Penagihan Fintech dengan Buat Group WA dan Membuat Selebaran Bertuliskan “Maling” Dikirim ke Group WA

Aplikasi salah satu fintech pinjaman online sudah melakukan penagihan dengan tidak wajar, dengan membuat group WA dan memasang foto dan KTP dari peminjam bertuliskan MALING.

Saya rasa penagihan yang sopan dan baik bisa dilakukan tanpa mengambil kontak dan membuat group WA, apalagi dikirim foto bertuliskan maling. Hal itu sungguh di luar cara penagihan yang baik. Apalagi dengan bunga yang besar dan tidak diawasi OJK.

Fristhian
Bekasi, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:89    Rata-Rata: 3.9/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

24 komentar untuk “Penagihan Fintech dengan Buat Group WA dan Membuat Selebaran Bertuliskan “Maling” Dikirim ke Group WA

  • 10 September 2020 - (16:49 WIB)
    Permalink

    Salah satu fintech alias tanpa nama juga… berarti laporan anda masih belum jelas… karena nama fintech nya gak ada…

    1
    1
      • 11 September 2020 - (10:07 WIB)
        Permalink

        Itu saudara sy ,, karna sy kasihan jd sy buat di media konsumen biar org lain yg ada pinjaman onlen juga waspada buat setting group di WA hanya ijinkan kontak …

  • 10 September 2020 - (16:51 WIB)
    Permalink

    Dr media konsumen menyamarkan nama fintech sy sudah cantumkan namanya nama applikasi fintech NASIKU

  • 10 September 2020 - (18:20 WIB)
    Permalink

    Mbak sebagai peminjam atau gimana? Kelihatannya itu foto bapak2. Apakah Mbak kenal dengan orang tsb? 🤔

    • 10 September 2020 - (19:58 WIB)
      Permalink

      Ini pasti fintech ilegal, kalo anda peminjam laporin ke cyber crime pencemaran nama baik, krena di bilang Maling, atau ke OJK ke satgas investigati. Kalau sudah di permalukan gak usah bayar.

      Aku sebenarnya kasian sama debcol pinjol kalo di kasusin perusahaan pinjol yg mereka belain lepas tangan dan bilang pihak ketiga.

      Sekedar saran, kalo mau pinjam online harus ke pinjol LEGAL yg terdaftar OJK. Hutang memang harus bayar, kalo yg Legal masih manusiawi, kalo yang ilegal iblis semua isinya

      9
      1
      • 10 September 2020 - (22:02 WIB)
        Permalink

        Yang legal juga gak manusiawi, amar bank tdk lain dari tunai ku manusiawi drmnanya tlp menagih udh dijawab baik2 minta keringanan waktu buat melunasi malah ganggu2 pimpinan saya. Padalan pimpinan saya juga sudah menerangkan keadaan kantor yg baru normal karna pandemi. Lapor OJK tanggapannya juga cm disuruh lapor pihak berwajib, lapor pihak berwajib cm nyaranin diblokir aja gk usah dibayar karna pinjaman online itu tdk mengikat. Apa ada saran yg lain, padalan kita tdk lari hanya minta keringan waktu.

      • 11 September 2020 - (10:08 WIB)
        Permalink

        Sudah bagi yg ada masalah dg fintech bs kirim email ke @waspadainvestasi@ojk.go.id

    • 11 September 2020 - (01:13 WIB)
      Permalink

      Temen ku pernah di giniin. Saya di invite dc dan di buatin group. Di situ tmn dari TK sampai tmn kantor semua di undang. Di share foto wkt pegang KTP trus di tulisin maling dan kabur g mau bayar hutang. Di teror di kantornya.semua nomor org kantor sampai pimpinan di teror trus.karena udh sangat malu tmn ku akhirnya resign karena dapat SP1. Setelah keluar kerja teror makin menggila. Di buatin group fb isinya data” dia wkt pengajuan. Semua cara buat mempermalukan kyknya udh dilakuin sampai akhirnya pinjolnya nyerah. Udh g nagih” lagi kata tmn ku setelah 1 tahun berlalu. Aslinya tmn ku msh niat bayar cuma abis di hancurin karirnya trus dpt duit dr mana buat cicil + sakit hati akhirnya sekalian g di bayar.Di ancam mau di bunuh jg asli dah ngeri pinjol” itu.aku di ceritain n di lihatin bukti” terornya bnr” g abis pikir bsa sejahat itu

      • 11 September 2020 - (10:10 WIB)
        Permalink

        Wah turut prihatin ya mba… Bnr2 gk manusiawi tp katanya 2021 fintech di hilangkan … Malah jd gk respect kalo gt males bayar gara2 dipermalukan

  • 10 September 2020 - (20:06 WIB)
    Permalink

    Apalagi apkikasi kredit pintar.anda telat sehari sdh di ancam kirim kontak darurat.kantor bahkan poto kita dia punya

  • 10 September 2020 - (23:19 WIB)
    Permalink

    Pinjaman online ilegal bener” kejam sih .
    Wong hanya isi data saja sama aja approval pinjaman “katanya”
    Pdhl kita konsumen baru verisikasi data , belum melakukan approval pinjaman tbtb uang maduk di rekening .
    Report ke cust service tdk ada jawaban sampai jatuh tempo .
    Aplikasi nya fintech RPpinjaman .

  • 11 September 2020 - (07:31 WIB)
    Permalink

    Saran saya tdk usah di bayar, yg penting siapkan mental anda kondisikan orang” di kontak Anda kasih penjelasan ke mereka , karena orang” di kontak Anda itulah DC sukarela, untuk DC yg resmi asal anda tidak merespon mereka akan bosan sendiri, … lebih baik malu sesaat dari pada hancur selamanya…

  • 11 September 2020 - (09:06 WIB)
    Permalink

    Mbak Fin…kalau nagihnya sudah kelewat batas begitu mending gak usah dibayar sekalian.Kalau tukang tagihnya datang laporkan Polisi sekalian.Menagih dengan cara begitu jelas kriminal.Sekarang gak bisa sembarangan mempermalukan orang.

    • 11 September 2020 - (15:29 WIB)
      Permalink

      Kalo tukang tagihnya datang cuma satu teriakin maling kalo ga rampok seperti dia bikin grup di wa biar mampus orang kaya gitu

  • 11 September 2020 - (10:04 WIB)
    Permalink

    Mau legal & ilegal sdh tdk ada batasan aturan di negara ini. Semua pihak yg bertanggung jwb rasa2nya lepas tanggung jwb. Saran saya lbh ekstrim, kalo anda kenal teman programmer “nakal” coba minta tolong dilacak keberadaannya via IMEI lgsg pd saat menerima pesan tsb. Setelah tau lokasinya, cukup bukti, kirim orang, habisin lgsg di tempat. Kalau legal, tanya siapa namanya (sdh pstilah pakai nama samaran), kirim org ke kantornya buat ancaman balik. Pecahin kaca kantornya, berkali2, apa yg bs dirusak pokoknya, toh g ada yg tau siapa yg teror. Biar sama2 kena teror. Datang ke rumah, kasar? Teriak sekuat2nya MALING!!! Biar hbs dimassakan, patah kaki & tangan kirim orangnya balik ke kantor mereka. Masalah hukum belakangan, kan bkn kita yg habisin tp warga. Mereka nuntut, kita tuntut balik, cabut laporan, kita cabut laporan. Horor kan? Tp intinya, punya hutang memang wajib bayar, itu yg hrs diterapkan. Ada uang bayarkan! Tp kalo sudah “dianiaya”, kucing pun bs mencakar balik. Kalau sdh begini cara perlakuan pinjol, leasing, dll lama2 bs “people power” kalo yg pnya otoritas hukum dll dianggap “lepas tangan”. Lihat betapa kacaunya kan? Dulu dikenal rentenir sekarang berubah jd rentenir online, sdh dipastikan sm2 riba dan bejat. Rentenir bawa preman kalo nagih, rentenir online merusak “hidup” orang.

    • 11 September 2020 - (11:47 WIB)
      Permalink

      @donaldchristian : Setuju pake Banget.
      Pas dapet alamat pinjolnya trus disebarin saja ke khalayak ramai. Biar didatengin sama korban2 pinjol bersangkutan yang dirusak nama baiknya.
      Saya juga setuju, ga ada yang perduli dengan para korban-korban ini. Entah kenapa ya?

    • 13 September 2020 - (06:19 WIB)
      Permalink

      mungkin, saya tahu alamat DC dari salah satu pinjol.

      ada 2 rumah dibelakang rumah saya, disewa. ketika saya mau ke rumah kawan, saya selalu melewati rumah tersebut. dan selalu terdengar kata kata bayar anjing, atau, kamu bisanya hanya minjam tapi ga mau bayar anjing kau.

      yang satu rumah sudah kosong, karena diusir warga. berisik setiap hari dengan teriak makian, entah marah dengan atau ke siapa. mau siang, malam, subuh pun masih teriak teriak.
      jam 3 pagi, musik selalu keras dung dung dung, macam diskotik.
      bawa kendaraan, entah motor entah mobil, selalu ngebut, padahal dalam komplek.

      sore hari banyak anak kecil main dijalanan depan rumah masing masing kan ya? dan mereka kalau jalannya kehalangin anak kecil, selalu geber geber kendaraannya.
      padahal kalau orang beradab, permisi dek mau lewat dulu, anak kecil pun pasti akan minggir.

      sopan ke orang lain ga ada salahnya kan ya? walaupun sopan terhadap yang lebih muda.

      beberapa hari sebelum salah satu penghuni rumah tersebut diusir warga, jam 2 pagi kelompok lain datang 6 motor (12 orang) dengan membawa senjata tajam. kelompok yang rumahnya dibelakang rumah saya ada 14 orang. mereka bawa pedang katana panjang sambil teriak teriak, di perempatan depan rumah saya.
      kebanyakan bahasanya ga saya ngerti, yang saya ngerti hanya sini kau, ingin mati kau, kubunuh kau. tapi mereka semua saling diam ditempat.

      saya telepon RT dan RW, juga polisi. yang keluar hanya RT, RW dan polisi ga ada datang. padahal kejadiannya didepan rumah RW. rumah saya dan rumah ketua RW berseberangan, tepat diperempatan tempat mereka saling teriak. hanya saling teriak sambil pedang dan golok diacung ke atas. tapi ga ada tebas tebasan pedang ke leher atau ke perut.
      sama seperti yang selalu mereka bilang, anjing kau.
      sama seperti anjing, menggonggongnya yang keras aksinya ga ada.

      coba kalau mereka saling tebas. kan seru tuh, bakalan abis sendiri orang orang seperti mereka itu.
      udah gitu, kalau saling tebas kan harusnya ada darah ya? kita tetesin jeruk nipis.
      walau mereka ga mati karena golok, setidaknya mereka mati karena sakit darahnya yang netes di paving ditetesin jeruk nipis.

      ada pelajaran yang bisa diambil kan ya?
      – mereka (DC) hanya teriak, ga akan berani ambil aksi.
      – bapak/ibu selalu sedia jeruk nipis. kalau kalau ada DC yang jatuh dari motor, tetesin jeruk nipis darahnya.
      – jeruk nipis menurunkan kolesterol 😛

  • 11 September 2020 - (22:49 WIB)
    Permalink

    Sudah jgn ambil pusing. . . Langkah awal kondisikan rekan kerja teman tetangga dan keluarga. . . Setelah kondusif ambil segelas kopi+ rokok dan duduk manis nikmati hidup dan menghayal masa depan . . . .biarin aja fintech ilegal. . . Galbay aja lebih baik. . . Kalo gak mau di ganggu nomor baru dowlod apk truccaler

 Apa Komentar Anda?

Ada 24 komentar sampai saat ini..

Penagihan Fintech dengan Buat Group WA dan Membuat Selebaran Bertulisk…

oleh Fristhian dibaca dalam: <1 min
24