN 7700 — BELUM DITERBITKAN, BERKALI-KALI DITOLAK

    Surat menyebutkan kartu ini “belum diajukan” — hal ini tidak benar. Dulu saya sudah mengajukan lewat OCTO App bersamaan dengan OCTO Savers. Namun pengajuan kartu 7700 beberapa kali tertolak sistem saat proses pengajuan. Hanya OCTO Savers yang berhasil diproses dan saya bayar — namun justru kartu itu pun gagal dikirim karena kesalahan alamat di sistem.

    Saya sudah berupaya memperbaiki data melalui hotline, OCTO Call, WhatsApp resmi, dan email berkali-kali — semuanya nihil, diabaikan, dan dipersulit. Perbaikan data yang tertunda berbulan-bulan membuat saya tidak bisa mengajukan ulang kartu 7700, karena sekalipun pengajuan berhasil, dipastikan akan gagal dikirim seperti OCTO Savers dan kartu kredit saya yang berkali-kali gagal terkirim.

    Kartu ini expired sejak Mei 2025 dan hingga kini belum diterbitkan — murni karena kelalaian perbaikan data yang diabaikan, bukan kelalaian saya. Sebagai kompensasi atas penelantaran perbaikan data, serta seluruh laporan permohonan kartu 7700 sejak Juni 2026 yang belum ada penyelesaian, saya menuntut penerbitan & pengiriman Kartu Debit Utama 7700 SECARA GRATIS.

    3. KARTU OCTO SAVERS — BUKAN PERMINTAAN UTAMA

    Laporan induk dan permohonan berkali-kali saya ajukan terkait Kartu Debit Utama 7700, namun justru yang dikirimkan adalah OCTO Savers — yang sama sekali bukan permintaan utama saya.

    Kartu ini baru saya terima pada 18 September 2026 — bukan permohonan utama saya. Biaya Rp30.000 sudah terpotong sejak 26 Mei 2025 padahal kartu tidak pernah sampai lebih dari 1 tahun. Saya tidak dapat mengaktifkannya karena berpotensi dikenakan biaya admin bulanan Rp17.000 yang berlaku jika saldo rata-rata di bawah Rp2.000.000 di akhir bulan. Selama lebih dari setahun keterlambatan pengiriman, biaya tersebut akan terakumulasi dan terpotong sekaligus — yang semuanya bukan tanggung jawab saya. Itulah makanya dalam permohonan utama saya, kartu ini tidak saya utamakan.

    4. BLOKIR OCTO CLICKS — KETENTUAN SALING MENGUNCI YANG TIDAK WAJAR

    Syarat pembukaan blokir mengharuskan kartu diterima dulu — padahal kartu tidak dikirim, sehingga tidak bisa membuka blokir, dan tidak bisa mengajukan kartu baru. Ketentuan ini saling mengunci dan tidak wajar. Salah satu harus dibuka duluan, bukan saling menghalangi. Saya butuh akses OCTO Clicks untuk memantau dan menggunakan rekening agar lebih fleksibel saat bepergian.

    5. KARTU KREDIT — MASTERCARD OCTO CARD (akhiran xx36)

    Wave n Go/Visa sudah dialihkan menjadi Mastercard — saya memahami hal tersebut. Meski disebut kartu digital, sistem justru mewajibkan kartu fisik diterima dulu untuk bisa diaktifkan — padahal fisik tidak pernah dikirimkan. Pengajuan diarahkan melalui OCTO App, namun ketentuan tersebut bertentangan dengan sistem itu sendiri.

    Permohonan saya sejak awal: Penutupan kartu xx36 & penerbitan kartu fisik dengan ketentuan BEBAS IURAN SEUMUR HIDUP SEPENUHNYA tanpa biaya tambahan. Biaya Rp10.000/bulan untuk fisik tidak dapat saya terima. Kartu lama saya akhiran 5219 dengan ketentuan bebas iuran seumur hidup terpaksa saya tutup karena 3 kali berturut-turut gagal dikirim. Mohon DITUTUP BERSIH kartu akhiran xx36 tanpa diaktifkan — tagihan sebelum pengalihan sudah terbayar lunas dan kartu ini tidak dapat digunakan sama sekali.

    KRONOLOGI PENUNDAAN BERULANG

    – 26 Juni 2026 — laporan ditutup sepihak sebelum batas waktu

    – 18 Agustus 2026 — lewat batas waktu tanpa kabar

    – 07 September 2026 — jatuh tempo, tidak ada kabar

    – 08 September 2026 — baru diklaim sudah dikirim setelah saya tanya

    – 10 September 2026 — dikirim OCTO Savers (bukan diminta)

    – 11 September 2026 — surat No.673/CXR-CC/IX/2026 dikirim + file arsip terkompresi, terdeteksi 0 Byte, tidak dapat dibuka saat diekstrak

    – 14 September 2026 — baru dikirim PDF setelah diminta ulang; Saya MENOLAK secara tegas isi tanggapan tersebut; kemudian Mas Ha**** mengirim balasan konfirmasi terkait kartu kredit

    – 15 September 2026 — saya kirim balasan akhir pukul 01:42 WIB; direspons Mas Gu*** pukul 01:47 WIB akan dikoordinasikan dengan Tim; tanggapan muncul di Media Konsumen

    Pada 14 September, Mas Ha**** menanyakan konfirmasi penutupan kartu kredit dan pengajuan fisik berbayar. Saya jawab secara ringkas dan tegas pada 15 September pukul 01:42 WIB — menegaskan permintaan kartu debit 7700 gratis, penutupan kartu kredit tanpa aktivasi, serta syarat kartu fisik bebas iuran seumur hidup. Balasan tersebut langsung direspons Mas Gu*** pukul 01:47 WIB akan dikoordinasikan — namun hingga kini belum ada eksekusi nyata.

    Kekecewaan saya sangat mendalam — sejak tahun 2016 menjadi nasabah setia dengan rekam jejak pembayaran yang selalu lancar, justru dihadapkan pada penelantaran layanan yang berlarut-larut tanpa solusi. Jika terus dipersulit, saya sudah pasrah dan tidak keberatan sama sekali. Mungkin memang sudah saatnya saya beralih ke layanan bank lain yang lebih menghargai nasabah — setelah simpanan berjangka saya jatuh tempo nanti. Keputusan akhir sepenuhnya tergantung pada pihak Bank.

    Semua pernyataan di atas didukung bukti tertulis lengkap — surat resmi No.673/CXR-CC/IX/2026, nomor tiket, riwayat DM X dengan Mas Ha**** & Mas Gu***, percakapan WhatsApp resmi, serta riwayat pengiriman kartu yang berulang kali gagal sejak lama. Jika diperlukan, bukti ini siap saya sampaikan ke Media Konsumen maupun OJK.

    Tanggapan ini terbuka untuk publik.

    SUTARMI — Kendal

  • 30 September 2026 - (22:21 WIB)
    Permalink

    UPDATE — KEPUTUSAN AKHIR DARI PIHAK BANK CIMB NIAGA
    NASKAH PENUTUP — 30 SEPTEMBER 2026

    Menanggapi surat keputusan akhir resmi tertulis yang disampaikan oleh Tim PT Bank CIMB Niaga Tbk (berdasarkan email konfirmasi lanjutan tanggal 28 September 2026), kini segala sesuatunya sudah jelas:

    Status Kartu Kredit
    Kartu kredit telah resmi ditutup per 24 September 2026. Seluruh kewajiban telah lunas tanpa tunggakan, sesuai dengan status transaksi saya yang memang senantiasa lancar sejak awal. Terima kasih atas penyelesaian di bagian ini.

    Dengan demikian, karena keputusan pihak bank sudah bulat dan tidak ada penyelesaian yang dapat diterima, keputusan saya selaku nasabah juga sudah tetap:

    Sebagai nasabah yang tinggal di daerah (Kendal), saya membutuhkan layanan yang praktis, menghargai penyelesaian masalah, serta memiliki akses kantor cabang yang mudah dijangkau secara langsung — tanpa harus bergantung pada layanan jarak jauh yang memakan waktu setahun lebih tanpa solusi konkret.

    Berikut hal-hal yang tidak terselesaikan:

    1. Pengabaian Perbaikan Data Lebih dari 1 Tahun & Tiga Laporan Berturut-turut Diabaikan

    Sejak kartu lama kedaluwarsa Mei 2025, perbaikan data terus terhambat. Kartu utama 7700 belum sempat saya ajukan karena selalu gagal diproses. Setelah perbaikan data sesuai KTP selesai, pada Juni 2026 melalui WA Resmi saya ajukan kembali — sebagai pengganti OCTO Savers yang tak kunjung tiba, sekaligus kompensasi atas keterlambatan perbaikan data. Namun laporan pengiriman kartu debit justru gagal dikirim tanpa nomor resi sama sekali. Hingga kini, hanya bagian data tempat lahir yang terselesaikan; pengajuan kartu utama 7700 sendiri belum diproses dengan benar.

    Tiga laporan berturut-turut pun tidak ditindaklanjuti: laporan Juni ditutup sepihak, laporan Agustus tanpa kabar sama sekali, dan laporan September diklaim sudah dikirim padahal belum diproses.

    2. Yang Dikirim Bukan Yang Diminta — Sebagai pengganti kartu OCTO Savers yang sudah saya bayar, saya memohonkan kartu utama 7700 sebagai gantinya. Bukan sekadar gratis, melainkan sebagai pengganti wajar atas layanan perbaikan data yang dipersulit sehingga kartu tidak kunjung tiba lebih dari setahun. Namun justru dikirimkan kembali kartu OCTO Savers — yang sudah lama saya kosongkan hingga tidak berguna lagi. Permohonan kartu utama tidak dipenuhi.

    3. Permohonan Kartu Kredit Pengganti Ditolak — Kartu fisik pengganti dengan ketentuan bebas iuran seumur hidup seperti kartu lama akhiran 5219 tidak dapat diakomodir. Padahal kartu lama terpaksa saya tutup karena 3 kali berturut-turut gagal dikirim.

    4. Saya nasabah setia lebih dari 10 tahun, pembayaran selalu tepat waktu, tidak pernah menunggak. Namun ketepatan dan kepercayaan ini tidak diperhatikan untuk dijadikan pertimbangan, permohonan tetap tidak dapat dipenuhi.

    Dengan berat hati sekaligus rasa kecewa, saya beralih sepenuhnya ke layanan bank lain setelah simpanan berjangka saya jatuh tempo Juni 2027 nanti. Sudah cukup lama saya menunggu dan berusaha, namun tetap tidak ada solusi yang memuaskan.

    Sejujurnya, selama lebih dari 10 tahun bersama CIMB Niaga saya merasa puas dan senang. Namun perjalanan panjang ini terpaksa berakhir demikian.

    Pernyataan ini saya sampaikan di Media Konsumen sebagai bentuk etika penutup serta terima kasih atas ruang dan perhatian yang telah diberikan.

    Terima kasih.

    SUTARMI — Kendal
    30 September 2026

 Apa Komentar Anda?

Ada 2 komentar sampai saat ini..

Tanggapan perihal “Kekecewaan terhadap CIMB Niaga: Batas Waktu L…

oleh Redaksi ⏱ waktu baca: 1 menit
2