Batu Empedu: Penyebab, Gejala dan Pencegahannya

Oleh dr. Fathul Djannah, Sp.PA.

Batu empedu adalah kondisi yang terjadi akibat cairan yang diproduksi hati untuk mencerna lemak (disebut sebagai cairan empedu) mengeras. Cairan empedu berguna dalam penyerapan lemak dan beberapa vitamin (A,D,E,K). Empedu merupakan campuran dari asam empedu, protein, garam kalsium, pigmen dan unsur lemak (kolesterol). Sebagian dari empedu yang memasuki usus halus akan diteruskan dan dikeluarkan melalui feses/tinja.

Batu empedu biasanya terbentuk akibat tersumbatnya kantong empedu atau saluran empedu. Batu empedu biasanya terjadi pada orang tua, wanita, dan orang dengan berat badan berlebih. Wanita lebih mudah menderita batu empedu karena hormon wanita yaitu estrogen. Pada hampir sebagian besar kasus, batu empedu ini tidak akan menimbulkan gejala apapun. Namun, terkadang  batu ini akan menyumbat bagian ujung empedu sehingga akan memicu rasa sakit mendadak yang cukup hebat pada perut bagian kanan atas dan menyebar sampai ke punggung dan dapat bertahan selama hitungan jam.

Ukuran batu empedu bermacam-macam. Ada yang sekecil butiran pasir dan ada yang sebesar bola pingpong. Jumlah batu yang terbentuk dalam kantong empedu juga bervariasi, misalnya ada orang yang hanya memiliki satu buah batu dan ada yang lebih banyak.

Faktor-faktor Risiko Terbentuknya Batu Empedu

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu empedu adalah:

  • Faktor usia. Risiko penyakit batu empedu akan bertambah seiring usia. Penyakit ini umumnya dialami orang yang berusia di atas 40 tahun.
  • Jenis kelamin. Risiko wanita untuk terkena penyakit batu empedu lebih tinggi dibandingkan pria.
  • Dampak melahirkan. Wanita yang pernah melahirkan memiliki risiko lebih tinggi. Penyebabnya mungkin karena meningkatnya kadar kolesterol akibat perubahan hormon estrogen selama masa kehamilan.
  • Pengaruh berat badan. Risiko Anda akan meningkat jika mengalami kelebihan berat badan, hingga penurunan berat badan drastis.
  • Banyak konsumsi makanan tinggi lemak, tinggi kolesterol dan rendah serat
  • Riwayat keluarga batu empedu
  • Menderita penyakit lain seperti diabetes, infeksi hati atau sirosis
  • Konsumsi obat-obatan penurun kolesterol atau obat yang mengandung estrogen

Gejala

Sebagian besar kasus batu empedu tidak menunjukkan gejala yang khas. Namun, gejala tampak saat ukuran batu empedu cukup besar. Gejalanya dapat berupa:

  • Nyeri mendadak dan terus-menerus pada perut kanan atas, perut tengah, di bawah tulang dada
  • Nyeri punggung di antara tulang bahu Anda
  • Tubuh atau mata berwarna kuning
  • Demam
  • Mual dan muntah
  • Serangan nyeri di perut sebelah kanan di bagian atas, yang biasanya timbul setelah memakan makanan yang mengandung banyak lemak, santan atau makanan gorengan yang biasanya menyerang pada malam hari pada sekitar pukul 09.00 malam hingga pukul 05.00 pagi

Untuk membuat diagnosis yang tepat, biasanya dilakukan anamnesa (tanya jawab tentang kebiasaan dan riwayat penyakit terdahulu), pemeriksaan fisik yang ditandai dengan nyeri perut sebelah kanan atas terutama saaat menarik nafas dan beberapa pemeriksaaan penunjang seperti USG dan computerized tomography (CT) scan daerah perut untuk melihat gambaran kantong empedu.

Batu empedu yang tidak menyebabkan gejala tidak membutuhkan terapi, namun membutuhkan monitor yang ketat. Jika muncul gejala, pilihan terapi yang dapat dilakukan berupa:obat-obatan hingga operasi pengangkatan kantong empedu. Walau fungsi organ ini penting, tubuh kita tetap bisa bertahan tanpa memilikinya. Tanpa kantong empedu, hati akan tetap mengeluarkan cairan empedu yang membantu dalam pencernaan lemak.

Faktor-faktor Lain Penyebab Batu Empedu

Faktor lain yang dapat menyebabkan pembentukan batu empedu antara lain:

  • Sirosis hati atau pembentukan jaringan parut dari jaringan hati
  • Kelainan sistem pencernaan
  • Keturunan (orang yang memiliki riwayat keluarga yang mempunyai batu empedu beresiko lebih tinggi menghasilkan batu empedu pula).
  • Penurunan berat badan yang terlalu banyak akibat usaha diet atau pembedahan kecantikan
  • Pengobatan seperti ceftriaxone (antibiotik yang umumnya digunakan untuk mengobati kencing nanah (gonorrhea), radang selaput otak (meningitis), atau radang paru-paru (pneumonia).
  • Pil KB gabungan yang diminum
  • Terapi estrogen

Preventive is The Key

Beberapa hal yang dapat mencegah terbentuknya batu empedu anatar lai adalah :

  • Kurangi/Hindari makanan yang mengandung kolesterol tinggi dari lemak hewani, karena endapan kolesterol membentuk batu empedu.
  • Hindari minuman beralkohol. Mengkonsumsi minuman beralkohol juga dapat menimbulkan radang pada pankreas yang berada dekat dengan saluran empedu, sehingga bias menimbulkan radang pada kantung empedu
  • Kurangi berat badan terutama wanita di atas umur 40 tahun
  • Konsumsi banyak serat
  • Banyak olahraga
Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Artikel ini:
[Penilaian Rata-rata: 5]
Tentang Penulis
Fathul Djannah  

dr. Fathul Djannah, Sp.PA. Alumni FK Universitas Hang Tuah Surabaya dan PPDS Patologi Anatomi Universitas Airlangga Surabaya. - Dosen FK Universitas Mataram, NTB sejak 2003. - Kepala Divisi Laboratorium Patologi Anatomi RSUP NTB sejak 2010. - Peserta Program Doktor (S3) Ilmu Kedokteran FK Universitas Hasanuddin, 2018

 Apa Komentar Anda?

Belum ada komentar.. Jadilah yang pertama!

Batu Empedu: Penyebab, Gejala dan Pencegahannya

Fathul Djannah 3 menit
0