Semakin Maraknya Pinjol Menimbulkan Harapan Peran Lebih dari Para Pemangku Amanah

Saya sering baca berita tentang fintech P2P yang sedang tumbuh pesat di negeri ini. Harus saya akui bahwa staf & jajaran Kominfo, Polri, OJK & AFPI telah bekerja keras selama ini. Tapi ada beberapa hal yang mungkin perlu ditingkatkan lagi:

1. Bagi AFPI : kesepakatan code of conduct/kode etik penagihan dari anggota kenapa belum tersosialisasikan pada konsumen? Belum ada kode etik penagihan yang ada logo AFPI & OJK yang bisa diakses oleh masyarakat. Sehingga masyarakat tidak tahu batasan-batasan penagihan nya terutama masyarakat desa yang katrok (pinjam istilah komedian Tukul) seperti saya.

2. Bagi OJK: Saat ini telah diwajibkan pencantuman TKB90 pada tiap aplikasi terlisensi, jadi jelas definisi kredit macetnya. Cuma, definisi kredit dalam perhatiannya itu apakah 60/30/14/7/1 hari ? Karena bisa muncul standar ganda dalam memulai menghubungi kontak darurat atau di luar itu.

Mungkin sebagian besar pangsa P2P fintech adalah masyarakat katrok yang tak terjangkau pembiayaan konvensional seperti saya, jadi sekiranya kelompok masyarakat ini bisa lebih dicerdaskan.

3. Bagi Polri: Sudah banyak testimoni dari korban (termasuk fintech ilegal) yang merasa terintimidasi atau TERKENA TEROR. Saya pribadi sangat salut dengan kinerja Polri dalam memberantas & mencegah terorisme berkedok j**ad di Indonesia.

Harapan saya pribadi, kedepannya Polri juga akan bisa mencegah terorisme berkedok pinjol di Indonesia jadi sudah ada pencegahan saat para debt.col. sedang melakukan permufakatan jahat untuk melanggar UU ITE atau organisasi penyaluran dana tanpa lisensi yang berlaku dari OJK & AFPI (seperti. fintech ilegal), mengingat Polri adalah PENGAYOM masyarakat diseluruh pelosok negeri ini.

4. Bagi Kominfo: Mungkin akan begadang tiap hari hanya untuk patroli khususnya pada fintech tak berlisensi, karena seperti istilah mati satu tumbuh seribu. Mengingat demand yang besar jadi mereka akan bergonta ganti nama. Harapan saya pribadi Kominfo kedepannya mampu menjadi regulator yang lebih baik lagi dalam pencegahan aplikasi-aplikasi fintech berbahaya (biasanya yang tak berlisensi) dari akses orang-orang yang masih katrok seperti saya ini.

Sekian pandangan pribadi saya sebagai salah satu konsumen di NKRI. Mohon maaf jika kata-kata yang saya pilih kurang tepat, pandangan-pandangan saya tidak sesuai atau harapan-harapan saya tidak masuk akal bagi Bapak/Ibu pemangku amanah di Kominfo, Polri, OJK & AFPI. Mohon dimaklumi karena penulis surat ini hanyalah RAKYAT JELATA yang HIDUP PAS-PASAN & berlatar pendidikan seadanya. Terima kasih.

Salam hormat.

Satu dari sekian ratus juta warga NKRI

Kimon
kimon@journalist.com
Surabaya

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Artikel ini:
[Penilaian Rata-rata: 3.1]

2 komentar untuk “Semakin Maraknya Pinjol Menimbulkan Harapan Peran Lebih dari Para Pemangku Amanah

  • 29 Juni 2019 - (17:10 WIB)
    Hai pak Kimon..
    saya setuju dengan artikel bapak.

    Dimana saya sbg korban dan kami mengadu ke OJK, AFPI jawaban hanya sebatas informasi tp bukan solusi. Spt saat ini saya pinjaman 1.3 telat 13 hari harus bayar 1.7 apakah normal spt itu. Tp saya liat dia terdaftar dalam OJK.

    Dan jwban dr pihak cash cpt saya share

    Dini (Cashcepat)
    27 Jun 08.49 WIB

    Selamat Pagi,
    Yth. Bpk/Ibu Eka Aprilina

    Mohon maaf Sebelumnya,

    Untuk tagihan anda denda sudah sesuai dengan aturan OJK dan coc COC AFPI.
    denda sesuai dengan perhitungan dan akan berhenti setelah tagihan menginjak 2x dari tagihan pokok.
    contoh : jika anda memiliki pinjaman 1.000.000
    maka denda maksimal yang dikenakan tagihan akan mencapai 2.000.000.

    denda dikenakan besar dari tagihan keterlambatan awal itu sudah termasuk dari wewenang perusahaan ( misalnya terlambat 3hari denda sudah besar),
    yang terpenting kami tidak mengenai denda melebihi denda 2x lipat dari pinjaman anda.

    Kami harap anda lebih bijak kembali dalam perjanjian pinjaman dan segera lakukan pembayaran,
    untuk menghindari denda dan proses penagihan lapangan kami.

  • 29 Juni 2019 - (23:30 WIB)
    Bagaimana dengan saya? Aplikasi pinjol ( OJK ) punya saya malah di retas.dan ada tagihan.padahal saya aja tidak dapat buka akun karena sudah di hack dan segala no akun, password, juga rekening di ganti.koq harus bayar???rugilah!!!OjK ya OjK. Tp kalo masalah peretasan dan peng-hack akun serta limit di salahgunakan orang lain apakah jadi resiko dan tanggungjawab si pemilik akun???yang bener Bae…….

 Apa Komentar Anda?

Ada 2 komentar sampai saat ini..

Semakin Maraknya Pinjol Menimbulkan Harapan Peran Lebih dari Para Pema…

Kimoon 2 menit
2