Ilustrasi Keluhan Surat Pembaca Tidak Pernah Lakukan Pengajuan Pinjaman SpayLater, Tiba-Tiba Ada Tagihan Langganan Aplikasi Remini Pro 2 Juni 2026 Mila 6 Komentar aplikasi ponsel, Customer complaint handling, Customer Service, Data nasabah, Dompet Digital, Fintech, PayLater, Penagihan, Penyalahgunaan data, Pinjaman Online, Remini AI Photo Editor, Shopee, Sistem bermasalah, SPayLater, Tagihan misterius, Verifikasi Data Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Kepada pihak Shopee yang terhormat, Saya mau sedikit cerita tentang kendala yang saya alami. Perkenalkan, nama saya Mila dari Pati, Jateng. Kronologi singkat: Masalah bermula saat paket usahaku hilang tanpa ada penjelasan dan kasusnya ditutup (closed) tanpa ada ganti rugi. Terus tiba-tiba aku dapat tagihan SpayLater sebesar Rp646 ribu. Kronologinya, aku memang punya aplikasi Remini yang di dalamnya ada klik uji coba gratis (bukan langganan). Namun, saat aku cek riwayat transaksi di aplikasi Shopee, ternyata ada pembayaran sebesar Rp169 ribu setiap minggu, sedangkan ShopeePay saja tidak pernah aku isi. Lalu aku download aplikasi khusus ShopeePay. Betapa kagetnya ternyata pembayaran tersebut terdebit. Anehnya, yang terdebet bukan dari ShopeePay, melainkan SpayLater. Lebih anehnya lagi, saya tidak pernah melakukan pengajuan atau pencairan pinjaman. Seharusnya, kalau pengajuan pinjaman, harus mengisi data KTP dan selfie sambil memegang KTP, bukan? Saya merasa data saya disalahgunakan oleh pihak Shopee karena tanpa persetujuan saya, SpayLater tiba-tiba aktif. Saya tahu betul jika SpayLater saya tidak bisa diaktifkan karena dulu sudah pernah saya pakai di akun Shopee saya yang satunya dengan nomor HP yang berbeda, dan memang sudah tidak bisa digunakan untuk metode pembayaran, baik untuk checkout maupun ShopeeFood. Sudah saya laporkan ke pihak Shopee, tetapi saya diminta mengajukan pengembalian dana dan pengajuan tersebut ditolak. Di sini saya meminta ganti rugi atas kelalaian pihak Shopee yang menyalahgunakan data tanpa persetujuan untuk pengajuan pinjaman SpayLater, dengan sejumlah nominal yang sudah tertagih, yaitu bulan Mei Rp477.000 dan bulan Juni Rp169.000, dengan total Rp646.000. Terima kasih. Mila D. Pati, Jawa Tengah Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
kris3 Juni 2026 - (08:31 WIB)Permalink Kronologinya, aku memang punya aplikasi Remini yang di dalamnya ada klik uji coba gratis (bukan langganan). FYI, tidak ada aplikasi yang bisa benar-benar trial gratisan tanpa memasukan methode payment Sejauh yang saya tahu, untuk “trial” banyak aplikasi yang harus menginput method payment terlebih dahulu, baru bisa “trial” Terlepas dari case SPay Later nya ya Sekedar info tambahan aja kak 3 Login untuk Membalas
MilaPenulis artikel3 Juni 2026 - (21:51 WIB)Permalink Kalau maslh trialnya aku sudah paham kak. Login untuk Membalas
Donny G3 Juni 2026 - (20:32 WIB)Permalink Sama sekali gak ada notifikasi aktivasi SPayLater ke email atau WA/SMS? 🤔 Login untuk Membalas
MilaPenulis artikel3 Juni 2026 - (21:51 WIB)Permalink Sama sekali tidak ada kak, setelah aku ajukan pelaporan pihak shopee konfirmasi kalau spayllaterku aktif sejak tahun 2024, padahal saya ingat betul aku shopeeku beda nomor hp dan memang pernah aktif thn 2024 trs dibekukan lalu aku hapus permanen akun shopee yg lama. Kemudian tahun 2026 saya download apk shopee kembali dengan nomor hp yang baru. Dan ga pernah melakukan aktivasi spayllater. Aku cek riwayat dari tahun 2025-2026 memang ga ada sama sekali pemakaian akun spayllater krn emng sblmnya ga bisa krna alasan data pernah digunakn diakun yg dahulu. Tiba” bln mei ada notif yang baru aku sadar pecairan limit disetujui 2,7jt. Sy bingung jg kalaupun sy pernah aktifkan spayllaterku di akun shopee yg dulu dgn nomor hp berbeda yg sudah status nonaktif/dibekukan knp bisa aktif kembali? Bukannya perlu aktivasi ulang dan perlu isi data lg ya? Apalagi akun shopeeku yg skrng kan udah beda nomor hpnya berserta usernamenya Login untuk Membalas
Donny G3 Juni 2026 - (22:18 WIB)Permalink Saran aja, kalo mau nutup akun pinjol, paylater atau kartu kredit, harus minta surat keterangan lunas dan surat penutupan akunnya. Kalo gak ada bukti tertulis, sewaktu-waktu bisa ditagih lagi tanpa kita tahu rincian transaksinya. 1 Login untuk Membalas
MilaPenulis artikel3 Juni 2026 - (22:33 WIB)Permalink Ok kak tks sarannya, aku udah dapat email jg sih dan emang di akun nya sudah bener ditutup ,next aku coba minta surat lunas dan bukti penutupan akun. Login untuk Membalas