Kecewa dengan Akulaku, Barang Belum Diterima Sudah Muncul Tagihan

Saya memiliki masalah kepada 2 pihak sekaligus, yaitu kepada pihak Akulaku juga kepada sellernya. Berikut ini kronologinya:

Bagian 1 : Judul iklan yang menjebak

Saya pesan barang (HP) merk Xiaomi di Akulaku. Sellernya bernama Ganexis. Barang yang saya inginkan adalah Xiaomi Redmi Note 5.

Pada awalnya saya tidak tahu sama sekali mengenai spesifikasi HP tersebut. Lalu saya cari informasinya dari website resmi Xiaomi. Info yang saya dapat dari website resmi xiaomi adalah bahwa HP Xiaomi Redmi Note 5 memiliki spesifikasi sbb : www.mi.com/id/redmi-note-5

Dengan bekal informasi spek tersebut, lalu saya pesan barang tersebut di Akulaku, dengan seller bernama Ganexis. Awalnya saya tidak curiga dengan judul iklan seller “Xiaomi Redmi Note 5 (Redmi 5 Plus)”.

Dijudul tersebut tertera kata-kata Xiaomi Redmi Note 5. Saya tidak ambil pusing dengan kata-kata yang ada di dalam kurung, karena pasti (kurang lebih sama artinya).

Setelah saya klik beli, barang masuk troli, dan melakukan transaksi, perasaan saya kok gak enak soal kata-kata / tipe lain yang tertulis didalam judul kurung tadi (yaitu Redmi 5 Plus).

Saya coba cari infonya, ternyata tipe lain yang ada di dalam tanda kurung itu (Redmi 5 Plus) memiliki spek yang BERBEDA denga tipe yang saya inginkan (Redmi Note 5 versi website RESMI Xiaomi). Di sini saya merasa terjebak oleh judul iklan tersebut.

Tanpa berlama-lama, segera saya lakukan konfirmasi ke seller mengenai barang tersebut, dengan menanyakan sebetulnya barang yang dijualnya itu Xiaomi Redmi Note 5 atau Xiaomi Redmi 5 Plus? Karena kedua tipe Xiaomi tersebut memiliki spek yang berbeda (tapi dibuat sama oleh seller dalam judul iklannya).

Tentu banyak informasi yang bertebaran di internet mengenai spesifikasi suatu hp, tapi acuan saya adalah SPEK RESMI dari website resmi Xiaomi itu sendiri. Saya tidak mengambil acuan selain dari website resmi.

Saat konfirmasi ke seller, jawaban seller sangatlah plin-plan. Dia bilang kedua merk tersebut adalah sama, dan spek yang saya inginkan namanya lain lagi, yaitu Xiaomi Redmi Note 5 Pro, dan seller tidak punya stoknya (kata dia). Saya makin bingung, dan benar-benar terjebak dengan judul iklan seller. Bagaimana mungkin seller TIDAK MENGACU SPEK PADA INFO RESMI dari produk yang dijualnya?

Nah, dalam proses awal-awal transaksi ini (tentu barang belum dikirim) saya konfirmasi bahwa jika memang spek barang yang saya inginkan tidak ada, maka sebaiknya dilakukan pembatalan. Saya bicara baik-baik tanpa menyalahkan judul iklan seller yang menjebak. Jika tidak bisa dibatalkan oleh seller, maka tentu pihak Akulaku bisa membatalkannya by system.

Jawab seller sangat mengecewakan : “Tidak bisa dibatalkan. Saya sudah menjual sesuai prosedur, salah anda sendiri tidak baca judulnya dengan teliti.” Jawaban yang sangat simple tapi menyakitkan karena justru menyalahkan saya.

Bagian 2 : Seller tetap memaksa untuk mengirimkan barang

Karena tidak dapat jawaban yang memuaskan dari pihak seller (dalam hal ini masih dalam proses konfirmasi) ternyata seller bersikukuh untuk mengirimkan barangnya. Maka saya melaporkan hal ini ke pihak Akulaku melalui CS messenger Facebook Akulaku yaitu, www.facebook.com/akulakuindonesia

Jawaban pihak Akulaku: barang ditunggu saja, nanti apabila benar-benar tidak sesuai, bisa diretur dengan syarat tidak membuka segelnya.

Berdasarkan petunjuk dari pihak Akulaku (bahwa barang bisa diretur jika tidak sesuai keinginan, tanpa membuka segelnya) maka saya konfirmasi balik ke pihak seller.

Jawaban seller kembali sangat mencengangkan. Bahwa dia (ngotot) tidak mau barangnya diretur karena menganggap dia sdh menjual sesuai prosedur, dan kembali menyalahkan saya. Dan saya HARUS / WAJIB menerima barang tersebut.

Aneh sekali seller ini. Saya konfirmasi malah disalahkan. Bukannya mencari solusi, tapi seller bersikeras (memaksa) bahwa saya harus menerima barang yang dijualnya.

Ya sudahlah, saya biarkan saja. Nanti kalo barangnya datang, akan tetap saya kembalikan sesuai petunjuk dari pihak Akulaku.

Bagian 3 : Barang belum diterima sudah muncul tagihan dari pihak Akulaku

Ini adalah bagian yang paling menyakitkan. Saya merasa benar-benar didzolimi oleh pihak Akulaku. Pada saat menunggu barangnya datang (hari demi hari, bahkan sampai mingguan) rencananya akan saya kembalikan (sesuai petunjuk Akulaku).

Karena sudah menunggu sangat lama sampai saya sendiri lupa dengan transaksi itu. Suatu hari saat saya membuka aplikasi Akulaku ternyata sudah muncul tagihan di akun saya. Dan sudah mendekati tanggal jatuh tempo. Padahal saya belum menerima barangnya. Pihak Akulaku telah melakukan tagihan dan memanipulasi tombol ” TELAH DITERIMA” by sistem. Padahal saya tidak pernah menerima barangnya (sehingga saya belum pencet tombol “telah diterima”).

Di sinilah saya baru tahu, bahwa Akulaku menerapkan sistem transaksi yang merugikan konsumen. (Baca: mencurangi konsumen by sistem).

Sistem aplikasi online yang benar (mestinya) adalah sbb:

Tagihan akan otomatis berjalan apabila sistem sudah mendeteksi penyelesaian suatu transaksi. Penyelesaian suatu transaksi ditandai dari konfirmasi 2 pihak yaitu, 1 pihak seller yang mengirim barang dan 1 pihak buyer yang menerima barang. Apabila kedua pihak (seller dan buyer) masing-masing sudah konfirmasi, maka proses tagihan bisa diterapkan. Apabila hanya salah satu pihak saja yang konfirmasi, maka tagihan belum bisa dijalankan oleh sistem.

Mengapa harus ada konfirmasi menerima dari pihak pembeli? Karena masih ada proses pengiriman barang sampai ke tangan pembeli. Karena satu dan lain hal, bisa saja barang tersebut tidak sampai di tangan yang tepat.

Yang terjadi dalam kasus saya, saya pribadi tidak menerima barang tapi di akun saya sudah muncul tagihan. Sungguh “canggih” sekali. Dan yang paling “sadis” adalah tombol “telah diterima” dimanipulasi seakan-akan saya telah menerima barang.

Bagian 4 : Respon Akulaku seakan tidak peduli. Saling lempar masalah antar CS / admin

Melihat tagihan yang muncul sementara saya blm konfirmasi menerima barang, saya pun melaporkan ke pihak Akulaku. Dalam hal ini saya laporkan ke admin Akulaku di Facebook messenger (karena awalnya chat saya dibalas di messenger).

Bukannya memberi solusi, justru admin Akulaku di Facebook messenger mengatakan silakan konfirmasi ke CS Akulaku yang lain, yaitu di nomor 1500621.

Saya pun menghubungi nomor tersebut. Jawaban diberikan oleh mesin penjawab, “Terima kasih anda telah menghubungi Akulaku, bla.. bla.. bla… lalu… terputus….”.

Lalu saya harus melaporkan kasus saya ini kemana? Sesama admin Akulaku saling lempar tanggung jawab.

Bagian 5 : Semoga saya dapat solusi

Di Media Konsumen ini semoga pihak Akulaku mau merespon kasus ini. Saya sangat dirugikan sekali. Sudah terjebak oleh iklan, dipaksa oleh seller untuk menerima barang yang tidak sesuai keinginan, barangnya sendiri tidak datang, justru Akulaku menerapkan tagihan. Alamak!!!

Saya benar-benar kecewa baik kepada Akulaku maupun sellernya. Untuk itu saya meminta pertanggung-jawaban pihak seller Akulaku (Ganexis) karena:

1. Telah membuat judul iklan tidak berdasarkan informasi resmi dari website produk yg dijualnya.

2. Telah memaksa saya HARUS / WAJIB menerima barang yg tidak saya inginkan.

Saya juga meminta pertanggung-jawaban pihak Akulaku sendiri karena:

1. Telah membebankan tagihan untuk barang yang saya tidak menerimanya.

2. Memanipulasi tombol ” Telah Diterima” by system, seakan-akan saya telah menerima barang tersebut.

Jika memang tidak bisa diselesaikan, maka sebaiknya Akulaku membatalkan tagihan yang muncul di aplikasi. Sangat mengerikan sekali melihat tagihan tersebut.

DATA TRANSAKSI

1. Nomor pemesanan: 152666487466217619273
2. Waktu pemesanan: 19 Mei 2018
3. Waktu pengiriman: 21 Mei 2018
4. Waktu penerimaan: 06 Juni 2018
5. Jasa pengiriman: JNE
6. Nomor Resi: 0157351800332957
7. Jumlah tagihan: Rp. 305.000,-
8. Jatuh Tempo: 25 Juni 2018

Terlihat dari data tersebut ada waktu penerimaan (06 Juni 2018). Lalu siapa yang menerima barang tersebut? Sampai dengan saya buat surat pengaduan ini (13 Juni 2018) saya tidak menerima barang dari jasa kurir JNE dengan nomor resi di atas.

Demikian surat pengaduan ini saya buat, semoga ada solusi buat saya, dan bisa menjadi bahan pelajaran buat pembaca semua (maupun sebagai bahan masukan untuk pihak Akulaku dan sellernya). Sebagai catatan untuk Akulaku, bahwa sebelumnya saya juga pernah membeli barang di Akulaku, dan saya TIDAK PERNAH TELAT BAYAR. Predikat saya adalah HEBAT!

Data diri lengkap, telp, email, KTP, ada di mediakonsumen.com

Terima kasih saya ucapkan kepada mediakonsumen.com atas dimuatnya surat pengaduan ini.

Agus Rachman
Jakarta Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Akulaku:
[Penilaian Rata-rata: 2.5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

4 komentar untuk “Kecewa dengan Akulaku, Barang Belum Diterima Sudah Muncul Tagihan

    • 13 Juni 2018 - (17:17 WIB)
      kfiro Juan gimana mau pencet gan, orang saya sendiri sampe lupa sama transaksinya, alias ga buka aplikasinya, saking kelamaan nunggu barang datang.
  • 14 Juni 2018 - (15:22 WIB)
    Wah ngeri Bang lihat cerita anda.kayaknya kita kudu pinter2 ini jadi konsumen.saya sdh kapok belanja online.dari cerita anda semoga konsumen indonesia lebih pandai dan kritis.Jadi lah konsumen yg kritis pokoknya klu milih barang dan pihak pembiayaan.Hidup konsumen indonesia.
  • 14 Juni 2018 - (17:44 WIB)
    Endhu Susanto@ betul pak, kadang kita sdh kritis saja masih bisa terjebak. pokoknya extra – extra kritis deh.

 Apa Komentar Anda mengenai Akulaku?

Ada 4 komentar sampai saat ini..

Kecewa dengan Akulaku, Barang Belum Diterima Sudah Muncul Tagihan

agus rachman 5 menit
4