Mari Kenali Hamil Anggur atau Mola Pregnancy

Oleh dr. Fathul Djannah, Sp.PA.

Hamil anggur, sering juga disebut Mola Pregnancy atau Mola Hidatidosa adalah suatu gangguan pada kehamilan. Hamil anggur terjadi saat telur yang dibuahi yang semestinya menjadi janin, bertumbuh sebagai kista yang tidak normal pada rahim. Walau bukan embrio bayi, pada hamil anggur sel telur dan plasenta yang tidak mampu berkembang ini akan membentuk sekumpulan kista (gelembung yang berisi cairan) yang bentuknya menyerupai anggur putih, bergerombol. Pertumbuhan kista ini tetap akan memicu gejala-gejala kehamilan, sehingga banyak penderitanya mengira ia sedang hamil.

Kondisi ini fatal dan memerlukan penanganan segera, mungkin untuk menghindari risiko komplikasi, salah satunya adalah keganasan. Komplikasi ini biasanya dapat disembuhkan dengan kemoterapi atau operasi.

Gejala Hamil Anggur

Hamil anggur pada awalnya memunculkan gejala yang sama dengan kehamilan normal. Namun setelah beberapa waktu, gejala-gejala berikut bisa muncul:

  1. Perdarahan dari vagina berwarna coklat tua hingga merah, khususnya pada trimester pertama.
  2. Mual dan muntah yang parah.
  3. Keluarnya kista berbentuk anggur dari vagina.
  4. Nyeri pada tulang panggul.
  5. Rasa sakit atau tekanan pada pelvis.
  6. Rahim yang lebih besar dari biasanya.
  7. Tanda-tanda hipertiroidisme, seperti perasaan gugup atau lelah, detak jantung cepat dan tidak teratur, banyak berkeringat.
  8. Kista di saluran vagina yang menyerupai anggur.
  9. Rahim yang tampak lebih besar dari usia kandungan yang seharusnya.
  10. Preeklamsia. Sebuah kondisi yang ditandai dengan tekanan darah tinggi serta protein di urine pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu.
  11. Anemia.

Penyebab dan Jenis Hamil Anggur

Penyebab hamil anggur adalah ketidakseimbangan kromosom selama kehamilan. Kondisi ini dapat terjadi jika sel telur yang dibuahi tidak memiliki informasi genetika atau 1 sel telur normal dibuahi oleh dua sperma secara bersamaan. Penyebab inilah yang akan mengelompokkan hamil anggur dalam 2 kategori, yaitu:

  1. Hamil anggur lengkap yang terjadi ketika sel telur yang tidak mengandung informasi genetika dibuahi oleh sperma dan tidak berkembang menjadi fetus, melainkan sekumpulan jaringan abnormal yang disebut mola, yang lama-kelamaan dapat memenuhi rahim.
  2. Hamil anggur parsial yang muncul jika 1 sel telur normal dibuahi oleh 2 sperma. Jaringan plasenta akan berkembang abnormal menjadi mola, sementara jaringan fetus yang berhasil berkembang akan mengalami kecacatan atau kelainan yang serius.

Faktor-faktor Risiko

Ada banyak faktor risiko untuk hamil anggur, yaitu antara lain:

1. Usia.
Hamil anggur lebih rawan terjadi pada wanita di atas 35 tahun atau di bawah 20 tahun.

2. Adanya riwayat hamil anggur sebelumnya.
Jika pernah mengalami hamil anggur sebelumnya, maka kemungkinan dapat terulang lagi. Kehamilan anggur berulang terjadi, rata-rata, pada 1 hingga 2 dari 100 wanita.

3. Riwayat keguguran.

4. Kekurangan karoten.
Karoten adalah bentuk dari vitamin A. Wanita yang tidak mendapatkan cukup vitamin A memiliki risiko lebih tinggi mengalami hamil anggur komplit.

Diagnosis Hamil Anggur

Hamil anggur cenderung menyebabkan gejala yang sama dengan kehamilan normal sehingga seringkali sulit terdeteksi tanpa pemeriksaan yang lebih mendetail, seperti pemeriksaan darah dan USG. Pada pemeriksaan darah, dokter akan memeriksa kadar hormon kehamilan yang disebut dengan human chorionic gonadotropin (HCG). Selain itu, kadar hormon tiroid serta kadar hemoglobin dalam darah diperiksa untuk melihat ada tidaknya kondisi kelainan medis yang lain. Selain pemeriksaan darah, pemeriksaan USG pada trimester pertama kehamilan juga dilakukan, tepatnya minggu ke-8 atau 9.

Terapi Hamil Anggur

1. Memperbaiki keadaan umum

a. Koreksi dehidrasi
b. Transfusi darah bila anemia berat
c. Bila ada gejala preeklampsia dan hiperemesis gravidarum diobati sesuai dengan protokol.
d. Penatalaksanaan hipertiroidisme.

2. Pengeluaran jaringan mola

a. Kuretase

1) Dilakukan setelah keadaan umum diperbaiki dan setelah
pemeriksaan-persiapan selesai (pemeriksaan darah rutin, kadar β-hCG serta foto thoraks), kecuali bila jaringan mola sudah keluar
spontan.
2) Kuretase dilakukan sebanyak 2x dengan interval minimal 1 minggu
3) Seluruh jaringan hasil kerokan dikirim ke laboratorium Patologi Anatomi.

b. Histerektomi

Tindakan ini dilakukan pada keadaan sebagai berikut :
1) Usia > 35 tahun
2) Anak hidup > 3 orang
3) Terapi profilaksis dengan sitostatika

Diberikan pada kasus mola dengan resiko tinggi akan terjadi keganasan misalnya pada usia tua dan paritas tinggi yang menolak untuk dilakukan histerektomi atau kasus mola dengan hasil histopatologi yang
mencurigakan.

3. Penatalaksanaan Pasca Evakuasi

Tujuan follow up ada dua:

a. Untuk melihat apakah proses involusi berjalan secara normal, baik anatomis, laboratoris maupun fungsional, seperti involusi uterus, turunnya kadar Β-hCG dan kembalinya fungsi haid.
b. Untuk menentukan adanya transformasi keganasan, terutama pada tingkat yang sangat dini.

Komplikasi dan Prognosis

Komplikasi yang mungkin terjadi pada hamil anggur adalah terbentuknya gestational trophoblastic disease (GTD), yang biasa terjadi setelah mola hidatidosa total dibanding yang jenis partial. Salah satu tanda terjadinya GTD adalah kadar hormon kehamilan human chorionic gonadotropin (HCG) yang masih tetap tinggi walaupun massa sudah diangkat. GTD dapat dengan mudah diatasi dengan kemoterapi dan radoterapi, biasanya memberikan hasil yang memuaskan.

Mola hidatidosa dapat digolongkan sebagai tumor jinak, bukan suatu keganasan sel kanker. Oleh karena itu, prognosis dari penyakit ini biasanya baik dengan penanganan yang tepat. Pada sebagian kecil kasus, walaupun jarang terjadi, mola hidatidosa dapat berkembang ke arah keganasan menjadi sel kanker choriocarcinoma. Kanker ini dapat tumbuh dengan cepat dan mengancam nyawa.

Catatan redaksi: Meskipun artikel ini ditulis oleh tenaga medis profesional, konten ini tidak dimaksudkan sebagai pengganti saran, diagnosis, atau perawatan medis profesional. Selalu mencari saran dari dokter Anda atau penyedia layanan kesehatan berkualifikasi lainnya atas kondisi medis yang sedang Anda alami. Jangan pernah mengabaikan nasihat medis profesional atau menunda dalam mencarinya karena sesuatu yang telah Anda baca di Situs Web ini.
Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian Anda!
Loading...
Tentang Penulis
Fathul Djannah  

dr. Fathul Djannah, Sp.PA. Alumni FK Universitas Hang Tuah Surabaya dan PPDS Patologi Anatomi Universitas Airlangga Surabaya

 Apa Komentar Anda?

Belum ada komentar.. Jadilah yang pertama!

Mari Kenali Hamil Anggur atau Mola Pregnancy

oleh Fathul Djannah dibaca dalam: 3 min
0