Debt Collector Bank Mega Terus Menerus Menelepon Pihak Referensi

Perkenalkan nama saya Pauline Tanudjaja, saya mau mengadukan jika saya merasa sangat terganggu oleh Bank Mega. Dulu nama saya digunakan oleh Bpk. M. Tanwirul Mujib sebagai data keluarga tidak serumah pada aplikasi kartu kreditnya (tahun 2012-2013) padahal saya merupakan mantan teman sekantornya. Dan itu karena disuruh oleh sales kartu kreditnya.

Dan sejak 2017 kartu kreditnya bermasalah menunggak 9 juta rupiah selama 8 bulan sampai sekarang Februari 2018. Kini saya ditelepon terus-menerus oleh Bank Mega, padahal saya juga sudah tidak pernah kontak dengan Bpk. Tanwirul Mujib. Sementara Bapak Tanwirul Mujib-nya sendiri sudah entah ada di mana dan nomornya semua sudah tidak aktif. Dan bahkan nomor saya juga sudah diblokir sama dia.

Nomor debt collector yang mengontak saya dari 021-304262**/304970**. Mohon bantuannya, bagaimana agar Bank Mega tidak terus menerus menelepon saya lagi. Mohon agar dilaporkan saja Bpk. Tanwirul Mujib-nya ke daftar pencarian orang untuk ditagih, karena dia yang punya hutang terhadap Bank Mega.

Pauline Tanudjaja
Jakarta Utara

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Penagihan Kartu Kredit Bank Mega:
[Total:11    Rata-Rata: 2.5/5]
Tanggapan Bank Mega atas Surat Ibu Pauline Tanudjaja

Kepada Yth Redaksi mediakonsumen.com, Sehubungan dengan surat Ibu Pauline Tanudjaja di mediakonsumen.com (21/2), “Debt Collector Bank Mega Terus Menerus Menelepon Pihak...
Baca Selengkapnya

Loading...

11 komentar untuk “Debt Collector Bank Mega Terus Menerus Menelepon Pihak Referensi

  • 23 Februari 2018 - (17:03 WIB)
    Permalink

    Percuma bu ga akan di tanggapi oleh bank mega.. mending saran saya bu bikin laporan ke OJK dan BI bu. Itu debt collector nya bank mega susah diajak komunikasi dengan manusia

    • 23 Februari 2018 - (17:09 WIB)
      Permalink

      Iya ini juga sedang buat laporan ke Bank Indonesia. Karena debt collectornya tidak berusaha mencari si Pemegang Kartu malah teleponnya ke saya melulu. Padahal yang hutang kan si pemegang kartu,sedangkan saya cuma bisa berusaha membantu saja.

  • 28 Februari 2018 - (10:47 WIB)
    Permalink

    ini saya curhat juga :

    Senin, 26 Februari 2018, seseorang yang mengaku namanya uli dari bank mega, menelpon via hp isteri saya, sebetulnya cari saya, tapi karena nomor hp saya susah dihubungi entah bagaimana caranya tuh si uli berhasil dapetin no kantor kerja isteri dan dapat dari reseptionis no hp isteri saya. dalam percakapan dengan saya, si uli ini mencari seseorang yang namanya s***a, yang katanya suaminya si s***a ini punya urusan dengan bank mega, si uli ini memaksa saya dan isteri agar memberikan nomor kontak si s****a ini. kita sudah bilang baik baik, kita nggak paham dan dan tidak ada hubungan dan urusan dengan yang dia maksud, tapi si uli ini keukeuh dan maksa. keesokan harinya teror telpon masih berlanjut ke kantor isteri, masih menanyakan hal yang sama, saya sudah bilang ke isteri agar si uli ini datang ka kantor saya (suaminya) untuk bicara duduk persoalannya dan tidak berlarut-larut, tapi heran si uli ini tidak mau datang ke kantor saya dengan alasan yang aneh aneh, tetep keukeuh mau mendatangi kantor isteri saya yang notabene nggak paham urusannya, jangankan isteri saya, saya juga yang pertama dia cari nggak paham dan nggak ada urusan dengan yang namanya s***a, teror telepon terhadap sebagian pegawai kantor masih berlanjut sampai dengan hari ini, rabu 28 Februari 2018, kata-kata yang tidak senonoh dan menjurus fitnah si uli tebar terhadap orang yang menerima telpon tersebut. isteri saya mulai ngga nyaman, saya sebagai suaminya sedang memikirkan untuk mempolisikan terhadap namnya si uli ini. ini beberapa nomor yang dia pakai 021 304970** (ada 9 nomor hunting yang berbeda beda) dan no hp 082208222***.

    • 28 Februari 2018 - (12:04 WIB)
      Permalink

      Wah parah debt collectornya , nagih tetapi relasinya jauh sekali. Memang mengganggu banget sih secara bukan kita yang berhutang tetapi seakan-akan kita yang dikejar terus oleh debt collector. Memang meresahkan sih ini , menurut saya patut dilaporkan ke polisi (kalau memang tahu identitas debt collectornya) atau laporkan ke BI dan OJK. Dicoba aja Pak bikin laporan tetapi siapkan bukti dan kronologisnya. Mudah-mudahan cepat beres masalahnya. Dibuat laporan juga aja pak biar ada tanggapan dari Bank Mega nya.

  • 28 Februari 2018 - (13:07 WIB)
    Permalink

    narasi diatas sudah saya send juga ke OJK, saya liat sd sore ini, kalo masih neror telpon ke kantor dan hp isteri saya, saya betul betul akan buat perhitungan hukum. isteri bekerja di perusahaan asing, sebagaian pegawai yang pernah di telpon mau jadi saksi atas kelancangan si uli ini kalo nantinya saya verbal ke muka hukum, begitupun bos bos kantornya sudah disounding, dibuatkan email ke head office untuk jaga jaga kalo si uli ini berbuat diluar kendali. disatu sisi saya kasian sama pencari nafkah macam begini, tapi apa boleh buat nampaknya kita juga perlu memberikan pelajaran yang berharga agar kasus serupa segera hilang dari muka konsumen indonesia.

  • 8 Maret 2018 - (13:01 WIB)
    Permalink

    Mau update kasus ini. Tadi sudah ada pihak dari Bank Mega yang menelepon saya (dari nomor 08118699XXX) dan mengabarkan sudah bertemu dengan Bp. Tanwirul Mujib dan sudah mengganti emergency contact data referensi nya , dan selama beberapa minggu ini sudah tidak ada debt collector yang menagih. Semoga seterusnya seperti ini. Terima kasih untuk Bank Mega untuk tanggapannya.

  • 25 Maret 2018 - (23:05 WIB)
    Permalink

    Pak asep, collector tidak akan berani datang ke kantor bpk, saya kasih tahu saja pak nama mereka berubah rubah dan tidak mau tatap muka karena takut di foto sebagai barang bukti, apalagi sekarang sudah jaman canggih Pak, makanya dia hanya meneror ke istri bpk saja.

  • 19 Juli 2018 - (22:12 WIB)
    Permalink

    saya juga per hari ini sialan tu Bank Mega.. kebetulan saya orang legal pak.. gimana kalau kita ajukan gugatan bersama2?… brengseknya si “Ra***guk” dari bank mega …. nelepon ke kantor sampai 4 kali… saya uda pengen nangkep dan hukum mati tuh si debt collector… secara legal bisa diadukan ke:

    Perlindungan konsumen
    BI
    Pidana

    saya punya ide bagaimana kita bersama2 datang ke Bank Mega minggu depan? sya bener2 pengen tampar orang legalnya dan debt colectornya kalau mereka ga respond… selesai mereka ya. gimana ni kalau hari Senin atau selasa?

    • 24 Juli 2018 - (10:16 WIB)
      Permalink

      Mba, karena mba orang legal saya mau tanya donk. Kalau terhutang itu ada hubungan saudara bagaimana? Tapi yang terhutang memang lagi kesulitan keuangan dan masih bisa dihubungi di nomor hp nya dan alamat rumah juga masih tetap tinggal disana. Hanya debt collector nya sengaja mengintimidasi telepon ke kantor saya bekerja. Setiap hari saya seperti ada wake up call dari bank mega mengenai ini, dan seisi ruangan bisa mendengar teriakan2 di ujung telepon sana. Thank you mba sebelumnya.

  • 23 Juli 2018 - (16:19 WIB)
    Permalink

    Saya baru aja di telepon si Debt Collector nya Bank Mega perihal tunggakan teman saya yang saya juga udah gak tau kemana rimbanya. Ini udah kali ke 2 saya ditelepon setelah sekitar 4 bulanan, pertama pihak mereka telepon. Mereka telepon ke nomor kantor saya, waktu awal telepon dia bilang ke resepsionis kalo saya adalah istrinya si teman saya yang menunggak CC itu yaitu si A***. Untung resepsionis cukup mengenal saya dengan baik, orang itu hanya ditertawakan oleh resepsionis, resepsionis tau siapa suami saya. Dan si A*** itu hanya mantan pegawai OB di tempat saya. Belakangan saya pernah dengar cerita teman saya, bahwa dulu si A*** pernah mengaku sebagai Manager saat ditelepon pihak Bank. Aneh sekali, Bank besar sekelas Bank Mega dengan mudah meng-ACC aplikasi CC teman saya, tanpa survey terlebih dahulu (seharusnya). Saya sudah geramm sekali dengan ucapan2 debt collect itu. Mengganggu sekali, saat sedang kerja ditelepon seperti itu. Dipaksa jawab yang tidak saya ketahui.

    Sayangnya saya tidak punya jejak nomor telepon mereka karena mereka tlp ke tlp kantor, dan saya pun tidak mengingat namanya, karena sudah terbawa emosi.

 Apa Komentar Anda mengenai Penagihan Kartu Kredit Bank Mega?

Ada 11 komentar sampai saat ini..

Debt Collector Bank Mega Terus Menerus Menelepon Pihak Referensi

oleh Pauline Tanudjaja dibaca dalam: 1 min
11