Satu dari Tiga Orang di Dunia Memiliki Batu Ginjal, Bagaimana Mencegahnya?

Oleh dr. Fathul Djannah, Sp.PA.

Batu di ginjal adalah endapan keras yang terbentuk dari zat yang ada di air kencing dan disebut juga nephrolithiasis. Penyakit batu ginjal atau kencing batu ini biasanya berukuran sangat kecil atau bisa mencapai sekitar beberapa centimeter. Ukuran batu yang lebih besar yang mengisi saluran yang membawa kencing dari ginjal ke kandung kemih disebut sebagai batu staghorn.

Hampir sepertiga dari orang-orang di dunia memiliki kondisi adanya batu pada ginjal mereka, tapi hanya setengahnya yang memberikan gejala atau keluhan. Meski tanpa gejala, batu pada ginjal bisa menimbulkan masalah, seperti infeksi dan penyumbatan aliran kencing.

Gejala batu ginjal yang biasanya terjadi adalah sakit luar biasa (urinary colic) yang datang dan pergi, dan biasanya bergerak dari bagian samping belakang (flank) ke bagian bawah perut (abdomen). Gejala batu ginjal umum lainnya termasuk:

  • Sakit pinggang, paha, selangkangan, dan kemaluan
  • Darah dalam urin
  • Mual dan muntah-muntah

Jika kencing batu yang disebabkan oleh batu kristal di ginjal menimbulkan infeksi maka biasanya menunjukkan gejala berupa meriang, demam, berkeringat, dan buang air kecil yang sering, mendesak, serta terasa sakit. Adapun beberapa gejala yang biasa dikeluhkan adalah seperti berikut:

  • Rasa sakit disertai mual dan muntah-muntah
  • Rasa sakit disertai demam dan meriang
  • Kencing berdarah
  • Susah buang air kecil, yang mana ini merupakan salah satu gejala batu ginjal yang paling umum

Penyebab batu ginjal atau kencing batu bisa terbentuk jika urin atau air kencing yang mengandung bahan bahan seperti kalsium, asam urat, sistin, atau struvite (campuran fosfat, magnesium, dan ammonium). Penyebab yang lain adalah infeksi pada ginjal dan congenital (keturunan). Melakukan diet yang sangat tinggi protein dan meminum terlalu sedikit air akan meningkatkan risiko penyebab batu ginjal.

Sekitar 85% batu di ginjal penyebab kencing batu terbuat dari zat kalsium. Batu asam urat terjadi lebih sering. Batu struvite terbentuk lebih sering di dalam urin yang terinfeksi (batu infeksi). Pada kebanyakan orang, ginjal mengeluarkan ekstra kalsium bersamaan dengan sisa urin. Orang yang memiliki batu kalsium menyimpan kalsium dalam ginjal mereka. Kalsium yang tetap berada di ginjal bergabung dengan produk-produk limbah lain untuk membentuk batu. Seseorang dapat memiliki kalsium oksalat dan batu kalsium fosfat, meskipun batu kalsium oksalat lebih umum. Batu asam urat juga bisa terbentuk ketika air seni mengandung terlalu banyak asam. Orang-orang yang makan banyak daging, ikan, dan kerang yang berlebihan dapat terkena batu asam urat.

Faktor-faktor Risiko

Ada banyak faktor-faktor risiko penyebab batu ginjal antara lain seperti :

  • Riwayat kesehatan keluarga yang pernah mengalami batu di ginjal. Bila ada keluarga yang pernah mengalami batu di ginjal, resiko terjadinya batu ginjal lebih tinggi dibandingkan yang tidak ada
  • Dehidrasi atau tubuh yang kekurangan cairan
  • Diet-diet tertentu, seperti diet yang tinggi protein, sodium, dan soda bisa menjadi risiko penyebab batu ginjal.
  • Mengalami obesitas atau berat badan berlebih juga bisa menjadi penyebab batu ginjal
  • Penyakit pencernaan dan operasi pencernaan. Operasi lambung, infeksi usus, atau diare kronis bisa menyebabkan perubahan di dalam proses pencernaan yang mempengaruhi penyerapan kalsium dan air sehingga dapat meningkatkan kadar tingkat pembentukan batu di dalam urin.
  • Kondisi medis lainnya juga bisa meningkatkan risiko batu ginjal termasuk renal tubular acidosis, cystinuria, hyperparathyroidism, obat-obatan tertentu, dan beberapa infeksi kandung kemih.

Pengobatan tergantung kepada beberapa hal, seperti ukuran dan jumlah batu, di mana mereka berada, dan apakah ada infeksi atau tidak. Kebanyakan batu keluar dari tubuh dengan sendirinya tanpa bantuan dokter. Obat-obatan dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit. Antibiotik diberikan jika ada infeksi. Batu yang tidak keluar sendiri perlu dikeluarkan dengan bantuan ahli Urologi menggunakan alat yang disebut extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL) yaitu prosedur yang menggunakan gelombang kejut untuk memecahkan batu menjadi potongan-potongan kecil agar lebih mudah dikeluarkan Tak jarang, diperlukan operasi batu ginjal untuk mengeluarkan batu-batu ini (percutaneous nephrolithotomy).

Pemeriksaan yang dibutuhkan untuk mendiagnosis adanya batu ginjal antara lain adalah anamnesa (tanya jawab tentang riwayat medis), melakukan pemeriksaan fisik, tes urin,x-ray, usg atau bahkan ct scan. Pemeriksaan x-ray tidak bisa menunjukkan batu asam urat dan juga akan melewatkan batu-batu yang lebih kecil. Computed Tomography (CT) di saluran kemih adalah tes terbaik untuk mendiagnosa batu dan mendeteksi penyakit lain yang bisa menyebabkan gejala yang serupa dengan batu pada ginjal. Sangat jarang terjadi, namun jika diagnosisnya belum jelas, akan dilakukan studi x-ray spesial (intravenous pyelogram, atau IVP).

Pencegahan adalah Kunci Utama

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya batu ginjal adalah sebagai berikut:

  1. Minum Air yang Banyak

Minum air setidaknya 8 gelas per hari. Perbanyak asupan air putih Anda jika aktivitas fisik Anda tergolong padat dan sering berkeringat. Rajin minum air dapat menurunkan risiko pembentukan batu di ginjal.

  1. Batasi Konsumsi Makanan Asin

Kebanyakan makan makanan asin dari garam  atau natrium, dapat memicu penyakit batu ginjal karena meningkatkan jumlah kalsium dalam urin.

Batasi asupan garam maksimal dalam sehari setara dengan 1 sendok teh garam dapur (5 gram garam). Biasakan untuk membaca dan menghitung kandungan gizi dalam makanan kemasan yang banyak mengandung natrium

  1. Jaga Berat Badan Tetap Ideal

Obesitas sering dikaitkan terhadap risiko batu di ginjal atau sakit kencing batu. Hal ini dapat menyebabkan resistensi insulin dan peningkatan jumlah kalsium dalam urin sehingga berisiko lebih besar adanya batu di ginjal.

Pada pH urin cenderung lebih asam pada orang yang memiliki berat badan lebih sehingga juga meningkatkan risiko terjadinya pembentukan batu ginjal.

  1. Batasi Makan yang Mengandung Purin

Makanan yang banyak mengandung purin seperti jeroan, emping, kacang kacangan.

  1. Batasi Minuman yang Mengandung Soda

Penelitian menunjukkan bahwa setidaknya konsumsi 1 gelas minuman bersoda setiap hari dapat meningkatkan risiko sakit batu di ginjal sebanyak 23 persen dibandingkan yang tidak.

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Artikel ini:
[Penilaian Rata-rata: 5]
Tentang Penulis
Fathul Djannah  

dr. Fathul Djannah, Sp.PA. Alumni FK Universitas Hang Tuah Surabaya dan PPDS Patologi Anatomi Universitas Airlangga Surabaya. - Dosen FK Universitas Mataram, NTB sejak 2003. - Kepala Divisi Laboratorium Patologi Anatomi RSUP NTB sejak 2010. - Peserta Program Doktor (S3) Ilmu Kedokteran FK Universitas Hasanuddin, 2018

 Apa Komentar Anda?

Belum ada komentar.. Jadilah yang pertama!

Satu dari Tiga Orang di Dunia Memiliki Batu Ginjal, Bagaimana Mencegah…

Fathul Djannah 4 menit
0