Telepon Debt Collector Bank Mega Terus Menerus kepada Bukan Nasabah

Yth. Media Konsumen,

Pada hari Rabu 28 Agustus 2019 pukul 8.37 pagi, saya menerima panggilan telepon di handphone saya dari seorang perempuan yang pada awalnya mengaku sebagai customer saya. Saat perempuan tersebut mengetahui nama saya, dia langsung marah-marah di telepon dan mengaku dari pihak Bank Mega yang ingin menagih tunggakan kartu kredit saudara saya. Namun dia tidak mau menyebutkan namanya sama sekali.

Karena dia marah-marah dengan kata-kata yang kasar, mengintimidasi, dan menghina keluarga saya, spontan langsung saya tutup teleponnya karena saya merasa tidak tahu apapun tentang masalah ini dan saya juga bukan nasabah Bank Mega. Setelah telepon ditutup, perempuan itu terus menerus meneror saya dengan nomor telepon yang berbeda-beda sepanjang hari. Saya hitung ada hingga lebih dari 200 kali dia meneror saya.

Perempuan itu sampai menelpon ke sekolah anak-anak si pemilik kartu kredit (saudara saya) dan menghubungi kepala sekolahnya. Saya merasa risih dan terganggu, sehingga saya memutuskan untuk melaporkan hal ini kepada call center Bank Mega dengan harapan aksi teror ini dapat dihentikan.

Namun yang terjadi bukannya teror itu berhenti, malah siang harinya sekitar pukul 13.00 dia mulai meneror pacar saya dan orang tuanya yang tidak tahu masalahnya sama sekali bahkan mengatakan hal bohong bahwa pacar saya adalah penjamin dari pemegang kartu kredit Bank Mega tersebut.

Kemudian, perempuan itu juga menyebutkan nama lengkap sesuai KTP dari anggota keluarga saya satu per satu, dan mengatakan bahwa kami semua bermasalah. Namun, saat ditanya apa masalahnya perempuan itu malah mengalihkan pembicaraan dan tidak mau menyebutkan masalahnya dengan nada yang cenderung centil dan melecehkan.

Hal ini sudah merupakan pencemaran nama baik kami yang tidak tahu sama sekali tentang masalah tunggakan kartu kredit saudara saya itu. Selama teror di telepon, perempuan itu selalu menghina-hina saya dan ibu saya dengan kata-kata yang tidak pantas. Mulai dari tidak punya otak, tidak bisa didik anak, sampai menyumpahi Ibu saya supaya cepat mati (kurang ajar sekali kan!).

Sebenarnya perempuan itu sudah memiliki no telepon dan alamat saudara saya secara lengkap, tapi dia tetap terus menerus meneror saya, ibu saya dan keluarga pacar saya dimana kami sedang bekerja saat itu. Sehingga teror tersebut sangat mengganggu kami semua dan membuat kami stress seharian.

Saya sangat tidak habis pikir bagaimana Bank Mega yang begitu besar dan ternama bisa membenarkan hal-hal seperti ini.

Saya juga tahu ada beberapa etika Debt Collector yang sudah ditetapkan oleh BI sbb:

  1. Dilarang menggunakan cara ancaman, kekerasan dan/atau tindakan yang bersifat mempermalukan pemegang kartu kredit
  2. Dilarang menggunakan tekanan secara fisik maupun verbal
  3. Dilarang menagih kepada pihak lain selain pemegang kartu kredit
  4. Apabila menggunakan sarana komunikasi, dilarang dilakukan secara terus menerus yang bersifat mengganggu
  5. Penagihan hanya dapat dilakukan di tempat alamat penagihan atau domisili pemegang kartu kredit

Dari rincian di atas, dapat saya simpulkan bahwa debt collector dari Bank Mega melanggar etika Debt Collector yang sudah ditentukan. Bahkan dia sangat mengganggu saya, ibu saya, dan keluarga pacar saya yang tidak tahu apa-apa. Jadi pertanyaan saya sampai saat ini, bagaimana Bank Mega yang ternama bisa mempekerjakan orang semacam itu untuk langsung berhadapan dengan nasabahnya?

Kebetulan dan syukurlah saya bukan nasabah dari Bank Mega. Dan saat ini saya sangat kecewa dengan kejadian ini.
Saya harap kejadian ini tidak akan terulang lagi.

Terima kasih.

Veronica Natassya
Surabaya, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Penagihan Kartu Kredit Bank Mega:
[Penilaian Rata-rata: 2]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

2 komentar untuk “Telepon Debt Collector Bank Mega Terus Menerus kepada Bukan Nasabah

  • 29 Agustus 2019 - (19:18 WIB)
    Setuju sekali, bahkan saya sudah merasakan sendiri, padahal sata kooperatif angkat tlp, dan info brp yg akan sy byr,namun krna pembyran sy tdk sesuai hrpan DC mega, akhirnya mereka tlp teman,saudara bahkan rekan bisnis suami saya.
    Dan lebih parahnya saya disuruh pergi kerumah sakit hari itu juga untuk menjual ginjal saya.
    Itu sangat merugikan sekali.
  • 29 Agustus 2019 - (21:56 WIB)
    didalam etika penagihan yang dituangkan dalam peraturan otoritas Jasa keuangan (POJK) POJK Nomor 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan jelas sekali bahwa pelaku Usaha keuangan / perbankan dilarang menggunakan cara-cara yang barbar dan tidak beretika. begitu pula dalam surat edaran (SE) Bank Indonesia (BI) tertera etika penagihan oleh profesi penagih. buat saja laporan tertulis melalui email, dibuat kronologisnya sambil mencantumkan pasal yang dilanggar oleh oknum perbankan tersebut kemudian Cc kepada instansi terkait :
    Otoritas Jasa Keuangan (email bagian Pengaduan)
    bank Indonesia
    Komisi IX DPR-RI bidang Perbankan
    Kementrian BUMN jika pelanggaran etika penagihan tersebut dilakukan oleh Bank Plat Merah.

    demikian semoga membantu

 Apa Komentar Anda mengenai Penagihan Kartu Kredit Bank Mega?

Ada 2 komentar sampai saat ini..

Telepon Debt Collector Bank Mega Terus Menerus kepada Bukan Nasabah

Veronica Natassya 2 menit
2