Ibuku Sayang, Janganlah Malang

Kesehatan Ibu adalah Hal yang Utama, Yuk Kenali dan Cegah Kanker Payudara sejak Dini.

Oleh dr. Fathul Djannah, Sp.PA.

Hari ini adalah 22 Desember, hari ini adalah Hari Ibu. Dalam sebuah keluarga, sosok seorang ibu adalah segalanya. Dalam Islam, secara simbolik disebutkan bahwa surga ada di telapak kaki ibu. Mungkin atas dasar itu sering kita melihat ritual “mencium telapak kaki ibu”. Momentum Hari Ibu, 22 Desember, adalah momentum yang baik untuk sejenak kita memberi perhatian kepada sosok ibu. Secara fisik diartikan untuk kita ajak memeriksa kesehatannya dari ujung kaki sampai ujung rambut, luar dan dalam, baik yang tampak dan tidak tampak. Secara non fisik membalas kasih sayangnya dengan memberikan perlindungan, rasa nyaman dan mencukupi seluruh kebutuhannya.

Bagi penulis, hari ini juga adalah hari “FNAB” (Fine Needle Aspiration Biopsy). Pasien sudah banyak menanti. Memasuki laboratorium, aku disapa dengan senyuman dari pasien yang sudah menunggu. Seorang ibu yang masih cantik di sekitar usia 60-an masuk ketika namanya disebut.

“Dimana benjolannya Ibu?” Pertanyaan yang selalu kulontarkan pada pasien yang masuk ke kamar periksaku.

“Saya sudah operasi dan kemoterapi tapi sekarang muncul benjolan di payudara yang sebelah,” begitu jawab Ibu tersebut dengan wajah mendung sembari membuka baju dan menunjukkan payudaranya yang tinggal satu.

“Mari kita periksa ya Ibu, Semoga bukan.” Jawaban singkat yang kuberikan bersama senyuman tulus dengan harapan bisa memberikan semangat dan harapan baru

Wanita, Ibu dan Kanker

Keganasan/kanker/karsinoma payudara adalah keganasan yang paling sering terdiagnosis pada wanita di seluruh dunia terutama di negara berkembang termasuk di Indonesia. Berdasarkan Registrasi Kanker Perhimpunan Dokter Spesialis PA (IAPI) dan YKI diperkirakan angka kejadian di Indonesia adalah 12/100.000 orang (Depkes, 2015) .

Keluhan paling banyak adalah adanya tumor/benjolan pada payudara yang kebanyakan tidak terasa nyeri sehingga kadang diabaikan. Namun tidak semua benjolan pada payudara adalah tumor. Kemungkinannya adalah sebagai berikut:

1. Infeksi / Mastitis
Infeksi bisa dalam waktu yang cepat atau lama. Keluhannya adalah adanya benjolan, payudara nyeri dan kemerahan
Infeksi bisa disebabkan karena M.Tuberculosis atau kita sebut TBC payudara.

2. Perubahan Hormonal
Pembesaran payudara, bisa sampai 3-4 kali dari normal. Dapat diakibatkan karena kenaikan estrogen/hormon yang tinggi seperti pada tumor indung telur/ovarium, tumor kelenjar adrenalin, atau pemakaian estrogen yang lama.

3. Neoplasma / Tumor

a. Tumor Jinak
Tumor jinak paling banyak adalah Fibroadenoma Mamma yang kemudian disusul oleh Tumor Filloid (Benign Cystosarcoma Phylloides) dimana terbanyak ditemukan pada usia reproduktif (< 30 th), benjolan bisa single/multiple, bisa pada satu atau kedua payudara (unilateral/bilateral).

b. Tumor Ganas/Karsinoma
Kanker payudara merupakan golongan penyakit kanker yang mempunyai prognosis balk apabila ditemukan pada stadium dini. Tipe terbanyak adalah tipe Ductal. Keluhannya bisa berupa; 1) Benjolan: benjolan dengan ukuran yang bervariasi dengan konsistensi yang keras, sulit digerakkan, melekat dengan kulit dan otot; 2) Nipple discharge: keluarnya cairan dari puting payudara seperti cairan jernih atau kuning atau kecoklatan, cairan seperti asi atau darah; 3) Ulserasi: luka atau borok yang tidak kunjung sembuh; 4) Retraksi kulit: Kulit atau putting payudara tertarik ke dalam menyerupai “lesung pipit”; 5) Orange peeling (p’eau de orange): kulit payudara seperti kulit jeruk; 6) Lymphadenopathy: pembesaran kelenjar getah bening di ketiak dan; 7) Puting payudara gatal hingga luka atau berdarah,

Ilustrasi: Tumor Ganas/Karsinoma

Etiologi

Sampai sekarang tidak diketahui penyebab pastinya. Tapi banyak faktor yang saling mempengaruhi terjadinya tumor jinak atau ganas pada payudara dan faktor yang dianggap mempengaruhi paling besar adalah genetika

Faktor-faktor yang mempengaruhi

Faktor faktor yang mempengaruhi antara lain adalah; 1) Umur, jarang < 25 tahun dan resiko meningkat 75 % pada usia > 50 tahun; 2) Umur saat haid pertama kali /Menarche: < 11 tahun dimana resiko meningkat 20%;  3) Menopause lambat, Kelahiran anak pertama < 20 tahun dan banyak anak; 4) Sejarah keluarga menderita kanker payudara; 5) Adanya kelainan payudara sebelumnya, 6) Obesitas; 7) Diet: Konsumsi lemak, kopi dan alkohol dapat meningkatkan resiko. Sementara konsumsi vitamin dan nutrisi yang meningkatkan daya tahan tubuh dapat menurunkan resiko. Olahraga dapat menurunkan resiko dan menyusui dapat menurunkan resiko.

Menegakkan Diagnosis

1. Dokter Spesialis Bedah akan melakukan: Anamnese (pertanyaan tentang riwayat seperti sejak kapan, sudah pernah dioperasi atau belum, riwayat keluarga ,dll) dan pemeriksaan fisik.

2. Pemeriksaan radiologi : USG, Mammografi
Pemeriksaan radiologi akan dilakukan oleh dokter Spesialis Radiologi. Mammografi sebagai screening/deteksi dini kanker payudara. Dilakukan pada wanita di atas umur 40 tahun. Dilakukan setiap tahun sekali karena dapat mendeteksi pengapuran (Calsifikasi) bahkan pada benjolan yang tidak teraba.

Gambaran Mammografi dengan kalsifikasi pada tanda panah hitam dibandingkan dengan hasil biopsy pada karsinoma payudara

3. Pemeriksaan Patologi Anatomi

Pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter Spesialis Patologi Anatomi untuk menentukan jenis penyakit apakah suatu infeksi atau kelainan akibat hormone atau tumor jinak atau tumor ganas, yang terdiri dari:

a. Pemeriksaan sitologi (FNAB / Fine Needle Aspiration Biopsy) adalah pemeriksaan yang menggunakan jarum halus dimana pasien tidak masuk ke dalam kamar operasi dan hasil bisa didapatkan dalam hitungan jam.

Alat utuk pemeriksaan FNAB.

b. Pemeriksaan potong beku (Vries Coupe = Frozen section) yang dilakukan saat pasien di dalam kamar operasi sehingga dapat langsung dilakukan tindakan yang invasive bila hasil pemeriksaannya adalah suatu tumor ganas.

c. Pemeriksaan histopatologi yang masih merupakan standar baku diagnosis dimana sediaan berasal dari hasil operasi. Pada karsinoma payudara, pemeriksaan histopatologi ini sekaligus menentukan tipe dan derajat keganasannya.

Terapi

Terapi pada Tumor payudara tergantung dari jinak atau ganasnya dan bila ganas tergantung dari stadiumnya. Adapun terapinya adalah operasi mulai dari hanya pengangkatan benjolan sampai dengan pengangkatan payudara yang dilanjutkan dengan kemoterapi, radiasi dan terapi hormonal.

Stadium pada Kanker Payudara

Berdasarkan kriteria WHO maka stadium kanker payudara ditentukan berdasarkan ukuran tumor (T), penyebaran tumor pada kelenjar getah bening (kgb) di ketiak (N) dan metastasis atau penyebaran tumor pada organ lain (M). Keberhasilan penanganan kanker payudara dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berbagai parameter yang berhubungan dengan prognosis kanker payudara antara lain adalah Ukuran Tumor, pasien dengan ukuran tumor yang kecil akan memiliki prognosi dan ketahanan hidup yang lebih tinggi,

Status metastasis pada kelenjar getah bening, prognosis lebih baik pada tumor dengan metastasis kelenjar getah bening setempat yang satu sisi/homolateral dari pada metastasis kontralateral, Derajat Histopatologi, Umur Penderita, rata-rata ketahanan hidup karsinoma payudara lebih baik pada penderita muda dan Ekspresi hormonal reseptor, hormonal reseptor seperti Estrogen Reseptor, Progesteron Reseptor adalah petanda biologik sudah menjadi prosedur rutin hampir di seluruh dunia termasuk di kota kota besar di Indonesia karena pendekatan terapi saat ini mulai berorientasi pada molekular target yang lebih selektif dan lebih kecil morbiditas-nya untuk memberikan penatalaksanaan terapi yang lebih baik dan mencegah kekambuhan.

Periksa Payudara Sendiri (Sadari)

Ada hal yang terpenting dalam deteksi dini kanker payudara, yaitu secara rutin dilakukan oleh semua perempuan yaitu SADARI periksa payudara sendiri yang dilakukan setiap bulan selesai haid. Juga screening mammografi setiap tahun dan segera berkonsultasi kepada dokter bila ada keluhan sekecil apapun.

#SaveMother#

Ibu adalah segalanya bagi kita seorang anak. Seluruh wanita adalah calon ibu. Dan seluruh wanita pastilah memiliki payudara, sebagai salah satu organ vital dan kecantikan. Namun di balik keindahan payudara seorang wanita, seorang ibu, ada potensi “monster” yang mengancam. Setelah di atas diuraikan apa, kenapa kanker payudara dan bagaimana pencegahannya, marilah kita selamatkan semua ibu dan wanita dari kanker payudara. Wahai para ibu, waspada pada diri sendiri, mari deteksi dini kanker.

Untuk menutup tulisan ini, mengutip lirik lagu “Ibu” Iwan Fals:

….Ribuan kilo jalan yang kau tempuh/lewati rintang untuk aku anakmu/Ibuku sayang..masih terus berjalan walau tapak kaki penuh darah penuh nanah…seperti udara kasih yang engkau berikan, tak mampuku membalas…Ibu…

Selamat Hari Ibu!

@ Mataram, 22 Desember 2017

 

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Artikel ini:
[Penilaian Rata-rata: 5]
Tentang Penulis
Fathul Djannah  

dr. Fathul Djannah, Sp.PA. Alumni FK Universitas Hang Tuah Surabaya dan PPDS Patologi Anatomi Universitas Airlangga Surabaya. - Dosen FK Universitas Mataram, NTB sejak 2003. - Kepala Instalasi Laboratorium Patologi Anatomi RSUP NTB sejak 2010. - Peserta Program Doktor (S3) Ilmu Kedokteran FK Universitas Hasanuddin, 2018

 Apa Komentar Anda?

Belum ada komentar.. Jadilah yang pertama!

Ibuku Sayang, Janganlah Malang

Fathul Djannah 5 menit
0