Keluhan Surat Pembaca Marketing Kartu Kredit UOB yang Tidak Profesional 9 September 2026 Kennel Beri komentar Bank UOB Indonesia, Customer complaint handling, Customer Service, Hadiah Kartu Kredit, Kartu Kredit, Kartu Kredit Tidak Diaktifkan, Kartu Kredit UOB, Keluhan Nasabah, Marketing Kartu Kredit, penawaran kartu kredit, SMS Marketing, Telemarketing, UOB, Verifikasi Data Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Saya pernah didatangi oleh seorang marketing kartu kredit UOB. Lalu saya dijanjikan koper kalau kartu kreditnya di-approve. Lalu kartu kredit itu di-approve dan dikirim. Tapi hadiah gak pernah ada. Lalu saya buang ke sampah kartu dan tidak pernah saya aktifkan. Tiba-tiba saya tiap minggu selalu dihubungi oleh marketing dan SMS marketing dari bank UOB. Saya sudah beritahu bahwa saya bukan nasabah dan tidak pernah diaktifkan. Lalu dijanjikan dan diproses oleh UOB. Sampai sekarang saya masih dianggap nasabah dan SMS masih masuk dari UOB. Pertanyaan saya adalah: Agak aneh. Marketing UOB gak beres. Menjanjikan dengan membohongi customer dan yang jelek nama UOB, kan. Apa mau dibiarkan? Saya gak pernah aktifkan kartu. Kalau begini, ini kapan saya jadi nasabahnya? Marketing bertubi-tubi melakukan penawaran. Minta tutup. Sudah ditelpon. Masih harus verifikasi lagi. Apa gak mbulet urusannya? Kalau customer sudah dihubungi lalu harus verifikasi lagi untuk apa? Kalau sudah gak mau dihubungi sama sekali, ya sudah selesai. Kenapa harus bertele-tele? Saya tidak tahu nomor rekening KK atau apa pun di UOB karena sudah saya buang. Dan saya sudah ditelpon untuk masalah ini dan ditutup. Tapi sekarang saya disuruh verifikasi lagi. Bertele-tele. Sunarso Djohan Surabaya Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.