Generasi Milenial yang ‘Kaya’ tapi ‘Miskin’

Akhir-akhir ini semakin maraknya kafe dan restoran yang menjamur di berbagai daerah di berbagai penjuru Indonesia, dimana remaja menjadi salah satu sasaran utama dari bisnis kuliner tersebut. Menurut Kepala Badan Pusat Statistik mengatakan inflasi inti selama Januari sampai Agustus 2019 sebesar 2,35 persen merupakan hal yang positif karena menunjukkan daya beli masyarakat yang bagus. Yang berarti bahwa pertumbuhan bisnis kuliner saat ini disebabkan karena perubahan gaya hidup masyarakat modern yang menjadikan kafe atau restoran sebagai ikon baru dalam kesehariannya sebagai konsumen.

Di samping itu saat ini aksi promosi dapat mudah dilakukan melalui media digital, sehingga mempermudah kaum millennial mendapat keseluruhan informasi seputar kafe atau kedai yang mudah dijangkau, tentunya dengan harga yang sesuai budget mereka.

Pentingkah Peran Orang Tua Dalam Mengatur Pola Makan Anak Remajanya?

Pemilihan makanan banyak dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, tidak semata-mata ditentukan oleh psikologis atau kebutuhan perihal gizi. Usia-usia remaja memang sedang dalam proses pembentukan identitas dimana salah satu pengaruh terbesarnya berasal dari orang tuanya, dan lingkungan di mana dirinya dibentuk, sehingga peran orang tua dan lingkungan sangat mempengaruhi pola pemikiran remaja tersebut tentang gizi.

Pengetahuan gizi sangat berperan penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat agar tercipta masyarakat yang sehat. Dalam mengontrol konsumsi makanan cepat saji dibutuhkan perhatian khusus yang di desain untuk remaja. Kebanyakan dari remaja mengkonsumsi makanan/minuman yang ada di kedai maupun kafe tanpa mempedulikan zat gizi yang terkandung di makanan atau minuman yang dikonsumsinya, apalagi saat ini sedang maraknya minuman dengan rasa tinggi manis serta penambahan topping sebagai pemanis ataupun estetika, namun tanpa remaja sadari minuman tersebut sangat tinggi kalori.

Menteri Kesehatan mengatakan bahwa meningkatnya angka penyakit tidak menular berhubungan dengan pola perilaku makan masyarakat Indonesia, di mana masyarakat Indonesia lebih menyukai rasa yang manis serta gurih yang merupakan salah satu penyebab naiknya gula darah, hipertensi, hingga obesitas.

Apakah Tabel Informasi Gizi Itu Penting?

Dalam suatu penelitian gizi di Malaysia mengatakan bahwa tabel informasi nilai gizi yang terdapat pada kemasan produk makanan ataupun minuman olahan pabrik dimana nilai-nilai gizi yang terkandung tertuliskan dengan dasar teori yang sangat detail dan jelas yang dibuat untuk mempermudah konsumen dalam memilih makanan atau minuman yang sesuai dengan kebutuhan nilai gizi yang dibutuhkannya. Namun hal tersebut tidak menjadi poin alasan yang utama dalam pemilihan atau pembelian suatu produk makanan, sehingga pemberian label informasi nilai gizi tidak cukup berpengaruh untuk mendorong kebiasaan masyarakat makan makanan yang sehat.

Dari pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa remaja saat ini tidak mempedulikan setiap zat gizi yang masuk ke dalam tubuhnya, di sisi lain harga makanan maupun minuman yang sedang trend saat ini juga tidak menjadi alasan untuk tidak mencobanya, dimana kebanyakan remaja tidak mempertimbangkan dari segi harga namun kelezatannya yang hanya sementara saja, maka dari itu diperlukan pengetahuan tentang gizi supaya generasi muda Indonesia saat ini dapat membantu untuk menekan angka penyakit tidak menular di Indonesia.

“Ayo buktikan jika generasi milenial bisa mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat!!”

Jihan Agna Faiha
Sukoharjo, Jawa Tengah

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:5    Rata-Rata: 3.2/5]
Loading...

 Apa Komentar Anda?

Belum ada komentar.. Jadilah yang pertama!

Generasi Milenial yang ‘Kaya’ tapi ‘Miskin’

oleh Jihan Agna Faiha dibaca dalam: 2 min
0