Penghapusan ‘Annual Fee’ Kartu Kredit Bukopin Sulit

Nama besar Bank Bukopin dan penghargaan yang disabet tidak sesuai dengan layanannya. Sangat susah sekali untuk mengajukan penghapusan annual fee Kartu Kredit Bukopin.

  1. Harus melalui e-mail. Saya sudah mengirimkan pengajuan e-mail per tanggal 27-11-17, sampai sekarang tanggal 13-12-17 belum ada balasan sama sekali.
  2. Ingin menutup kartu tapi annual fee harus dibayarkan terlebih dahulu, sedangkan annual fee itu kan untuk satu tahun ke depan. Masa saya harus bayar setahun ke depan untuk kartu yang tidak saya ingin pakai lagi.
  3. Tidak ada bagian penutupan, semua customer service di 14005 hanya boneka yang tugasnya menerima keluhan saja tanpa bisa melakukan apa-apa.

Saya sudah memakai kartu ini sudah 2 tahun dan baru tahun ini terkena kendala seperti ini, baru tahu saya Bukopin ‘bank kampung’!

Bank lain saja mudah sekali dalam mengajukan penghapusan annual fee, dan mempunyai bagian penutupan tersendiri. Jadi mereka bisa langsung menghitung sisa pokok hutang dan langsung bisa menutupnya setelah membayar semua pokok hutang tersebut. Sepertinya Bukopin harus banyak belajar dari Bank BCA, HSBC, dll. Memalukan untuk mendptkan penghargaan sebanyak ini http://bukopin.co.id/read/87/Penghargaan.html

Kapok saya pakai Bukopin! Mudah-mudahan petinggi petinggi Bukopin membaca dan melakukan pembenahan!

Martinus Lukas
Nomor kartu: 4897 **** **** **10
(Tanggal cetak: 25/11/17)
Jakarta Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Kartu Kredit Bank Bukopin:
[Total:6    Rata-Rata: 1.5/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

 Apa Komentar Anda mengenai Kartu Kredit Bank Bukopin?

Belum ada komentar.. Jadilah yang pertama!

Penghapusan ‘Annual Fee’ Kartu Kredit Bukopin Sulit

oleh Martin LG dibaca dalam: 1 min
0