Tanggapan Akulaku atas Surat Pembaca Ibu Maharanny Johanis

Menanggapi dimuatnya Surat Pembaca di Mediakonsumen.com yang ditulis oleh Ibu Maharanny Johanis pada tanggal 28 Maret 2020 dengan judul “Tim Penagihan Akulaku Mengancam Datang ke Rumah”, izinkanlah kami dari Akulaku memberikan penjelasan atas permasalahan yang terjadi dan menyampaikan permohonan maaf.

Sesuai dengan prosedur yang berlaku di Akulaku, permasalahan tersebut akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu. Untuk memudahkan pengecekan lebih lanjut oleh tim Collection kami, diharapkan Ibu Maharanny dapat menyampaikan kendala yang dialami dengan menghubungi nomor desk call kami di 021 – 24112009.

Akulaku akan selalu berupaya demi kenyamanan para pengguna dalam menggunakan layanan yang ada.

Eva Ulisiana
Public Relations Officer Akulaku Finance Indonesia
Gedung Sahid Sudirman Center, Lantai 11
Jakarta Pusat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Tanggapan Akulaku:
[Total:31    Rata-Rata: 1.9/5]
Tim Penagihan Akulaku Mengancam Datang ke Rumah

Kepada Akulaku, Tim penagihan anda lewat WA tidak ada etika, awalnya dia mengingatkan dan mengancam jika akan mendatangkan DC. Saya...
Baca Selengkapnya

Loading...

3 komentar untuk “Tanggapan Akulaku atas Surat Pembaca Ibu Maharanny Johanis

  • 8 April 2020 - (13:21 WIB)
    Permalink

    Akulaku sudah tidak Mematuhi Pemerintah dan OJK.. Sebaiknya d Segel d saat Pandemi Covid 19 banyak Rakyat yg kehilangan Pendapatan,tapi Akulaku tidak mau mengerti Haaaaaiiiii.. AKULAKU.. Bukanya kami tidak memikirkan Angsuranmu yg ada pada pikiran kami sekarang Adalah Bagaimana kami Berjuang untuk tetap Hidup dan ini adalah Masalah Peruutt.. Haruskah Keluarga Kami d Biarkan Mati Kelaparan demi membayar hutang2mu..

    • 8 April 2020 - (14:25 WIB)
      Permalink

      Buat mereka..mau kita mati,mau kita kelaparan .mau kita jual organ tubuh,ga ada urusan..yg penting duit mereka kembali..kalo sudah nanti kejadian 1998 terulang,ya paling menghilang.reaksi keras masyarakat yg diperlukan,baru pemerintah akan melirik,karena pemerintah tidak punya alasan memberhentikan ijinnya,terkecuali masyarakat bereaksi keras dan dinyatakan pemerintah sudah meresahkan ..maka pemerintah akan menutupnya…

  • 30 Desember 2020 - (13:38 WIB)
    Permalink

    Saya juga memiliki tanggungan di pinjol OJK. Dan memiliki kesulitan serupa dalam hal pembayaran.
    Sebenarnya pinjol2 ini taknubahnya rentenir. Dan memang mereka rentenir yg menerapkan bunga tinggi utk membayar pihak ketiga manakala diperlukan saat debitor mengalami kendala pembayaran setelah melewati TKB90.
    Meski terdaftar resmi OJK, namun saya pernah mengalami bahasa penagihan yg kasar. Bahasa2 preman pasar!
    Jadi meski legal, perilaku mereka tetap saja memakai cara-cara preman dalam penagihan.
    Saya juga tak segan2 mengancam balik urusan piutang yg merupakan perdata jadi tuntutan pidana kalo bahasa mereka kelewatan.
    Keluhan2 nasabah sudah numpuk di YLBHI. Mestinya harus ada tindakan tegas dari otoritas terkait utk menertibkan atau mencabut sama sekali praktik2 rentenir yg ujungnya lebih meresahkan dibanding faedahnya dalam.situasi ekonomi resesi seperti ini.

 Apa Komentar Anda mengenai Tanggapan Akulaku?

Ada 3 komentar sampai saat ini..

Tanggapan Akulaku atas Surat Pembaca Ibu Maharanny Johanis

oleh Akulaku Indonesia dibaca dalam: <1 min
3