Nasabah BCA Dirugikan Rp44 Juta Akibat Transaksi Kartu Kredit Tak Dikenal di Kenya

Kepada BCA,

Saya adalah pengguna lama kartu kredit BCA dengan status pembayaran yang selalu lancar (tidak pernah terlambat membayar tagihan). Silakan periksa status saya. Namun, kali ini saya sangat kecewa dengan BCA, karena di tagihan kartu kredit BCA saya pada akhir bulan Agustus, terdapat dua transaksi yang bukan saya lakukan, tetapi seolah-olah pihak BCA memaksa saya untuk membayarnya, dengan menawarkan keringanan cicilan 0% hingga 24 bulan.

Kronologi

Pada tanggal 01 Agustus 2025, saya menerima OTP untuk 4 transaksi melalui SMS tanpa sepengetahuan saya sebagai nasabah. Dari 4 transaksi tersebut, 2 di antaranya berhasil diotorisasi dan masuk ke tagihan kartu kredit saya. Kedua transaksi tersebut dilakukan di merchant PAYSTACK KENYA, masing-masing dengan nominal USD $700 dan USD $2.000, dengan total nominal Rp44.944.200.

Tanggal 09 Agustus 2025, saya menerima OTP untuk 2 transaksi, tetapi tidak berhasil diotorisasi.

Tanggal 11 Agustus 2025, saya menerima OTP untuk 4 transaksi, tapi  tidak berhasil diotorisasi.

Tanggal 17 Agustus 2025, saya menerima OTP untuk 1 transaksi, tetapi tidak berhasil diotorisasi.

Baru pada tanggal 30 Agustus 2025, saya menyadari bahwa tagihan kartu kredit saya memiliki nominal yang besar karena ada 2 transaksi yang berhasil diotorisasi pada tanggal 01 Agustus 2025. Saya segera menghubungi HaloBCA untuk melaporkan sanggahan transaksi (nomor laporan 1991006556).

Pada tanggal 01 Oktober 2025, saya menerima jawaban atas laporan sanggahan transaksi dengan nomor laporan 1991006556, dan hasilnya ditolak oleh pihak BCA, dengan alasan bahwa nomor OTP sudah dikirimkan kepada customer, sehingga transaksi menjadi tanggung jawab customer. Padahal, saya tidak mengetahui adanya OTP yang masuk, dan saya juga tidak memberikan informasi OTP tersebut kepada siapa pun.

Pada tanggal 01 Oktober 2025, saya kembali membuat laporan sanggahan transaksi dengan nomor laporan: 1988976376. Kemudian, pada tanggal 28 Oktober 2025, saya menerima jawaban atas laporan sanggahan transaksi dengan nomor laporan 1988976376. Hasilnya juga ditolak oleh pihak BCA dengan alasan yang sama, yaitu nomor OTP sudah dikirimkan kepada customer, sehingga transaksi menjadi tanggung jawab customer.

Saat dua transaksi tersebut terjadi pada tanggal 01 Agustus 2025, saya tidak mengetahui adanya kode OTP yang masuk ke ponsel saya. Saya juga tidak pernah memberitahukan kode OTP tersebut kepada siapa pun, karena saya sendiri tidak tahu ada kode OTP yang masuk ke ponsel saya.

Yang mengherankan, kedua transaksi tersebut berhasil diotorisasi, sehingga masuk ke tagihan kartu kredit saya. Kedua transaksi tersebut dilakukan di merchant di negara Kenya (terlampir gambar di atas), di mana saya tidak pernah mengunjungi negara tersebut dan saya tidak berada di luar negeri saat kedua transaksi tersebut berhasil diotorisasi.

Mohon konfirmasi dan penjelasan detail dari pihak BCA. Mohon jangan merugikan kami, nasabah setia BCA.

Terima kasih. Hormat saya,

Yoppy
Tangerang, Banten

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

13 komentar untuk “Nasabah BCA Dirugikan Rp44 Juta Akibat Transaksi Kartu Kredit Tak Dikenal di Kenya

  • 4 November 2025 - (10:40 WIB)
    Permalink

    Rp44 juta gone? Sounds like a maybe my CC needs a vacation too! Lagi healing di rumah tapi kartu kredit jalan2 ke Kenya, yang bener aja ini bank

    • 4 November 2025 - (14:34 WIB)
      Permalink

      Kayanya ga begitu juga deh. Aku sudah bbrp x kasih pinjam kartu kredit lokal (Bank yang sama dgn korban) untuk transaksi di website Jerman, dan ketika cetak tagihan, ya tercetak kalau transaksi berada di Jerman dgn nomiral Euro, padahal kartu dan pemilik sedang dan selalu berada di Indonesia. Esensinya kartu kredit kan memang seperti itu, bisa untuk transaksi international mesti pemiliknya sedang berada dirumah (beda negara). Kalau transaksi international tsb berhasil tanpa OTP biasanya bank mau bertanggung jawab, namun apabila bisa berhasil dengan OTP, ada byk kemungkinan, bisa jadi gadget korban sudah di hack dsb. Karena gerbang pengaman untuk transaksi international tsb kan memang OTP tsb. Beda cerita kalau kartu di gesek offline gerbang keamanan ya pin. Bahkan ada kasus, CC di curi, tapi korban ga segera ngeblok kartu, akhirnya di bobol via Tap contactless.
      Pencegahan untuk kasus ini, seharusnya korban segera blokir kartu via BCA mobile untuk pencegahan. Lalu segera telpon CS untuk dibuatkan kartu baru, jgn menunggu sampai ada banyak transaksi sebanyak itu (karena data nasabah sudah bocor, dan biasanya yang bobol akan terus terusan bertransaksi sampai limit habis) dan bahkan korban sepertinya diam saja tidak ada tindakan sampai tagihan muncul baru ngeh kalau ada bbrp transaksi ada yang kebobolan.

      • 6 November 2025 - (23:22 WIB)
        Permalink

        ini nasabah kaya gak punya otak, udah tahu kartu kredit di kelonin orang terus menerus bukanya di blokir minta ganti kartu baru sebelum berhasil kebobolan. malah diam saja sekarang udah berhasil kebobolan baru ngeluh

    • 9 November 2025 - (10:37 WIB)
      Permalink

      BCA lageee BCA lageee
      Klo BRI saya maklumi krn banyak orang Kampung yg memakainya dan semua kasus krn Scam & Phissing.
      Sedangkan di BCA kebanyakkan kasusnya sistem Bank nya yg dibobol maling.
      Pantes th 1998 mau bangkrut, untung pemerintah mau nalangi kerugian BCA waktu itu (krn mbak Tutut pemegang 30% saham).

  • 4 November 2025 - (10:41 WIB)
    Permalink

    Handphone nya sudah kena bajak orang kali.. biarpun tidak menginfokan ke pelaku tapi si pelaku sendiri mengendalikan handphone anda sendiri..jadi bisa tahu nomor OTP.. saya sarankan kalau punya mobile banking enaknya HP yang di khususkan..Beli HP yg murah 250 – 500 rb an..yg tidak di install apapun hanya mobile banking saja..dan tidak pakai kartu..akses internet nya menggunakan wifi… mungkin cara aman saja..

    4
    1
    • 4 November 2025 - (14:03 WIB)
      Permalink

      aslinya pnya hape lain pun juga rasanya percuma

      karena utk mendapatkan OTP, fraudsternya harus mengetahui 16 digit nomor kartu + CVV

      apabila semua data itu cocok, maka OTP akan dikirimkan ke nomor hape

      apabila konsumen pernah transaksi onlen sebelumnya, konsumen hanya menginput CVV saja , tanpa meginput ulang nomor kartunya

      darimana fraudster mengetahui nomor kartu tsb?

      itu yang harus diselidiki lebih lanjut

      • 4 November 2025 - (15:10 WIB)
        Permalink

        Koreksi. Untuk menginisiasi transaksi tidak harus input Exp date dan CVV yang benar bisa memicu request OTP, namun saat input OTP dan klik kirim baru dicocokkan agar bisa lolos. Hal itu biasanya buat pancingan penipu yang pura-pura jadi Customer service menghubungi nasabah jika ada percobaan transaksi padahal mereka mungkin hanya tahu nomor kartunya saja. Data nomor yang bocor bisa saja dari marketing atau lainnya.

  • 4 November 2025 - (13:36 WIB)
    Permalink

    Masih Amankah menggunakan CC BCA yang dimana semua orang mengakui keamanan dan kenyamanan bertransaksi di BCA.
    Lucu jika pemilik CC BCA ada di Indonesia dan transaksi di Kenya.
    Analisis lain juga dapat di lakukan pada semua history transaksi nasabah dan muncuk transaksi yang tidak biasa.
    Sekelas BCA tidak mau bertanggungjawab atas masalah ini, maka perlu adanya investigasi kepada Dept CC BCA.
    FYI saya sampai saat ini hanya punya 1 CC yaitu BCA!!!

    1
    2
  • 4 November 2025 - (13:55 WIB)
    Permalink

    Ada OTP masuk bertubu-tubi bisa gatau. Baru sadar waktu ada tagihan? Saya juga pernah lagi makan malam tiba2 ada otp masuk dan transaksi berhasil. Langsung saya telp Halo BCA minta blokir. Sewaktu masih telp Halo BCA ada lagi usaha pembobolan tapi gagal. Akhirnya bisa dihapuskan tagihannya. Sejak itu baru tau ada fitur nonaktifkan kartu kredit di myBCA. Saran aja kalau cc nya tidak dipakai dimatikan lewat myBCA. Atur OTP supaya dikirim lewat myBCA juga.

  • 6 November 2025 - (12:56 WIB)
    Permalink

    Kalau punya cc bca sebaiknya dimatikan untuk transaksi international via mybca. Kalau mau keluar negri baru diaktifkan lg

  • 6 November 2025 - (16:18 WIB)
    Permalink

    Harusnya saat percobaan otp 1 agustus, kamu langsung blokir cc di apps ,& telp call center.
    Jangan nunggu tagihan dateng dulu.
    Bbrp taon lalu ada yg coba membobol cc saya (itu cc UOB), transaksi masih pending , di saat itu jg chat csnya utk disanggah. Cc diblokir & bank kirim kartu baru.

  • 10 November 2025 - (16:39 WIB)
    Permalink

    BCA Sistem Keamanan BURUK sekali kalau gtu ya, Kok bisa Nasabah tidak meminta OTP, tp OTP terkirim dan transaksi berhasil. Waduh jadi khawatir menggunakan fasilitas BCA baik Kartu Kredit, tabungan dll.
    Seringkali saya Transaksi Kartu Kredit BCA dengan OTP namun tidak ada notifikasi transaksi sukses. Gimana nasabah bisa sadar kalau ada transaksi sukses yang dilakukan oleh pihak fraudster/hacker.
    Bank Swasta Lainnya sudah lebih canggih pelayanannya, OTP & Notifikasi Sukses sudah terkirim lewat whatApp, BCA masih SMS (rasanya ketinggalan jaman)
    Ngga lagi2 pakai fasilitas BCA…

  • 18 November 2025 - (02:56 WIB)
    Permalink

    ngeRIBAnget kartu kredit …., serasa punya uang terus padahal penghasilan/pendapatan sudah tekor. Apalagi sudah terkena ketagihan belanja. REPOT…

 Apa Komentar Anda?

Ada 13 komentar sampai saat ini..

Nasabah BCA Dirugikan Rp44 Juta Akibat Transaksi Kartu Kredit Tak Dike…

oleh Yoppy dibaca dalam: 2 menit
13