Penagihan ‘Call Collection’ DBS Meresahkan

Saya memiliki KTA DBS dengan nomor (7701865373) dan singkat cerita, kondisi finansial saya semakin tidak menentu semenjak suami tidak bekerja secara penuh mulai dari tahun lalu sehingga mengakibatkan semua pemasukan atau pengeluaran dialihkan terlebih dahulu kepada saya.

Pada awal tahun 2017 merupakan masa yang paling berat buat saya sehingga mengakibatkan tertundanya pembayaran untuk Bank DBS tersebut. Walaupun kondisi tertunggak, namun sudah 3 bulan terakhir ini saya selalu usahakan untuk membayar paling tidak satu bulan terlebih dahulu. Terlebih lagi, saya sempat ke kantor DBS Pasar Minggu bulan September lalu karena staff call center (pria, yang kurang sopan juga) menyuruh saya untuk datang tapi ternyata bertemu dengan Bpk A** (beda dari yang menelepon) dan akhirnya saya berdiskusi dengan beliau agar yang menelepon lebih sopan lagi dan disaat itu juga saya minta dibantu solusi berupa keringanan cicilan. Namun ternyata tidak ada solusi lain selain pelunasan dengan diskon dan pada akhrnya saya melakukan pembayaran 1 bulan terlebih dahulu.

Minggu ini sudah 2 kali mengalami ketidaknyamanan oleh staf collection DBS an. Yessy. Awalnya dia menelepon ke kantor saya dan saya dengan sopan info ke ybs dan minta tolong untuk menghubungi saya via HP saja, namun dia menjawab dan bersikeras bilang sudah menghubungi saya ke hp tapi tidak ada jawaban (padahal sama sekali tidak ada miscall). Pada akhirnya dia telepon ke hp saya dan langsung marah-marah dan mempermasalahkan hal tersebut dengan cara yang sangat tidak sopan (dari awal sudah teriak-teriak) dan menyuruh saya untuk datang ke kantor DBS di Pasar Minggu untuk bertemu langsung dengan ybs.

Hari ini tepatnya pagi ini pukul 09.30 WIB, ybs menghubungi saya kembali. Awalnya ke nomor hp yang sudah saya angkat namun kemudian mati, tidak lama kemudian ybs menelpon ke kantor saya yang kebetulan diangkat oleh saya sendiri. Dari awal telpon sudah tidak sopan, terlebih lagi dia karena saya yang angkat dan terus mengancam saya untuk telepon terus ke kantor 5 menit sekali dan ternyata dia benar-benar melakukannya. Pada telepon kedua saya masih menanyakan kepada ybs kenapa tidak ke hp saja karena bisa mengganggu aktivitas kantor dan komplain dari orang kantor.

Ybs menambah lagi dengan ancaman ingin berbicara dengan atasan saya mengenai masalah hutang ini dan akan telepon lagi dan oleh karena saya tidak merasa nyaman dengan prilaku ybs, saya rekam pembicaraan tersebut. Tidak lama, ybs telepon kembali ke kantor dan diangkat oleh rekan kerja saya dan terbukti sudah sangat mengganggu karena teman saya sudah sopan menjawab namun masih diperlakukan buruk oleh ybs hingga teman saya meninggikan nada suaranya.

Saya sudah sampaikan pada bulan September lalu, kalau memang mau menagih, tolong dengan cara yang sopan karena saya masih MEMBAYAR selama 3 bulan terakhir. Apakah memang Bank DBS sendiri yang memperbolehkan mengganggu aktivitas kantor orang lain? Apakah cara ini memang sudah pada koridor penagihan menurut aturan BI? Yang saya permasalahkan disini adalah CARA PENAGIHAN / ETIKA PENAGIHAN. Kalau memang cara seperti ini (terus akan menelpon kantor) sudah sangat mempengaruhi kinerja saya bekerja, apalagi sampai menyebabkan saya kehilangan pekerjaan, apakah DBS mau bertanggung jawab?

Mohon diperhatikan kembali tata cara dan aturan penagihan yang sesuai aturan.

Lanny D. B.
Jakarta Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Call Collection DBS:
[Penilaian Rata-rata: 2.1]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

39 komentar untuk “Penagihan ‘Call Collection’ DBS Meresahkan

  • 17 November 2017 - (13:36 WIB)
    Wah wah wah, sama seperti tmn saya dikantor, sy sebagai HRD juga di ancam sm bank ini, mau mnta gaji teman sy d hold dl utk d byrkan ke bank ini, sy si ga ada hub, smpe ngancem mau dtgin org lapanagan ke kantor, yasudah sy terima tantangannya, kl beneran smpe ke kantor, sy adukan ke polisi, kbtulan kantor sy deket sama kantor polisi..sabar mba Lanny..
    • 17 November 2017 - (13:41 WIB)
      Wah, masukin aja mbak keluhan temennya disini, biar pada tau cara penagihannya spt itu, org namanya punya hutang pasti mau bayar tp kalau keadaan lg tdk memungkinkan ya terpaksa ditunda dulu
  • 22 November 2017 - (04:52 WIB)
    Ya semuanya juga ngeri kalo ngutang kagak bayar -_- lo kalo ngutangin orang trus kagak dibayar gimana? Bakal tetep sopan apa nagih terus? Mikir pake otak
    • 21 Desember 2017 - (11:53 WIB)
      coba kalo lo mikir, pernyataan itu harus konsisten walau di bolak balik, klu yg ngutangin itu bank, bukan lo, bank sdh tau jg resiko macet, dan punya aturan BI cara menangani kredit macet, klu dc nya secara pribadi menyalahi aturan pihak bank yg mempekerjakan jg bakal cuci tangan, tdk akan lindungi dc nya, baca aturan dari BI, dan KUHP coy!…kalau itu akan menjadi urusan pidana pribadi dc nya, Selain itu, jika seseorang secara melawan hak memaksa orang lain untuk melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu, dengan memakai kekerasan, atau dengan ancaman kekerasan, dapat dikenakan Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan atas pengaduan korban. Sesuai ketentuan ini, ancaman kekerasan (meski belum terjadi kekerasan) pun dapat dikenakan pasal 335 KUHP jika unsur adanya paksaan dan ancaman ini terpenuhi.

      Lebih jauh, jika ancaman tersebut melalui media elektronik, pelaku pengancaman dapat dikenakan pidana berdasarkan Pasal 29 jo Pasal 45 ayat (3) UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”):
      Pasal 29 UU ITE
      “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi.”
      Pasal 45 ayat (3) UU ITE
      “Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam pasal 29 dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 2000.000.000,00 (dua miliar rupiah).

      jadi klu nyuruh org mikir pake otak, lo sendiri udh mikir blom pake otak?, banyak2 cari informasi,… org yg blom bisa bayar hutang, blom tentu sengaja nga mau bayar, tapi klu nagih kayak preman, msh di lindungi negara dgn hukum dan UU yg berlaku, atau jangan2 lo dc nya?…, blom pernah denger dc di hakimi massa krn nagih spt preman???
      dc yg baik tidak akan nyalahi aturan, dan selalu memberikan solusi, ngerti nga?

  • 14 Desember 2017 - (08:01 WIB)
    Saya juga bingung sama bank DBS, saya juga ada KTA dan sedang bernasalah 3 minggu ini telat bayar dan memang benar collection nya sepertinya belum bisa menggunakan bahasa standarisasi indonesia dalam dunia perbankan, dan kemarin sempet hubungi bank DBS langsung via telepon menanyakan sisa pokok tagihan pihak CS bank bilang sudah tidak ada datanya, lalu saya tanyakan mengenai detail sisa hutang saya ada dimana? CS sepertinya kebingungan dan hanya bilang nanti kami kordinasikan dengam collection dan nanti saya akan dihubungi dalam 2 hari, hmmmmmm just sharing dulu saya juga pernah sempat bermasalah gagal bayar KTA HSBC karena sakit dan tidak bekerja namun detail data saya masih ada dibank loh, lalu saya diajak negosiasi dan akhirnya saya dikasih diskon sesuai dengan kemampuan saya dan berhasil terselesaikan. Makanya saya heran dengan DBS ketika saya meminta waktu untuk negosiasi mereka selalu bilang percuma dan percuma, dan setiap diminta detail sisa pokok hutang collection pun gak punya detailnya.
  • 18 Januari 2018 - (15:32 WIB)
    Saya baru saja di telepon oleh pihak dc bank DBS, orang itu mengancam akan ke kantor dan bilang ke bos saya, padahal saya sdh bayar 1 juta tinggal sisa 1,7 juta dan saya mohon untuk sabar karena memang saya gak punya uang lagi, apa dia ga mikir yah kalo sampai saya di pecat sama kantor boro-boro saya bisa bayar 1 juta per bulan, ada besar kemungkinan malah saya ga bisa bayar satu sen pun di DBS karena kehilangan pekerjaan, saya pun sudah menjelaskan saya single parent dan tulang punggung keluarga jadi saya mohon untuk di beri kelonggaran waktu atau di reschedule. Tapi sepertinya susah yah ? mohon info dong temen2.
  • 29 Januari 2018 - (14:26 WIB)
    bank dbs memang begitu….rata2 dc orang yang ga ada etika sama sekali,biarin disumpain aja yang kerja jadi debt colletor dbs biar uangnya ga berkah buat keluarganya,.,mati masuk neraka ,.aamiin
  • 12 Februari 2018 - (14:09 WIB)
    Betul sekali mbak, saya juga mengalami kesulitan financial, dan memohon keringanan untuk KTA saya yang perbulannya sangat besar. Tapi keringanan yang diberikan hanya harus bunga dan penalty dan harus di lunasi 8x. Untuk yang kesulitan keuangan seperti saya yang hanya mampu membayar sesuai kemampuan, sama seperti tidak ada solusi. Dan tidak ada negosiasi dari bank nya. Dan ironisnya, mereka mengatakan walaupun tindakan bagian penagihan mereka seperti preman, walaupun Ibu lapor polisi pun Ibu tidak akan menang.
  • 25 Februari 2018 - (09:38 WIB)
    Ibu rina ,
    Mohon info nya Saya juga baru telat bayar KTA 3 hari . . Karena memang saya baru keluar dari tmpat kerjaan dan suami saya juga tdk bekerja sehingga saya terpaksa menunda pembayaran KTA DBS nya , jika saya baca2 depko bank DBS kasar2 semua yaa .. gmna solusi yg baik pihak bank nya ..
  • 8 Maret 2018 - (13:51 WIB)
    klo ga kepepet jangan pinjem di DBS. saya pun kapok baru telat 7hri aja orang dbs tlpn marah dan ancem2.. mana denda keterlambatan 250rbu besar bngt.. tolong dong diperbaiki bank dbs nya cara menagih via tlpn hrs ada etika nya.. kecuali telat nya ber bulan2 wajar .. semoga ada rejeki untuk melunasi bank ini dan cukup kapok bunga besar tapi orang2 yg menagih kurang kurang ajar.. tidak seperti bank2 lain cukup tau buat bank ini..
  • 5 April 2018 - (10:00 WIB)
    Saya juga punya pengalaman dengan DBS, saya ada KTA yang masih berjalan sampai sekarang. Memang pembayaran ada kendala telat 1 bulan, tapi saya selalu membayar dibulan berikutnya dengan denda 250ribu, tadinya saya hanya membayar pokoknya saja dan denda minta diakumulasikan pada saat pelunasan, namun DC telp trus menerus sampai saya merasa terganggu untuk bekerja, kata mereka saya tidak membayar 2 bulan, dan dengan nada mengancam. Akhirnya, saya bayarkan pokok dan bunganya. Bulan ini saya sedikit kesulitan finance, karena suami ada pengurangan karyawan, DC telp ke HP saya terus menerus, karena dikantor saya tidak boleh menggunakan HP pada saat bekerja, dan akhirnya DC menelpon kantor saya. Pada saat itu saya sibuk sekali mengejar kerjaan yang deadline, RCP kantor saya bilang ke DC kalau saya tidak bisa diganggu, namun DC malah memaki-maki dan mengancam RCP kantor, dan meminta ingin berbicara dengan HRD atau atasan saya. Apakah sprti itu cara Bank DBS melayani nasabahnya? dan menyewa seorang preman untuk menagih? Saya masih ada itikad untuk membayarnya, terkecuali saya sudah tidak bayar 5 bulan, jika si DC berbicara dengan HRD atau atasan Saya, apakah DBS tidak memikirkan nasib nasabahnya? ini masalah personal tidak seharusnya DC mengadu dengan HRD/ atasan, jika Saya dipecat, bagaimana saya bisa membayar cicilan DBS? sehasurnya DBS bisa memikirkan sejauh itu. Jika sudah lunas, saya kapok dengan layanan dan KTA DBS.
    • 9 April 2018 - (18:40 WIB)
      Dear Ibu Ima, apa sudah ada kiriman surat penagihan ke alamat Ibu? Dan diminta dtg ke kantor?
      Krn saat ini sy sudah yg mengalami hal yg sama . Sampai surat penagihan itu dtg ke alamat saya dan hanya dikasih wkt 3 hr setelah surat ini sy terima .. Dan harus dilunasi sekian juta rupiah .
      • 9 April 2018 - (19:10 WIB)
        Dear Ibu Anne,

        Saya belum pernah dikirimkan surat penagihan seperti itu, cuma DC telp ke kantor terus menerus dan marah-marah dengan RCP kantor saya, saya juga agak takut dan mengancam akan datang ke kantor saya. Keesokan harinya DC telp lagi, minta dibayarkan 1 bulan saja dan harus dibayarkan hari itu juga.

      • 18 April 2018 - (15:59 WIB)
        Dear Ibu Anne, itu ibu dapet surat penagihan,sudah telat berapa bulan bu?karena saya juga sudah pernah thn lalu telat 3 bulan di maki2,lalu saya bayar lagi tiap bulan,lalu saya blm sanggup lagi lalu saya blm bayar2 lagi sudah 6 bulan ini,memang sih suka di telpon tapi saya tdk angkat2
  • 11 April 2018 - (00:46 WIB)
    Hari ini saya ditelfon org debt collector DBS yg sangat tidak beretika. Mmg sy akan menutup CC dari bank ini namun masi ada tagihan yg hrs sy lunasi kurang lebih 1 jt ditambah biaya tahunan yg menurut Customer service cukup diabaikan.
    Dr perbincangan awal sy menanggapi dengan amat sangat baik sampai akhirnya mba DB makin menjadi” dan sangat amat arogan bahkan saya sempat adu mulut karena jujur pelayanan bank ini sangat amat berbeda dengan bank lainnya.

    Sebagai masukan, mohon debt collector DBS untuk menjaga etikanya saat berbicara terutama kepada customer. (Sorry to say, seperti tidak berpendidikan)

    • 19 April 2018 - (04:19 WIB)
      Gak beda jauh dgn saya…saya jg ada keluhan dgn CC di DBS. Sblmnya waktu di anz pmbayaran saya lancar dan aman2. Tp begitu pindah ke DBS tagihan min payment saya jd 2x lipat lbh Dr bln sblmnya dgn total tagihan yg sama. Saya cb minta penjelasan dr pihak DBS..dan sll saja jawabannya Krn sistem di DBS berbeda dgn anz yg sblmnya. Hampir setiap hari saya hub cs dan disarankan untuk hub collection. Saya cb hub collection untuk mnta keringanan tp jawabannya blm ada program. Hampir setiap hr saya ditelp collection dan saya jelaskan knp sampai saat ini saya blm bayarkan Krn merasa keberatan dgn tagihan yg gak masuk akal. Dan itu sangat tdk fair. Sblm pindah ke DBS ada surat pemberitahuan ttg adanya akuisisi dr anz ke DBS dan saya sempet baca klo smua tagihan tdk ada perubahan dr yg sblmnya. Itu artinya perhitungan tagihan akan sama dgn bank ANZ. Tp kenyataannya beda sekali…tagihan sy jd 2x lipat lbh di min payment (yg sblmnya hy 3jutaan skrg jd 7juta lbh) gilaaaa bener…saya merasa tertipu sama DBS, dan jawaban mereka Krn ada overlimitnya dan di akumulasi kan dgn min payment 10%. Jelas gak fair dan merugikan klo spti itu caranya. Klo mau merubah sistem tlg dong diinfokan dl sm nasabah jgn seenaknya aja bikin aturan sendiri. Kita sm2 menguntungkan kok klo pihak bank nya fair. Sampai hr ini sy blm dihub lagi tp saya sdh mnta bantuan tmn pengacara untuk negosiasi. Semoga berhasil. Aamiinn
  • 25 April 2018 - (08:31 WIB)
    Kasus yg sama, sy sdh nunggak 5 bln. Padahal saya gak minta di disc. Sy minta di reschudele ulang utang saya. Karena posisi sy gak bekerja.mungkin ada yg bs kasih solusi.
      • 27 April 2018 - (16:36 WIB)
        Bukan di datangin lg om, malah saya di maki2. tp mau gmn lg saya gak punya uang untuk bayar. sy cuma minta di reschedule angsuran sy jd 1 jt. tp tenor di pajangin jd 36 bln. tp kata pihak DBS nya bilang? gak ada keringanan. sy sih pasrah aja mau lewat jalur apa saya ladenin. pasang badan pun saya siap. saya bukannya gak mau bayar? tp sy minta angsuran di turunin tp tenor dipanjangin.
  • 26 April 2018 - (22:19 WIB)
    Bapak/ibu yg terhormat karyawan dbs,,apakah pihak DC anda sudah ditraining menurut kode etik yg seharusnya berlaku??apakah DC itu harus berbicara kata2 yg tidak sopan dengan nada yg tinggi dan memaki2 nasabah yg telat bayar untuk cicilannya??tidak seharusnya seperti itu!apakah tidak bisa dengan bicara yg sopan dan mencari solusi baiknya seperti apa,bank anda sedang naik sekarang, jgn bersikap arogan kepada nasabah,tidak mau kan nasabah anda semua kecewa dengan pelayanan anda,dan pindah ke bank lain .DC anda seperti preman semua,mohon diperbaiki pelayanannya agar tidak meresahkan nasabah yg lainnya..semoga jajaran direksi bank DBS dapat membaca keluh kesah nasabah saat ini. Thx
  • 27 April 2018 - (22:58 WIB)
    Yg merasa diintimidasi, kumpulkan semua bukti lapor OJK dan merasa bisa melaporkan ke polisi yaitu perbuatan tidak menyenangkan, kita k ojk
  • 8 Mei 2018 - (15:18 WIB)
    Kadang pihak DC mungkin ga bisa mikir kali ya kalo terus2an di telp ke kantor nanti efek nya akan di pecat atau gimana jadi kan ga bisa bayar utang..niat para konsumen baik koq kalo masih angkat telpon (HP/rumah) dan minta reschedule ulang..itu artinya kita yang punya utang masih pada mau bayar bukannya kabur..setiap di tanya nama dengan siapa juga jawabnya “datang aja pak/bu ke kantor dbs pasar minggu ktmu dengan saya, saya kasih langsung id card saya” minta reschedule ulang pun di jawab tidak ada..kondisi bulan 1 sudah bayar 1,5 juta, dan bulan ke 2 blom di bayar,.kita bukan nya tidak mau membayar, kalau ada uang nya juga pasti kita tidak akan telat,,tapi nagihnya seakan2 udah 6 bulan ga bayar2 dan ga angkat2 telepon..sampai2 orang rumah juga ikut diancam..ini kerjaan DC??MIRIS SEKALEE..
  • 30 Mei 2018 - (12:04 WIB)
    ini parah sih Banknya. keterlaluan. jatuh tempo pinjaman tanggal 20 tapi tanggal belasan sudah di reminder, lucunya lagi di tanggal 17 dateng ke rumah dan nanya2 tetangga, itu belum jatuh tempo. pembayaran saya lancar kok di bulan2 sebelumnya, hanya tinggal 4 kali lagi. di bulan itu saya ada pembayaran untuk uang kuliah dulu dan memang harus dibayarkan karena saya sudah semester akhir, janji di akhir bulan ke debt collectornya, lah dia bersikeras harus dibayar sebelum jam makan siang. maksa. baru telat 11 hari, tapi nagihnya kaya ga dibayar 3 bulan, itupun di akhir bulan dibayar kok. denda juga dibayar, ga ngerti saya SOP bank ini seperti apa sampe nagihnya kaya kesetanan padahal notabene payment historynya bersih. complain ke customer service malah ttp memojokan juga, ya saya sadar saya lalai di bulan ini, tapi saya baru tau perbankan bisa kaya gini, rekan saya ada yg meminjam CIMB niaga bahkan sampai wanprestasi 3 bulan namun DCnya ngasih masukan untuk bisa membantu pelunasan, DBS telat 11 hari aja kaya apaan, 4 bulan lagi beres, ga pengen pake jasanya lagi, jahat banget banknya, bunga besar, SDMnya parah, SOPnya out of lines banget, denda keterlambatannya juga ngeri banget, nyesel saya. CIMB Niaga yang udah jadi bank besar aja ga gitu2 banget, ini DBS mah dana bantuan setan kali 🙁 bukan dana bantuan sahabat..
  • 21 Juni 2018 - (09:40 WIB)
    Saya nyesel bgt pernah ambil KTA Dbs, padahal bulan ini sudah lunas, saya minta penutupan dan surat pelunasan tapi yg ada sy tl[ cs msh blm bisa ditutup krn ada denda yg belum dibayarkan. Saya jd bingung padahal walaupun ada telat bayar saya selalu bayar beserta dendanya dan gak pernah sampai lewat bulan, sistem msh gantung 3 jutaan, karena saya merasa sudah bayar semua kewajiban saya dan tidak terima dengan perlakuan ini akhirnya cs meminta waktu untuk hitung secara manual, stlh dihitung menurut cs denda yg harus dibayar 1,75 jt dihitung sejak 3 tahun berjalan katanya ada yg kelwat bbrp hari kena denda 250rb, jadi saya ada 7x yg lewat jatuh tempo meskipun telat 2-3 hari.
    Karena saya gk mau ribut dan berlama2 dan ingin segera tutup saya bayarkan denda 1,75 juta dan sekarang ini saya minta surat lunas masih saja dipersulit dan blgnya cs tagihan saya sudah dipindahkan ke bagian collection.
    Bener2 mengerjai saya diblgnya data saya sdh tdk ada krn sdh dipindahkan ke collection. Ada apalagi nti collection mau minta apa lagi sama saya, Saya hanya ingin tutup dan minta surat lunas. Bank ini benar2 memeras saya bunga dan denda2 yg tidak jelas, sistem mereka kacau bangat.
    Bagaimana solusinya saya harus mendapatkan surat lunas itu, saya mesti lapor ke siapa krn saya tlp cs cm dilempar2 kaya bola pimpong, saya tau ini ada maksud nti collection akan menagih dengan data yg tidak akurat walaupun belum dihubungi , tapi saya sudah diremehkan penagihan dialihkan ke collection, seperti menunggak bbrp bulan. ini saya sudah LUNAS! tapi kenapa diperlakukannya dipersulit seperti ini.
    Tolong bagi temen2 disini mungkin ada yg bisa bantu saya harus adukan ke siapa?
  • 3 Juli 2018 - (11:54 WIB)
    Bank DBS sangat merugikan nasabah saya sama dengan Mbak selvi sudah lunas dari bulan May tapi sampai sekarang surat keterangan sudah lunas tidak juga di berikan dengan alasan pinjaman saya belum di tutup oleh pihak collection.
    Dari pihak collection a/n Frenklin bilang sudah di tutup dari Bulan May saya lunaskan tlpke CS DBS masih belum sampai 1 bulan diinfokan dibuatkan laporan tapi tidak ada kejelasaan.
    Sangat merugikan orang barusan saya tlp collection bilangnya akan di proses ulang lagi besok di infokan lagi.
    Saat masih ada hutang di kejar seperti orang akan kabur,saat nasabah melunaskan hak nya surat lunas tidak di selesaikan.

    Ingat jangan sampai hal ini menjadi masalah bagi DBS karena hak orang di permainkan.

  • 5 Juli 2018 - (11:45 WIB)
    Saya juga ada hutang KTA dan CC ANZ dan DBS, sekarang dua2nya dipegang dan ditagih oleh DBS.
    Memang DC DBS agak kasar dan segala cara supaya nasabah “merasa ketakutan” dan mau bayar tagihan. Karena itu, ketika bulan Januari 2018 kemarin saya ada kesulitan keuangan dan belum mampu bayar cicilan maka saya stop dulu pembayaran ke DBS dengan istilah lain saya macetkan.

    Berharap nanti jika saya ada dana lebih dibulan2 kemudian, saya bisa mendapatkan keringanan misalnya diskon atau keringanan angsuran tetap (sekalian dimatikan akunnya di dbs spt fasilitas di citibank), nyata2nya… tidak ada keringanan dan kebaikan hati para DC maupun staf DBS supaya nasabah bisa membayar angsurannya. Mereka kasar sekali dalam menagih.

    Bulan Pertama, mereka menelpon tiap hari, dengan nada kasar dan marah…beberapa saya angkat dan saya tidak angkat
    Bulan Kedua, mereka menelpon tiap hari, telpon mereka sudah saya tidak angkat…akhirnya menelpon ke kantor
    Bulan ketiga dan bulan keempat, hampir sama dgn bulan ke tiga
    Bulan Kelima, mereka mendatangi rumah orang tua saya, rumah saudara saya.
    Bulan Keenam, mereka mendatangi rumah saya yg tidak pernah saya cantumkan dalam aplikasi DBZ/ANZ.
    Mereka bekerja seperti Intel…. tanya sana sini, mungkin juga googling tentang target yang mau dikejar.

    saya berharap bulan depan (bulan ke 7 dst) terror mereka bisa berhenti agar saya bisa fokus bekerja, mencari uang untuk menebus angsuran saya yg menunggak, minimal saya bisa membayar angsuran pokok.

    Karena namanya hutang itu tetap wajib dibayar, namun cara menagihnya itu yg bikin nasabah males berurusan dengan DC dan membiarkan macet tagihannya.

  • 8 Juli 2018 - (23:37 WIB)
    Saya jg sdh masuk 3 bln blm bisa byr cicilan dbs karena sedang kesulitan ekonomi dan saya jg sdh berhenti kerja. Desk collection nya yg telp nagih memang luar biasa beserta ancaman nya, setara dv bank mega. Saudara tdk sermh yaitu sepupu saya ikut ditelp sampe stress. Ketika saya tanyak rincian sisa cicilan saya tdk diberikan, saya minta di email, tp dgn ketus malah saya disuruh dtg ke dbs pasar minggu jika ingin tau. Saya ingin mengurusnya lwt pengacara.
  • 13 Juli 2018 - (09:32 WIB)
    tanggapan dr keluhan mb lanny, begitu byk, tp dr pihak bank nya sendiri ga bersuara ya? Ada apa dg DBS?
  • 25 Juli 2018 - (12:07 WIB)
    saya juga ada KTA DBS, sudah tunggak 1 bulan karna ada masalah keuangan. Tiap hari saya diteror telp oleh bagian colletion DBS yang bernama ALMAH, sampai saya dikatakan orang miskin tidak mampu untuk membayar tagihan DBS. Apakah bank DBS merekut karyawan mungkin hanya lulusan anak SD atau mungkin yang tidak berpendidikan? Apakah semua bank yg di awasi oleh OJK boleh menagih dengan cara seperti itu kepada nasabahnya? saya minta rincian tagihan mereka tidak bs merincikan dan email ke saya. saya telopn ke CS DBS mereka bilang semua tagihan saya sudah di ambil ahli oleh bagian collection. Apakah bank DBS tidak ada solusi buat nasabah yang sedang mengalami masalah seperti kami ini?
    • 26 Juli 2018 - (09:09 WIB)
      blom tentu juga itu namanya, bs dijerat hukum lho, ini pasalnya

      3. Pasal 378 KUHP

      Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang rnaupun menghapuskan piutang diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

      • 26 Juli 2018 - (17:56 WIB)
        saya tiap hari diteleponin seperti orang minum obat..malah tadi pagi saya ditantang disuruh datang ke kantor dbs yang di pasar minggu dengan membawa uang tunai sebanyak 34juta. Lebih baik sekalian saya tidak usah bayarkan ke pihak bank DBS. Mengingat bagian collection yang tidak ada etika dalam bertutur kata.
  • 25 Juli 2018 - (16:00 WIB)
    Saya nasabah kta dbs.. Awalnya kita di imingi pinjaman lunak, bunga ringan.. Dan info bisa sampai limit yang kita ajukan. Saya ajukan 150 jt.. Waktu pencairan ternyata hanya 10 jt an.. Pada hari yg sama saya tlp Marketing ya mau kita kembalikan.. Tapi kita harus kembalikan 11 jt an.. Info ya ada biaya Provisi dan lain lain.. Akhirnya terpaksa kita kita angsur pinjaman 10 jt an selama 2 tahun.. Angsuran sdh berjalan 1 tahun, 3 bulan mau kita lunasi. Sisa hutang masih 6 jt an.. Kaget juga dengar ya.. Padahal setiap bayar angsuran kita lebihin.. Tp tetap aja,, collector info kita ada tunggakan denda.. Kita minta rincian angsuran yg sdh kita bayar.. Tdk bisa kasih info.. Kita di suruh datang ke kantor yg di pasar minggu.. Cari alamatnya susah sekali.. Collector tlp setiap hari kya kita punya hutang miliaran.. Semoga YLKI, OJK dan BI.. Mendengar suara konsumen / nasabah dbs yg sdh di rugikan..
    • 26 Juli 2018 - (09:07 WIB)
      ya jgn dibayar kalo gitu, diitung2 dr total yg udh mas byr dr awal sampe skrg udh lebih itu
  • 25 Juli 2018 - (16:07 WIB)
    DBS bkn dana bantuan sahabat..
    Tapi dana bantuan setan.. Seolah2 membantu padahal mencekik kita.. Klo bisa di viral kan di sosmed biar masyarakat lainnya tidak jadi korban. Jgn sampai niat awalnya cari kemudahan.. Tapi malah di persulit dan di tekan…

 Apa Komentar Anda mengenai Call Collection DBS?

Ada 39 komentar sampai saat ini..

Penagihan ‘Call Collection’ DBS Meresahkan

Lanny Delima 2 menit
39