Tanggapan Bank Mega atas Surat Ibu Retno Oktofia

Yth.Redaksi mediakonsumen.com

Sehubungan dengan surat Ibu Retno Oktofia di mediakonsumen.com (24/8) “Penagihan Hutang Bank Mega Tidak Baik dan Tidak Sopan”, bersama ini kami sampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami. Perlu kami informasikan juga bahwa telah terjadi kesepakatan dengan Pemegang kartu terkait penyelesaian tagihan kartu kredit Bank Mega.

Demikian kami sampaikan, terima kasih atas perhatian dan kerja sama mediakonsumen.com untuk memuat tanggapan kami.

PT. Bank Mega, Tbk.
Kantor Pusat,

Christiana M. Damanik
Corporate Secretary

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Tanggapan Bank Mega:
[Total:4    Rata-Rata: 2.8/5]
Penagihan Hutang Bank Mega Tidak Baik dan Tidak Sopan

Selamat pagi menjelang siang, Perkenalkan saya Retno, saya pemilik atau pemegang kartu kredit Bank Mega. sebelumnya memang saya dalam situasi...
Baca Selengkapnya

Loading...

87 komentar untuk “Tanggapan Bank Mega atas Surat Ibu Retno Oktofia

  • 23 September 2017 - (23:54 WIB)
    Permalink

    Saya pemegang kartu kredit carrefour dgn no kartu 489087005423XXXX dan kartu mega metro dgn no kartu 524261005207XxXX saya sangat kecewa dari cara penagihan dari bagian collection yg membuat saya di keluarkan dari tempat kerja saya…. Saya memang lagi dalam masalah keuangan yang blm bisa menyelesaikan pembayaran tagihan dari kedua kartu karena org tua saya lagi sakit di tambah lagi saya sdh ga bekerja yg di sebabkan karena peneroran yg di lakukan pada bagian collrction bank mega dan memaki pada teman2 kerja saya…. Saya akan membayar tapi saya ga sanggup tuk membayarnya dan mohon tuk di berikan potongan dari tagihan yg harus saya bayarkan…. Saya selama ini diam dgn tindak kasar dari pihak bank mega tp saya akan melaporkan ke polisi karena perbuatan yg tidak menyenangkan dari mereka pihak bank mega yg sdh membuat saya di pecat dr tmpt kerja saya

    • 25 September 2017 - (15:09 WIB)
      Permalink

      Astaga…kalo mba dpecat gitu gimana mau bayar… ??turut prihatin ya mb… Dimana tanggung jawab yg nagih tuh???.. Sampe2 org dipecat… Sama aja kan g bisa bayar smaa sekali….

      • 2 Oktober 2017 - (18:58 WIB)
        Permalink

        sanggupin aja nyicil 50rb/bln tanpa tambahan bunga, biar berhenti diteror sma dc. Yg penting sdh ada niat unt menyicil. mau lunas kapan…ya dijalanin aja. Klo ga bsa nyicil tiap bulan…ya 2bln sekali nyicilnya.

        • 2 Oktober 2017 - (22:47 WIB)
          Permalink

          Paling dibilang “memangnya ini Bang punya nenek kamu? Apa punya ibu kamu? HAAH?”
          atau “terserah mau bayar segitu, tapi kami tidak menjamin memberikan surat lunas dan menghentikan teror”
          Terangkanlah.. terangkanlah

          Basi banget.. ?

    • 25 September 2017 - (19:42 WIB)
      Permalink

      Kebangetan bank mega …. Apa memang bgtu cara kerja nya dc mega. Kan akhirnya lebih2 ga bs bayar ….. Cara kerja yg aneh.

    • 26 September 2017 - (09:29 WIB)
      Permalink

      mohon maaf kepada bapak atau ibu tri… semua manusia tidak mau mempunyai hutang, kita di sini korban dc bank mega bukannya tidak mau membayar hutang kepada bank MEGA, akan tetapi kita mau minta kebijaksanaan dari bank mega untuk mencicilnya.

      di mega ada cicilan, tapi di mark up dulu jumlah tagihannya,
      bukan kita merasa terjolimi… tetapi kita di tindas untuk keuntungan para dc..

      bukan kita tidak tahu… dc itu malah ada yang hidupnya lebih menderita dari pada kita, kita-kita sudah lihat ada yang anaknya baru lahir menderita jantung bocor… itu apa…. kasihan anaknya kan.. ulah bapanya yang nagih kita teriak2 seperti orang kesurupan,

      ingat di catat sekali lagi… bukan kita tidak mau bayar utang kita, tapi kita minta keringanan dan bersedia mencicil. tapi tidak dengan angka yang sudah di mark up…

      jangan karena anda di atas anda bisa seenaknya saya. semua pasti akan berbalik ke anda.

      jadi tolong kepada bank mega itu para dc di sekolahkan dahulu biar jadi sopan.. hanya bank mega yang tidak punya pri kemanusian. bank-bank lain bisa negosiasi kok… malah bisa memberikan solusi agar masalah kita selesai.
      bank mega hanya membuat kita makin menderita…

      ingat bukan kita tidak mau bayar utang, kita mau bayar…….

      jadi jangan kalau menagih membawa2 nama orang tua kita yang di kata-katain dengan kata-kata yang tidak sopan..

      semakin banyak korban kita mau melaporkan ke bi dan ojk… semua bukti2 sudah kita kumpulkan

      terima kasih… jadi tolong bank mega kalau merekrut dc yang berdasi jangan yang bertatoooo

      • 26 September 2017 - (21:00 WIB)
        Permalink

        Saya pun sering menggunakan kartu kredit, tapi saya tau kadar saya berapa yang saya harus keluarkan. bukan sembarang pakai. bukan Besar pasak daripada tiang. Saya bijak dalam memakai.

  • 25 September 2017 - (15:36 WIB)
    Permalink

    Waaahhh..parah niiihhhh dc mega!!!gimana mau bayar kalo udh gk kerja lg..makin sulit bayar lah!! PARAH..PARAAAHH!!!

  • 25 September 2017 - (15:51 WIB)
    Permalink

    Waduh, serem amad,, sama aja mematikan rejeki orang kl sampai dikeluarin dr kantor.Semoga dr pihak Bank nya punya hati nurani yaa teruta si dc,, hukum karma berlaku lah, mgkn ga akan menimpa di dc ini melainkan org2 terdekatnya,, tp bagusnya si dc ini yg kena karma.. Sabar mba,, berdoa aja, doa org terzolimi di kabulkan Tuhan Yang Maha Esa

  • 25 September 2017 - (16:18 WIB)
    Permalink

    Aamiin mba…. Biar mereka puas merek blm merasakan spt saya di perlakukan spt itu, di permalukan kayabegitu

  • 25 September 2017 - (16:20 WIB)
    Permalink

    Intinya Ibu” yang sering pakai kartu kredit, bijaklah dalam memakai. Jika berhutang ya lunasilah, bayar sesuai tempo, jangan nunggak. Berhutang itu berarti anda memulai masalah, penyelesaiannya adalah anda harus melunasi hutang tersebut. Banyak penagih hutang bertindak kasar karena yang berhutang menganggap hutangnya itu seperti angin lalu dan tidak penting. tidak mungkin ada asap kalau tidak ada api. Ada sebab pasti ada akibat. Yang berhutang janganlah selalu membela diri (merasa terzolimi dsb). Selesaikan dengan baik. Dari zaman dulu orang yang berhutang selalu membela diri. Kalau tidak mau ada masalah janganlah berhutang.

    • 25 September 2017 - (17:03 WIB)
      Permalink

      Ibu tri yg terhormat… Ibu mungkin saat ini msh ada di roda yg plg atas tp inget roda ga selalu berada di atas tp sewatu2 akn dibawah…. Nanti ada saatnya ibu akn spt kami…. Mudah2an Tuhan akn memberikan sakit sama anak atau suami ibu shg membutuhkan uang tuk biaya RS nanti ibu pasti akan merasakannya. Hukum karma berlaku bu tri…. Tuhan ga pernah tidur

      • 26 September 2017 - (20:40 WIB)
        Permalink

        waduh malah nyumpahin orang ^ ^. Luar biasa mbak yang satu ini. Saya cuma nasehati saja. Dari komentar anda kelihatan dan wajar kalau dept collector akan berlaku kasar ^ ^. sangat wajar. Semoga doa anda akan menjadi pedoman buat anda.

    • 25 September 2017 - (19:57 WIB)
      Permalink

      Untuk sodari tri. Dimana2 ga ada yang mau berhutang namanya juga sedang ditimpa musibah dan kesusahan. Bagaimana jika kesulitan dan kesusahan menimpa keluarga atau sodara2 anda apakah anda masih punya rasa empati.Apakah anda masih bilang mangkanya jangan berhutang. Kebanyakan yang berhutang pun belum bisa membayar karena tertimpa musibah dlm ekonomi tiba2 terpuruk keuangannya. Bukan karena sengaja pengen punya hutang ga bayar lalu kabur. Tidak perlu lah sampe membuat orang dipecat dr kerja. Sungguh keterlaluan. Tidak tau kah bahwa kerjaan anda juga beresiko ga berkah bu gitu2 yg terdzolimi hatinya Doa nya biasanya cepet terkabul.. Hayoo?!! Lagian Kalo ga kerja mau pake daun bayarnya? Silahkan aja buat yg berhutang dipecat2in lama2 juga tau sendiri akibatnya.. Image bank jelek ga ada lagi yg respect untuk pake kk tersebut. Besok2 saya bisa bilang ke ke temen2 arisan saya yg royal suka belanja pke kk itu “ibu2 jangan pake kk di bank tsb penagihannya kasar” pake bank ABCD aja deh mendingan.

      • 26 September 2017 - (20:41 WIB)
        Permalink

        Kebanyakan orang berhutang selalu membela diri ^ ^. Hutang adalah hutang. sampai mati pun anda itu dianggap berhutang. jika tidak mau masalah janganlah berhutang ^ ^. simpel. Tidak ada api kalau tidak ada asap ^ ^ hehehe.

  • 25 September 2017 - (19:28 WIB)
    Permalink

    itu yang mengaku tri paling paling terduga dc yang menyengsarakan anggota2 disini, kalau punya kk meja,hasilnya menyesakkan seperti ini,semoga perlakuanmu pada kami,dibalas oleh yang Kuasa,keadilan pasti datang dan pembalasanNya pasti pedih dari yang bisa dilakukan manusia,camkan itu

      • 26 September 2017 - (20:48 WIB)
        Permalink

        Amiiin ^ ^. untungnya anda bukan Tuhan. Tuhan itu bijaksana. Dia tau apa yang benar dan apa yang salah. 100% perfect. Kita harus merenung kenapa sesuatu hal terjadi dalam kehidupan kita ^ ^.

    • 26 September 2017 - (20:46 WIB)
      Permalink

      ^ ^ hehehe wow keren. seperti Tuhan saja menyumpah. Kumpulan orang” berhutang. Ingat Hutang adalah hutang. saya pun juga pernah behutang, tapi saya bisa bijak dalam menggunakan. yang meresahkan adalah orang berhutang tapi belaga bloon hehehe.

      • 17 Maret 2018 - (10:22 WIB)
        Permalink

        Yang terhormat Bpk. Tri Setiyo Harto.

        Masalah hutang memang membuat seseorang yang berhutang akan gelisah. Namun, bukan berarti orang yang berhutang tidak ingin beritikad baik dalam menyelesaikan hutangnya.

        Jika Anda diberikan kemampuan dan bijak dalam berhutang. Alhamdulillah.

        Karena, tidak semua orang memiliki hutang hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan.

        Sudah dijelaskan, pasca orang tua sakit dan membutuhkan biaya yang cukup besar, beliau menjadi kesulitan keuangan sehingga tidak bisa menyelesaikan hutangnya. Jadi, jangan disamakan dengan Anda yang sedang tidak mengalami hal tersebut. Pasti akan berbeda.

        Jika ingin memberikan komentar, maka lihatlah kondisi orang yang akan dikomentari. Melihat orang yang sedang kesulitan adalah dengan do’a.

        InsyaAllah, yang memiliki hutang dalam bentuk apapun di dunia ini. Kita bisa lunasi secara perlahan. Amin.

  • 25 September 2017 - (19:54 WIB)
    Permalink

    Wih bank meja parah banget sampai menghilangkan pekerjaan org,bagaimana org mau bayar pekerjaan saja dihilangkan,,mungkin cara bank meja menekan nasabah biar cepet bayar,,buat tri setiyo harto semua org juga gak mau terlilit hutang, bank kan punya aturan yg sudah diatur bi dalam menagih,,roda itu berputar mungkin anda lg diatas dan gak pernah berhubungan dgn bank meja/mungkin anda salah satu dc meja..

    • 25 September 2017 - (20:05 WIB)
      Permalink

      Saya rasa aturan bi pun ga dipake.
      Asal aja buktinya sampe bikin orang dipecat. Hiiy Madam ngerii banget.

  • 25 September 2017 - (20:02 WIB)
    Permalink

    Huuh Madam jadi ga respect.. apa2 an sih pake bikin orang dipecat segala. Jahat!!.. belum aja ya dilaporkan balik sama yg kerja di lingkungan tsb karena sudah mengganggu.

    • 26 September 2017 - (20:54 WIB)
      Permalink

      dipecat karena masalah dia sudah meresahkan kantor. makanya kantor pecat. intinya dia punya masalah, tapi masalah tersebut dia tidak selesaikan secara baik. Saya juga mengalami hal serupa didalam lingkup kantor. Biasanya orang yang berhutang malah suruh temannya berbohong, akhirnya kita yang tidak ada sangkut paut di caci maki sama dept collector. Intinya, bijaklah dalam memakai kartu kredit. Jangan besar pasak dari pada tiang.

  • 25 September 2017 - (20:10 WIB)
    Permalink

    mengapa kejahatan seperti ini didiamkan ya,melanggar peratutan BI,OJK, menteror pihak yang tidak berhutang ,menggelembungkan tagihan ,hiii ngeriii

  • 25 September 2017 - (20:47 WIB)
    Permalink

    Buat ibu retno smg diberi jalan keluar dr mslh yg di hadapi. Buat sdr/i tri setyo harto benar tidak ada asap kalau tidak ada api, mereka gak bs bayar krn musibah ekonomi mereka, slma ini mereka byr on time apa ada reward yg mereka terima?berpikirlah sebelum bicara, anda jg manusia biasa, tidak selamanya anda berada diatas, dan tak mungkin selamanya anda tidak punya hutang!!!!

    • 26 September 2017 - (20:58 WIB)
      Permalink

      Intinya kalau tidak mau masalah yang jangan berhutang, kenapa harus repot ? Lah tukang becak terhimpit ekonomi gak pakai kartu kredit bisa hidup. Gak pernah lihat yah anak” jalanan ? anak” yang mengais makanan dari sampah ? Ibu kalau mau bayar hutang mengharapkan reward ??? wow luar biasa banget. Saya pakai kartu kredit, bayar ya bayar saja. kok mengharapkan reward. Itu sudah kewajiban saya bayar tepat waktu, dari pada denda. Otak anda normal bu ?

      • 27 September 2017 - (08:29 WIB)
        Permalink

        makanya melek hukum broo!!!!baca noh peraturan BI tata cara nagih gimana?SITU BISA BACA KAGAAAKKKK!!!

        • 27 September 2017 - (12:26 WIB)
          Permalink

          Sampeyan emang lulusan hukum ? Kalau orangnya gak bisa ditagih, gimana cara tagihnya, coba saya tanya ? otak situ waras ? Saya sendiri dikantor sangat risih dengan orang yang berhutang, saban hari diteleponin, kita yang gak ada sangkut paut kena omel tukang tagih !!!. Waras sampeyan ? Kumpulan orang yang suka ngutang tapi membela diri. tidak mungkin ada asap kalau tidak ada api. Saya pemegang kartu kredit juga !!! tapi saya tau kapan harus bayar, saya tau batas pengeluaran saya !!!

  • 25 September 2017 - (21:04 WIB)
    Permalink

    Dc yg anarkis harusnya ditindak tegas, jgn semata mata menghalalkan sgla cara agar memdapatkn uang dg cara menganiaya nasabah yg kesusahan, sampai kehilangan kerjaan si nasabah itu. Demi pencapaian target, tertawa diatas penderitaan org lain,, ayo adukan dc yg brtindak anarkis ke ojk atau k bi, kita sbg nasabah hrs melek hukum juga , jgn mau di bodohi jumlah hutang kita yg suka di rubah2 sama dc

  • 25 September 2017 - (21:49 WIB)
    Permalink

    sesungguhnya yang saya tunggu itu bukti bukti yng valid,supaya bisa menjerat institusi yang bandel ini,benar sih sepandai2 nya bajing meloncat pasti terjatuh,jangan menari nari diatas penderitaan masyarakat, saya punya kartu tagihannya tidak jelas bisa membengkak melebihi plafon dan yang saya tanyakan di ojk apabila tagihan kk itu sudah masuk katagori macet,maka pihak bank tidak bisa membebankan biaya bunga ,sudah kita susah,sampai tagihan tidak terbayar,eh masih begitu teganya dibengkakakan tagihannya oleh dc sambil mengancam akan menghubungi kantor,referensi dll
    semoga penderitaan saya dibalikkan kepada orang orang yang hina tsb

  • 25 September 2017 - (22:07 WIB)
    Permalink

    Bpk/Ibu ,kalau boleh urun rembuk yaa,justru saya melihat mengapa ya hanya bank Mega yang dikomplain tanpa henti setiap bulannya ? dan setiap membaca tanggapannya seolah olah Ibu Christian m,damanik ini hanya copy paste koemn2 sebelumnya,waduh apa tidak ada penyelesaian yang riil atau sudah benar benar selesaikah urusannya atau masih diteror,ah jadi takut memakai kkk Mega,atau enaknya besok saya ballikkan saja ya .supaya tiada timbul masalah dikemudian hari

    • 29 September 2017 - (18:47 WIB)
      Permalink

      emang copas xixixixi capeklah dia balasin satu persatu pengaduan yang menggunung
      kalo belum jadi nasabah mending jangan kasus banyak banget nih numpuk di media konsumen. kalo udah jd nasabah mending tutup cuz daripada ketika anda kena musibah ekonomi diperlakukan layaknya rakjel hina
      good luck

  • 25 September 2017 - (23:01 WIB)
    Permalink

    Semakin tidak percaya dengan produk perbankan. Iming2nya saja yang menarik. Ujung2nya membawa pada jerat yang menyakitkan.

    • 27 September 2017 - (12:52 WIB)
      Permalink

      ya nggak usah pake bank. Repoot banget hidup lo ?, lu pake celengan ayam aja noh, atau celengan bambu ^ ^. Hidup lo kejerat sama bank ? karena elo berhutang. otak dibenerin yah ^ ^.

  • 26 September 2017 - (07:49 WIB)
    Permalink

    Apakah kartu kredit merupakan lahan yang becek , bagi perbankan untuk mendapatkan keuntungan ? Mengapa harus mempertaruhkan nama baik dengan cara menagih yang tidak manusiawi ?

  • 26 September 2017 - (10:01 WIB)
    Permalink

    Tolong ditindak untuk para dc yg mempermainkan nilai hutang dan menagih dengan kasar apalagi mereka yg menagih ke orang2 yg bukan targetnya!
    Semakin lama semakin meresahkan. Apalagi dc yg dipakai seperti tdak berpendidikan. Bekerja hanya berdasarkan target tanpa memiliki kemampuan komunikasi dan negosiasi yg baik. Apakah ini yg dinamakan manusia? Saya rasa instansi telah mengerdilkan kemampuan mereka (para dc) dari manusia menjadi derajat lebih rendah.

  • 26 September 2017 - (10:29 WIB)
    Permalink

    OJK dan BI sudah membuat aturan yg bagus. Namun Bank Mega entah mengapa mempunyai SOP yg aneh dlm menghandle nasabah NPL-nya. Jangan harap bank mega bs seperti Bank lain yg besar dan sukses kalau manajemennya seperti ini.

    Nasabah CC menunggak ada dua kemungkinan :
    1. dia sdg terguncang ekonominya atau
    2. memang fraud (kriminal)

    Jika bank bisa cerdas dlm menghandle nasabah yg sedang hancur ekonominya dgn cara yg bagus, simpatik, persuasif dan profesional, ketika hutang nasabah clear dan ekonomi nasabah tsb bagus kembali, bukan tidak mungkin ini adalah kesempatan bank dlm cross-selling, dia akan ambil produk bank yg lain, misalnya : tabungan, deposito, bahkan bank garansi jika dia punya perusahaan.

    Tapi jika bank tidak manusiawi dan menganggap nasabah NPL adalah sampah dan hewan yg pantas di maki2 dgn mulut sampah bagaikan para DC, nasabah akan melakukan counter dgn testimoni negatif ke org2 terdekatnya hingga ke komunitas yg lebih besar. Jangan berharap produk anda laku dijual walaupun anda meng-hire banyak SPG cantik mirip Raisa di pameran. Nggak akan laku.

    Spesial bu Tri Setyo Harto : Someday ketika lagi kesusahan, atau lagi kena penyakit, coba deh inget2 pas lagi maki2 nasabah 😀

  • 26 September 2017 - (10:43 WIB)
    Permalink

    Untuk para DC saya yakin anda juga mengenyam pendidikan yg baik. Dirumah memiliki keluarga dan orang terdekat yg senantiasa mendoakan dan kesuksesan dan keselamatan anda.
    Jangan hanya karna jumlah target yg harus dipenuhi sehingga menghilangkan akal sehat anda.
    Anda manusia bertindak dan berpikirlah seperti manusia. Anda bukan binatang yg dipelihara oleh instansi Bank yg harus bertindak tanpa berpikir.
    Anda juga berhak mendapatkan perlakuan seperti manusia. Kelayakan gaji dan upah, serta jaminan hukum dan jaminan kesehatan. Karna kerjaan anda beresiko terhadap penyakit stroke, hypertensi, radang tenggorokan, stress tingkat lanjut, bahkan gila.

    • 29 September 2017 - (18:49 WIB)
      Permalink

      99% kemungkinan gila krn bahasa yg digunakan saja udah bahasa animal kingdom. animal nya aja ga kayak gitu bahasanya wkwkwkwk
      100% hipertensi akut saban hari nyolotin nasabah nya dg bahasa animal kingdom tadi

  • 26 September 2017 - (22:24 WIB)
    Permalink

    Ya mudah2an tuk bapak tri yg terhormat semoga pekerjaan bpk lancar2 aja ya, semoga bpk bisa tetap bekerja tanpa di phk…dan semoga oomongan bpk ini di catat ma malaikat yg ada di kanan dan kiri bpk… Dan semoga org tua bpk ga sakit keras atau anakbpk n istri bpk ga ada yg sakit… Percaya suatu saatnanti pasti akn meninmpa bpk dan jgn sombong atas omongan bpk…. Dan asal bpk tau saya memakai kartu krefit berlebih krn saya hrs byr cicilan rumah sakit pake kartu kredit tuk pengobatan ibu saya… Biarlah omongan bpk tri akn di catat sana Allah SWT dan akn merasakan hal yg sama dgn kami… CAMKAN ITU BPK TRI YG TERHORMAT

    • 27 September 2017 - (12:31 WIB)
      Permalink

      Amiiin ^ ^ semoga mbak juga dilancarkan rejekinya untuk membayar hutang yah mbak. Dan bukan komplain karena ditagih. Tidak ada perkataan saya yang menyombongkan diri saya. Dari awal saya cuma menasehati kalau menggunakan kartu kredit itu harus bijak, dan hati”. Sakit sekarang bisa pakai BPJS. Anda berhutang buat bayar yang sakit ??? Sungguh aneh !. Doa mbak itu doa menyumpah supaya saya ada dalam posisi mbak ^ ^. Doa seperti itu adalah doa untuk anda sendiri. Perlu diketahui, saya juga pernah merasakan hidup saya sampai titik nol, dimana saya merasa Tuhan itu tidak ada. Tapi saya bangkit !. Emangnya sampeyan komplain karena hutangnya sendiri. Waras gak situ mbak ? Saran saya : Segera daftar BPJS !

  • 26 September 2017 - (22:25 WIB)
    Permalink

    LAPAK TERI GOSOK ARAK
    BAPAK TRI SOK BIJAK
    DAGANG SAJA MANGGA DUA
    BANG MEJA RAJA TEGA

  • 26 September 2017 - (22:46 WIB)
    Permalink

    Baca komenan tri yg panci kaleng bersembunyi di balik foto baby , terlihat jelas dia bela DC , profesi DC telah membutakan hatinya , yang dikomenin ibu ibu diatas soal pembengkakan tagihan , menagih bukan pada tempatnya , memaki , menteror , padahal semua melanggar aturan BI , benar tinggal tunggu waktu saja perlakuan dzolim DC untuk ditunggangbalikkan

    • 27 September 2017 - (12:18 WIB)
      Permalink

      wow itu anak saya kaleee, emang kenapa ? dari pada elo gak ada mukanya hahaha, komen tapi menyembunyikan identitas. Hutang adalah hutang boss ??? emang lo mau utang terus gak bayar ? Otak somplak. Elo gak baca kronologi makanya otak dibenerin.

  • 26 September 2017 - (22:52 WIB)
    Permalink

    Bapak TRI kalo ga mau punya masalah silahkan ke surga saja.. itupun kalo sampai, karna surga itu harus melalui jalan yg lurus. Bukan melalui jalan memaki-maki orang yg kesusahan.

    • 27 September 2017 - (12:20 WIB)
      Permalink

      Surga adalah tujuan akhir saya sebagai orang beriman ^ ^. Orang otak somplak seperti anda hanya bisa bicara. kapan saya ada memaki ? baca dari atas sampai bawah, yan gmemaki itu anda”lah orang yang berhutang. Aneeeeeh. Baca.

  • 26 September 2017 - (22:59 WIB)
    Permalink

    Jangan bangga dulu drngan keadaan kita yg sekarang… Bisa jadi besok,lusa atw dilain wKtu orang yang sekarang bangga akan kedudukannya malah kebalik 360 derajat.. Tuhan tidak tidur… Kita semua disini tidak akan berhutang kalo tidak kepepet.. Buktinya kita smua dsni uda lama menggunakan CC bkn sehari dua hari atw sebulan dua bulan.. Wktu lama kita tidak pernh telat membaya atwpun membayar minpay.. Tp karena keadaanlah yg membuat segalanya berubah…

  • 27 September 2017 - (08:36 WIB)
    Permalink

    Semua ditelpon g ada hasilnya , malah dipecat sama bang meja, masih disuruh gantiin pulsa
    Wkwkwk
    Komen diatas lucu2 ada Raisa , ada pantun
    Soal pantun kok g pas ya @antiparah grup saya betulin ya : Lapak teri gosok perak
    bapak Tri (mo)sok bijak
    dagang saja dua mangga
    Bang Meja Raja tega

    Tuh akhirannya lebih pas
    Wkwkwk

    • 27 September 2017 - (12:22 WIB)
      Permalink

      saya bukan sok bijak, saya pemegang kartu kredit, tapi saya tau batas ^ ^, bukan orang yang berhutang tapi komplain karena hutangnya sendiri. aneeeh ^ ^. Anda juga berhutang ? kalau tidak suka dengan sebuah bank ya ditutup aja repooot” amat.

      • 27 September 2017 - (13:52 WIB)
        Permalink

        Wkwkwk
        Ya sudaaah kalau g sok bijak ganti deh, mau sok bijak
        Wkwkwk rekam jejak Anda dimana mana komplain , nganggur bingitz , ibu2 rumah tangga di komenin ,
        Lelaki pengangguran atau komen via wi fi kantor
        Wkwkwk
        Btw , saya saat ini sdh tdk urusan dgn Mega lagi sesudah sy komplain di media ini , g punya tagihan pun dimunculkan , kalau tdk komplain di sini jg g beres
        Wkwkwk mau sok bijak malah apezzz
        Apa yang kau cari tri ?

        • 27 September 2017 - (14:04 WIB)
          Permalink

          ^ ^ saya tidak mencari apa-apa, kalau saya nganggur memang kenapa ? toh saya tidak punya hutang sama anda heheheh. Saya apezz ? apes kenapa yah ? Oh bagus doong klo sudah gak ada hutang, terus kenapa anda sewot sama saya ? padahal saya cuma kasih nasihat supaya bijak dalam menggunakan kartu kredit. hehehehe ^ ^.

  • 27 September 2017 - (10:27 WIB)
    Permalink

    Yerrr lah pecat je semua debt coll nakal ni
    Biar perusahaannyapun ditutup
    Saya je tak tahan dengan ulah mereka. Telepon-telepon sanak family saye, stalking-stalking media sosial. Ambil foto pribadi dan family. Sakit jiwa mereka semua tuu

  • 27 September 2017 - (13:10 WIB)
    Permalink

    Sekedar Sharing informasi saja,
    Penagihan dengan menggunakan jasa DC dilakukan oleh semua institusi Finansial, bukan hanya perbankan. Tetapi jika Institusi finansial sudah menyerahkan kuasa kepada DC untuk melakukan penagihan, itu dikarenakan Nasabah yang bersangkutan telah lalai, dan melakukan beberapa kali tunggakan terhadap kewajiban pembayaran, istilahnya, tagihannya telah berbunga hingga berbuah pun nasabah lalai atas kewajibannya, saat itulah jasa DC digunakan.
    Masalah DC mengganggu hingga membuat kita kehilangan pekerjaan, hal ini bisa kita komplain, karena namanya manusia, akan bergeming jika diganggu dgn represif, pedoman ini yang dipegang oleh DC.
    Untuk menghindari kita berurusan dengan DC, selesaikan kewajiban kita, karena tagihan memberikan keringanan dengan membayar minimal. Atau jika kita ingin melakukan cicilan, segera hubungi bagian KK.
    Harus disadari bunga pasti akan dikenakan kepada setiap pinjaman, bahkan dari institusi syariah, hanya menggunakan nama lain (Mudharobah..). OJK dan BI pun menginginkan masyarakat pintar dalam memilih jasa keuangannya, ” Teliti instrumennya, Kenali Risikonya…, dan Gunakan dengan Bijaksana”..

    • 27 September 2017 - (13:55 WIB)
      Permalink

      G apa mau nagih karena itu tugas mereka, yg saya tangkap /disesali ibu2 disini ialah penggelembungan tagihan, nagih diluar peraturan , mau Untung sendiri , ada unsur tipu2 dlm menagih dst

      • 27 September 2017 - (14:06 WIB)
        Permalink

        kalau yang ditagih gak bisa dihubungi ? gimana caranya nagih ? pengelembungan tagihan itu denda karena terlambat membayar. Lah anda punya kartu kredit waktu bikin memang gak tau tata cara membayar ? kayaknya otak anda sudah somplak ^ ^. Kalau gak mau urusan sama bank, jangan bikin kartu kredit. Susah banget hidup lo hahaha.

  • 27 September 2017 - (19:55 WIB)
    Permalink

    Yang susah itu Koko Tri , piknik lagi ke Bali , biar otak Koko yg somplak bisa beres , jual rantang , jual batik , jual sweater dulu ya ko , masih kurang ko ?

    • 28 September 2017 - (10:04 WIB)
      Permalink

      iya otak kalau sudah somplak ya seperti ini, nama gak jelas ^ ^, menyembunyikan identitas. namanya juga ngutang. takut ditagih wkwkwkwk. Gw mah gak usah berlibur cuy hahahah.

  • 27 September 2017 - (23:28 WIB)
    Permalink

    Kurang dapat jatah x dia dari pasangannya… Wkwkwkwk….
    Orang dsni cuma mengeluh tindakan DC yg uda keterlaluan… Malah itu bocah ikut ngmng… Haduhh….
    Bkany ngasih solusi yg bkin enak…

    • 28 September 2017 - (10:03 WIB)
      Permalink

      Elu kali yang bocah, Dept Collector hanya menjalankan tugas. Tugasnya dia nagih. Kalau orang gak bisa di tagih, dia akan cari segala cara untuk nagih. Makanya yang ngutang jangan menghindar. Dari awal saya ngomong, hati” dalam menggunakan kartu kredit. Solusinya dari yang si ngutang ya harus bayar bukan ngeluh disini gara-gara dept collector. otak dipakai.

  • 28 September 2017 - (10:04 WIB)
    Permalink

    Miris sama surat pembaca disini, rata2 paly victim, dia yg hutang dia yg ngerasa korban, emangnya itu bank ngegaji karyawannya pake daun ya?? Coba deh kalo berani buat surat pembaca di forum kaskus liat tanggapan pembaca disana gimana..

    Masalah kenapa kok bank mega sering bermasalah? Harusnya pertanyaannya kenapa ko yang ngutang di bank mega banyak macet bayar? Karena bank mega terlalu banyak kasih limit, contoh gaji 3 juta, dikasih limit sampe belasan juta, ini berakibat orang yg sebenernya hidupnya susah jadi sangat konsumtif, bayar perbulan cuma minimum dr tagihan, begitu bunga bertumpuk langsung kabur gak mampu bayar, di telfon bank selalu menghindar selama berbulan2, penagihan pun diserahin dr yg tadinya desk collector ke field collector, karena gak bisa dihubungin ujung2nya ditelfon lah kantor/referensi/keluarga dll, begitu ketauan sama dc langsung deh cari alesan ini itu, dan play victim pula..

    Semuanya pengen rescheduling dengan bayar recehan perbulan, minta hapus bunga segala, hadehh kalo semua kredit macet dan ujungnya seperti itu bank untung darimana? Lucu banget haha..

    Makannya kalau hidup anda2 semua para penunggak hutang mau bahagia dari awal udah ngerencanain keuangan, keluarga diikutkan asuransi/minimal bpjs, sediakan dana darurat minimal 6x pengeluaran bulanan, buat jaga2 kalo anda dipecat dr kantor, jangan pake kartu kredit untuk ngutang tp sebagai alat pembayaran, di indo kan rata2 cc buat ngutang, gaji cuma juta tdnya mau beli hp 2 jutaan, tapi karena punya cc limit 10 juta langsung beli hp harga 8 jt, begitu gak mampu bayar kaburrrrrrrr..

    • 28 September 2017 - (16:13 WIB)
      Permalink

      Wkwkwk semua bisnis ada resikonya bank penerbit KK jg sdh perhitungkan hal ini , KK sdh tdk memperhitungkan 5c , kalau nyocot soal plafon 10 terus buat beli hp 8 JT sdh out of content , persh sehebat apapun didunia Kalau kena suku bunga 3%perbulan juga kolaps, aplg perorangan,perbankan saja setiap tahun hanya untung max 5%,maka rajin2 lihat neraca ,dipikir dulu jgn asal koar , malu maluin , dibaca byk org

          • 29 September 2017 - (09:21 WIB)
            Permalink

            dari awal ente kagak nyambung. intinya elo mau sebuah bank dept collectornya nagih tapi gak kasar ? begitu bro ? wawasan elu biasa aje bro kalau gw bilang.

          • 2 Oktober 2017 - (15:08 WIB)
            Permalink

            Lo yang sekolah gobl*k biar pinter! Kalo udh tau cc itu bungannya tinggi knp pake apply, harusnya gak usah!! Pake buat bayar rumah sakit pula, gaya2an gak mau pake bpjs, di tagih masih baik2 kaburrrr, begitu di “teror” dc langsung memelas menganggap dirinya korban…

    • 4 Oktober 2017 - (07:12 WIB)
      Permalink

      @sansan Siapa yg byr RS blok? Siapa yg g punya BPJS blok ? Ngemeng pake otak , siapa yg play Victim blok? Dikasih tahu 5c saja kebingungan , neraca apalagi , anak SMA saja tahu , lu kejar paket a saja , penyelarasan SMP biar agak pinter , skrg kalau masih bingung jangan komen dulu , browse Sono atau mimik cucu dulu gosok gigi , cuci kaki terus minta dikeloni Mak lu

  • 28 September 2017 - (15:00 WIB)
    Permalink

    Ciee ada yg sok pahlawan disini , saya g ada tagihan di bang meja , yg otaknya somplak itu dilihat tu komen saya diatas, saya dulu sdh nutup KK, tiba2 muncul tagihan g jelas, kalau tdk nulis disini , g bakal selesai juga masalahnya , maklum piknik ke Bali sdh THN 2013 , itupun dibayarin kantornya

    • 29 September 2017 - (09:17 WIB)
      Permalink

      ^ ^ oooo ini orang searching di goolgle cari data. terus mau neror gitu. ckckcck. anggota sarachen jangan”. Gak takut gw bro ^ ^. Mau datangin preman ? mau teror silahkan monggo hahaha. ketahuan kualitas hidup lo kayak apa ! Situ ngiri gak pernah ke Bali ? lah kalau pundibayarin juga gak ngutang sama elo kenap lo sirik wkwkwk. aneh.

    • 29 September 2017 - (09:19 WIB)
      Permalink

      ya iyalah terus kenapa ? sirik ? kan gw kagak ngutang ? hahaha otak kerdil semua. Kenapa dengan dept Collector ? kalian sering di terror ? sejauh orang itu ada hutang ya pasti ditagih intinya begitu. Kalian mau tutup sebuah bank ?

  • 28 September 2017 - (18:05 WIB)
    Permalink

    ini lebih parah dari bang sebelah busyeet dah sampe dikeluarkan dan dipecat dari pekerjaan nya gara2 DC menteror. harusnya kan ada analisa yang lebih baik nasabah resiko dg kendala ekonomi beda donk dengan nasabah yang bener2 fraud alias maling.
    mereka bukan ga mau bayar, lagi kehilangan kemampuan membayar namanya musibah ? ya kan bukan maling dan fraud harusnya bisa di analisa dan beda perlakukan nya serta diberikan solusi yang real, solusi yg bisa membuat nasabah sehat kembali, bukan di up utangnya berlipat lipat ganda, diberikan paket cicilan yg gak masuk hitungan kemampuan nasabah saat itu.

    gimana ngarep nasabah bayar kl pekerjaan aja ga punya gara2 ulah dc dr bank ini. parahnya lagi hajat hidup org diputus ama bank ini. kebayang ga tuh kl kejadian ini menimpa dc yg saban hr nyumpahin org menteror sampe pagi, siang malam. tiba2 kehilangan pekerjaan nya, tagihan banyak, bayaran sekolah ga gratis, terus kpr rumah blm bayar, anak2 sakit ortu butuh biaya berobat dsb beuuh sakiit beud. terus br bs merasakan apa jd nya jika berada diposisi nasabah yg kena musibah financial.

    nasabah ga diberikan solusi yang fixed dan meringankan justru makin diteror dan dijerumuskan ga heran yang komplen segunung ckckckcck parahnya lagi ga ngerasa bersalah dengan metode penagihan macam mafia gitu padahal peraturan BI jelas2 ada. BI aja yg buat peraturan perbankan ga dianggap wkwkwkwk saking parahnya. Gak usah ada BI & OJK aja kali yaa…
    kayakya percuma aja bank bank sejenis ini bisa bebas melenggang tanpa bersalah padahal sudah memutus rejeki orang, nyumpahin orang, menteror, bikin orang tua jantungan sampe masuk ICU, nasabah udah meninggal aja masih di tagihin loh, luar biasa sekali
    kalo sampe ada nasabahnya depresi ga kuat terus bunuh diri baru kayaknya pemerintah langsung turun tangan deh.

    BI dan OJK diam saja apakah memang praktek semacam ini diperbolehkan ? bukankan RULE yg tercantum di BI dan OJK mengharamkan praktek2 semacam ini??

  • 29 September 2017 - (14:10 WIB)
    Permalink

    Nasib nasabah kecil kalau kredit macet harus tanggung jawab penuh… tapi kalau yg macet kelas konglemerat bisa dikasih segala macam fasilitas.. mulai dari reschedule pembayaran, restrukturisasi hutang, dana talangan seperti BLBI, diskon, sampai pemutihan hutang….

  • 29 September 2017 - (18:24 WIB)
    Permalink

    nah benar tuh atas gwe
    rakjel hanyalah rakjel bagi korporasi dan selamanya akan jadi rakjel
    bank ini bank sebelah sama2 melanggar etika BI gelontorin peraturan ber bab2 percuma saja perbankan nya pada melanggar semua.

    OJk & BI mampukah bertindak?? apakah harus ada suatu kasus besar yang viral gara2 ulah DC2 ini?
    musibah ekonomi bagi seseorang itu saja udah berat, ditambah dengan asupan harian teror, makian, ancaman, hinaan yg lebih parah dari binatang (yg menghina bukan manusia sehat rupanya, mungkin sejenis mahluk jadi jadian). untuk makan sehari2 aja susah apalagi mo bayar hutangnya yg hampir ga masuk akal sistem pencicilan dan penagihan nya hadeeh 2017 & bangsa ini semakin preman
    dengan semua asupan nutrisi teror harian yg diterima nasabah musibah ekonomi ini, iya kalo kuat kalo mental nya engga? kolaps, sakit bahkan bunuh diri semua yg terlibat didalam nya nanggung dosa nya broh.
    dan mejenglah berita di kolom2 viral “Nasabah Bunuh diri akibat diancam & diteror oleh DC bank ABC” baru deh semua pejabat petinggi2 pada turun tangan membersihkan diri adu opini, blaming victim dsb dll. nah siapa yang victim dan blaming victim sesungguhnya udah jelas jelas keliatan.
    setiap bank punya analisa resiko dan sudah ada sistem penjaminan resikonya masing2 tapiiiiii nasabahnya masih aja di genjet, diinjek nasib rakjel

  • 29 September 2017 - (19:18 WIB)
    Permalink

    Rakjelmah terima nasib aje.. kali ye..
    Tapi inget saja ya buat bapak2 ibuk2 yg berwenang. Meskipun sistem dibuat sedemikian rupa menyulitkan, kejam dan seakan tidak ada jalan keluar. Jangan bangga dulu sama sistem. u profit hari ini, u kolaps besok gada yg tau. Yg jelas fir’aun aja mati.

  • 2 Oktober 2017 - (16:31 WIB)
    Permalink

    komentar singkat, jelas dan padat dari @satya waskita… yang sulit untuk disanggah.

    “Nasib nasabah kecil kalau kredit macet harus tanggung jawab penuh… tapi kalau yg macet kelas konglemerat bisa dikasih segala macam fasilitas.. mulai dari reschedule pembayaran, restrukturisasi hutang, dana talangan seperti BLBI, diskon, sampai pemutihan hutang….

    Tentunya semua itu kembali lagi kepada yang namanya “kepentingan” ^_^ V Kepentingan bank atas konglomerat tentu berbeda, tidak demikian halnya kepada wong cilik (rakyat kecil).

  • 2 Oktober 2017 - (17:10 WIB)
    Permalink

    Hindari punya KK Bank Mega, jika sudah punya tutup saja! Bank ini sangat sadis dalam memperlakukan nasabah saat kredit kita bermasalah…

    • 2 Oktober 2017 - (18:37 WIB)
      Permalink

      bukan bank nya yg kejam kale, krn kk dikeluarkan oleh pihak kedua dan yg nagih jg pihak kedua.

  • 2 Oktober 2017 - (18:51 WIB)
    Permalink

    Bagus juga jika ada yg tulis artikel tips bijak pake kartu kredit… biar yg baru punya kartu kredit tdk terjebak hutang konsumtif

  • 2 Oktober 2017 - (21:54 WIB)
    Permalink

    Interest rate 3.5% sebulan. Keterlambatan 1 hari tetap dihitung 100rb. Anual fee 300rb. Plafon 5jt.
    Buat yg belom ngerti interest itu yg diijinkan hanya 1.5% sebulan. Tapi buat kk memang punya kebijakan sendiri, saya g ngerti knp bisa gt. Ada yg bisa jelaskan??
    Untuk keterlambatan/ denda jadi double punnishment sy rasa. Pertama ketika telat harus bayar denda dan kedua dikenakan interest. Dendanya terlalu mencekik. Jika dibandingkan leasing dendanya hanya 3000 rupiah sehari.
    Buat yg mengerti mohon pencerahannya. Terangkanlah.. terangkanlah

 Apa Komentar Anda mengenai Tanggapan Bank Mega?

Ada 87 komentar sampai saat ini..

Tanggapan Bank Mega atas Surat Ibu Retno Oktofia

oleh Bank Mega dibaca dalam: <1 min
87